<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819</id><updated>2012-02-16T16:45:29.790+07:00</updated><title type='text'>Segudang Cerita Tua</title><subtitle type='html'>Cerita tua bukan hanya sekedar kenangan masa lalu tetapi merupakan cermin atau bahkan kenyataan itu sendiri.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>77</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-1803280468000311678</id><published>2010-07-19T08:56:00.002+07:00</published><updated>2010-07-19T09:01:59.521+07:00</updated><title type='text'>TUHAN SETENGAH SENTI SAJA</title><content type='html'>Berita harian tak bosan bertutur :&lt;br /&gt;Elpiji 3 kg meledak,  &lt;br /&gt;Korban berjatuhan akibat elpiji meledak,&lt;br /&gt;Ledakan hebat akibat tabung gas 12 kg&lt;br /&gt;.....  &lt;br /&gt;Gas meledek ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Mohon maaf kalau judul yang digunakan disini terinspirasi dari Tuhan Sembilan Sentimeter-nya Uda Taufik Ismail.  Keduanya samasama telah menjadi bagian dari masyarakat, juga akan dapat mencabut nyawa sebagian dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Benda kecil itu terbuat dari karet, hitam, kenyal dan berbentuk silinder dengan tinggi kurang dari satu sentimeter, tidak jauh dari setengah sentimeter saja.  Tempatnya yang pas di muara keluarnya gas alam dari tabung gas program konversi minyak tanah dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tetapi jangan disangka, karet kecil itu sanggup mencabut puluhan nyawa yang mengabaikan tugas dan fungsinya, yaitu menyambung-rapatkan antara tabung gas dengan kompor melalui regulator dan selang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bukankah pengalaman menunjukkan penggunaan kompor gas sangat selain nyaman juga aman ?  Itu masa lalu, ketika kompor gas masih jadi barang langka.  Pemakainya relatif terbatas pada kalangan tertentu, paling tidak mereka yang berpendidikan atau pengalaman.  Saat itu sebagian besar masyarakat Indonesia masih bergaul dengan tungku atau paling banternya kepulan kompor minyak tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekarang, kompor gas sudah menjadi bagian yang terpaksa harus ada di setiap rumah tangga.  Produksi massal ini bukan hanya menghadapi kendala internal institusi penghasilnya tetapi juga masyarakat awam belum siap dengan bahan mudah terbakar ini.  Kebanyakan mereka beralih ke gas karena terpaksa, terpaksa karena tidak ada lagi minyak tanah setelah terpaksa menerima pemberian gratis dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidak mengherankan, baru beberapa hari tabung gas 3 kg dibagikan sudah ada berita tentang meledaknya satu-dua kompor gas.  Korban jiwa dan harta tak terhindarkan.  Siapa yang bertanggungjawab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pertamina melalui beberapa iklannya terkesan membela diri, penggunaan gas bukan hanya aman tetapi juga lebih hemat daripada menggunakan kompor minyak tanah.  Bukan hanya itu, perabotan memasak juga jadi bersih dan lingkungan bebas dari jelaga.  Itu, kalau diiringi dengan pendidikan yang baik kepada masyarakat.  Pertamina dan stasiun pengisian gas juga harus mau dikoreksi untuk perbaikan terhadap pelayanan.  Kalau tidak maka kejadian yang menelan korban tidak akan berhenti.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tanpa bermaksud menyudutkan pihak tertentu, kami belum 2 bulan menggunakan tabung gas 3 kg, sudah beberapa kali mengalami hal yang tidak diinginkan, yaitu :&lt;br /&gt;1. Ketika regulator dipasangkan maka terdengar suara gas dengan kencangnya.  Bau gas begitu menyengat memenuhi ruang dapur.  Kejadian ini sudah 2 kali terjadi.&lt;br /&gt;2. Kompor gas tidak menyala padahal tabung gas yang dipakai baru saja dibuka segelnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menghadapi kejadian pertama, kami sangat kaget.  Beruntung kompor tidak terus dinyalakan dan ventilasi udara dapur menggunakan exchaust sehingga bau gas segera hilang.  Lebih beruntung lagi, kami punya 2 tabung sehingga ketika salah satunya mengalami kendala seperti ini dapat melihat apa gerangan penyebabnya.  Ternyata ada karet, kemungkinan dari situlah permasalahan.  Ternyata benar, setelah karetnya ditukar, suara gas tidak muncul lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ternyata hal ini tidak hanya dialami kami, teman di kantor juga mengalami hal yang sama.  Dia panik sehingga memanggil beberapa tetangga.  Kejadian ini juga terulang dua minggu kemudian.  Karetnya ternyata sudah agak encer melekat di dalam mulut tabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau saja saat itu kompor gas dibiarkan menyala, ledakan tak akan terhindarkan.  Mungkin beberapa kasus meledaknya tabung gas yang terjadi disebabkan oleh tidak rapatnya karet dengan regulator, ditunjang oleh tidak adanya batas antara tabung gas dengan letak kompor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kasus tidak keluarnya gas dari tabung juga ternyata tidak sendiri.  Ketika kami hendak mengembalikan tabung yang masih penu itu kepada penjualnya, ternyata sudah ada 2 orang ibu yang juga kebingungan karena kompor gasnya tidak mau menyala padahal tabung gasnya yang masih penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penjual yang kebetulan menyediakan kelengkapan kompor gas, dengan semangat menawarkan regulator yang terbaik.  Tetapi si ibu tidak langsung menerima karena sudah 2 regulator tetangganya dicoba tetapi tidak juga menyala.  Namun akhirnya mengalah juga, membeli regulator merek terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kamipun dikecoh dengan anggapan kemungkinan kendala berasal dari regulator.  Tetapi segera kami sanggah, kompor dan regulator yang kami pakai adalah merek terkenal dengan garansi seumur hidup.  Penjual terkejut, sehingga dia segera mengambil tabung gas kami dan menusukan obeng.  Gas menyembur keras, bau menyengat.  Setelah itu dicobanya ke kompor miliknya.  &lt;br /&gt; “Sudah beres, pak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mudah saja.  Dia menjelaskan kalau terjadi kasus gas macet seperti itu, tusuk saja jalan keluar gas dengan obeng.  Katanya, suka ada penyumbatan di pintu keluar.  Jangan sampai mengarah ke badan karena tekanan sangat kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sampai di rumah, ketika diterapkan ternyata kompor gas tidak juga menyala.  Maka kami melakukan saran penjual.  Menyemburkan gas beberapa detik.  Menyalalah kompor sekalipun beberapa menit tetap tidak normal, satu jam kemudia menyala sebgaimana mestinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kejadian-kejadian di atas sudah pasti merupakan kendala dan solusinya harus diketahui oleh masyarakat.  Pertamina dan para mitranya juga semestinya berusaha memberikan pelayanan terbaik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka kami sarankan :&lt;br /&gt;1. Masyarakat komsumen hendaknya mempunyai tabung gas lebih dari satu.  Minimal 2, sehingga ketika satu tabung kosong maka yang satunya bisa segera mengganti.  Atau kalau yang satu misalnya karetnya rusak, maka dapat digunakan karet dari tabung gas satunya lagi.  Dengan demikian kegiatan di dapur tidak terganggu apabila di tengah aktivitas, gas tiba-tiba habis.&lt;br /&gt;2. Ketika gas sudah kosong, maka dengan bantuan obeng kecil, keluarkan karet penyumbat.  Disimpan untuk pengganti kalau-kalau suatu saat kebagian tabung gas yang sumbat karetnya rusak yang ditandai dengan suara desis gas dari ujung bawah regulator.  Hal ini juga dimaksudkan agar stasiun pengisi gas menggunakan sumbat karet yang selalu baru.  Dengan mencabut sumbat karet ini berarti kita telah menyelamatkan beberapa nyawa yang suatu saat akan kegiliran menggunakan tabung gas yang pernah kita gunakan.&lt;br /&gt;3. Tempatkan tabung gas dengan jarak maksimal, tergantung panjang selang.  Kalau bisas ada pembatas antara tabung gas dengan kompor.  Sehingga apabila terjadi gas nyasar tidak langsung disambar api.&lt;br /&gt;4. Ventilasi dapur diusahakan sebaik mungkin.  Udara bersih setelah menggunakan kompor gas seiring dengan tingkat bahaya yang tingg apabila ventilasi diabaikan.  Bila masih ada bau gas di ruangan, jangan sekali-sekali menyalakan api, termasuk kompor gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Demikian beberapa pengalaman yang kiranya dapat menjadi pelajaran berharga bagi para pemakai tabung gas.  Tentu saja masih banyak persoalan lain yang akan dihadapi masyarakat pengguna kompor gas program konversi, misalnya ketersediaan gas yang suka tiba-tiba lenyap dari pasaran.  Jangan disangka, kami yang tinggal 5 km saja dari pengolahan minyak dan gas tidak lepas dari permasalahan ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selain itu, dengan adanya pembagian tabung gas, kompor dan regulator gratis dari pemerintah ternyata menyebabkan beberapa perusahaan yang selama ini menjadi penyedia perlengkapan itu sedikit gerah.  Sehingga, kebijakan yang seharusnya dipandang sebagai potensi (masyarakat menjadi terbiasa dengan kompor gas) dianggap sebagai ancaman.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oknum pemasar yang demikian, dengan otak liciknya mendatangi pengguna dengan berbagai motif, mulai dari sebagai petugas pertamina atau lainnya.  Mereka mencoba mengotak-atik regulator yang terpasang, sampai akhirnya dicobakan regulator yang dibawanya dan pengguna dipaksa membeli regulator tersebut dengan harga yang relatif tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sungguh banyak tantangan masyarakat obyek konversi minyak tanah ke gas ini dan menjadi tugas kita semua untuk tidak membiarkan masyarakat menjadi korban secara terus-terusan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-1803280468000311678?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/1803280468000311678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/07/tuhan-setengah-senti-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1803280468000311678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1803280468000311678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/07/tuhan-setengah-senti-saja.html' title='TUHAN SETENGAH SENTI SAJA'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-8936861097629460864</id><published>2010-06-29T09:27:00.000+07:00</published><updated>2010-06-29T09:29:33.765+07:00</updated><title type='text'>KITA SEMUA KORUPTOR ?</title><content type='html'>Lebih dari dua dasa warsa yang lalu kami turut menulis di Majalah Islam Mingguan KIBLAT tentang korupsi yang mulai dilirik. Berbagai pihak mulai sadar bahwa kebobrokan mental yang sudah sekian lama mencengkeram perlu segera dibuka dan diatasi sedini mungkin. &lt;br /&gt;Berbagai resep dikemukakan, mulai dari segi penegakan hukum sampai nilai spiritual. Namun hasilnya, seperti biasa, semua lenyap begitu saja. &lt;br /&gt;Pada masa kejayaan Orde Baru, upaya penjagalan koruptor sering sekedar opini atau bahkan menjadi anekdot yang menggelikan. Apalagi masih sangat sedikit yang berani mengungkapkannya sebagai konsumsi publik sekalipun. &lt;br /&gt;Maklum, korupsi identik dengan pemerintahan khususnya pegawai negeri. Jaring korupsi meniti mulai dari jajaran tukang sapu dan pengibas debu, barisan birokrasi terendah sampai puncak eselonering. Pada akhirnya menuju ke pusat pemerintahan, Istana Negara. Saat itu, kalau ada pegawai negeri yang tidak ikut menikmati manisnya korupsi adalah oknum. Namun kekuatan pusat kekuasaan menyebabkan mereka aman-aman saja.&lt;br /&gt;Lima tahun kemudian, sorotan terhadap korupsi semakin gencar. Seperti bisa diduga, para kroco mulai dikambing-hitamkan. Lagi-lagi pihak teratas tetap aman dan kembali terlena dalam persembunyiannya di balik kursi jabatan. Lupa bahwa ketika Pak Balok menyantap rel keretaapi maka Sang Jenderal Kancil pun pasti dapat cemilan baja. Tidak juga ingat kalau pada akhirnya para bawahan tidak akan tinggal diam, terutama setelah tahu penderitaan disihir menjadi kambing-hitam.&lt;br /&gt;Pada tahun 1997, sepuluh tahun setelah tulisan kami berlalu, krisis ekonomi membuat pucuk pimpinan mulai digoyang. Korupsi menjadi isyu sentral terdepan dengan mengajak kedua saudara kandungnya, kolusi dan nepotisme. Mahasiswa dan LSM yang dari semula menjadikan korupsi sebagai wacana mulai berani merubahnya menjadi pencongkel. Tidak tanggung-tanggung, pada akhirnya penguasa Orde Baru yang tiga puluhan tahun bercokol di Istana Negara harus rela pergi dengan tidak terhormat.&lt;br /&gt;Lenyapnya kekuasaan Orde Baru ternyata tidak identik dengan hilangnya kasus korupsi. Krisis kepercayaan terhadap penguasa malah berbuah berbagai krisis yang lain. Krisis ekonomi pun makin menjepit di bawah timbunan krisis baru yang menguntit.&lt;br /&gt;Penderitaan masyarakat diiklankan dan masuk bursa saham. Bank Dunia pun dengan senang hati melegonya dengan harga murah meriah. Kemudian lahir berbagai program dengan tujuan yang amat mulia untuk dikatakan produk manusia, namanya Jaring Pengaman Sosial (JPS) atawa dalam bahasa nenek moyang mereka Social Safety Net (SSN). Saku dan kantong mulai tertolong. Penduduk miskin dapat tetesan sebagai haknya. LSM dan mahasiswa yang dulu nyeruduk dan vokal memperoleh bagian sebagai Tenaga Pendamping atau Konsultan Manajemen atau Tenaga Ahli atau sebutan intelek lainnya. Ekonomi membaik dalam batas diantara dua tanda kutip (ditulis : “Ekonomi Membaik”).&lt;br /&gt;Pertanyaan yang masih terus menggelayut adalah, “Sudahkah korupsi berakhir ?”&lt;br /&gt;Ternyata tidak, Indonesia makin kokoh pada posisinya sebagai negara terkorup. Melebihi India, dan di atas negara paling korup yang lain. Teratas dalam kuanitas dan jauh meningkat dari sisi kualitas. Para penggusur penguasa lama yang dinilainya korup pun turut menikmati renyahnya kue korupsi. Sedangkan mantan pejabat yang kelewat korup menjadi sangat aman setelah menutupi celanya dengan taburan ang paw berdalih uang saku dari hasil korupsi yang baru.&lt;br /&gt;Korupsi bukan lagi milik pegawai negeri, tetapi juga masyarakat luas termasuk komponen mahasiswa sekalipun. Mereka bisa tertawa berbahak-bahak setelah aktif atau mendirikan LSM dengan kegiatan utama mesam-mesem.&lt;br /&gt;Namun demikian, upaya peneriakan korupsi terus berlanjut. Banyak maling yang teriak maling, lebih banyak lagi yang menjerit karena tidak kebagian. Hasilnya tidak terlalu mengecewakan, sampai tahun 2002 ini beberapa dedengkot koruptor mulai dicongkel. Bukan hanya karena status kepegawai-negerian mereka, pengusaha dan politisi yang sering andil juga mulai diciduk. Koruptor kelas kakap lain, kasak-kusuk menghindari giliran.&lt;br /&gt;Hasilnya tidak tanggung-tanggung, setelah mengitari rumitnya rimba raya, akhirnya rakit kayu gelondongan yang membawa Menteri Kehutanan Bagian Lapangan Haji Muhammad Bob Hassan terombang-ambing arus ganas Laut Selatan sebelum nyangsang (terdampar) di Pulau Nusa Kambangan. Dalam kasus yang lain, kepiawaian Abdul Gaffur main Tarzan-tarzanan bergelayutan dari satu akar beringin ke lain pohon pun pernah nyangkut di Rumah Tahanan. Sementara Rahardi Ramelan pun tidak mau sendirian menghitung hari di balik jeruji.&lt;br /&gt;Makin jelas harapan bahwa segala jenis korupsi harus berakhir tahun 2003 ! Berbagai upaya sudah dirintis, Undang-undang Anti Korupsi digelindingkan. Pemberantasan korupsi akan makin cepat membuahkan hasil. Jangankan korupsi yang bernilai milyaran rupiah, korupsi waktu pun akan segera sirna dari negeri ini.&lt;br /&gt;Namun sesungguhnya pada tahun 2003 itu, generasi muda dan sebagian besar masyarakat Nusantara adalah mereka para alumni pendidikan dasar dengan guru yang berperan ganda sebagai penjaja Lembaran Kerja Siswa (LKS). Tamat SLTP dan SLTA dengan sukses berkat staf pengajar memberikan les dan bimbingan tes. Di perguruan tinggi favorit mereka belajar dari para intelektual yang kemana-mana menjual nama almamaternya. Lingkungan masyarakat tempat mereka habiskan waktu terbanyak pun mengajarkan untuk terbiasa menyabet secepat mungkin setiap peluang mendapatkan dana tanpa harus berpikir penggunaannya, apalagi tanggungjawab pengembalian. &lt;br /&gt;Sementara birokrasi jalan di tempat atau berjalan mundur ke belakang dari masa lalu, sehingga bahan bacaan wajib di sekolah saja merupakan keluaran para penerbit yang sanggup menembus lorong gelap untuk memperoleh stempel “Bacaan Wajib” dari pejabat yang berwenang. Sedangkan media massa baik cetak maupun elektronik, mengajari mereka untuk korupsi kecil-kecilan dengan cara membiarkan para modelnya yang sudah berumur mengenakan pakaian yang kekecilan atau bahkan berpose seperti ketika dilahirkan ibunya.&lt;br /&gt;Awal tahun 2003 seharusnya adalah akhir dari pembantaian terhadap pelaku korupsi. Tidak perlu undang-undang dan berbagai peraturan yang membatasi. Hakim dan Jaksa tidak akan disibukan lagi dengan tindak pidana korupsi. Korupsi secara alami akan lenyap dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Sejak saat itu, kita semua sudah korup ! Na ‘udzu bika min dzalik ….&lt;br /&gt;Angin segar muncul lagi dengan lahirnya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Namun perjalanan hidupnya tidaklah mudah, banyak tantangan dan hambatan termasuk dari dalam diri komisi itu sendiri.&lt;br /&gt;Semoga komisi yang dalam umur-jagung-nya penuh tantangan berat ini tetap bisa menjadi pembeda antara koruptor dengan yang tidak korup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-8936861097629460864?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/8936861097629460864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/kita-semua-koruptor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/8936861097629460864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/8936861097629460864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/kita-semua-koruptor.html' title='KITA SEMUA KORUPTOR ?'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-1917305059573237329</id><published>2010-06-29T09:25:00.000+07:00</published><updated>2010-06-29T09:26:52.428+07:00</updated><title type='text'>KETIKA PENDIDIKAN JADI AJANG BISNIS</title><content type='html'>Ada sebuah anekdot yang selalu dikupas oleh setiap mentor kepada kandidat pengikut barunya, bahwa ada 99 aliran dalam agama Islam. 98 adalah produk pembual yang menyesatkan, sedangkan jalan yang lurus hanya satu. “Yang satu itulah jalan yang sedang kita rintis sekarang. Jalan yang banyak ditentang orang, karena hanya segelintir orang saja yang tahu dan tertarik kepada kebenaran. Sebab kebenaran selalu identik dengan kepahitan, penderitaan dan berbagai cobaan !”&lt;br /&gt;Entah sudah berapa banyak mentor yang menyatakan bahwa formula yang mereka bawakan adalah aliran kyu-kyu yang akan membawa para pengikutnya meniti jalan ke syurga. Sudah berbilang puluhan atau bahkan ratusan gaya dari semenjak mereka yang pertama menyatakan sebagai aliran ke-99 dicanangkan, tetapi jumlah itu tetap 99 ! Tidak pernah lebih, apalagi kurang.&lt;br /&gt;Bagi masyarakat China ataupun pemerhati shio, angka 99 adalah tanda keberuntungan. Tetapi bagi ummat Islam, ternyata angka tersebut kerap menjadi penyulut pertentangan yang berkepanjangan. Semua menyatakan yang berhak atas angka itu dan menganggap sesat yang lainnya. Sehingga jadilah ummat Islam sebagai penghuni alam fana yang sangat mudah diadu-domba. Ironisnya, pengadu-domba itu tidak jarang ummat Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;Oleh karena itu tidak mengherankan apabila terjadi suatu perubahan ke arah kemajuan dari suatu kelompok ummat, maka yang lain segera memotong kompas atau bahkan berusaha mematahkannya. Ketika kekuatannya tidak mampu menandingi maka membentuk kelompok sesama rekan sependeritaan. Atau tidak jarang ummat Islam yang tidak tahu menahu dan tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka (kecuali sebagai saudara sesama muslim) dipinjam namanya.&lt;br /&gt;Agama yang dibawa Nabi Muhammad s.a.w. itu, khususnya di Indonesia, sekarang sering identik dengan perpecahan. Ummat di akar terbawah gontok-gontokan sesuai dengan imam-nya. Pengikut Ahmadiyah tidak akan shalat berjamaah di belakang sembarang imam, jamaah LDII memandang keliru para pengikut aliran lain, generasi muda Persis menentang keras wong tua yang tradisional NU dan sebagainya. Di tingkat yang lebih tinggi, para kiyai dan ulama bergerombol sesuai kepentingan. Bahkan banyak berubah menjadi politisi yang sikut sana- jendong sini berebut kursi.&lt;br /&gt;Sehingga sebenarnya bukanlah barang aneh ketika ribut-ribut pun terjadi begitu muncul sebuah pesantren ultra modern di antara maraknya pertumbuhan pesantren modern yang bukan hanya sangat efektif sebagai tempat pembinaan keagamaan di zaman modern tetapi juga mendatangkan banyak keuntungan dari segi finansial. Tetapi kebiasaan mengadu-domba dan diadu-domba menyebabkan hal seperti ini menjadi perdebatan panjang yang tidak pernah berujung.&lt;br /&gt;Adalah Mahad Al-Zaytun, sebuah pesantren yang berada di tengah bentangan luas sawah di perbatasan Kecamatan Kroya dan Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu. Kemegahannya tiada tertandingi di negeri ini baik oleh sesama lembaga pesantren ataupun lembaga pendidikan lainnya. Kemasyurannya mengguncang dunia ! Ketika orang Cirebon mendengar kata “Indramayu” maka di benaknya ada pertanyaan tentang Al-Zaitun. Saat bertemu orang Jawa Barat, urang awak bertanya gambaran kemegahan Al-Zaytun. Penghuni negeri jiran pun bertanya kepada TKI tentang Al-Zaytun. Dan bukan mustahil kalau suatu saat kepopuleran Al-Zaytun seperti halnya Bali, lebih dikenal masyarakat luas daripada Indonesia itu sendiri. &lt;br /&gt;Seperti biasa dan sudah diulas dimuka, hal semacam ini bukannya menjadikan ummat Islam Indonesia berdecak kagum dan bangga tetapi malah meneriakan kebencian. Mungkin mereka tidak tahu kalau hal ini menyebabkan pihak lain tertawa geli, “Ummat Islam tidak pernah jauh dari zaman kelam !”&lt;br /&gt;Ada saja celah yang dijadikan pemicu. Aliran sesat, adalah sebuah isyu laten yang paling populer dan sangat besar efeknya terhadap ukuwah. Berbagai upaya dilakukan, tidak kuat sendiri membentuk koalisi, akhirnya nama besar ulama dan daulah ummat dipinjam dan digembosi. &lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan yang sampai sekarang belum terjawab tentang benar tidaknya Al-Zaytun mengajarkan aliran sesat, adalah sikap diam para pesantren tradisional. Demikian juga para pengikut pemurni ajaran Islam seperti Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad dan lain-lain. Mengapa mereka diam ? Mengapa mereka yang menamakan diri sebagai bagian dari masyarakat intelek modern yang mengajarkan Islam dengan teknik modern dengan alam pola pikir modern di dalam gedung plus fasilitas modern, justeru yang seperti kebakaran jenggot ? Disisi lain, Pondok Pesantren Modern Gontor yang menjadi pioneer pesantren modern dan sudah sangat mapan bersikap lain. Ternyata tidak ada hubungan antara Pesantren Gontor itu dengan Pesantren Gantar tersebut kecuali secara individu, seperti kata seorang pengasuhnya. &lt;br /&gt;Alasan yang sangat mudah dijawab adalah karena pangsa pasar yang berbeda. Kemegahan Al-Zaytun tidak menggimingkan para santri pondok pesantren tradisional yang umumnya dari keluarga pas-pasan. Mereka yang agak berada lebih mempercayakan pendidikan anaknya ke Gontor dan sekitarnya. Pengikut A. Hassan pun tidak akan tergoda karena yakin lebih baik memasukan anaknya ke Pesantren Persis. Demikian juga pengikut aliran tertentu lainnya.&lt;br /&gt;Jadi sebenarnya siapa yang kebakaran jenggot dengan berdirinya Mahad Al-Zaytun ? Sebuah pesantren ultra megah dengan fasilitas pendidikan dan peribadatan yang sangat lengkap dan maju. Satu keunggulan lain adalah, di balik keserba-lebihannya itu ternyata Mahad Al-Zaytun adalah sebuah pesantren yang murah meriah !&lt;br /&gt;Bila seorang santri dikenakan biaya Rp. 20.000.000,- untuk pendidikannya selama 6 tahun maka biaya per-tahunnya adalah sekitar 3.333.000,- atau perbulannya Rp. 277.000,- atau Rp. 9.000,-an saja setiap harinya. Bila melihat langsung makanan yang dikonsumsi para santri Al-Zaytun, maka sangat tidak mungkin harganya cukup dengan Rp. 3.000,- per-porsi ! Padahal sebagaimana tujuan para orangtua santri, di pesantren tersebut mereka bukan hanya belajar yang sangat lengkap tetapi juga mendapatkan segala sarana yang ada termasuk penginapan. &lt;br /&gt;Adakah pesantren modern lain yang mampu menekan biaya sedemikian rendah, sehingga akan hilang kesan bahwa sebuah pesantren modern lahir bagai jamur dimusim hujan sejalan dengan makin butuhnya masyarakat khususnya perkotaan akan pengasuh anak-anak yang bersambut dengan makin meningkatnya kebutuhan ekonomi para pengasuhnya.&lt;br /&gt;Persaingan dalam hal efisiensi dan kualitas itulah yang seharusnya terjadi bukan dengan meniupkan isyu sentral yang sama sekali tidak sehat. Apalagi sampai sekarang tidak pernah terbukti kebenarannya.&lt;br /&gt;Masyarakat awam dan para intelektual yang mengenal kekonsekuenan Al-Chaidar dalam dalam islam dan aktivitasnya mengusung NII, tentu yakin akan benarnya kesaksian yang diberikan tentang berbagai kesesatan di balik kemegahan yang dimotori Panji Gumilang itu. Tapi hendaknya ulama bersikap sebagai buffer yang menjembatani antara ummat islam Indonesia yang rata-rata awam terhadap agama yang tertera di KTP-nya itu dengan aliran ke-99 yang mudah-mudahan terakhir itu. Bukan menjadi katalisator yang menyulut sebuah reaksi dari balik gelar ulama, apalagi menjual nama ummatnya.&lt;br /&gt;Sudah terlalu banyak dana yang dikeluarkan untuk menghembuskan isyu kesesatan Al-Zaytun itu, mulai dari tabligh akbar dengan materi yang sudah diarahkan yang bukan hanya perlu dana untuk penceramahnya tetapi juga panitia penyelenggara, penggembosan instansi pemerintah sampai wakil rakyat yang juga tidak akan begitu saja terjun langsung tanpa adanya sumber dana dan juga penerbitan buku maupun compact-disk dengan rupiah tidak sedikit.&lt;br /&gt;Satu hasil yang dapat dipastikan dari pengeluaran yang sedemikian besar adalah timbulnya pertentangan dan fitnah diantara ummat islam. Penganut agama lain bisa tertawa geli melihat semua ini terjadi. Pertentangan dan kekisruhan intern tidak pernah selesai. Bahkan sekarang memunculkan pertanyaan baru, “Pertentangan aliran atau pergulatan uang ?”&lt;br /&gt;Akan lebih bermanfaat apabila dana yang sedemikian besar ini digunakan untuk menyelamatkan nyawa para penyeser di sepanjang jalur tengkorak Pantura Jawa Barat yang menadah rupiah untuk berdirinya mesjid dengan taruhan nyawa. Atau menyelamatkan muka seluruh ummat islam sebagai ummat yang mendirikan sarana peribadatan saja harus dengan mengemis-ngemis. Walaupun tentu tidak akan bisa seperti ummat Hindu yang mengharamkan berdirinya suatu tempat ibadah dengan jalan meminta-minta dana dari ummatnya.&lt;br /&gt;Setelah sekian banyak kelompok ummat yang menyatakan diri sebagai penganut aliran yang ke-99, maka sudah saatnya ummat islam berbenah diri. Meredam anekdot, bahwa kalau akan membuat keributan maka hasutlah ummat islam. Dalam waktu singkat wilayah itu berantakan. Sedangkan jika hendak menghancurkan ukuwah islamiyah, susupi mereka dan porak-porandalah persaudaraan itu. &lt;br /&gt;Pertentangan-pertentangan yang sering terjadi adalah sekolah terbaik untuk introspeksi dan berbenah diri untuk secara bersama-sama membangun kembali kejayaan ukuwah yang telah lama hanya ada dalam impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-1917305059573237329?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/1917305059573237329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/ketika-pendidikan-jadi-ajang-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1917305059573237329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1917305059573237329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/ketika-pendidikan-jadi-ajang-bisnis.html' title='KETIKA PENDIDIKAN JADI AJANG BISNIS'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-6049430176510612664</id><published>2010-06-29T09:23:00.001+07:00</published><updated>2010-06-29T09:25:03.235+07:00</updated><title type='text'>VALENTINE = HARI KASIH SAYANG ?</title><content type='html'>…. tulisan ini ada dalam sebuah buku tulis tua, ditulis sekitar 1983 waktu kelas I SMA, sudah sangat tua, tetapi prinsip yang tertulis adalah yang saya yakini sampai sekarang …..&lt;br /&gt;Belum lama Children of God (COG) menjadi bagian dari bahasan pelajaran agama Islam di kelas. COG dengan kehidupan free sex-nya tentu sangat menarik bagi sebagian orang kemudian mengamininya. Untung saja aliran ini tidak sempat tersebar luas, hanya sekitar Yogyakarta, kota pelajar itu dan dapat dibrangus segera.&lt;br /&gt;Sekarang ada lagi yang baru, (bagi teman-teman lain bukan barang baru lho!), Valentine ! Hari kasih sayang, katanya. Acara ini dilarang untuk dilakukan, kata Bu Khapsah, salah satu guru agama Islam kami.&lt;br /&gt;Saya tidak sependapat dengan guru agama itu bahwa Valentine merupakan ajaran agama tertentu. Dari beberapa tulisan yang say a baca, justeru tindakan Pendeta Valentino menikahkan anak di bawah umur di Filipina justeru mendapat tantangan dari pendeta lainnya. Jadi sama sekali bukan ajaran agama Kristen. Keberanian Valentino inilah yang kemudian dirayakan kemenangannya, sebagai pahlawan. &lt;br /&gt;Jadi, Valentine adalah perayaan kemenangan Pendeta Valentino diantara kehidupan Kristen yang membelenggu, khususnya melarang pernikahan usia dini.&lt;br /&gt;Valentine dan COG, keduanya adalah bentuk pemberontakan terhadap keterkungkungan kehidupan beragama. Tetapi nasibnya sungguh berbeda, COG yang dibrangus pemerintah juga dihancurkan media massa, sementara perayaan Valentine malah diiklankan sehingga menjadi sangat menarik. &lt;br /&gt;Kalau saya tidak ikut merayakan, bukan karena Bu Khapsah melarang dengan alasan merupakan ajaran agama orang lain, sama sekali bukan. Saya masih terlalu jauh untuk mengikuti pahlawan agama lain. Sangat banyak keteladan para sahabat nabi yang ditulis dalam cerita yang belum bisa saya ikuti. Mereka adalah para pahlawan agama Islam yang dari lahir saya berada di dalamnya.&lt;br /&gt;Saya tidak ingin menghiasi kebelang-bentongan shalat saya dengan ritual agama lain, saya tidak mau mencampuradukan apa yang dicontohkan nabi dan sahabatnya dengan keteladanan pimpinan agama lain, saya tidak mau melengkapi kekurangan saya dengan mengikuti sebuah anjuran yang ditentang oleh para penganjur agama yang sama sekalipun.&lt;br /&gt;Yang paling penting, saya adalah orang yang haus akan kasih sayang. Kasih sayang bukanlah barang langka yang hanya setahun sekali saja harus dinikmati, tetapi harus sepanjang tahun, sepanjang hari, sepanjang kehidupan yang tidak abadi ini. Semoga saya termasuk orang yang akan mendapatkannya. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-6049430176510612664?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/6049430176510612664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/valentine-hari-kasih-sayang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6049430176510612664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6049430176510612664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/valentine-hari-kasih-sayang.html' title='VALENTINE = HARI KASIH SAYANG ?'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-299462800393373572</id><published>2010-06-01T10:27:00.003+07:00</published><updated>2010-06-26T20:58:52.642+07:00</updated><title type='text'>MEMBUAT TELUR ASIN TANPA BAU ANYIR</title><content type='html'>Sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya telah akrab dengan telur asin. yaitu berupa telur rebus yang tanpa penambahan garam lagi  telah berasa asin, aroma dan teksturnya khas, kuning telurnya masir dan sedikit berminyak. Telur asin yang banyak  beredar di masyarakat adalah telur itik yang diasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai tambah yang dimiliki oleh telur asin ini telah banyak dirusak oleh oknum  yang berpikiran terlalu praktis sehinngga muncul-lah telur asing hasil suntikan atau lebih parah lagi bukan hanya hasil  suntikan tetapi juga bahannya dari telur ayam yang diupayakan sedemikian rupa sehingga warnanya menjadi  mirip dengan warna telur itik. Telur asin semacam ini sekalipun berasa asin tetapi kuning telurnya masih tetap seperti telur segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak dapat dipungkiri bahwa pembuatan telur asin juga dapat dijadikan suatu alternatif usaha untuk  menambah penghasilan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pembuatan Telur Asin&lt;br /&gt;Telur asin yang dikehenndaki oleh masyarakat umumnya adalah memiliki rasa asin sedang (relatif), tidak berbau anyir dan kalau di Jawa Barat dan Jawa Tengah-kunin telur yang masih dan sedikit berminyak merupakan daya tarik selera tersendiri.&lt;br /&gt;Kualitas telur asin yang di hasilkan sangat tergantung pada proses pembuatan telur itu sendiri. Oleh karena itu perlu diperhatikan dengan baik mulai dari bahan yang digunakan sebagai pembalutnya maupun perbandingannya, demikian pula lama penyimpanansampai dengan  cara perebusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya telur asin yang dijual di Lubuk Alung akan berbeda rasanya dengan yang dijajakan pedagangan asongandi Terminal Lintas Andalas. Apalagi dibandingkan dengan telur asin selera  mas Tarzan yang oleh ibu-ibu di Batusangkar dianggap sebagai telur busuk karena rasa asinnya yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari perbedaan selera antar daerah ataupun hal-hal lain yang menyangkut telur asin, pada dasarnya konsumen sangat menghendaki telur asin yang bebas dari bau anyir, bau khas telur itikyang diwarisinya turun temurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dalam JK kali ini penulis tampilkan dua cara pembuatan telur asin yang telah diterapkan oleh masyarakat Jawa Barat dan Jawa Tengah yang Insya Allah menghasilkan telur asin yang bebas bau anyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman yang banyak diterapkan masyarakata Cirebon Jawa Barat dan Brebes Jawa Tengah, ada baiknya diambil dan disesuaikan dengan selera konsumen Sumatra Barat yang agak kurang doyan asin sehingga lama penyimpanannya dikurangi, misalnya seminggu saja, tidak dua minggu seperti yang diterapkan di Jawa. Kekuranglamaan menyimpan ini akan berpengaruh juga terhadap kemasyiran telur itu sendiri. Biasanya penyimpanan selama seminggu belum menyebabkan berminyaknya kuning telur. Tetapi itukan kan tergantung selera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ala Cirebon&lt;br /&gt;Untuk membuat 100 butir telur asin Ala Cirebon diperlukan 100 butir telur itik segar yang masih baru dan tidak cacat, sedangkan bahan-bahan yang diperlukan adalah :&lt;br /&gt;1 ember abu gosok&lt;br /&gt;1 ember tumbukan  bata&lt;br /&gt;2 kg garam dapur&lt;br /&gt;2 siung bawang putih sebesar ibu jari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuatnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Telur segar yang telah diseleksi di cuci dengan air bersih dan di gosok dengan sabut kelapa dan sabun colek.&lt;br /&gt;b. Dibilasa dengan air bersih dan ditiriskan dan dibilas lagi sampai bau sabunnya hilang, kemudian ditiriskan dan di jemur sampai kulit telurnya kering.&lt;br /&gt;c. Disamping itu disiapkan adonan berupa campuran abu gosok, tumbukan batu-batu merah dan garam dapur masing-masing 1 ember, dan  2 kg serta air  bersih secukupnya sehingga terbentuk adonan yang tidak terlalu encer tetapi juga mudah dibentuk. Dua siung bawang putih digerus halus dan di campurkan kedalam adonan.&lt;br /&gt;d. Telur segar yang sudah bersih  dan telah kering kulitnya dibalut dengan adonan di atas dan disusun dalam paso plastik. Disimpan ditempat yang lembab selama 10 sampai 15 hari. Lama penyimpanan ini sangat berpengaruh terhadap rasa asin telur asin yang dihasilkan. Untuk menyesuaikan dengan selera masyarakat Minangkabau yang kurang suka asin tentu cukup menyimpannya selama satu minggu misalnya.&lt;br /&gt;e. Bulatan adonan dilepasakan, telur dicuci bersih dan ditiriskan.&lt;br /&gt;f. Baru kemudian direbus daalam panci terbuka (tidak ditutup) dengan api yang tidak terlalu besaruntuk menghindari retaknya telur yang direbus selama lebih kurang 4 jam.&lt;br /&gt;g. Telur yang sudah matang diangkat dan ditiriskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ala Brebes&lt;br /&gt;Tidak berbeda dengan cara pembuatan telur asin Ala Cirebon, untuk menghasilkan telur asin dengan metode ini sesuai dengan yang diharapkan maka diperlukan telur itik yang masih baru dan tidak cacat. Untuk pembuatan 100 butir telur asin maka bahan bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;3 kg tumbukan batu-batu merah&lt;br /&gt;1 kg garam&lt;br /&gt;3 liter ciu/arak&lt;br /&gt;25 gr sendawa&lt;br /&gt;50 gr gula merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan cara pembuatannya  adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Telur itik digosok dengan hampelas halus, kemudian dicuci dengan air kapur dan dikeringkan.&lt;br /&gt;b. Adonan dari bahan-bahan diatas disiapkan dan diusahakan berbentuk pasta.&lt;br /&gt;c. Telur yang sudah kering kulitnya satu persatu dibungkus dengan adonan setebal 0,2 sampai 0,3 cm. Disimpan dalam tempayan yang terbuat dari tanah  liat, setiap hari bagian luar tempayan diperciki air untuk menjaga kelembaban telur dalam tempayan.&lt;br /&gt;d. Telur yang telah disimpan selama 15 hari dikeluarkan dan dibuka balutannya dengan cara meredamnya dalam air kemudian direbus dengan api yang tidak terlalu besar dan tidak ditutup selama 4 jam. Tentu saja telur asin yang dihasilkan sangat asin, oleh karena itu lama penyimapnan dapat saja diperpendek menjadi satu minggu misalnya. Proses selanjutanya sama dengan Ala Cirebon diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua cara tersebut diatas  menghasilkan telur asin yang tidak berbau anyir. Mudah-mudahan bermanfaat dan selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-299462800393373572?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/299462800393373572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/membuat-telur-asin-tanpa-bau-anyir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/299462800393373572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/299462800393373572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/membuat-telur-asin-tanpa-bau-anyir.html' title='MEMBUAT TELUR ASIN TANPA BAU ANYIR'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-6491610882365321800</id><published>2010-06-01T10:24:00.002+07:00</published><updated>2010-06-26T20:59:24.236+07:00</updated><title type='text'>MENGURANGI KEMATIAN BROILER DENGAN GULA PASIR</title><content type='html'>Setiap peternak ayam broiler tentu amat  mendambakan lancarnya jalan usaha peternakannya, selain tidak adanyahambatan dan rintangan dalam melaksanakan pemeliharaan juga mulusnya jalur pemasaran yang menjadi kunci utama keberhasilan usahanya, peterna (terutama peternak kecil) tidak jarang harus berjuang keras untuk tetap dapat terus hidup dalam gelimangan tantangan dan hambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi karena peternak ayam potong umumnya sangat tinggi ketergantungannya terhadap pihak lain, anak ayam umur sehari yang biasanya disebut bibit atau DOC, pakan komplit atau ransum lengkap, obat-obatan dan sarana produksi ternak (sapronak) yang lain harus didapatkan dari agen atau penyalur atau toko sapronak (Poultry Shop) Biasanya diantara kedua belah pihak telah terjalin kerjasama yang sangat baik terutama dalam hal hutang piutang yang dari satu sisi saling menguntungkan keduanya dan sisi lain menjepit ruang gerak peternak, demikian juga dalam hal pemasaran hasil pemeliharaannya, tidak jarang sangat tergantung pada tengkulak yang tentu saja tidak akan menjadi tengkulak kalau tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dilema keterjepitan inilah peternak ayam pedaging harus dapat berbuat maksimal sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang optimal sesuai dengan jerih payahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian pada Minggu Pertama&lt;br /&gt;Seperti disebutkan diatas peternak sangat bergantung kepada Poultry Shop misalnya akan pakan, bibit, obat-obatan dan sapronak lainnya. Hal ini berarti harga yang berlaku di pasaran tidak dapat diganggu gugat kecuali mungkin bagi peternak yang  lebih besar atau langganan khusus ada sedikit discount tambahan. Demikian juga harga  ayam hidup yang dihasilkan, sebagai pemilik tunggal sekalipun peternak tidak dapat menentukan harga sendiri. Harga pasaran yang berlaku. Bahkan terkadang peternak ayam pedaging dihadapkan pada dilema yang makin mencekam terjepit diantara dua pilihan, meneruskan memelihara dengan resiko  menambah biaya pakan atau menjual dengan harga pasaran? Pada pilihan yang pertama tersembunyi juga macam kerugian yang siap menerkam. “Apakah akan ada pasarannya kalau ayam terus dipelihara? “karena hanya konsumen tertentu saja yang mau menerima ayam besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerena itu agar dapat sedikit bernafas lega diantara himpitan kedua dilema yang menghimpit dan terkaman harimau kerugian yang selalu mengintai maka peternak ayam broiler harus dapat  mengelola peternakannya semaksimal mungkin. Merencanakan usaha ternaknya dengan jeli, memilih strain ayam potong yang paling sesuai dengan  kondisi  alam sekitarnya, menggunakan pakan ternak yang berkualitas, melakukan pemeliharaan yang sebaik-baiknya dan tidak melupakan aspek pasar yang menguntungkan. Dan pada tulisan ini akan dibahas lebih lanjut tentang pemeliharaan khususnya mengenai perlakuan sederhana  yang  ternyata dapat mengurangi kematian anak ayam pada minggu pertama pemeliharaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari adanya wabah penyakit maka umur 1 sampai 7 hari bagi ayam broiler  merupakan suatu saat yang sangat rawan terhadap kematian. Bukan  hanya karena kondisi bawaan anak ayam yang relatif lemah begitu keluar  daricengkeraman kulit telurnya tetapi kondisi ini juga diperparah lagi dengan perlakuan selanjutnya baik pada saat di hatchery, gudang, perjalanan, agen lainnya yang tidak sedikit mengurus waktu dan energi anak ayam yang lebih banyak tidak lagi tepat disebut DOC pada saat diterima peternak dikandangnya. Keadaan makin parah apabila perlakuan dari peternak dan lingkungan barunya yang tidak mendukung. Hal ini tidak mengherankan apabila kematian pada minggu pertama biasanya selalu lebih besar dari pada minggu-minggu berikutnya. Tentu saja terlepas dari adanya serangan penyakit dan bencana yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air Gula dan Kematian&lt;br /&gt;Pada saat datng ke lokasi peternakan kondisi DOC sedemikian stres-nya (terutama untuk DOC yang bukan grade I) sehingga perlu perlakuan khusus untuk menyambut kehadirannya.  Suhu brooder house yang dihangatkan, pemberian air vitamin, antibiotika dan gula pasir sangat diperlukan untuk mengembalikan bahkan meningkatkan kondisi tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi peternak yang sudah berpengalaman tentu perlakuan istimewa ini bukanlah hal yang san aneh, sudah tentu biasa. Kecuali pemberian gula dalam campuran vitamin dan antibiotik banyak yang melupakan atau  mengabaikannya. Padahal peran energi yang dikandung dalam pasir putih itu sangat berarti bagi kelangsungan hidup anak ayam.&lt;br /&gt;Dari pengamatan terhadap peternakan ayam potong di sebuah farm di daerah Bekasi – Jawa Barat yang DOC-nya didatangkan dari sebuah Breeding Farm di Bekasi-juga Jawa Barat yang dapat ditempuh dengan jalan dart seitar 6 jam perjalanan ternyata penambahan 3 kg gula pasir dalam larutan vitamin dan antibiotika dalam250 liter air yang cukup untuk 10.000 ekor sangat besar pengaruhnya dalam mengurangi kematian pada minggu pertama. (Tabel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1 : Pengaruh pemberian gula pasir terhadap kematian anak ayam pada  minggu pertama&lt;br /&gt;        Perlakuan     Kematian (ekor) Keterangan&lt;br /&gt;1. Diberi gula pasir   57 Populasi masing-masing 10.000 ekor dengan DOC&lt;br /&gt;2. Tanpa  diberi gula pasir 101 Grade I pemberian vitamin dan antibiotika sesuai dengan dosis yang  dianjurkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tabel dapat dilihat kematian anak ayam yang tanpa diberi gula pasir dalam campuran antibiotika dan vitaminnya hampir 2 kali lipat lebih banyak. Hal ini tentu saja akan sangat merugikan peternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian yang diderita peternak bukan hanya karena uang pembelian DOC yang amblas tetapi biaya  pembelian pakan yang sangat mahal juga  lenyap mengikuti kematian  anak ayam demikian juga biaya-biaya lainnya yang tidak dikeluarkan. Padahal kematian yang fantastis ini dapat dicegah dengan cara yang sederhana dan mudah serta  murah. Cuma dengan pemberian gula pasir yang sangat sedikit, 3 kg untuk 10.000 ekor!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih penting dari berkurangnya kematian anak ayam pada  minggu pertama adalah semangat beternak dari peternak dalam  menggeluti usaha ternaknya. Itulah yang lebih mahal dan tidak dapat dibeli karena tidak ada yang menjual!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-6491610882365321800?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/6491610882365321800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/mengurangi-kematian-broiler-dengan-gula.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6491610882365321800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6491610882365321800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/mengurangi-kematian-broiler-dengan-gula.html' title='MENGURANGI KEMATIAN BROILER DENGAN GULA PASIR'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-8433756059476452354</id><published>2010-06-01T10:21:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T20:59:57.356+07:00</updated><title type='text'>FLU BABI</title><content type='html'>“Tiga jenis babi yang akrab dekat dengan masyarakat :  &lt;br /&gt;Babi Lu, Lu Babi dab Flu Babi.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian kata pada jenis babi yang pertama dengan segala variannya memang sudah tak asing lagi.  Sajian khusus koki caci dan maki menjadi santapan lawan bicara berbumbu ekspresi penuh kemarahan yang sulit disembunyikan.  &lt;br /&gt;Sebaliknya kemarahan lebih besar terpendam dalam hati ketika mengucap kalimat kedua.  Intonasi rendah tidak menyurutkan anggapan bahwa lawan bicara adalah tertuduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan bahwa dua kalimat pertama memang sudah sedemikian dekat dengan masyarakat Indonesia yang dikenal sopan dan santun.  Ditakuti untuk diterima telinga tetapi sulit dihindarkan akibat dari sedemikian dekatnya dengan bibir.  Tentu tidak semua pembaca setuju.  Tetapi bisa dibuktikan bahwa “babi” dengan “bibir” bukan hanya dekat tetapi juga menyatu, misalnya dalam rangkaian kata “bibir babi”. &lt;br /&gt;Berbicara soal kedekatan, telinga masyarakat Indonesia tiba-tiba harus akrab dengan Flu Babi.  Sebuah hubungan yang unik, dekat tetapi ditakuti.  Penyakit mematikan ini seakan menjadi momok yang menggantikan posisi saudara lain ibunya (apalagi ayah-nya!), Flu Burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pendapat tentang isyu besar yang mendunia tersebut, pro dan kontra.  Antara yang percaya dan menganggapnya sebagai isyu belaka.  Sebagian setuju wabah mematikan itu harus dicegah sedini mungkin jangan sampai masuk nusantara.  Salut dengan petugas yang segera tanggap di setiap pintu masuk dengan masker sampai baju astronot mempraktekan keahlian barunya, mendeteksi gejala flu dengan cepat.  Sementara yang lain hanya tersenyum geli dan berdo’a, “Semoga mereka kelihatan lebih ramah dengan mulut tertutup.  Amien!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit kernyitan dahi menggantikan segala daya upaya dan kerja keras yang sangat terencana itu dengan kata “Politis!”  Sekali lagi, alasan yang terlontar sebagian diakibatkan kejadian sebelumnya, Flu Burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terngiang di telinga pemberitaan berbagai media ketika seorang penghuni perumahan mewah menjadi korban flu burung pertama di Indonesia maka tumbalnya adalah babi-babi tak berdosa milik penghuni bantaran Sungai Citarum.  Peternak babi hanya bisa mengelus dada melepas peliharaan yang sudah sedemikian lama menjadi teman se-gubuk-nya untuk dimusnahkan.  Protes pun percuma, tidak akan mengembalikan peliharaan mereka karena babi-babi itu telah disulap para aparat menjadi “kambing hitam”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejolak jutaan tanya membuat hati peternak babi semakin bingung akibat makin banyaknya pendapat para ahli yang berbanding lurus dengan jumlah korban yang berjatuhan akibat penyakit ini, baik manusia maupun unggas.  Kebingunan pun akhirnya lenyap ketika ada asumsi yang mendukung pendapat mereka bahwa tindakan tidak berperike-babi-an itu seharusnya tidak perlu dilakukan sebab jika dugaan aparat itu benar maka korban pertama adalah mereka.  Sebab keduanya bukan semata-mata sa-udara tetapi juga sudah se-nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, agar tidak mau salah untuk yang kedua kali maka mereka mengambil sikap sebagai politisi dadakan, “Jangan-jangan sebutan Flu Babi yang sekarang gencar menyerang pun suatu saat dianggap salah, karena korban flu tersebut lebih banyak manusia daripada babi itu sendiri.  Sehingga lebih tepat kalau namanya berubah menjadi Flu Insan atau Flu Man atau Flu Wong dan sejenisnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari dua kutub yang saling menjauhkan diri, pengetahuan tentang Flu Babi tentu akan sangat berguna untuk diketahui.  Adegium lama mengatakan, tak kenal maka tak sayang.  Diharapkan dengan mengenal tentang Flu Babi maka masyarakat akan makin sayang dengan perilaku hidup sehatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flu Babi yang sungguh menakutkan ini merupakan penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia ataupun sebaliknya.  Uniknya, sekalipun dapat menyebabkan tingkat kesakitan yang sangat banyak kepada babi tetapi tingkat kematiannya sedikit saja, berkisar 1 sampai 4 prosen saja.  Atau bahkan ada yang mengatakan dibawah satu prosen.  Sebaliknya terjadi apabila biang flu ini menyerang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian ada khabar gembira bagi penggemar dading yang satu ini, bibit penyakitnya mudah sekali mati.  Dalam pemanasan 80º C selama 1 menit saja virus H1N1 sudah keok.  Apalagi kalau digodog dalam air mendidih (100º C) atau digoreng dengan titik didih minyak lebih tinggi lagi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun banyak sosialisasi telah dilakukan untuk mengabarkan bahwa penyakit ini tidak dapat ditularkan melalui makanan namun tak urung pasar daging babi sempat sepi.  Kenapa harus takut, sepanjang sesuai dengan kaidah agama yang dianut, dimasak dengan benar dan anda suka menyantapnya.  Tetapi sekedar catatan, kehigienisan dan kehati-hatian sangat perlu diperhatikan pada saat mengolah daging babi mentah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada Flu Babi, babi yang terserang penyakit ini menunjukkan beberapa gejala yang umum seperti nafsu makan menurun, malas bergerak akibat otot yang kaku dan nyeri, demam sampai hampir 42º C, batuk dan bersin bahkan memuntahkan eksudat lendir jika cukup parah.  Gejala lainnya adalah mata kemerahan dan mengeluarkan cairan, pernafasan perut dan keluar leleran dari hidung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, angka kesakitannya sangat tinggi tetapi kematian yang ditimbulkan relatif rendah.  Pada banyak kasus, babi sembuh dengan sendirinya pada hari ke-5 sampai ke-7 setelah terlihat tanda klinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara maunusia yang terserang Flu Babi menunjukkan gejala demam, lsu, kurang semangat, keluar lendir dari hidung, sakit tenggorokan, mual dan muntah, diare, sesak nafas dan dapat menimbulkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keyakinan yang sudah sangat melekat di masyarakat adalah bahwa penyakit apapun yang diturunkan kepada manusia sesungguhnya Tuhan telah menyertakan obatnya.  Paling tidak, Dia telah memberikan alternatif pencegahannya.  Pepatah nenek-moyang menuntun, “Mencegah lebih baik daripada mengobati.”  Tukang dagang berbagi resep, “Mencegah relatif mudah dan murah, sementara sakit sangatlah menderita dan berbiaya.”&lt;br /&gt;Cara mencegah yang murah meriah adalah dengan membiasakan berperilaku hidup bersih dan sehat selaras dengan lingkungan dan alam.  Bersih diri dan lingkungan.&lt;br /&gt;Bersih diri terkadang gampang-gampang susah bahkan rutinitas pun sering keliru.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sesudah makan yang bertujuan menghapus semua bau tak sedap dan kotoran yang tersisa.  Kebiasaan ini tentu akan lebih banyak manfaatnya jika dilakukan sebelum makan, aneka bau hilang juga bibit penyakit yang menempel.  Di mata umum kebiasaan kedua yang sebenarnya lebih baik adalah suatu kejanggalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersih lingkungan tentu jauh lebih sulit karena banyak yang faktor yang mempengaruhi, termasuk empati sebagai bagian dari makhluk Tuhan yang paling sempurna.  Khusus lingkungan ber-babi, maka kesehatan piaraan dan kebersihan kandangnya sangatlah vital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau bersih dan sehat sudah menjadi perilaku yang melekat di masyarat, kenapa harus takut dengan berbagai penyakit yang menghendaki kita sakit ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-8433756059476452354?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/8433756059476452354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/flu-babi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/8433756059476452354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/8433756059476452354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/flu-babi.html' title='FLU BABI'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-8703864208806250445</id><published>2010-06-01T10:18:00.002+07:00</published><updated>2010-06-26T21:00:36.305+07:00</updated><title type='text'>FLU BURUNG DAN BURUNG PELUH</title><content type='html'>Kalau ditanyakan kepada sekumpulan orang tentang penyakit yang paling menakutkan mereka saat ini, tentu sebagian akan menjawab flu burung.  Tetapi jangan sangka, ternyata tidak sedikit yang jauh lebih ketakutan kalau burung peluh  yang menyerang.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Burung peluh bukan hanya berarti burung yang berkeringat kecapaian, tetapi bagi beberapa daerah artinya lebih parah dan sangat pribadi.  Bahasa asingnya mah impoten alias tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Impoten dan flu burung sekalipun dapat dikemas dalam judul di atas menjadi kaitan yang sangat mirip, sebenarnya merupakan dua hal yang sangat berbeda.  Tetapi, jangan kaget kalau menurut pendapatku ternyata keduanya memang sangat dekat, dekat sekali kaitannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Soal flu burung yang jadi makanan harianku saat ini pun, aku tidak pernah mau bergiming dari pola pikir sendiri.  Tahun sembilan puluhan, ketika wabah ini merebak di asia daratan, ada berita Indonesia mengimpor ribuan DOC (day old chicken) bibit ayam dari Thailand melalui pelabuhan udara Kota Medan.  Waktu itu aku yang masih bertugas di BAPPEDA Kabupaten Tanah Datar, pernah berkomentar bahwa kegiatan itu sama dengan kita sedang berbaik hati membagi derita para korban di daratan Asia.  Saking berjiwa sosialnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selang beberapa tahun, ayam petelur pamanku di kampung, Desa Sumbon Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu diberitakan mati mendadak dengan ciri-ciri mengarah ke flu burung.  Aku yang sudah pindah ke BAPEDA Kabupaten Indramayu tak dapat berkomentar banyak, apalagi menurut teman dari Dinas Pertanian dan Peternakan belum ada kejadian avian influenza pada unggas di Inonesia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tapi aku sama yakinnya dengan penduduk kampungku, bahwa flu burung sudah menyerang ayam-ayam itu.  Dua tahun kemudian, pengumuman resmi adanya wabah flu burung pada unggas akhirnya ada juga dari Menteri Pertanian.  Menurutku, sudah sangat terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selain soal waktu, aku pun tidak sependapat dengan kebijakan pemerintah yang mengkambinghitamkan ayam kampung milik masyarakat sebagai penyebab merebaknya flu burung di Indonesia.  Pemeliharaan ayam unggas di masyarakat kita memang sangat sederhana, untuk makan saja sering harus berkeliaran mencari sendiri.  Dengan kandang masih sederhana atau bahkan cukup tidur di pepohonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat aku alih tugas ke Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, kebetulan pada posisi yang paling dekat dengan flu burung, tim kami bukan hanya aktif menjalankan program pemerintah dengan obyek utama ayam kampung milik masyarakat tetapi juga merambah ke broiler yang dipelihara dengan lebih baik.  Tidak meleset anggapanku selama ini, setelah banyak diskusi dengan masyarakat pemelihara dan juga Technical Service dari perusahaan inti maka terkuaklah berbagai informasi yang selama ini sangat dirahasiakan dan bagaimana mereka menutup rapat informasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kematian broiler sudah sejak tahun 2002 terjadi, tetapi begitu ada kematian dengan gejala mengarah ke flu burung maka pihak perusahaan melarang peternak membuang bangkainya sembarangan atau bahkan menjual bangkai ke peternak lele, apalagi menjual ayam yang sakit ataupun sehat untuk dikonsumsi masyarakat sekitar.  Perusahaan akan menanggung kerugian yang diderita, kecuali untuk upah tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tetapi yang namanya masyarakat awam, tumpukan ayam yang mati akan membuat kerepotan baru apabila dikubur.  Mengali lubang besar bukan biaya yang murah.  Dibuang ke kali adalah salah satu alternatif paling mudah dan murah, dijual ke peternak lele yang sudah menunggu di pinggir kandang tentu lebih menguntungkan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidak berapa lama, penyakit yang sangat mudah menular pun berjangkit menjadi wabah bagi ayam kampung dan beberapa jenis unggas yang dipeliharan masyarakat.  Mungkin karena sangat percaya dengan sistem sanitasi dan kesehatan hewan di peternakan besar, maka pemerintah begitu saja memvonis bahwa unggas masyarakat ini sebagai kambing hitam wabah flu burung di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah hampir lima tahun penanganan flu burung pada unggas terus dilaksanakan tanpa penyelesaian yang pasti, barulah pada akhirnya kecurigaan terhadap peternak besar diakui.  Unggas milik masyarakat kecil yang selama ini naik kelas menjadi kambing hitam dan jutaan diantaranya harus dikurbankan tidak pada “Hari Raya Qurban dan Hari Tasyrik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Belum terlambat untuk mengubah keputusan....  Daripada terus menerus bertindak dalam kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Soal penularan flu burung dari unggas kepada manusia yang membuat Menteri Kesehatan dan jajarannya ngotot membumihanguskan unggas, secara pribadi aku menolak.  Bahkan sampai sekarang pun aku tetap tidak percaya datang dari unggas yang dipelihara masyarakat.  Kalau ada kasus kematian manusia, aku selalu melihat ada kejanggalan yang lebih sering cukup disimpan dalam hati.  Namun tentu aku sangat menghargai pendapat itu, bahkan menjalankan kebijakan yang ditempuh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pertengahan Januari 2006, pemusnahan massal (stamping out) unggas yang ada di dua blok di Desa Cipedang Kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu harus terjadi.  Ribuan unggas yang terdiri dari ayam kampung, itik, entog, angsa dan burung disembelih sebelum akhirnya masuk ke dalam lubang untuk dibumihanguskan.  Aku adalah salah satu penanggung-dosa dari kegiatan yang menunjukkan ke-impotenan bangsa merdeka ini dalam menghadapi tekanan pihak luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perwakilan badan dunia datang, WHO dan FAO, bahkan NAMRU yang pernah bersitegang dengan Ibu Menteri Kesehatan juga.  Apa yang dilakukan mereka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aku merasa benar-benar impoten ketika dapat telepon dari rekan di luar Jawa tentang kebenaran bahwa kucing dari Indramayu ada yang mengindap H5N1.  Barulah ingat, bahwa staf NAMRU itu ketika di Bongas menangkap kucing dan mengambil darahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Soal NAMRU ini, jangankan orang kecil kaya aku, Bu Menteri Kesehatan pun sebenarnya hanya menunjukkan ke-impotenannya ketika gembar-gembor soal sample darah penderita flu burung dari Indonesia yang harus menjadi milik kita.  Buktinya, sekarang beberapa produsen vaksin flu burung yang sesuai dengan strain di Indonesia sudah siap beredar.  Salah satu diantaranya, bahkan mau memberi ribuan sample secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Percaya kan, kalau flu burung dengan burung peluh ternyata sangat dekat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-8703864208806250445?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/8703864208806250445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/flu-burung-dan-burung-peluh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/8703864208806250445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/8703864208806250445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/flu-burung-dan-burung-peluh.html' title='FLU BURUNG DAN BURUNG PELUH'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-8529163884011380637</id><published>2010-06-01T10:16:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:01:09.116+07:00</updated><title type='text'>BAHAYA UREA UNTUK TERNAK</title><content type='html'>Tahun 1980-an, ketika pemerintah mengimpor sapi perah secara besar-besaran, negeri subur makmur gemah ripah loh jinawi ini pun merasa kekurangan rumput berkualitas.  Alternatif termudah yang ditempuh saat itu adalah “meningkatkan” kualitas jerami padi yang secara kuantitas ketersediaannya tidak pernah kekurangan, dengan teknologi yang dikenal sebagai urease ataupun amoniase.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis lebih memilih istilah urease karena di Indonesia, untuk melakukan amoniase pun cara mendapatkan amoniak yang paling mudah adalah dengan memperlakukan panas dan tekanan tertentu terhadap larutan urea sebagaimana ditemukan nutrisionis Jerman Bergner (1974) ataupun yang dilakukan Van der Merme (1976) di Afrika Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urease yang diperkenalkan merupakan proses pengolahan jerami padi menjadi hijauan berkualitas untuk pakan sapi perah dengan menggunakan urea (yang oleh kebanyakan masyarakat Indonesia hanya digunakan untuk tanaman).  Urea dicampur air dengan perbandingan tertentu, disiramkan ke jerami yang sudah disusun kemudian ditutup plastik kedap udara selama waktu tertentu (metode Dolberg, 1981).  Alternatif lain adalah dengan memberi panas dan tekanan tertentu sehingga larutan urea menguapkan gas amoniak, uapnya yang berbau sengak diserap oleh tumpukan jerami padi di sekelilngnya.  Proses ini dilakukan dalam kontainer kedap udara (metode yang dilakukan Bergner dan Van der Merme serta diperbaiki pada tahun 1981 oleh Coredesse).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peternak sapi perah pun dibekali ilmu “ghaib” untuk menyulap jerami padi yang semula hanya hangus dibakar di pesawahan menjadi pengganti rumput hijau yang semakin sulit diperoleh.  Tidak lupa kontainer pun dikirimkan kepada koperasi peternak sapi perah.  Dengan berbagai upaya tersebut, kiranya pemerintah makin optimis bahwa dalam beberapa tahun setelah itu imbangan antara susu impor dan produk dalam negeri mencapai 50 : 50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peternak sapi perah sangat antusias mempraktekan ilmu barunya.  Pakan hijauan tidak akan ada masalah lagi ketersediaannya sepanjang musim.  Namun, ketika hijauan berkualitas hasil urease ini diberikan kepada sapi yang sedang laktasi maka produksi susunya tiba-tiba berkurang.  Makin hari makin sedikit sampai beberapa dinataranya harus berhenti sebelum masa kering tiba.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerami padi berkualitas tinggi juga dengan bangga mereka diberikan kepada sapi jantan yang sedang digemukan (fattening).  Sapi-sapi jantan FH yang sedang dalam proses akhir pemeliharaan penggemukan pun beberapa diantaranya menemui ajal setelah beberapa hari urinenya kuning kemerahan sampai benar-benar keluar darah segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Abdoeri (almarhum) yang waktu itu menjabat sebagai ketua GKSI Cirebon pun  segera menghentikan penerapan teknologi baru tersebut.  Urease ternyata tidak seindah hasil penelitian Dr. Ir. Abdel Komar di Perancis.  Bagusnya kesimpulan hasil riset di laboratorium ternyata berakibat fatal setelah diterapkan begitu saja di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atep, seorang peternak sapi perah di Desa Sukasari Kecamatan Pangalengan pun mengalami nasib serupa.  Pada awal tahun 1990-an, anggota KPBS tersebut hanya bisa mengurut dada ketika beberapa ekor sapi laktasi andalannnya tiba-tiba produksi susunya turun drastis.  Salah satunya bahkan sakit-sakitan dan terpaksa ditolong Pak Jagal.  Saat itu, sapi perahnya mendapatkan awetan hijauan berprotein tinggi, silase jagung yang dibuat dengan tambahan larutan urea.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian belum lama pun terjadi di peternakan domba milik pesantren, Peternakan Domba Al-Mustaghfirun Desa Jatimulya Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu.  Lebih dari 35 % domba yang dipeliharanya terkapar secara bertahap setelah penggunaan UMB selama 2 – 6 bulan, 75 ekor harus menemui ajal dari total populasi 200 ekor.  Ahmad Syifa, teknisi yang menangani peternakan tersebut mengatakan bahwa gejala yang muncul diare akut, bahkan disertai dengan perdarahan.  Kalau sudah demikian, maka paling lambat 4 hari kemudian harus dikebumikan di liang lahat masal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh-jauh sebelum praktek-praktek mematikan itu berlangsung menelan banyak korban, para mahasiswa Fakultas Peternakan IPB selalu mendapat perhatian agar terjebak dalam masalah karena tertipu oleh nutrisi semu.  Hasil penelitian laboratorium, selalu dan akan selalu menghasilkan adanya perbaikan nitrisi terhadap bahan makanan ternak yang diberi larutan urea.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protein, nutrisi terpenting dan relatif mahal ini menjadi begitu murah dan mudah didapat dengan pemberian urea.  Bahan pakan pun secara laboratorium menunjukkan berbagai perbaikan.  Serat kasar yang sulit dicerna rumen pun menjadi lebih bisa bermanfaat setelah melalui proses urease.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian pengolahan jerami padi IR 38 dengan pemberian urea 4 % bukan hanya meningkatkan protein kasar secara drastis tetapi juga meningkatkan daya cernanya 50 % lebih baik, serat kasar bahkan menunjukan perbaikan daya cernanya lebih dari itu.  Perbaikan juga terjadi pada daya cerna bahan kering dan bahan organik.  (Komar, A, 1984 : 51).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, mahasiswa mendapatkan amanat yang harus dipegang teguh bahwa sekalipun hasil kerja di laboratorium menunjukkan berbagai keindahan tetapi harus hati-hati dalam penerapannya di lapangan.  Penggunaan protein semu tersebut telah menunjukkan berbagai bahaya.  Misalnya, sapi laktasi tiba-tiba turun drastis produksinya, menyebabkan kemandulan, dan lain-lainnya.  Masalah sosial-budaya peternak yang tidak setinggi manusia laboratorium memperparah keadaan, angka kematian tidak dapat dihindarkan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan bekal dari Kampus Rakyat, seorang nutrisionit dari Kansas University, Profesor Keith Bolsen, pada awal tahun 1990-an mengatakan bahwa, “Penggunaan urea untuk ternak, dengan metode dan cara apapun, lebih banyak kerugiannya daripada manfaatnya.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ditarik garis merah ke masa lalu, Penulis menemukan sebuah buku kecil yang sangat berharga tentang penggunaan urea pada peternakan di Amerika Serikat.  Tidak tanggung-tanggung, terbitan 1918, sama dengan terjadinya Perang Dunia Pertama.  Ternyata, sejak awal abad ke-20 atau bahkan abad sebelumnya, urea sudah lazim digunakan disana sebagai bagian penting dalam proses pengawetan hijauan, khususnya silase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku kuno itu menjelaskan tentang berbagai aplikasi pengunaan urea dalam berbagai kadar terhadap berat badan sapi potong penggemukan.  Juga terdapat berbagai informasi lain yang masih mengagungkan penghematan biaya produksi yang diperoleh dengan pemberian hasil urease ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikaitkan dengan pendapat Profesor Keith Bolsen di atas, maka diantara awal abad dan menjelang akhir abad ke-20 ini tentu ada perkembangan hasil penelitian dan penerepan penggunaan urea dalam pakan ternak di Negeri Paman Sam.  Dapat dipastikan bahwa perkembangannya negatif, oleh karena itu di sana tidak lagi disarankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, banyak ahli nutrisi Indonesia, yang menggembar-gemborkan kehebatan urea sebagai sumber nutrisi dan bahkan bisa memperbaiki nutrisi pakan ternak.  Para ahli lulusan dalam dan luar negeri itu tetap pada pendiriannya sekalipun di hadapan matanya banyak korban bergelimpangan.  Mungkin mereka tidak menyadari bahwa ternak yang meregang nyawa tesebut adalah efek negatif dari formula yang di benaknya akan melejitkan pertumbuhan dan produksi ternak yang mengkonsumsinya.  Kejadian ini bukan hanya terjadi pada ternak milik masyarakat awan tetapi juga terjadi di berbagai balai penelitian yang semestinya menjadi tempat berguru masyarakat dan praktisi serta ahli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-8529163884011380637?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/8529163884011380637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/bahaya-urea-untuk-ternak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/8529163884011380637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/8529163884011380637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/bahaya-urea-untuk-ternak.html' title='BAHAYA UREA UNTUK TERNAK'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-6894988507870852478</id><published>2010-06-01T10:13:00.003+07:00</published><updated>2010-06-26T21:01:47.525+07:00</updated><title type='text'>ANJING MONYET DAN KUCING</title><content type='html'>Kalau berprikemanusiaan plus perikehewanan &lt;br /&gt;Waspada terhadap hewan peliharaan&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dua diantara ketiga nama hewan di atas lebih diingat orang sebagai makian dari pada bahaya yang mengintai  yang dapat ditimbulkan olehketiga hewan yang sangat dekat bahkan terlalu dekat dengan manusia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun akan marah apabila dirinya diumpat dengan “Anjing” atau kata lain yang sepadan, asu di Jepara, Kirik di Cirebon atau yang lain-lain. Demikian juga  darah akan cepat merambah keubun-ubun mendengar kata “Monyet” diarahkan. Yang berbeda mungkin kucing, yang menurut kebiasaan masyarakat umumnya  memppunyai nilai dan arti tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Kegemaran dan Kewaspadaan &lt;br /&gt;Lain di mulut, lain dihati. Demikian juga dengan makhluk yang bernama anjing, di Sumatera Barat misalnya, hewan  ini dapat menghipnotis pemiliknya -terutama penggemar berburu fanatik- sehingga tiba-tiba dapat dengan tega mengumpat istri tersayangnya karena  alpa memberikan hidangan khusus atau tak sempat mengajak jalan-jalan pagi koleganya itu di pagi dan sore hari. Atau mereka lebih  baik menahan lapar dari pada teman berkaki empat-nya kelaparan. Bahkan sang bapak yang sama sekali  tidak pernah memandikan anaknya  seumur  dia bergelar ayah akan dengan sangat tekun dan teliti, sabar plus telaten dan penuh sukacita membersihkan setiap celah dan sela sampai cakar peliharaannya dengan bersih dengan sabun wangi yang boleh jadi hanya sekedar dikenal oleh istrinya, entahlah kalau anaknya. Yang lebih dari itu, mudah-mudahan tidak pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monyet dipiara orang bukan hanya sebagai peracik hiburan tetapi juga sekaligus merupakan sumber penghasilan. Di beberapa daerah sering ada pertunjukan Doger Monyet, anjing dan monyet yang menunjukan kelihaiannya menari-nari dengan iringan musik dog-dog-cer, dari rumah kerumah dipandu tuannya yang sekaligus merupakan manajer merangkap bendahara yang juga menjadi asisten pribadinya. Demikian juga banyak Monyet yang telah bersosialisasi sehingga dapat menghibur penggunaan lika-liku dan naik turun jalan di Lembah Anai di Ranah Minang. Kejadiian serupa terdapat juga di Bulak Indramayu dan Plangon Cirebon.   Saudara-saudaranya banyak dimanfaatkan orang untuk memanjat ketinggian pohon kelapa untuk menghidupi ribuan  kepala manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi kucing nasibnya berbeda. Sekalipun sering dijadikan mascot yang selalu dengan gagah dan dengan penuh keberanian menantang lawan, tetapi lebih banyak dikaitkan dengan nasib  sial. Bila pengendara mobil  yang sedang asyk tancap gas kemudian di depannya berlalu kucing akan menafsirkan sebagai  gagalnya mencapai tujuan. Raja jalanan  sekalipun akan menjadi sangat ketakutan begitu rodanya menggilas seekor kucing. Dan sekali  lagi, maknanya sama, sial! Dalam mendapat kasih sayang manusia, kucing sendiri sebenarnya yang menimpa nasib sial. Dia tidak boleh iri mendapat perlakuan yang berbeda dengan dua tetangganya terdahulu yang dibelikan kalung pengikat yang tidak murah. Namun dalamkesialannya kucing menjadi menjadi lebih bebas berlalu lalang di dalam rumah sampai di tempat tidur sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari mudahnya ketiga kolega menuai itu bersosialisasi, bahaya yang dapat ditimbulkan tetap mengintai dan tidak sedikit. Kucing dan anjing merupakan tempat suburnya bakteri yang merupakan biang kerok sulitnya seorang wanita mendapatkan keturunan itu langsung kesalahannya dituduhkan kepada pihak istri. Sekalipun pada kenyataannya, survey membuktikan bahwa 65 prosen kasus keluarga tanpa anak merupakan dampak dari kelemahan di pihak suami!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Woodruf dari inggris mengemukakan bahwa virus-virus anjing dapat menyebabkan penyakit serius dan  infeksi mematikan seperti lever, paru-paru, penyakit otak melalui kulit dan virus tersebut akan tetap aktif selama 4 tahun sejak dikeluarkan anjing.  Beliau sampai pada satu kesimpulan, “ Anjing peliharaan mendatangkanbahaya yang sangat luar biasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing juga merupakan induk semang sejati dalam siklus  hidup protozoa toxoplasma yang dapat menyebar kejaringan otak manusia sehingga bisa menimbulkan kelumpuhan dan keterbelakangan pada anak-anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya Rabies&lt;br /&gt;Demikian juga penularan rabies dapat terjangkit dari ketiganya. Rabies memang bukan penyakit yang sempat menghantui kehidupan manusia seperti AIDS akhir- akhir ini sekalipun kedahsyatannya mengantar kematian penderitanya lebih hebat. Bukan perlahan-lahan dan sangat halus serta lemah gemulai mencabut nyawa penuh sopan santun_permisi terlebih dahulu_seperti  AIDS, tetapi langsug tancap gas! Menurut Shadily dkk, jarang sekali penderita sembuh dari rabies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut shadily dkk menggambarkan kesadisan virus rabies memancing nyawa  yang tetap berusaha bertahan dan gejala klinisnya digambarkan dalam tiga fase :&lt;br /&gt;a. Fase Pertama, menunjukan gejala sakit kepala, mata berkunang dan rasa panas atau dingin pada luka dan sepanjang syaraf yang diserang. Gangguan rangsang ringan dan peka, mengeluarkan air liur, air mata, keringat, sukar tidur dan depresi.&lt;br /&gt;b. Fase kedua, gangguan rangsangan bertambah sering dan timbul cemas serta ketakutan. Leher kaku dan kejang-kejang ringan, ditambah kerutan pada tenggorokan yang disertai rasa nyeri dan kesukaran menelan dengan rasa tercekik  setiap kali penderita ingin menelan makanan bahkan jika melihatnya sekalipun. Jika terjadi kejang tonik dan kesukaran bernafas, maka pada fase ini sudah bisa  timbul kematian. Suhu badanbiasanya meningkat tinggi dan dalam jangka waktu satu atau dau hari penderita memasuki Tahap Ketiga.&lt;br /&gt;c. Tahap Ketiga, terjadi kelumpuhan berat, kejang-kejang hilang dan koma, lalu meninggal dalam jangka waktu satu atau  dua hari.&lt;br /&gt;Dari ketiga gambaran yang gamblang diatasdapat diambil hikmah, bahwa betapa kejinya rabies dalam berusaha menggapai nyawa  manusia. Namun demikian bukan tidak bisa diobati, pencegahan pada manusia yang telah digigit binatang yang terkena rabies dapat dilakukan dengan penyuntikan vaksin rabies, sekalipun relatif mahal biaya yang harus dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang paling murah dan efektif adalah tentu saja pencegahan, sebelum ada  korban dan ada yang  harus dikorbankan yaitu dengan cara vaksinasi binatang peliharaan itu sendiri. Tentu saja hewan yang sehat sebab vaksin yang akan disuntikan pada dasarnya adalah bibit penyakit juga  sekalipun telah dilemahkan. Kalau yang divaksin anjing sakit misalnya malah bisa tumbuh  hal-hal yang tidak diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan vaksinasi hewan peliharaan maka sebenarnya bukan hanya melindungi dari virus rabies tetapi juga menghemat  biaya ratusan ribu atau bahkan jutaan rupiah plus penderitaan dan pertaruhan nyawa bila hal yang tidak diinginkan terjadi. Sebab jangan dianggap bahwa anjing yang dapat bermain dengan akrab bersama anak-anak adalah aman-aman saja. Virus rabies terus mengintai, beterbangan diudara dan siap hingga. Mereka dapat bertahan  hidup di tubuh sisa hewan ataupun manusia yang pernah jadi korbannya sekalipun telah dikubur puluhan tahun sampai seratus tahun lalu.  Kecuali yang dibakar terlebih dahulu sebelum disemayamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan yang sudah terinfeksi rabies juga tidak selalu galak dalammenunjukkan gejala- gejalanya . bisa juga justrua makin akrab dan mudah diajak bercengkrama sebelum akhirnya membuktikan keganasannya. Itulah yang disebut silent rabies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Kalau kita sayang hewan peliharaan tentu  harus lebih cinta kesehatan serta keselamatan kita dan keluarga manusia pada umumnya. Pengorbanan sedikit  waktu dan dana untuk memelihara kebersihan dan kesehatan lingkungan dan hewan peliharaan, termasuk memvaksin rabies secara teratur serta menjaga jarak (terutama anak-anak) dengan mereka tanpa harus mengurangi rasa perikehewanan merupakan solusi terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-6894988507870852478?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/6894988507870852478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/anjing-monyet-dan-kucing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6894988507870852478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6894988507870852478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/anjing-monyet-dan-kucing.html' title='ANJING MONYET DAN KUCING'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-1389542627159787477</id><published>2010-06-01T10:07:00.003+07:00</published><updated>2010-06-26T21:02:22.849+07:00</updated><title type='text'>KESEIMBANGAN KALSIUM DAN FOSFOR DALAM RANSUM</title><content type='html'>Dalam penyusunan ransum ternak, banyak hal yang perlu diperhatikan. Terutama zat makanan yang dikandungnya, karena akan menentukan kuantitas dan kualitas produksi ternak  yang di hasilkan. Tentunya dengan tidak mengabaikan faktor yang lain, misalnya palatabilitas ransum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kandungan protein dan energi kerap dijadikan pertimbangan utama dalam penyusunan ransum. Walaupun demikian, tidak boleh mengabaikan zat makanan  yang lain, misalnya mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mineral yang terbanyak dalam tubuh adalah kalsium (Ca) dan fosfor (P). Lebih dari 70 persen abu tubuh adalah  Ca dan P. Sebagian besar Ca dan P terdapat dalam tulang (Peeler,1972).&lt;br /&gt;Sekitar 99 persen Ca dan 80 persen P terdapat dalam tulang dan gigi (Mynard dan Loosly, 1956). Kedua mineral inilah yang selanjutnya kita bicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalsium (Ca)&lt;br /&gt;Kalsium terdapat dalam tubuh lebih banyakdari pada mineral yang lain, merupakan 1,5 sampai 2,0 persen dari berat badan (Davies,1982). 99 persen Ca terdapat dalam tulang dan gigi. Sedangkan yang satu persen tersebar luas keseluruh organ dan jaringan sebagai unsur esensisal bagi sel dan cairan jaringan (Benerjee, 1982; Maynard  dan Loosly, 1956).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Benerjee (1982), fungsi Ca adalah :&lt;br /&gt;1. Merupakan penyusun tulang, termasuk gigi dan pertumbuhan.&lt;br /&gt;2. Pembekuan darah.&lt;br /&gt;3. Mengukur denyut  jantung dan kerja otat.&lt;br /&gt;4. Mengontrol sistem syaraf otot.&lt;br /&gt;5. Memelihara keseimbangan  asam basa.&lt;br /&gt;6. Memelihara membran sel permeabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fosfor (P)&lt;br /&gt;Fosfor terdapat dalam semua sel tubuh. Banyak sekitar stu persen dari total  berat badan (Dafies,1982). Sekitar 80persen P bergabung dengan Ca dalam tulang dan gigi. Kurang lebih 10 persen berkombinasi dengan protein, lemak dan karbohidrat, dan pada komponen lain dalam darah dan otot. 10 persen sisanya tersebar luas dalam berbagai senyawa kimia (Benerjee,1982).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Davies (1972), fungsi P adalah :&lt;br /&gt;1. Esensial untuk pembentukan tulang.&lt;br /&gt;2. Penting untuk pertumbihan tulang.&lt;br /&gt;3. Esensial untuk pembentukan jaringan otot dan telur.&lt;br /&gt;4. Esensial untuk esksresi susu secara normal.&lt;br /&gt;5. Penting untuk mengaktifkan mikroba rumen.&lt;br /&gt;6. Merupakan komponen asam nukleat.&lt;br /&gt;7. Menjaga keseimbangan asam-basa.&lt;br /&gt;8. Metabolisme protein, energi dan lemak.&lt;br /&gt;9. Merupakan komponen danaktifator enzim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan Kalsium dan Fosfor&lt;br /&gt;Mengingat sangat pentingnya Ca  dan P dalam metabolisme, maka dalam penyusunan ransum hendaknya benar-benar diperhatikan. Sehingga tidak terjadi kekurangan salah satu atau keduanya yang dapat menyebabkan tidak tercapainya produksi maksimal, tentunya sedapat mungkin optimal seperti  yang diharpkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecukupan Ca  dan P tergantung pada 3 faktor : (1) kecukupan kedua mineral dalam ransum, (2) kesesuaian perbandingan keduanya dan (3) ketersediaan vitamin D. Ketiga faktor ini saling berhubungan (Maynard dan Loosly, 1956).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga faktor tersebut, kesesuaian keseimbangan antara Ca dan P yang jarang diperhatikan. Masih banyak menyusun ransum tanpa memperhatikan keseimbangan Ca dan P. Asal sudah lebih dari yang dibutuhkan, dianggap cukup. Padahal keseimbangan kedua mineral ini sangat penting untuk diperhatikan. Perbandingan Ca dan P dalam ransum merupakan hal yang penting dalam absorpsi dan kadar Ca dan P darah (Benerjee,1982). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggorodi (1985) menyatakan bila penggunaan Ca lebih banyak dari pada P, maka kelebihan Ca tidak akan diserap tubuh. Kelebihan Ca tersebut akan bergabung dengan P membentuk trikalsium fosfat yang tidak larut. Sebaliknya, kebanyakan P akan mengurangi penyerapan  Ca dan P. Terlalu kecilnya perbandingan Ca  dan P (kurang dari 0,5 :1) dapat menyebabkan defisiensi Ca, demikian juga jika terlalu  tinggi (lebih dari 5:1),adalah berbahaya (Davies, 1972).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai aplikasi, kami mencoba mengajak pembaca supaya mudah melihat ransum yang sudah ada disususn oleh saudara Wahyono, A (SPI Feb. 1990, hal 31). Untuk mempermudah kami cantumkan kembali (mohon izin dari saudara Wahyono): &lt;br /&gt;Apabila diamati dengan teliti, banyak hal  yang menarik dari ransum ini. Kejelian penyusun dalam menyesuaikan antara kebutuhan BK,DE dan Pr dd patut dapat acungan jempol, walupun masih ada sedikit kekurangan Pr dd. Yang kita lihat lebih teliti lagi adalah Ca dan P ransum. Kelebihan P akan tetapi kekurangan Ca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan 4.535 g Ca dan  kelebihan 14,67 g P. Inilah yang akan kita  bahas. Bagaimana  menyeimbangkan keduanya agar sesuai dengan kebutuhan ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus diketahui terlebih dahulu adalah :&lt;br /&gt;1. Perbandingan Ca : P yang dibutuhkan ternak  Ca : P = 17.4 : 10.9 = 1.6 : 1&lt;br /&gt;2. Kandungan mineral dari sumber mineral  yang digunakan. Dalam hal ini yang kekurangan  adalah Ca dan sumber Ca yang digunakan misalnya CaCO3, 40% Ca (bukan 36 % Ca, karena Ba adalah 40  dan BM CaCO3 adalah 100).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari (1) dapat dilihat bahwa perbandingan Ca dan P yang dibutuhkan adalah sekitar 1.60 : 1. Ini harus jadi pegangan. Sehingga kalau disini terdapat 25.57 g p, maka agar terjadi keseimbangan 1.6 : 1 total Ca yang harus 25.57 X 1.6 = 40.912 g. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata jauh sekali dari Ca yang telah ada, yaitu kekurangan 40.912 – 12.865 = 28.047 g Ca lagi.&lt;br /&gt;(28.407 + 12.865) : 25.57 = 1.6 : 1. Tercapailah keseimbangan yang diinginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tinggal hitung berapa banyak CaCO3 yang dibutuhkan untuk mengimpaskan kekurangan tadi (28.407 g Ca).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak CaCO3 40% Ca yang dibutuhkan adalah : 28.407 X 100/40 = 71.018 gram&lt;br /&gt;Jadi ransum tadi harus ditambah 71.018 gram CaCO3&lt;br /&gt;Tiada salahnya perhitungan yang digunakan penulis terdahulu, sehingga Ca : P mendekati 1:1, yang diperoleh dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CaCO3 yang dibutuhkan 35.3 g, sehingga kandungan Ca nya : 35.5 X 36/100 = 12.708 g (CaCO3 nya 36% Ca) Ca yang sudah ada  12.865 sehingga setelah ditambah CaCO3, total Ca-nya menjadi :12.865 + 12.708 = 25.535  dan Ca : P menjadi 25.573 : 25.570 = 1:1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan  Ca dan P, 1:1 masih masuk dalam jangkauan seperti yang dinyatakan Benerjee (1982) bahwa pada batas 1:2 sampai 2:1 memberikan daya guna optimum kedua mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana penutup tulisan ini, bolehlah kita simak pesan parakkasi (1980), kedua mineral tersebut sama pentignya, akan tetapi P relatif lebih mahal  (P merupakan mineral termahal bagi monogastri umumnya). Oleh karena itu usahakan agar P jangan sampai  terbung atau penggunaannya kurang efisien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu tentang bagi nutritionist!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-1389542627159787477?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/1389542627159787477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/keseimbangan-kalsium-dan-fosfor-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1389542627159787477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1389542627159787477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/keseimbangan-kalsium-dan-fosfor-dalam.html' title='KESEIMBANGAN KALSIUM DAN FOSFOR DALAM RANSUM'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-6575009143995584470</id><published>2010-06-01T09:51:00.002+07:00</published><updated>2010-06-01T10:07:39.408+07:00</updated><title type='text'>KING GRASS ALIAS RUMPUT RAJA</title><content type='html'>Dua dekade lebih masa itu berlalu.  Tetapi kenangan tinggal serta diskusi banyak tentang rumput dan peternakan bersama bule Australia (Christopher Gardener) selama lebih dari 9 bulan di JASTRU (Jonggol Animal Science and Research Unit) tetap terkenang.  Lahan bergunung seluas 369 Ha yang semula tandus itu menghampar begitu hijau dan terlalu indah untuk dilupakan.  Sebagian hasil riset disana saya tuangkan di sini ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu daya tarik untuk dibudidayakan adalah produksinya yang tinggi. Rumput yang berproduksi tinggi atau rumput unggul telah banyak dienal masyarakat.  Salah satu diantaranya rumput raja atau yang lebih dikenal dengan sebutan  King grass, suatu jenis rumput unggul yang diintroduksikan ke Indonesia  menyusul rumput gajah cv Hawaii dan cv Afrika yang telah masuk terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas, secara visual hampir tidak ada perbedaan antara ketiga jenis rumput yang tumbuh tegak seperti tebu atau kaso tersebut. Salah satu cara yang mudah untuk membedakannya ketiganya mudah saja, ambil daunnya dan amati. Rumput raja daunnya dipenuhi bulu, sedangkan rumput gajah cv Hawaii hanya terdapat pada  bagian tepi daun dan tidak terdapat bulu pada rumput gajah cv Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi Bahan Segar&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan oleh BPT Ciawi pernah  membuat tercengang beberapa pakar  hijauan dari Australia,sehingga mengatakan “It’s Impossible!’. Adalah terlalu berat untuk memvonis tidak mungkin hasil penelitian orang lain bagi penulis, walaupun penulis sendiri sebenarnya ragu-ragu untuk membenarkan 100%. Hal ini berhubung ada dua sumber yang dihasilkan oleh orang yang sama, dilokasi yang sama dengan produksi yang sama tetapi dengan jarak tanam dosis pemupukannya berbeda!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa pembaca bandingkan brosur “Apa itu KING GRASS?”” dengan produksi hijauan dan nilai nutrisi tiga jenis rumput pannisetum dengan sistem potong angkut “ yang dimuat di proceedings seminar ruminansia besar, keduanya dikeluarkan BPT Ciawi. Dapat dilihat dibrosur tersebut jarak tanamnya 100x100 cm, sedangkan pada procinding 50x50 cm. Pupuk yang digunakan kalau di  proceending tercantum 30 ton pupuk kandang, 900 kg urea, 450 kg KCl dan 450 kg TSP per ha per tahun, maka di brosur tertulis 10 ton pupuk kandang, 50 kg TSP dan 50 kg KCl per ha yang diberikan tiga kali panen sekali dan pupuk urea sebanyak 50 kg per ha diberikan setiap habis panen dan ketika tanaman berumur dua minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dihitung matematis, maka kebutuhan per tahun yang tercantum di brosur adalah :&lt;br /&gt;Misalkan dalam setahun 9 kali panen (interval devoliasi 6 minggu).&lt;br /&gt;Maka akan diberikan pupuk kandang, TSP dan KCl sebanyak 9:3=3 kali.&lt;br /&gt;Jadi sebanyak :&lt;br /&gt;Pupuk kandang : 3x10 ton/ha = 30 ton/ha/tahun.&lt;br /&gt;TSP : 3x50 kg/ha = 150 kg/ha/tahun.&lt;br /&gt;KCL : 3x50 kg/ha = 150 kg/ha/tahun.&lt;br /&gt;Sedangkan pupuk urea yang diperlukan selama setahun sebanyak :&lt;br /&gt;(*1+9)50 kg/ha = 500 kg/ha/tahun. *) 1 diperoleh dari pemberian pupuk urea pada saat rumput raja berumur dua minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kecuali pupuk kandang maka  ketiga jenis pupuk yang lain lebih  randah dosisnya dari pada yang tertulis di proceedings. Perlu dipertimbangkan juga adalah interval pemotongan, dalam setahun bisa saja 9 kali, (365:7):6 = kurang lebih 9. Tetapi  apakah tidak terdapat perbedaan antara musim hujan dan kemarau? Biasanya musim kemarau lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan penulis keberatan setuju dengan “ Its imposibble”-nya ilmuwan dari Negri Kanguru adalah mungkin kalau di brosur hanya merupakan anjuran pada masyarakat sedangkan yang tertera di proceeding ‘asli’ sesuai dengan penelitian. Hal yang penting lagi adalah bahwa rumput  raja merupakan rumput unggul yang kemungkinan mempunyai potensi genetik tinggi. Sehingga mungkin saja dapat berproduksi sangat tinggi apabila  ditanam dilahan yang sesuia, misalnya pada lahan-lahan dengan kesuburan tinggi yang diimbangi dengan pemupukan yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pembaca dapat mem -perbandingkan nya dengan ayam broiler. Ayam yang dapat  mencapai berat 2 kg dalam waktu 2  bulan ini hanya dapat mencapai beberapa ratu gram saja apabila dibiarkan berkeliaran seperi ayam kampung (ekstensif) selama  2 bulan jadi perlu lingkungan yang sesuai untuk berkembang individu.&lt;br /&gt;Lebih jelasnya mari kita bandingkan dengan hasil penelitian pada ilmuan dilokasi yang beda. (tabel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sendiri mendapatkan produksi bahan segar rumput raja yang sangat bervariasi tergantung perlakuan pemupukan dan periode pemupukannya (gambar). Penelitian ini dilakukan dilahan marginal, sehingga kemungkinan produksinya akan lebih tinggi  apabila  digunakan lahan  yang subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat bahwa makin tinggi dosis pupuk kandang yang diberikan (dosis KO&lt;K1&lt;K2) selalu meningkat produksi bahan segar pada ketiga perioda,  sedangkan pemberian pupuk nitrogen yang meningkat relatif meningkatkan produksi bahan segar juga (dosis N0&lt;N1&lt;N3). Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa kedua jenis pupuk, pupuk kandang dan pupuk nitrogen, berinteraksi sangat nyata (p&lt;0.01) pada setiap periode. Hal ini menunjukan keduanya saling  menunjang produktifitas rumput raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur juga berpengaruh terhadap produksi bahan  segar, makin tua produksi  bahan segarnya makin tinggi. Tetapi perlu diingat bahwa makin tua serat  kasarnya makin tinggi. Pada tabel 1 misalny, BPT Ciawi,  Natarajan  et al. dan Muthuswami et al. masing-masing dengan interval  devoliasi 6 minggu, 20 hari dan 40 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi produksi rumput raja sangat tergantung pada kondisi lahan tempat tumbuhnya. Sehingga penulis sarankan untuk budidaya rumput raja bukan hanya diberikan  pupuk anorganik  (urea, TSP dan KCl) tetapi perlu diberikan pupuk organik (pupuk  kandang). Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-6575009143995584470?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/6575009143995584470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/king-grass-alias-rumput-raja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6575009143995584470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6575009143995584470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/king-grass-alias-rumput-raja.html' title='KING GRASS ALIAS RUMPUT RAJA'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-8474896753373626705</id><published>2010-06-01T09:50:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:03:18.731+07:00</updated><title type='text'>PEMALSUAN DEDAK HALUS DENGAN KAPUR</title><content type='html'>Perusahaan pakan ternak, terutama yang produksinya tidak bisa hanya mengan dalkan pada satu pemasok, bahkan tidak harus mendatangkan dari beberapa daerah untuk memenuhi  kebutuhannya demi kelancaran prduksi.&lt;br /&gt;Dibalik itu, untuk menjaga mutu kualitas ransum yang dihasilkannya, suatu perusahaan makanan ternak hanya akan menerima bahan baku yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;Misalkan jagung, sebelum diputuskan untuk diterima maka dianalisa dulu kadar airnya, aflatokxyn, prosentase biji kroposdan biji matinya juga diperhitungkan. Dedak halus yang merupakan bahan baku yang kebutuhannya relatif tinggi, khususnya ransum unggas, sering  berasal dari berbagai pemasok yang sudah tentu bervariasi kualitasnya, bukan tidak mungkin ada oknum pemasok yang ingi mengeruk keininan tinggi tanpa memperhitungkan akibatnya.  Dengan demikian dedak halus pun harus dianalisa sebelum diterima, antara lain kadar airnya , bau,  warna, kekasaran, kadar menir  dan juga kemungkinan tercampurnya dengan benda lain seperti kapur yang biasanya sengaja dicampurkan sehingga  secara fisik mutunya terlihat lebih baik. Bahan baku yang lain juga seharusnya tidak lepas dari pengawasan qualiti control sebelum diputuskan untuk diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemalsuan Bahan Baku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tujuan tertentu, biasanya berkaitan dengan membaiknya harga, bahan baku sering dicampur dengan bahan lainnya. Misalnya tepung ikan yang harganya makin membaik dengan meningkatnya kadar protein, tidak sedikit yang mencoba mencampurinya  dengan tepung darah ataupun tepung bulu yang kadar proteinnya lebih tinggi, masing-masing 80 dan 84 persen (Wahju,1985).&lt;br /&gt;Perusahaan makanan ternak yang selalu memperhatikan kepentingan konsumennya tentu tetap  waspada akan hal ini, sebab walaupun bahan kedua terakhir kadar proteinnya lebih tinggi tapi daya cerna proteinnya rendah, terutama untuk monogastrik . pembaca  juga tentu sudah tahu bahwa  urea kadar proteinnya tinggi, bila demikian kenapa tepung ikan untuk ransum unggas tidak digantikan dengan urea saja, sehingga tidak perlu impor tepung ikan dan harga per-Kgnya juga lebih murah yang  berarti juga harga  ransum lebih terjangkau. Kerancuan ini terjadi karena kadar protein yang didapatkan dari analisa proksimat adalah kadar protein kasar yaitu banyaknya kandungan nitrogen, bukan kadar protein yang dapat dicerna yang dapat dimanfaatkan oleh ternak.&lt;br /&gt;Adanya oknum perusahaan pemasok tidak segan-segan mencampurkan atau menggantikannya dengan bahan lain untuk meningkatkan keuntungan seharusnya membuat pihak quality control semakin dan selalu waspada. Mereka tidak menyadari bahwa kepercayaan adalah keuntungan plus, keuntungan yang berpengaruh terhadap keuntungan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percampuran Dedak Halus Dan Kapur &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang awam sering menganggap bahwa dedak halus yang warnanya keputihan kualitasnya sangat baik. Alasannya  cukup dapat diterima, berwarna keputihan karena  banyak mengandung menir. &lt;br /&gt;Pendapat yang tidak selalu keliru tetapi sangat mudah dipahami ini banyak dimanfaatkan oknum tertentu untuk meraup keuntungan yang berlebihan, yaitu mencampuri dedak halus dengan kapur sehingga secara visual lebih bermutu.&lt;br /&gt;Uji physik yang biasa dilakukan seperti texture, bau dan warna sering terkelabui oleh kelihaian sang oknum. Oleh karena pengujian harus lebih seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pengujian Sederhana &lt;br /&gt;Cara sederhana yang  dapat dilakukan untuk menguji adanya kapur dalam dedak halus  dengan memasukkan sampel kedalam air. Diaduk dan kemudian dibiarkan mengendap, endapan yang dapat berwarna keputihan (biasanya menir) diletakkan dialas kertas atau tangan dan ditekan dengan jari. Apabila padatan itu mudah sekali tertekan dan hancur perlu dicurigai sebagai kapur.&lt;br /&gt;Akan tetapi secara sederhana ini sulit mendeteksi apabila kapur yang dicampurkan benar-benar halus sehingga tidak meninggalkan butiran padatan. Namun sangat mudah dilaksanakan, tidak terbatas oleh tempat dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa Kimia&lt;br /&gt;Dilaboratorium biasanya dilakukan pengujian kimiawi. Selain cepat juga akurat. Caranya sangat sederhana, yaitu dengan menetesi sampel dengan larutan asam klorida (HC1) 10%. Apabila timbul gelembung-gelembung busa maka positif tercampur kapur, sederhana bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Keteledoran yang menyebabkan lolosanya dedak halus bercampur kapur sehingga menjadikan bahan baku ransum akan menyebabkan ransum yang dibuat tidak sesuai dengan formula yang diharapkan atau bahkan bisa fatal bagi ternak yang mengonsumsinya.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-8474896753373626705?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/8474896753373626705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/pemalsuan-dedak-halus-dengan-kapur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/8474896753373626705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/8474896753373626705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/pemalsuan-dedak-halus-dengan-kapur.html' title='PEMALSUAN DEDAK HALUS DENGAN KAPUR'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-2490659889277635368</id><published>2010-06-01T09:27:00.004+07:00</published><updated>2010-06-26T20:56:26.711+07:00</updated><title type='text'>DEDAK HALUS UNTUK PAKAN AYAM KAMPUNG</title><content type='html'>Seperempat abad lalu, tulisan ini menghiasi “Majalah Ayam &amp; Telur”.  Imbalannya waktu itu, wesel Rp. 10.000,-  Lumayan, bisa traktir teman-teman.   Sebuah kenangan yang tak terlupakan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEDAK HALUS &lt;br /&gt;Satu Alternatif Efisiensi Biaya Ransum Ayam kampung&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan jumlah ternak  yang lain, maka selama ini ayam kampung masih menduduki peringkat pertama. Hal tersebut menunjukkan betapa telah memasyarakatnya jenis unggas yang satu ini. Ayam “kampung”, nama yang selalu melekat dimanapun dia berada; sesuai dengan kondisi tempat tinggal masyarakat yang umumnya memeliharanya. Tidak heran apabila ada yang mengatakan ‘ada gula ada  semut, dimana ada  perkampungan disitu ada ayam kampung’.&lt;br /&gt;Daya tahan yang tinggi terhadap berbagai penyakit, seperti tetelo, berak darah dan lain-lain merupakan salah satu sebab banyaknya masyarakat yang memelihara. Walaupun dalam hal ini masyarakat pedesaan umumnya tidak menyadari. Mereka hanya tahu kalau ayamnya tetelo ataupun berak darah maka kemungkinan besar akan mati, dan akan menulari kawanan ayam yang lain. Sehingga ada ayam yang ada di jual sebagian  atau semua ataupun dititipkan pada sanak famili yang rumahnya berjauhan dengan daerah di mana wabah menyerang.&lt;br /&gt;Selain itu pemeliharaan yang mudah, tidak terlalu perlu perhatian khusus. Cocok untuk kondisi masyarakat pedesaan yang umumnya sibuk dengan sawah dan kebunnya.&lt;br /&gt;Menurut kingston(1982), umumnya ayam kampung dipelihara secara berkeliaran dan mendapatkan makanan dari timbunan sampah,  di kebun, di sekeliling rumah, sepanjang jalan, dalam selokan dan sepanjang sisi rumah. Jadi  campur tangan pemiliknya kecil sekali, kecuali pada saat pengambilan hasil. Baik berupa telur ataupun dagingnya.&lt;br /&gt;Terlepas dari faktor genetis, pemeliharaan yang masih sederhana ini menyebabkan keteralambatan pertumbuhan dan produksi telur ya ng sedikit. Mungkin juga terlambat dewasa kelamin. Yang jelas Kingston (1982), melaporkan bahwa ayam kampung yang mendapatkan makanan dan pengelolaan  yang  baik mencapai berat  badan 1718 gram pada umur  20 minggu, sedangkan di desa-desa hanya 1027 gram.  Demikian halnya dengan produksi  telur, sugandi dkk (1970) menyatakan bahwa produksi telur ayam kampung  yang dipelihara secara berkeliaran per periode bertelur menghasilkan 10-11 butir per ekor per tahun dalam makanan dan pengelolaan yang baik (Kingston, 1982). Rata-rata iduk ayam kampung selama setahun mengalami 3 kali masa bertelur. Sehingga sangat jauh perbedaan produksi telur antara pemeliharaan yang baik dengan cara tradisional, sekitar 5 : 1. Produksi telur yang kecil seakli inilah kemungkinan merupakan salah satu penyebab mengapa perkembangan populasi ayam kampung tiap tahunnya selalu lebih kecil  dari pada jenis unggas yang lain.&lt;br /&gt;Yang akan dibahas lebih lanjut dalam tulisan ini adalah pertambahan bobot badan dan berat karkas yang diperoleh dari pengkombinasian ransum komersial periode  starter dengan dedak halus. Yang diharapkan adalah kombinasi ransum yang memberikan keuntungan optimum, penggunaan sedikit mungkin biaya untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Bobot badan dan berat karkas yang tinggi serta harga ransum yang paling murah tidak selalu menunjukkan keuntungan yang optimum.&lt;br /&gt;Dari beberapa penelitian mengenai kombinasi ransum komersial periode starter dengan dedak halus pada ayam kampung berumur 3 minggu  selama 13 minggu.dapat dilihat pada tabel....... &lt;br /&gt;Dari tabel diatas terlibat bahwa rata-rata berat badan, prosentase bobot  karkas ataupun ransum yang dikonsumsi  perekornya menurun dengan semakin meningkatnya kadar dedak halus dalam ransum. Berat badan tertinggi dicapai dengan perlakuan KD 0 dan yang terendah dengan perlakuan KD 80. Demikian halnya dengan prosentase karkas dan ransum yang dikonsumsi.&lt;br /&gt;Konsumsi ransum rata-rata untuk masing-masing perlakuan selama 13 minggu adalah 4.990 kg, 4.912 kg, 4.823 kg, 4.376 kg dan 2.990 kg. Dalam perhitungan income over feed cost harga ransum komersial periode starter disesuaikan dengan harga sekarang, Rp 600 per kilogram. Demikian halnya harga dedak halus, Rp 120 per kilogram. Harga ayam kampung hidup dianggap rata-rata Rp 3000 perekor. &lt;br /&gt;Sedangkan harga Karkas perkilogram dibuat selang antara 2500 sampai 3000 rupiah. Sengaja dibuat demikian selain karena harga karkas sering berfluktuasi juga harga didaerah sering berbeda. Dan yang lebih penting adanya semacam “gerak tipu”. Khususnya pada perlakuan KD 60.&lt;br /&gt;Dari tabel  4 didapatkan pada harga karkas Rp. 2500/kg keuntungan tertinggi diperoleh dengan perlakuan KD 60. Demikian juga pada harga karkas Rp 2300/kg. Sebenarnya tidak demikian, karena prosentase karkas KD 60  sangat kecil sehingga untuk memperoleh berat karkas tertentu diperlukan lebih banyak ayam dari pada perlakuan KD 40, KD 20 apalagi dengan KD 0. Oleh karena itu diperlukan imput yang lebih besar. Sedangkan kita tahu dengan semakin tingginya input yang diperlukan untuk mendapatkan output yang sama berarti semakin tidak efisien.&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, misalnya untuk menghasilkan karkas sebanyak 7 kg maka dengan KD 60 diperlukan ayam 11 ekor sedangkan dengan KD 40 hanya perlu 8 ekor. Untuk pembelian ayam kampung berumur 3 minggu misalnya perekor Rp 500. Maka adengan KD 60 perlu input 11(500)+11(1365.31)= Rp 20518.41, dan dengan KD 40 : 8 (500) + 8 (1967.78) = Rp 19 742.24. jadi lebih banyak input untuk KD 60, sehingga lebih menguntungkan KD 40.&lt;br /&gt;Lain halnya apabila membandingkan KD 0 dengan KD 40. dari tabel telah diketahui pada setiap tingkat harga karkas maka KD 40 lebiih menguntungkan dari pada KD 0. Memang demikian, karena input untuk menghasilkan karkas yang sama  KD 0 lebih besar. Misalnya untuk menghasilkan karkas sebanyak 20 kg, dengan KD 0 perlu input 8(500+2994)= Rp 27952. Lebih besar dari pada KD 40 yang hanya 9(500+1967.78)= Rp 22 210.02, walaupun jumlah ayam yang diperlukan lebih banyak. Demikian pula apabila dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Berdasarkan berat karkas yang dihasilkan maka KD 40 selalu lebih menguntungkan pada setiap harga karkas.&lt;br /&gt;Pada tabel 4 tertera dengan penjualan dalam keadaan hidup keuntungan  tertinggi pada KD 80, disususul KD 60, KD 40 KD 20 dan KD 0. Sebenarnya tidaklah demikian. Karena bila ditinjau berat badan maka berturut-turut 0.396, 0.940, 1.228, 1.301 dan 1.335. berat badan KD 40 tidak jauh berbeda dengan dengan KD 0, lain halnya dengan KD 60 dan KD 80 yang sangat berbeda. Ketidak terlalubesarnya perbedaan berat badan inilah yang menyebabkan konsumen akan berani akan memberi harga yang lebih rendah. Hal ini berlaku untuk setiap tingkat harga.&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perlakuan KD 40 akan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dari pada KD 0, KD 20, KD 60 ataupun KD 80 baik untuk dijual dalam keadaan hidup ataupun  karkasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-2490659889277635368?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/2490659889277635368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/dedak-halus-untuk-pakan-ayam-kampung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/2490659889277635368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/2490659889277635368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/dedak-halus-untuk-pakan-ayam-kampung.html' title='DEDAK HALUS UNTUK PAKAN AYAM KAMPUNG'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-1004834378322391307</id><published>2010-06-01T09:24:00.002+07:00</published><updated>2010-06-26T21:05:03.401+07:00</updated><title type='text'>BALADA LOKOMOTIF KERETAAPI</title><content type='html'>Antara Rencana dan Bahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan keretaapi pada abad 21 ini semakin marak.  Awal milenium dibuka dengan berbagai kecelakaan yang sangat menyayat hati.  Tahun 2001 diawali dengan anjloknya KA Sapujagat, selanjutnya rentetan kecelakaan seperti rangkaian gerbong yang sambung-menyambung.  Apakah PT Keretaapi akan menuai nasib serupa menjelang kesibukkan Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru 2002 ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu yang khas dalam setiap terjadi kecelakaan keretaapi adalah munculnya pertanyaan inti yang tidak pernah terjawab secara gamblang, “Apa penyebabnya ?”  Kalau begitu, “Siapa yang salah ?”  Ketidakjelasan ini lebih sering berakhir dengan pengkambinghitaman masinis, padahal kesalahan inti belum tentu pada pengendali handle itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada anekdot yang dapat menjawab pertanyaan itu secara pasti :  General Electric sebagai produsen lokomotif tidak pernah melengkapi lokomotif dengan stang (setir, kemudi).  Hal ini menyebabkan masinis mendapat kesulitan untuk membelokkan arah ketika bahaya menghadang di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, masa !”  Mungkin itu sebagian komentar.  Mereka yang lebih berfikir logis cukup mengungkapkannya dengan, “O-o ….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokomotif memang tidak dilengkapi dengan kemudi sebagaimana layaknya kendaraan lain.  Sebagai kendali arah adalah konstruksi roda baja yang khas sehingga sangat sulit untuk melenceng dari lintasan rel.  Wesel merupakan faktor luar yang menentukan keretaapi harus melalui rel yang ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan akan menjadi sangat membahayakan apabila lokomotif dilengkapi dengan stang.  Keretaapi akan mudah keluar dari lintasan dan tabrakan antar keretaapi pun akan lebih marak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokomotif dan Kelengkapannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokomotif terbagi menjadi dua sisi, masinis berada di sisi kanan dan keretaapi melaju di lintasan kanan.  Untuk menjalankan keretaapi dengan arah berlawanan lokomotif tidak perlu berputar haluan tetapi cukup dengan pindah kedudukan ke sisi yang lain.  Kedua sisi sama sekali tidak dilengkapi dengan kemudi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik ketiadaan kemudi yang sebenarnya sangat menguntungkan, terdapat banyak peralatan dan perlengkapan administrasi yang dirancang pendahulu untuk keselamatan dan kelancaran ular besi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan yang ada pada lokomotif antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. R e m&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada satu sisi lokomotif terdapat 3 (tiga) macam rem 2 buah rem angin, rem dynamic dan lokomotif merah masiih dilengkapi dengan sebuah rem tangan.  Khusus yang terakhir sangat jarang digunakan, cara pengoperasiannya perlu pengalaman dan keahlian khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Radio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya pada setiap lokomotif terdapat 2 radio duduk yang ada pada masing-masing handle.  Radio SIMOCO ini merupakan alat komunikasi antara masinis dengan Pengatur Keretaapi (PK) yang suaranya dapat terdengan oleh masinis di lokomotif lain yang sedang melintas di daerah komunikasi yang sama.  Namun, satu masinis dengan yang lain tidak dapat berkomunikasi secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap radio terdapat jam digital sehingga sebagai alat komunikasi, radiopun berperan sebagai penunjuk waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masinis yang membawa rangkaian eksekutif biasanya dilengkapi juga dengan handy talky (HT).  Alat komunikasi bermerek MOTOROLLA ini hanya digunakan untuk berkomunikasi intern, antara masinis dengan Pimpinan Perjalanan Keretaapi (PPKA) yang ada di gerbong belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Speedometer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speedometer merupakan alat yang sangat vital keberadaannya di lokomotif.   Hanya dengan alat pengukur kecepatan inilah masinis akan tahu secara pasti apakah keretaapi yang dikendalikannya melaju dalam batas-batas yang ditetapkan.  Saat melintasi belokan, tanjakan atau lintasan tertentu ada batas maksimal.  Bila ketentuan yang terdapat di Tabel Keretaapi (T-100) ini dilanggar dapat berakibat fatal seperti selip, anjlok dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sinyal menyala kuning, maksimal kecepatan yang dibolehkan hanya 20 km/jam untuk lokomotif dan KRD/KRL masih boleh melaju dengan kecepatan 40 km/jam.  Sedangkan rambu darurat, sinyal merah dan segitiga putih menyala, hanya boleh dirambah dengan kecepatan tidak lebih dari 5 km/jam.  Hal itu hanya tidak akan pernah dilanggar apabila di lokomotif terdapat speedometer yang normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya speedometer di-set oleh teknisi Dipo, sehingga apabila kecepatan keretaapi ekonomi melebihi 80 km/jam akan terdengar alarm.  Demikian juga ketika jarum speedometer lokomotif yang membawa rangkaian eksekutif menyentuh angka 110.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua tipe speedometer yang biasanya terdapat di lokomotif, Speedometer dynamic bermerek HASLER dan PUSAKA yang digital.  Pada kedua speedometer juga terdapat penunjuk waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dead Man Pedal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari namanya saja dapat diduga betapa fatal akibat yang ditimbulkan apabila peralatan ini diabaikan.  Namun demikian, bentuknya tidak se-serem namanya.  Imut-imut seperti anak kura-kura dan selalu bersembunyi di balik alas kaki masinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masinis memang tidak boleh mengabaikan alat kecil ini, Kadaop I mengingatkan seperti tertulis pada pamflet, “Selama Dinas Keretaapi Dilarang Menon-aktifkan Dead Man Pedal !”  Bila masinis melanggar maka akan sangat berat sanksinya, mulai peringatan keras, penurunan pangkat sampai pemecatan dari jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya Dead Man Pedal telah di-set oleh teknisi Dipo sepedikian rupa, sehingga apabila tidak diinjak atau terus menerus diinjak selama 60 detik misalnya akan terdengar alarm.  Apabila kesalahan ini tidak digubris maka keretaapi akan berhenti dengan sendirinya.  Dengan keberadaan alat ini, masinis harus tetap terjaga selama menjalankan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Handle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatur kecepatan dan kenyamanan perjalanan, gas, kopling dan gigi menyatu dalam satu handle.  Pada setiap lokomotif terdapat dua handle yang terdapat di kedua sisi.  Biasanya yang digunakan adalah handle kanan kecuali kalau ada kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya masinis yang boleh memegang kendali handdle.  Tepat di depan tempat duduk masinis terpampang peringatan, “Masinis yang Baik tidak pernak Menyerahkan Handle kepada asisten Masinis !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika keretaapi masih benar-benar keretaapi, asisten masinis adalah juru api.  Tugas mereka sekarang jauh lebih ringan, tidak lagi harus bergumul dengan abu dan terpanggang panas api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pemadam Kebakaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya sarana lain yang rawan api, maka pada setiap lokomotif dilengkapi juga dengan alat pemadam kebakaran beserta petunjuk penggunaannya.  Mainis pun sudah dibekali kealian menggunakan perlengkapan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Administrasi dan Bentuk Tertulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilihat dari segi kelengkapan maka mungkin tinggal keretaapi-lah warisan penjajah Belanda yang masih tulen kolonial.  Berbagai hal yang dalam era sekarang “bisa diabaikan” masih tertera dalam format tertulis sehingga lokomotif penuh dengan administrasi yang menghendaki konsentrasi.  Hal detail seperti itu merupakan salah satu faktor penting yang menyebabkab kecelakaan keretaapi sangat langka di jaman penjajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelengakapan administrasi dan peringatan yang ada di lokomotif antara lain : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tabel Keretaapi (T-100)&lt;br /&gt;Tabel Keretaapi merupakan tabel yang menunjukkan nomor keretaapi yang dibawa, stasiun yang dilalui ataupun harus didinggahi.  Lengkap dengan waktu tempuh dari satu stasiun ke stasiun dalam hitungan menit.  Kecepatan maksimum pada setiap lintasan juga tertera jelas.  Tidak luput dari tabel ini adalah tempat harus bersilangan atau mendahului keretaapi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Buku Riwayat Lokomotif&lt;br /&gt;Seperti halnya sebuah biodata maka buku ini memuat kondisi dalam lokomotif seperti data pribadi, jenis dan nomor lokomotif.  Ukuran tekanan bahan bakar, tekanan angin pada rem dan lain-lain turut melengkapi.  Selain itu terdapat juga catatan tentang gangguan dan perbaikan yang pernah dialami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Catatan Harian Masinis&lt;br /&gt;Setiap masinis yang bertugas di lokomotif harus mencatatkan identitas diri, asisten masinis yang mendapingi, rangkaian keretaapi yang dibawa dan catatan lain tentang kondisi lokomotif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu asisten masinis juga harus mencatat pada lembaran khusus waktu dan tempat mendahului atau disusul atau bersilangan dengan keretaapi lain sampai hal detail seperti sinyal-sinyal yang tidak aman yang dilalui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pada dinding lokomotif banyak terdapat peringatan dan petunjuk praktis yang sangat bermanfaat bagi masinis, seprti :&lt;br /&gt;i. Himbauan Kasi traksi Daeraha Operasi III Cirebon :&lt;br /&gt;1. Berdo’alah selalu sebelum Saudara menjalankan keretaapi/tugas&lt;br /&gt;2. Jagalah selalu kebersihan kabin lokomotif Saudara.  Kebersihan adalah sebagian dari iman.&lt;br /&gt;3. Insan yang bijak selalu taat peraturan-peraturan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii. Peringatan dari Kepala daerah Operasi VI Yogyakarta :&lt;br /&gt;Awas …!&lt;br /&gt;Yakinkan semboyan 40 – 41 sebelum Keretaapi berangkat&lt;br /&gt;iii. Peetunjuk praktis untuk masinis dari Kepala Daerah Operasi I Jakarta :&lt;br /&gt;……….. 6) Apabila keretaapi terganggu/mogok, melalui radio segera lapor PPKA terdekat.  Hubungi masinis keretaapi di depan dan belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi catatan yang tidak boleh diabaikan.  Namun dengan bagi oknum masinis hal ini sangat mengganggu sehingga tidak jarang yang menyobeknya ataupun mengubah isinya dengan kata-kata yang dikehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-1004834378322391307?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/1004834378322391307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/balada-lokomotif-keretaapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1004834378322391307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1004834378322391307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/balada-lokomotif-keretaapi.html' title='BALADA LOKOMOTIF KERETAAPI'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-4996309503932001238</id><published>2010-06-01T09:17:00.004+07:00</published><updated>2010-06-26T21:05:55.796+07:00</updated><title type='text'>TEROWONGAN DAN JEMBATAN KERETAAPI</title><content type='html'>Paduan Kekuatan, Keindahan dan Kelestarian Alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini sich, belum seberapa,”  ujar Ade, asisten masinis kelahiran Banjar, ketika KA Parahyangan yang dibawanya memasuki terowongan Sasaksaat, “Terowongan ke Banjar Baru, lebih panjang lagi,”  lanjutnya.  “Sayang, sudah tidak dipakai lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terowongan yang dimaksud Ade tidak lain semula bernama Terowongan Wilhelmina, menghubungkan Banjar dan Cijulang.   Terowongan yang panjangnya mencapai 1,116 km ini diresmikan 80 tahun lalu, tepatnya tanggal 1 Juni 1921 bersama dua terowongan di dekatnya yang relatif pendek, masing-masing 105 dan 147 meter saja.  Ketiganya merupakan tripariat yang sekarang diberi nama Terowongan Sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan terowongan antara stasiun Sasaksaat dan stasiun Maswati yang baru dilalui Ade panjangnya mendekati, 949 meter.  Pada dinding masuknya tertera angka “1902 – 1903”, mungkin pada tahun tersebut terowongan itu dibuat tetapi baru diresmikan 3 tahun kemudian.  Sampai sekarang kegelapan terowongan ini masih dapat dinikmati penumpang keretaapi menuju Bandung seperti KA Argo Gede dan KA Parahyangan dari stasiun Gambir, keretaapi kelas ekonomi KA Cipuja dan KA Citrajaya dari stasiun Jakartakota atau KA Galuh dari stasiun Tanah Abang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua terowongan di atas beru sebagian kecil dari rangkaian rel yang secara mengagumkan menembus gunung dan bebetuan.  Masih banyak terowongan leretaapi warisan penjajah yang ditinggalkan kepada ahli waris para korban penembus bebatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1.  Terowongan Keretaapi Terpanjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO NAMA TEROWONGAN PANJANG (meter) TANGGAL PERESMIAN&lt;br /&gt;1. Sumber         1.116         01 Januari 1921&lt;br /&gt;2. Sasaksaat 949         02 Mei 1906&lt;br /&gt;3. Sawahlunto 827         01 Januari 1896&lt;br /&gt;4. Mrawen         690         10 September 1902&lt;br /&gt;5. Lampengan 687         10 Mei 1883&lt;br /&gt;6. Ijo         580         20 Juli 1887&lt;br /&gt;7. Muara Kalaban 545         01 Maret 1924&lt;br /&gt;8. Tebingtinggi 424         01 Nopember 1932&lt;br /&gt;9. Lahat         368         01 Nopember 1932&lt;br /&gt;10. Batulawang 281         15 Desember 1916&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  Sejarah Perkeretaapian Indonesia Jilid 2, Angkasa (1995)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain terowongan, asset PT Keretaapi yang sangat berharga adalah jembatan-jembatan tua yang merupakan paduan serasi antara faktor kekuatan dengan seni artistik merangkai baja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah kerangka baja di Lembah Anai perbatasan Kabupaten Kanah Datar dan Kabupaten Padang Pariaman, jaraknya beberapa kilometer dari Padangpanjang menuju Padang Sumatera Barat.  Bukan hanya kekuatannya menahan beban serangkaian panjang wagon penuh batubara yang mengandung decak kagum, tetapi juga lenggak-lenggok besi berpadu dengan tata-kait sekrup yang sangat artistik.  Lebih mengagumkan lagi apabila dilihat tahun pembuatannya, akhir abad XIX, tepatnya tahun 1891 !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan alam Parahyangan juga makin lengkap dengan 3 buah jembatan keretaapi terpanjang di negeri ini (Tabel 2).  Pengguna jalan raya Bandung – Jakarta via Purwakarta misalnya, dapat melihat dari jauh rangkaian indah baja yang menghubungkan dua bukit menjelang Pandeglang.  Sementara dari balik kaca para penumpang keretaapi Bandung – Jakarta dapat melongok penataan lahan lestari secara teras sering di bawah ketiga jembatan yang dilewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penumpang keretaapi menuju Jakarta atau sebaliknya pun bisa menatap anggunnya lekuk tubuh jembatan kembar yang melintasi Sungai Citarum dekat Stasiun Kedung Gedeh.  Keindahannya dapat pula dinikmati para pengguna jalan raya yang mengapit kedua jembatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak jembatan kuno yang panjangnya berbilang ratusan meter, yang paling tua adalah Jembatan Porong di Jawa Timur yang panjangnya mencapai 222,70 meter dan diresmikan lebih dari seabad lalu, yaitu tahun 1886.  Selain Jembatan Batang Anai yang telah diulas di atas, jembatan lain yang juga dibuat abad XIX adalah rangkaian 4 buah Jembatan Bratas sepanjang 180 meter, diresmikan tahun 1899.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 2.  Jembatan Keretaapi Terpanjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO NAMA TEROWONGAN PANJANG (meter) TAHUN PERESMIAN&lt;br /&gt;1. Cikubang 300         1906&lt;br /&gt;2. Cibisoro 290         1906&lt;br /&gt;3. Cipembokongan 270         1912&lt;br /&gt;4. Sungai Tulas 228         1912&lt;br /&gt;5. Serayu         225         1916&lt;br /&gt;6. Porong         223         1886&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :  Sejarah Perkeretaapian Indonesia Jilid 2, Angkasa (1995)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, selain berhasil memadukan kekuatan dengan keindahan, pembangunan jembatan dan terowongan khususnya dan pemasangan rel keretaapi pada umumnya itupun menunjukkan betapa concern-nya bangsa penjajah terhadap konservasi lahan.  Sekalipun harus dengan investasi yang sangat mahal.  Asal tahun saja, sebelum Perang Dunia II, perkeretaapian dan trem merupakan investasi terbesar Belanda di Indonesia, yang nilainya mencapai Rp. 500 juta.  Sama besarnya dengan investasi bidang perminyakan saat itu  (Djojohadikusumo, 1949).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu jangan gondok dulu kalau ada yang mengatakan, “Untung kita pernah dijajah Belanga !”  Namun ungkapan itu dapat dipetik sebagai cambuk bagi warga bangsa merdeka ini yang untuk membangun jalur ganda rel keretaapi Cikampek – Cirebon saja tidak pernah selesai.  Atau yang lebih penting lagi adalah warning bagi pengambil kebijakan, agar dalam pembuatan jalan tol tidak lagi harus mengorbankan lahan produktif dan pembantaian aktifitas pertanian yang notabene menjadi jantung kehidupan sebagian besar warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-4996309503932001238?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/4996309503932001238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/terowongan-dan-jembatan-keretaapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/4996309503932001238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/4996309503932001238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/terowongan-dan-jembatan-keretaapi.html' title='TEROWONGAN DAN JEMBATAN KERETAAPI'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-4594736666327791226</id><published>2010-06-01T09:09:00.003+07:00</published><updated>2010-06-26T21:06:34.656+07:00</updated><title type='text'>CILAKA ....</title><content type='html'>Dulu kecelakaan keretaapi selalu diakibatkan "human error" semata, masinis pun tak berdaya menolaknya.  Sanksi dan hukuman adalah jatah orang kecil seperti mereka.  Namun perlahan tapi pasti kenyataan pun sanggup mengubah anggapan jajaran pejabat penting di institusi perbuhungan itu.  Sekarang, berbagai kecelakaan yang terjadi makin memudarkan anggapan kuno itu ....  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CILAKA ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Menteri Perhubungan Kabinet Gotong Royong, Agum Gumelar, mengumumkan bahwa penyebab tabrakan antara keretaapi langsam Tanah Abang – Rangkasbitung (KA 930) dengan KA 1213 yang mengangkut batubara adalah technical error.  Yaitu blong-nya rem KA 930 ketika memasuki tujuan akhir, Stasiun Rangkasbitung.  Walaupun seperti biasa, masih dibumbui dengan kemungkinan sabotase (Liputan 6 Terkini, 26/10/01).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah terlalu lama jajaran perkeretaapian Indonesia khususnya dan insan perhubungan umumnya, selalu mencari kambing hitam bila kecelakaan armadanya terjadi.  Human error, human error dan human error, ironisnya human error ini selalu tertuju kepada masinis.  Sementara para teknisi yang bertanggungjawab terhadap peralatan selalu lepas dari tuduhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adman bin Sunardi sekarang dapat tenang di pangkuan Sang Khalik, menyusul Suwanto yang sampai sekarang masih mewariskan PR misterius buat jajaran perkeretaapian negeri ini.  Tetapi kalau pengakuan Agum Gumelar yang tulus ini, tanpa tindak lanjut yang terarah, maka kecelakaan-kecelakaan berikutnya akan tetap mengancam kelangsungan hidup PT Keretaapi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghentikan laju keretaapi yang dibawa Adman bin Sunardi dini hari itu, sebenarnya tidak terlalu perlu diganjal lokomotif BB 30421, apabila rem-nya tidak blong dan dead man pedal-nya aktif.  Atau setidaknya bisa mewanti-wanti dahulu, seandainya radio lokomotif yang ada di sampingnya berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suwanto pun akan damai di akhirat jikalau jajaran PT Keretaapi mencabut ucapanya terdahulu, bahwa kecepatan KA Empu Jaya mencapai 70 km/jam ketika menghantam sebuah lokomotif yang sedang langsir di Cirebon.  Karena besar kemungkinan, jangankan orang lain, Suwanto sendiri sejak dari Stasiun Jakartakota tidak pernah tahu secara tepat laju keretaapi yang dikendalikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speedometer, dead man pedal, radio lokomotif dan rem adalah peralatan vital tempat jejalan penumpang bertaruh nyawa.  Cilaka … bila mengabaikan salah satu diantaranya, apalagi kombinasinya.  Korbannya bukan hanya penumpang yang tidak pernah tahu permasalahan pokoknya, tetapi juga akan mencetak arwah masinis yang harus terus bertanya-tanya, apakah namanya tercatat di batu nisan sebagai pahlawan atau tertulis dalam daftar antre tukang sate, sebagai kambing hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-4594736666327791226?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/4594736666327791226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/cilaka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/4594736666327791226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/4594736666327791226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/cilaka.html' title='CILAKA ....'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-6437026583270273913</id><published>2010-06-01T08:29:00.003+07:00</published><updated>2010-06-26T21:07:36.131+07:00</updated><title type='text'>ANTRI</title><content type='html'>Lebih dari 10 tahun lalu saya menulis untuk KABA LUHAK NAN TUO, tabloid milik Pemda Kabupaten Tanah Datar – Sumatera Barat.  Aktivitas itu, saya bawa ketika pindah ke Indramayu.  Sekalipun proposal yang saya ajukan dapat penolakan dan tantangan, akhirnya saya bangga ketika beberapa tahun kemudian “melihat dan dapat menjadi saksi” bahwa Pemda Kabupaten Indramayu berhasil menerbitkan tabloid yang secara fisik persis sama dengan tabloid kesayangan kami dulu ….&lt;br /&gt;Sebagian tulisan penuh kenangan itu saya coba nukil di sini, mohon maaf kalau masih banyak menggunakan koso-kata urang awak alias dialek Minang.  Selamat turut mengenang ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A N T R I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuk Maimunah, isteri Bapak Harun Al Rasyid yang mantan Bupati kabupaten Dati II Tanah Datar zaman pergolakan dulu, pernah menceritakan tentang kecanduannya berbelanja di sebuah took yang sama sekali bukan milik urang awak.  &lt;br /&gt;“Baru di pintu, pelayannya sudah menghampiri dan menyapa sopan.”  Beliau memulai pembicaraan, “Atau kalau mereka semua sibuk dengan pembeli yang lain maka si-empunyanya terjun langsung.  Dengan sabar pula melayani sesuai kebutuhan dan tidak mengeluh, apalagi marah karena sudah direpotkan.”&lt;br /&gt;Dilain pihak, Bundo Kanduang itu juga punya pengalaman yang sangat sulit dilupakannya saat berbelanja di Pasar Kampung Jawa (tentu saja tidak ada di peta Pulau Jawa !), tepatnya di sekitar Matahari Departemen Store – Padang.&lt;br /&gt;Ketika itu beliau datang ke sebuah took busana, tidak ada tanda-tanda bahwa pemuda yang ada di took itu ada perhatian, sekalipun mereka sesungguhnya seorang pelayan.  Terus sahut-sahutan satu sama lain.  Ketika ditanyakan harga sebuah barang, salah satu diantara mereka langsung menghampiri.  Tetapi, sebelum sebuah katapun terucap, masuklah seorang gadis dan segenap perhatian para pelayan pun tertuju kepadanya.  Sama sekali tidak peduli calon pembeli yang sudah sedari tadi menunggu jawaban.  Pada saat itu juga beliau hengkang dengan penuh kesal dan bersumpah untuk tidak datang lagi ke took itu !&lt;br /&gt;Dari pengalaman di atas dapat ditarik sebuah pelajaran, perlunya pelayanan yang baik bagi setiap konsumen.  Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah menerapkan budaya antri.  Antri dapat dikaitkan dengan menunggu, sebuah pekerjaan yang sangat membosankan seperti kata pepatah.  &lt;br /&gt;Namun demikian ada juga yang tidak mau antri gara-gara poster MINOLTA yang menggambarkan “Antri Dooooong”- nya dengan DOD (Day-Old-Duck), anak bebek umur sehari yang berduyun-duyun.&lt;br /&gt;Pelayanan merupakan unsure utama yang sangat menentukan dalam keberhasilan suatu usaha di bidang barang ataupun jasa.  Sebab dari pelayanan itulah mereka hidup .  Dengan kata lain, pelayanan adalah nyawa mereka yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;Adegium lama selalu mengingatkan, konsumen adalah raja.  Hal ini tidak hanya berlaku bagi dunia usaha tetapi juga dalam pemerintahan yang merupakan pelayan bagi masyarakat.  Dalam hal jual beli seperti cerita di atas maka rajanya adalah pembeli, sementara dalam pelayanan kepada masyarakat maka yang menjadi the king of the king adalah rakyat !&lt;br /&gt;Namun demikian, dalalam kehidupan sehari-hari malah terjadi sebaliknya.  Penjual buah-buahan di Pasar Batusangkar misalnya, tidak jarang mengumpat dengan kata-kata tak sedap kepada calon pembeli yang menawar barang dagangannya yang dihargakan mereka setinggi langit.  Demikian juga oknum aparat, masih terlalu banyak yang masih rela mengombang-ambingkan dalam melayani masyarakat agar dianggap orang penting.  &lt;br /&gt;Padahal di era Otonomi Daerah yang dititikberatkan di daerah Tingkat II maka pelayanan kepada masyarakat harus sebaik mungkin untuk dapat mendongkrak PAD.  (Catatan: Kabupaten Dati II Tanah Datar merupakan Kabupaten/Kota Otonomi Daerah Percontohan terbaik di negeri ini, jadi ketika tulisan ini dibuat (Juli 1999) sudah beberapa tahun menjalankan otonomi daerah).&lt;br /&gt;Sehingga sangat ketinggalan zaman kalau masih berpedoman pada istilah “Kalau bisa dipersulit, mengapa dipermudah ?”  Jika masih memegang adegium lama seperti itu, jangan harap bisa melayani masyarakat secara memuaskan.  Tragisnya, kadang-kadang, kalau tidak dibilang –betapa sering, urusan sesame korps pun masih di bawah garis kepuasan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sudah saatnya adegium lama itu diputar-kata menjadi kalimat yang sangat mudah diucapkan tetapi teramat sulit dilakukan “Kalau bisa dipermudah, mengapa harus dipersulit ?”&lt;br /&gt;Pelayanan sector swasta sering diagungkan pun banyak dijumpai kejadian yang tidak seindah gaungnya.  Padahal seperti dikemukakan di atas, kehidupan mereka tergantung pada pelayanan yang diberikan.  Misalnya, antrian pengambilan gaji di sebuah bank swasta ternyata lebih menyiksa daripada rangkaian panjang pembayaran rekening listrik di Kota Budaya ini.  &lt;br /&gt;Sebab utamanya adalah pelayanan yang dikaitkan dengan budaya antri.  Kalaulah yang datang duluan harus ngantuk dulu di kursi tunggu dan mimpi sudah sampai ke rumah dengan membawa uang bulanan, lumrah saja, mengingat banyaknya nasabah.  Tetapi, kalau saat yang sama, tiba-tiba ada beberapa orang yang baru datang, dapat pelayanan langsung ekstra cepat, mereka segera hengkang membawa harapan.  Sungguh luar biasa !&lt;br /&gt;Apalagi tidak jarang kuliah terbuka yang sangat memalukan biasa digelar, materinya yang itu-itu juga, “Nasabah membludak, bukan hanya Saudara yang kami layani !”  Sebuah ucapan yang semestinya diiringi istighfar, mereka keberatan dengan banyaknya nasabah.&lt;br /&gt;Jadi tidak selalu pelayanan swasta yang sering diharapkan orang sebagai pelarian dari birokrasi yang sering dianggap terlalu panjang-lebarnterkadang lebih menjengkelkan.&lt;br /&gt;Belum lama ini ada nasehat yang dilontarkan Profesor Emil Salim kepada seorang perantau dari seberang yang merasa tertekan dengan perbedaan pelayanan tukang sayur di komplek tempatnya tinggal antara kepada urang awak dengan pendatang, “Kalau mau bisa hidup di sini, belajarlah cara mencerca seperti orang di sini.  Sangat menusuk hati, bagi yang mengerti.”&lt;br /&gt;Namun untuk kondisi sekarang, di saat globalisasi akan datang menjelang, dimana persaingan akan berjalan sebagaimana hokum pasar yang tidak akan lepas dari pelayanan, maka petuah Begawan Muda Ekonomi itu sangat tidak realistis, kecualikalau yang sedang kita tuju adalah zaman gombalisasi.  Konsumen yang kena caruik akan dapat dengan mudah lari ke pelukan Si Ramah.  Lebih parahnya, mereka pun akan menjadi agen promosi kebobrokan yang sangat ampuh.&lt;br /&gt;Antri adalah bagian kecil dari pelayanan, bukan harga mati karena masih banyak aspek pelayanan yang lain.  Tetapi antri merupakan barang antik, gratis tetapi sangat tak ternilai harganya.  Senilai dengan senyum pramugari Garuda yang sering mendapat kritik dari banyak wisatawan asing, agar mereka ikut kursus senyum, karena sesungguhnya mereka berasal dari sebuah negeri yang terkenal murah senyum !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-6437026583270273913?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/6437026583270273913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/antri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6437026583270273913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6437026583270273913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/06/antri.html' title='ANTRI'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-7583192157472295416</id><published>2010-05-27T13:07:00.002+07:00</published><updated>2010-06-26T21:08:13.362+07:00</updated><title type='text'>KIAT TENANG MENGHADAPI PLAGIATOR</title><content type='html'>Sungguh suatu hal yang sangat mengejutkan, ketika kami membaca sebuah koran nasional, pada kolom artikel muncul sebuah tulisan dengan judul yang sangat akrab di benak.  Era .... !  Tercatat sebagai penulis adalah Dr. X, M. Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih sulit dimengerti lagi adalah, bahwa ketika kami baca setiap kata yang tertuang dari awal paragraf pertama sampai tanda baca terakhir, maka hampir semuanya adalah kata-kata yang pernah kami tuangkan dalam tulisan yang dikirim ke beberapa media 5 tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan gundah gulana menyodok dada.  Tentu saja !  Dan puncaknya adalah ketika mengobrak-abrik arsip, maka dari disket tua muncul sebuah tulisan yang persis sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ngobrol kiri-kanan, sebagian orang menyarankan untuk maju ke jalur formal.  Mulai menuntut ganti rugi sampai lewat hukum karena kelakuan Sang Intelek itu melanggar hak cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, saran dan pendapat itu hanyalah angin lalu.  Karena dalam benak sudah tertanam sebuah pendapat seorang calon pendeta yang masih sangat belia.    Pada suatu kesempatan Pelatihan Menulis Buku Ilmiah di ITB, anak muda itu menggugah para hadirin yang umumnya penulis senior untuk mencoba bersyukur atas karunia Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari awal pembicaraan, hampir semua hadirin dan pembicara membicarakan soal   hubungan isi buku dan isi perut.”  Katanya memulai pembicaraan.  “Seolah-olah itulah puncak segalanya.  Tulisan berarti uang, hak cipta pun ujung-ujungnya tuntutan uang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak kah ada sedikit tersisa dalam hati Saudara-saudara keinginan untuk bersyukur ?”  Hadirin senyap.  “Bukankah wajar kalau kita bersyukur bahwa kita dikaruniai kemampuan untuk menulis.  Ribuan orang tidak memiliki kemampuan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak adakah keinginan dalam benak Saudara mencoba untuk bersyukur dan ikhlas kalau orang lain dapat dengan bebas menikmati apa yang Saudara bisa perbuat ?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sulit dipercaya kalau rangkaian kata anak muda itu merupakan karunia bagi kami pribadi, yang saat itu sedang gundah gulana akibat salah satu konsep perencanaan pembangunan untuk Kabupaten Indramayu yang kami buat ternyata di-ekspose orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah awal bangkitnya kembali perasaan untuk menulis.  Tetapi ternyata sulit.  Sangat sulit sekali.  Berbekal modal ikhlas dan niat baik, alhamdulillah, secara bertahap jari-jemari ini kembali bisa menuangkan isi otak secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah subhana wa taala yang mengakaruniakannya.  Terimakasih sahabat, calon pendeta yang tidak pernah saya kenal sebelum dan sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-7583192157472295416?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/7583192157472295416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/kiat-tenang-menghadapi-plagiator.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/7583192157472295416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/7583192157472295416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/kiat-tenang-menghadapi-plagiator.html' title='KIAT TENANG MENGHADAPI PLAGIATOR'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-4290165069682181909</id><published>2010-05-27T13:04:00.002+07:00</published><updated>2010-06-26T21:10:07.678+07:00</updated><title type='text'>SARJANA MEMBANGUN DESA (SMD) DEPARTEMEN PERTANIAN</title><content type='html'>LOWONGAN KERJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIBUTUHKAN RIBUAN ORANG&lt;br /&gt;SARJANA PETERNAKAN,&lt;br /&gt;DOKTER HEWAN, &lt;br /&gt;DIPLOMA III ILMU-ILMU PETERNAKAN DAN &lt;br /&gt;KEDOKTERAN HEWAN&lt;br /&gt;UNTUK DITEMPATKAN DI DAERAH MASING-MASING.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGI PERGURUAN TINGGI NEGERI TERDEKAT !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, tidak mungkin ada lowongan kerja seperti di atas.  Sekarang, dengan adanya program Sarjana Membangun Desa (SMD), iklan lowongan kerja seperti di atas mungkin saja terpampang di media cetak atau bahkan situs pertemanan dunia maya sekalipun.&lt;br /&gt;Program yang sudah berjalan 3 tahun ini memang bukan hanya membantu para lulusan Fakultas Peternakan dan Kedokteran Hewan dalam mengamalkan ilmu yang telah dipelajarinya tetapi juga terbukti memberikan nilai tambah tersendiri bagi masyarakat peternak.  Transfer teknologi berjalan reversible, pengetahuan teoritik dari kampus sampai kepada peternak dan sebaliknya pengalaman praktek menjadi bahan pelajaran berharga bagi SMD.&lt;br /&gt;Sebuah pelajaran yang sangat berharga adalah pembelajaran jiwa enterpreunership yang dimiliki peternak.  Keterbatasan ilmu, kesempatan belajar, pola pikir, pergaulan dan berbagai halangan lainnya tidak menyebabkan jiwa kewirausahaan masyarakat terhambat.  Hal inilah yang dapat dipetik oleh seorang SMD yang pada beberapa sisi memiliki banyak kelebihan untuk tertantang menjadi lebih bisa mandiri.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dengan dana bantuan dari Departemen Pertanian yang besarnya berkisar antara 70 juta sampai ratusan juta rupiah ini, diharapkan seorang SMD bukan hanya menghantar anggota kelompok ternak yang dibinanya maju dan mandiri tetapi yang lebih penting lagi adalah bahwa SMD yang bersangkutan dapat membina dan mengentaskan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan tersebut tentu bukanlah hal yang mudah, banyak kendala yang dihadapi, mulai dari diri SMD itu sendiri, lingkungan da berbagai factor lainnya.  Bahkan, setelah program ini berjalan beberapa tahun, para nyamuk pers pun sudah mulai mengintainya sebagai sasaran gigitan.&lt;br /&gt;Namun demikian, berbagai kendala itu sesungguhnya tidaklah terlalu perlu dirisaukan apabila semua pihak berpedoman pada ketentuan yang sama, yaitu Pedoman Pelaksanaan Program Sarjana Membangun Desa (SMD) yang diterbitkan Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian.  Sebab buku kecil inilah kitab yang membeberkan keleluasaan dan sekaligus membatasi gerak orang-orang yang terlibat dalam program ini serta tanggungjawab dan hak masing-masing.&lt;br /&gt;Beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari pelaksanaan program SMD tiga tahun berjalan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Panitia dan peserta, baca dan patuhi pedoman !&lt;br /&gt;Mungkin ini adalah sesuatu yang sangat tidak patut terjadi dan bagi beberapa program hal semacam ini tidak perlu terjadi.  Tetapi di program SMD, benar-benar terjadi.  &lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah dalam hal penerimaan SMD, perguruan tinggi dan wilayah kerjanya sudah diatur dan jelas sekali tertera pada halaman 33-34 (untuk tahun 2009).  IPB dalam hal ini membina wilayah DKI, Propinsi Banten dan beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat (Boogor, Bekasi, Cianjur, Cirebon, garut, Indramayu, Depok, Kuningan, Sukabumi dan Karawang).  Sementara Unpad membina sebagian kabupaten/kota, yaitu Majalengka, Purwakarta, Subang, Sumedang, Ciamis, Tasikmalaya, Bandung, Bandung Barat, Bandung Selatan, Bandung Utara, Cimahi dan Banjar.&lt;br /&gt;Pada pendaftaran tahun SMD 2009, beberapa calon SMD dari Kabupaten Indramayu ngotot untuk mendaftar ke Unpad.  Alasan yang utama adalah, sangat picik, “Saya alumni Unpad, kalau daftar ke IPB tidak akan diterima !”  Alasan yang lain adalah bahwa dosennya pun menganjurkan agar mereka daftar ke Unpad, “Tidak masalah, sama saja !”&lt;br /&gt;Karena saya selaku pembantu pimpinan tidak mau merekomendasi bagi yang daftar ke Unpad, mereka pun menempuh berbagai upaya, yang penting mendapatkan rekomendasi untuk daftar sesuai anjuran dosennya itu.  Merekapun lolos untuk daftar SMD via almamater tercintanya.&lt;br /&gt;Seleksi pun dilaksanakan, dari 4 (empat) orang calon SMD, salah satunya dinyatakan lulus.  Sikap optimis terpancar di wajahnya, wajah merona penuh kegembiraan.  Sementara 3 orang yang lain meratapi kegagalan dalam persaingan yang menimbulkan tanda tanya besar, “Mengapa saya gagal, padahal semua pertanyaan saya jawab dengan benar !”&lt;br /&gt;Tetapi, keceriaan itupun pada akhirnya harus berakhir pedih.  Calon yang lulus dari seleksi di Unpad itu dinyatakan tidak layak oleh tim dari IPB.  IPB melakukan seleksi hanya terhadap calon yang diusulkan Unpad ini, yang 3 lagi tidak, karena berkasnya pun hanya sampai di Unpad.&lt;br /&gt;Ketika keputusan kelulusan sudah dipastikan, tim IPB dipimpin oleh Dekan Fakultas Peternakan berkunjung ke Kabupaten Indramayu untuk suatu kegiatan.  Beliau terkesan sekali dengan kelompok sapi potong di Desa Cikawung Kecamatan Terisi, bukan hanya perkandangan dan potensi hijauan yang sudah siap tetapi juga pengalaman nyata dan jiwa kewirausahaan ketua kelompok akan sangat berarti dalam mengantar kemandirian SMD.  Pola pikir peternak pun akan sangat berarti jika dilengkapi dengan keilmuan teoritik dari SMD.   Kebetulan sekali salah satu kelompok ternak yang dikunjungi adalah calon binaan calon SMD yang gagal.  &lt;br /&gt;Tentu hal ini tidak perlu terjadi jika calon SMD itu mendaftarkan dirinya ke PTN yang memang menjadi pembinanya.  Bukan gagal di tengah jalan, diseleksi oleh pihak yang tidak berwenang menyeleksinya !&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kepada calon SMD, jangan segan-segan untuk daftar ke lain almamater.  Asal sesuai dengan aturan yang berlaku.  Bagi alumni PTN/S lain, jangan takut daftar ke IPB, kata seorang teman, “IPB itu perguruan tinggi nasional yang didirikan seorang nasionalis bernama Soekarno.  Oleh karena itu, pola pikirnya pun nasional, bukan terkotak-kotak dalam kedaerahan dan kesukuan !”&lt;br /&gt;Banyak ketentuan lain yang dapat dipetik menjadi pedoman dan juga pengetahuan tambahan yang dapat menjadi bekal dalam seleksi SMD yang dilakukan PTN Pembina terurai panjang lebar di buku kecil itu.  Oleh karena itu, kuasai isinya sebelum memutuskan melamar menjadi SMD !&lt;br /&gt;Sebagai catatan, bagi yang ingin mendapatkan Petunjuk Pelaksanaan SMD Tahun 2009 bisa kirim e-mail ke dinoto.indramayu@gmail.com.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kenali diri dan kelompok ternak binaan&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri, sekalipun calon SMD adalah orang asli yang sedaerah dengan kelompok ternak yang akan dibinanya sering sekali keduanya tidak saling mengenal secara dekat.  Berbagai perbedaan dan jarak tempat tinggal menyebabkan keduanya menjadi pihak yang berbeda satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, perlu dilakukan pendekatan terhadap kelompok yang akan dibina.  Pendekatan formal sedapat mungkin dihindarkan, kecuali terpaksa.  Memahami berbagai faktor yang berhubungan dengan menjadi sangat penting.  Bahkan sekedar mengetahui keanggotaan kelompok tetapi juga harus menjadi bagian tak terpisahkan dari kelompok itu sendiri.&lt;br /&gt;Sebelum mengenal orang lain, tentu yang paling penting adalah seorang calon SMD dapat mengenali dirinya sendiri dengan baik.  Mulai dari tingkat kemampuan, pengetahuan sampai soal minat berwirausaha dan komoditi yang disenanginya.   Persoalan jenis ternak misalnya, jangan dianggap sepele, jika minatnya condong ke budidaya itik maka jangan sekali-sekali mengubah pikiran untuk membina kelompok ternak sapi dengan asumsi dana yang diterima 2 kali lipat lebih banyak ataupun alasan lainnya.&lt;br /&gt;Jadilah calon SMD yang sudah mengenali diri dan kelompok ternaknya sebelum orang lain menanyakan tentang hubungan keduanya.  Calon SMD dan kelompok ternak harus satu bahasa dan kesepahaman, karena tim seleksi bukan hanya menyeleksi calon SMD tetapi juga memverifikasi ke lapangan bertemu dengan kelompok ternak dan masyarakat sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersikaplah wajar-wajar saja&lt;br /&gt;Dalam menghadapi tim seleksi, banyak upaya dilakukan untuk menjadi lebih unggul dibandingkan peserta lain.  Boleh saja,  tetapi jangan berlebihan.  Dalam wawancara, selalu hindarkan bahwa calon mempunyai kesan jelek terhadap pihak lain, misalnya terhadap birokrasi, teman yang lain, apalagi kelompok ternak yang akan dibinanya.  &lt;br /&gt;Dalam menerima tim verifikasi pun jangan terlalu berlebihan sekalipun memang sudah melekat di masyarakat untuk menghormati tamu bak raja.  Bahkan jangan kaget jika mereka tidak mau dijamu, apalagi diberi amplop (tentu berisi uang) untuk bekal pulang !&lt;br /&gt;Penerimaan yang berlebihan hanya akan menambah kecurigaan akan banyaknya factor X yang disembunyikan.  Hargailah mereka sewajarnya, sebagai tamu yang sudah dibekali semua kebutuhannya oleh Departemen Pertanian yang mengutusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Persiapkan diri dengan baik&lt;br /&gt;Bekal teoritis tentu sudah banyak diperoleh dari kampus, bahkan praktek dalam bentuk yang terbatas pun sudah sering dilakukan.  Pelajari kembali bagian-bagian yang berhubungan dengan komotitas ternak yang akan dipelihara kelpompok ternak binaan.  Beberapa pengetahuan tambahan, pasca panen dan pengolahan limbah tentu akan sangat berarti.   Jangan lupa bahwa pengetahuan tambahan yang diperoleh dari kelompok ternak akan sangat berarti dalam menambah wawasan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jaga hubungan baik dengan birokrasi&lt;br /&gt;Birokrasi selalu dianalogkan dengan kata menyulitkan.  Sekalipun mungkin memang senyatanya demikian, calon SMD harus menerima keadaan ini dengan lapang dada.  “Itulah birokrasi !”  Memang sesungguhnya,birokrasi tidaklah mempersulit tetapi menyesuaikan dengan aturan yang berlaku.  Namun sikap birokrat ini tidaklah selalu dapat diterima, apalagi oleh mereka yang biasa aktif mengurus kegiatan kampus yang tanpa harus bertele-tele bisa langsung terlaksana sesuai proposal dan harapan.&lt;br /&gt;Hubungan dinas yang membidangi peternakan harus baik sejak seorang calon SMD memutuskan untu melamar program ini.  Sebuah rekomendasi dari pihak birokrasi diperlukan waktu melamar dan akan menjadi pertimbangan utama terpilihnya seorang calon SMD.  &lt;br /&gt;Mungkin ada pengalaman SMD yang sudah terpilih tanpa adanya rekomendasi dari birokrasi, mungkin ada, tetapi janganlah hal tersebut ditiru.  Jika perbuatan melanggar aturan ini dilaksanakan maka birokrasi bisa lakukan skak-ster, mengirim surat ke panitia dan Departemen Pertanian tentang pelanggaran yang dilakukan calon SMD.  Akibatnya, cuma satu, paling banter, gagal.  &lt;br /&gt;Hubungan pun harus tetap baik setelah semua dana cair dan program yang dilaksanakan berjalan.  Laporan bulanan dan triwulanan menjadi kewajiban SMD untuk membuat dan melaporkannya.  Kinerja seorang SMD dan kelompoknya tidak bisa dihindarkan dari kesaksian brokrasi yang membinanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ke-lima hal tersebut di atas, program yang sangat baik ini ternyata di lapangan menuai beberapa opini yang harus disikapi secara arif, diantaranya :&lt;br /&gt;1. SMD adalah program PKS&lt;br /&gt;Tidak dipungkiri kalau dua periode kepemimpinan SBY diwarnai dengan hadirnya Menteri Pertanian yang selalu dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera).  Mungkin juga erat kaitannya dengan asal PTN mereka berasal, IPB.  Jika menterinya berasal dari PKS maka bukan rahasia kalau semua jajaran eselon I dan dua di bawahnya berasal dari partai yang sama, sekalipun cuma simpatisan.  Oleh karena itu, program-programnya pun tidak akan jauh dari program partai, memberdayakan partai !&lt;br /&gt;Anggapan di atas bukanlah sebuah opini yang benar, oleh karena itu calon SMD harus mengenyahkan anggapan itu jauh-jauh.  Apalagi kalau sampai pada kalimat, “Gampang jadi SMD asal dapat rekomendasi dari Ketua PKS kabupaten/kota. “&lt;br /&gt;Seorang calon SMD harus berpikiran luas.  SMD adalah program pemerintah yang harus diperebutkan secara professional, hanya yang memiliki berbagai keunggulanlah yang dapat meraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dosen menjadikan SMD pekerja&lt;br /&gt;Beredar kabar tak sedap yang berhembus bahwa para penyeleksi menjanjikan kepada seseorang untuk lulus menjadi SMD asalkan nantinya modal yang diperoleh digunakan untuk usaha yang dikehendaki oleh penyeleksi.  Toch, honor SMD selama setahun saja sudah cukup besar, Rp. 15.000.000,- an.  &lt;br /&gt;Jangan pedulikan opini buruk itu, kalaupun hal itu memang terjadi, maka beranilah untuk menolak sekalipun resikonya tidak diluluskan.  &lt;br /&gt;Jangan takut pada ancaman karena jika penyeleksi melakukan pelanggaran seperti itu, ketegasan dari calon SMD akan jauh lebih menakutkan mereka.  Misalnya melaporkan perilaku tak terpuji itu kepada Departemen Pertanian.&lt;br /&gt;Berjalanlah di atas rel yang sudah ditentukan, kreativitas memang diperlukan tetapi bukan dengan cara menjalankan kereta api di atas jalanan berhotmik atau melayarkannya ke lautan ataupun menerbangkannya ke udara bebas . &lt;br /&gt;Jika saja tahun ini direncanakan 6.000 orang SMD akan diberdayakan oleh Departemen pertanian maka peluang ini bukan hanya menjadi tantangan bagi alumi Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan tetapi juga berdampak luas bagi pemerataan kesejahteraan masyarakat petani ternak serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari grass-root yang selama ini sangat kecil kontribusinya.  Selain itu, Tim Seleksi dari setiap PTN yang diberi kepercayaan pun harus memposisikan diri sebagai professional dalam menjalankan tugasnya, lepas dari keinginan dan berbagai kepentingan sesaat yang sering menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-4290165069682181909?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/4290165069682181909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/sarjana-membangun-desa-smd-departemen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/4290165069682181909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/4290165069682181909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/sarjana-membangun-desa-smd-departemen.html' title='SARJANA MEMBANGUN DESA (SMD) DEPARTEMEN PERTANIAN'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-7421082161789388088</id><published>2010-05-27T13:02:00.002+07:00</published><updated>2010-06-26T21:10:34.702+07:00</updated><title type='text'>QUO VADIS,PAHLAWAN TANPA TANDA JASA</title><content type='html'>"Umar Bakri, Umar Bakri, Pegawai Negeri ...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lirik di atas tentu sangat dekat dengan masyarakat Indonesia selama puluhan tahun.  Iwan Fals membawakannya dengan penuh perasaan diiringi melodi yang sangat menunjang, sangat menyentuh siapapun yang mendengarkannya.  &lt;br /&gt; Ketika zaman berubah, teknologi semakin murah, motor menggantikan sepeda kumbang terlalu mahal untuk dipedal.  &lt;br /&gt; “Ojek, Mas !”&lt;br /&gt; Tanpa basa-basi aku pun nyelonong duduk di jok, motor menderu kencang meninggalkan pangkalan ojek di sisi jalan pantura Pulau Jawa.  Tidak ada kata terucap, tujuan sekalipun, tetapi Mas Ojek sangat tahu jalan mana harus dilalui dan dimana berhenti.  Pas di depan rumahku.&lt;br /&gt; Aku sangat terkejut, ternyata beliau adalah guru SD kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cerita di atas hanyalah sebagian kecil dari gunungan balada kehidupan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di negeri ini.  Berbagai suratkabar memberitakannya dengan bahasa mendayu dan menyayat hati.  Pahlawan seakan terlupakan, terkubur jasanya sendiri yang tak ternilai.&lt;br /&gt; Tetapi tidak semua orang setuju dengan balada yang banyak dijadikan bahan cerita itu.  PNS selain guru banyak yang merasa iri dengan barbagai fasilitas yang diberikan kepada mereka.  Mereka bukan hanya dapat gaji tetapi juga tunjangan fungsional.  Sekarang, bagi yang lolos sertifikasi ada tambahan setara gaji.  Kenaikan pangkat pun bisa ngebut dua tahun sekali.&lt;br /&gt; Bila dihitung-hitung maka seorang guru tamatan sarjana pendidikan akan menikmati fasilitas finansial mendekati 4 juta sebulan.  Dua tahun berikutnya akan naik pangkat dan golongannya menjadi III/b.  Sewindu usia bekerjanya, maka golongan IV/a sudah di tangan.&lt;br /&gt; Sarjana yang berkarir di non guru tentu tidak sedemikian beruntung.  Pangkat IV/a hanya akan dicapai apabila yang bersangkutan sudah duduk di jabatan setara eselon III (Kasubdin, Kabag, Kabid, Sekretaris, Camat, dll).  Puncak pangkat hanya sampai III/d kalau hanya sampai duduk di eselon IV (Kasi, Kasubag, Kasubid, Kaur, Lurah, dll).  Kenaikan pangkat 4 tahun sekali, sehingga ketika rekan guru sudah IV/a maka pegawai non-guru baru merangkak ke III/c.  Pangkat III/c ini sering mentok kalau tidak punya jabatan.&lt;br /&gt; Soal gaji, jangan tanya, bisa hanya sepertiga guru!  Kalau ada jabatan tentu ditambah tunjangan jabatan.  Kan ada tunjangan jarahan ???&lt;br /&gt; Akh, bahasanya terlalu vulgar.  Kalau soal itu sudah bukan rahasia lagi, baik non-guru maupun guru punya cara sendiri untuk mendapatkan rezeki yang seimbang dengan kebutuhan.  Tidak mengherankan kalau banyak PNS bergaji minimal atau bahkan minus setiap bulannya tetapi tetap bisa hidup layak sebagaimana para tetangganya yang harus bercucuran keringat untuk dapat sesuap emas.  &lt;br /&gt; Berbicara soal fasilitas guru, memang tidak bisa dipukul rata.  Guru PNS sangat berbeda fasilitasnya dengan yang masih honor dan sukwan.  Tidak mengherankan kalau sebagian besar guru yang mengajar di lembaga bonafid sekalipun ingin mendapat status PNS.  Terdapat jurang yang sangat dalam antara dua status satu profesi ini.&lt;br /&gt; Kalau guru PNS penuh fasilitas seperti yang disampaikan terdahulu, sebaliknya guru non-PNS umumnya tidaklah demikian.  Honor bulanan yang menyentuh angka jutaan, tentu sangat jauh dari mereka yang menjalankan tugas di pedesaan.  Upah Rp. 100.000,- sebulan pun masih banyak yang menjalani, dengan satu harapan, suatu saat diangkat menjadi PNS.&lt;br /&gt; Dua kubu yang sangat bertolak belakang ini sering dimanfaatkan secara tidak seimbang.  Ketika bicara peningkatan kesejahteraan guru, maka nasib para sukwan dan honorer sering dicatut.  Penderitaan mereka punya nilai jual yang tinggi untuk menggugah hati siapapun.&lt;br /&gt; Begitu kebijakan pemerintah turun, nasib mereka tetap seperti semula.  Kesejahteraan bertengger di titik nadir kesengsaraan.  Nasib tetap dalam ketidak berdayaan.  Manfaat hanya dinikmati mereka yang sudah mempunyai NIP.&lt;br /&gt; Tetapi, bukankan tidak sedikit guru PNS yang harus kerja keras di luar jam mengajar?  Bahkan harus menarik ojek demi dapat mencicil motor?&lt;br /&gt; Jawaban seloroh yang sangat mengena adalah, “Salah penempatan.  SK mereka ditempatkan di Bank Jabar atau BRI atau bank lainnya, tetapi ditugaskan sebagai guru.”&lt;br /&gt; Bukankah kalau menurut SK ditempatkan di bank, semestinya mereka juga kerjanya harus lembaga keuangan itu?  Bukan sebagai guru atau profesi lainnya.  Ketidaksesuaian antara SK dan tugas inilah yang menyebabkan hidup oknum guru itu menderita batin.&lt;br /&gt; Tentu saja dua paragraf di atas hanya seloroh, tetapi sangat mengena.  Tidak sedikit para guru yang menyekolahkan SK-nya di bank untuk dapat kucuran dana segar.  Ketika ada kenaikan pangkat atau fasilitas lain maka pihak lembaga keuangan sangat jeli, segera mendatangi mereka dan menawarkan pinjaman yang jauh lebih banyak dan berbagai keuntungan lainnya sehingga sangat disayangkan untuk tidak diambil.&lt;br /&gt; Jeratan ini berlangsung terus, tidak sedikit yang tergoda sampai usia pensiun tiba.  Bukan rahasia umum kalau banyak guru yang SK pensiunnya terbit bersamaan dengan selesainya SK wisuda dari bank.  Lembaga keuangan juga tidak mau menanggung resiko kalau mereka sudah pensiun.&lt;br /&gt; Tetapi tidak selalu begitu, SK pensiun pun masih laku untuk menarik dana segar.  Masih ada jaminan untuk membayar bulanan, biarpun sudah tua masih ada saja yang memburu.  Banyak bank bersaing meraih peluang.&lt;br /&gt; Ketajaman lembaga keuangan akan kepastian nasib pegawai negeri, sekarang SK calon PNS saja sudah dapat dijadikan agunan berbagai macam pinjaman.  Mulai dari dana segara sampai barang-barang konsumtif.    &lt;br /&gt; “KHUSUS GURU, BEBAS UANG MUKA!”  Iklan sebuah merek sepeda motor tampil secar mencolok.  Tentu hal ini bukan semata penghargaan perusahaan terhadap jasa para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, tetapi salah satu pancingan yang akan menyeret mereka ke dalam lembah kehidupan konsumtif.  Banyak sekali rayuan, salah-salah bisa terjerumus dalam lembah hutang yang tak terbayarkan.&lt;br /&gt; Kebijakan pemerintah yang selalu memanjakan para guru dengan fasilitas finansial yang terus bertambah sudah saatnya diiringi pendidikan mental menuju kehidupan yang realistis.  Para guru juga manusia yang tidak boleh berhenti berguru.....&lt;br /&gt; Pendidikan mental inilah yang akan mempu menghalau berbagai ajakan ke arah kehidupan konsumtif yang selalu datang menggoda.  Sebab penghasilan mereka, khusus yang PNS lho, jauh di atas UMR daerah manapun.  Tinggal pemanfaatannya, paling tidak, kalau uang gaji dan fasilitas lainnya itu sempat mampir ke rumah tentu akan berbeda ceritanya.  Sebagian telah merasakannya, sangat berlebih, bahasa sopannya, “cukuplah!”&lt;br /&gt; Selamat ulang tahun para guru, “tanpa engkau, aku bukan apa-apa” tetapi aku lebih takut kalau para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ini terjebak dalam kurungan kehidupan konsumtif yang berani menghardik “tanpa aku, engkau bukan apa-apa!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-7421082161789388088?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/7421082161789388088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/quo-vadispahlawan-tanpa-tanda-jasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/7421082161789388088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/7421082161789388088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/quo-vadispahlawan-tanpa-tanda-jasa.html' title='QUO VADIS,PAHLAWAN TANPA TANDA JASA'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-7484514266968245923</id><published>2010-05-27T13:01:00.003+07:00</published><updated>2010-06-26T21:11:45.894+07:00</updated><title type='text'>TUHAN SETENGAH SENTI SAJA</title><content type='html'>Mohon maaf kalau judul yang digunakan disini terinspirasi dari Tuhan Sembilan Sentimeter-nya Uda Taufik Ismail.  Keduanya samasama telah menjadi bagian dari masyarakat, juga akan dapat mencabut nyawa sebagian dari mereka.&lt;br /&gt; Benda kecil itu terbuat dari karet, hitam, kenyal dan berbentuk silinder dengan tinggi kurang dari satu sentimeter, tidak jauh dari setengah sentimeter saja.  Tempatnya yang pas di muara keluarnya gas alam dari tabung gas program konversi minyak tanah dan sejenisnya.&lt;br /&gt; Tetapi jangan disangka, karet kecil itu sanggup mencabut puluhan nyawa yang mengabaikan tugas dan fungsinya, yaitu menyambung-rapatkan antara tabung gas dengan kompor melalui regulator dan selang.&lt;br /&gt; Bukankah pengalaman menunjukkan penggunaan kompor gas sangat selain nyaman juga aman ?  Itu masa lalu, ketika kompor gas masih jadi barang langka.  Pemakainya relatif terbatas pada kalangan tertentu, paling tidak mereka yang berpendidikan atau pengalaman.  Saat itu sebagian besar masyarakat Indonesia masih bergaul dengan tungku atau paling banternya kepulan kompor minyak tanah.&lt;br /&gt; Sekarang, kompor gas sudah menjadi bagian yang terpaksa harus ada di setiap rumah tangga.  Produksi massal ini bukan hanya menghadapi kendala internal institusi penghasilnya tetapi juga masyarakat awam belum siap dengan bahan mudah terbakar ini.  Kebanyakan mereka beralih ke gas karena terpaksa, terpaksa karena tidak ada lagi minyak tanah setelah terpaksa menerima pemberian gratis dari pemerintah.&lt;br /&gt; Tidak mengherankan, baru beberapa hari tabung gas 3 kg dibagikan sudah ada berita tentang meledaknya satu-dua kompor gas.  Korban jiwa dan harta tak terhindarkan.  Siapa yang bertanggungjawab?&lt;br /&gt; Pertamina melalui beberapa iklannya terkesan membela diri, penggunaan gas bukan hanya aman tetapi juga lebih hemat daripada menggunakan kompor minyak tanah.  Bukan hanya itu, perabotan memasak juga jadi bersih dan lingkungan bebas dari jelaga.  Itu, kalau diiringi dengan pendidikan yang baik kepada masyarakat.  Pertamina dan stasiun pengisian gas juga harus mau dikoreksi untuk perbaikan terhadap pelayanan.  Kalau tidak maka kejadian yang menelan korban tidak akan berhenti.  &lt;br /&gt; Tanpa bermaksud menyudutkan pihak tertentu, kami belum 2 bulan menggunakan tabung gas 3 kg, sudah beberapa kali mengalami hal yang tidak diinginkan, yaitu :&lt;br /&gt;1. Ketika regulator dipasangkan maka terdengar suara gas dengan kencangnya.  Bau gas begitu menyengat memenuhi ruang dapur.  Kejadian ini sudah 2 kali terjadi.&lt;br /&gt;2. Kompor gas tidak menyala padahal tabung gas yang dipakai baru saja dibuka segelnya.  &lt;br /&gt; Menghadapi kejadian pertama, kami sangat kaget.  Beruntung kompor tidak terus dinyalakan dan ventilasi udara dapur menggunakan exchaust sehingga bau gas segera hilang.  Lebih beruntung lagi, kami punya 2 tabung sehingga ketika salah satunya mengalami kendala seperti ini dapat melihat apa gerangan penyebabnya.  Ternyata ada karet, kemungkinan dari situlah permasalahan.  Ternyata benar, setelah karetnya ditukar, suara gas tidak muncul lagi.&lt;br /&gt; Ternyata hal ini tidak hanya dialami kami, teman di kantor juga mengalami hal yang sama.  Dia panik sehingga memanggil beberapa tetangga.  Kejadian ini juga terulang dua minggu kemudian.  Karetnya ternyata sudah agak encer melekat di dalam mulut tabung.&lt;br /&gt; Kalau saja saat itu kompor gas dibiarkan menyala, ledakan tak akan terhindarkan.  Mungkin beberapa kasus meledaknya tabung gas yang terjadi disebabkan oleh tidak rapatnya karet dengan regulator, ditunjang oleh tidak adanya batas antara tabung gas dengan letak kompor.&lt;br /&gt; Kasus tidak keluarnya gas dari tabung juga ternyata tidak sendiri.  Ketika kami hendak mengembalikan tabung yang masih penu itu kepada penjualnya, ternyata sudah ada 2 orang ibu yang juga kebingungan karena kompor gasnya tidak mau menyala padahal tabung gasnya yang masih penuh.&lt;br /&gt; Penjual yang kebetulan menyediakan kelengkapan kompor gas, dengan semangat menawarkan regulator yang terbaik.  Tetapi si ibu tidak langsung menerima karena sudah 2 regulator tetangganya dicoba tetapi tidak juga menyala.  Namun akhirnya mengalah juga, membeli regulator merek terkenal.&lt;br /&gt; Kamipun dikecoh dengan anggapan kemungkinan kendala berasal dari regulator.  Tetapi segera kami sanggah, kompor dan regulator yang kami pakai adalah merek terkenal dengan garansi seumur hidup.  Penjual terkejut, sehingga dia segera mengambil tabung gas kami dan menusukan obeng.  Gas menyembur keras, bau menyengat.  Setelah itu dicobanya ke kompor miliknya.  &lt;br /&gt; “Sudah beres, pak!”&lt;br /&gt; Mudah saja.  Dia menjelaskan kalau terjadi kasus gas macet seperti itu, tusuk saja jalan keluar gas dengan obeng.  Katanya, suka ada penyumbatan di pintu keluar.  Jangan sampai mengarah ke badan karena tekanan sangat kuat. &lt;br /&gt; Sampai di rumah, ketika diterapkan ternyata kompor gas tidak juga menyala.  Maka kami melakukan saran penjual.  Menyemburkan gas beberapa detik.  Menyalalah kompor sekalipun beberapa menit tetap tidak normal, satu jam kemudia menyala sebgaimana mestinya. &lt;br /&gt;  Kejadian-kejadian di atas sudah pasti merupakan kendala dan solusinya harus diketahui oleh masyarakat.  Pertamina dan para mitranya juga semestinya berusaha memberikan pelayanan terbaik.  &lt;br /&gt; Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka kami sarankan :&lt;br /&gt;1. Masyarakat komsumen hendaknya mempunyai tabung gas lebih dari satu.  Minimal 2, sehingga ketika satu tabung kosong maka yang satunya bisa segera mengganti.  Atau kalau yang satu misalnya karetnya rusak, maka dapat digunakan karet dari tabung gas satunya lagi.  Dengan demikian kegiatan di dapur tidak terganggu apabila di tengah aktivitas, gas tiba-tiba habis.&lt;br /&gt;2. Ketika gas sudah kosong, maka dengan bantuan obeng kecil, keluarkan karet penyumbat.  Disimpan untuk pengganti kalau-kalau suatu saat kebagian tabung gas yang sumbat karetnya rusak yang ditandai dengan suara desis gas dari ujung bawah regulator.  Hal ini juga dimaksudkan agar stasiun pengisi gas menggunakan sumbat karet yang selalu baru.  Dengan mencabut sumbat karet ini berarti kita telah menyelamatkan beberapa nyawa yang suatu saat akan kegiliran menggunakan tabung gas yang pernah kita gunakan.&lt;br /&gt;3. Tempatkan tabung gas dengan jarak maksimal, tergantung panjang selang.  Kalau bisas ada pembatas antara tabung gas dengan kompor.  Sehingga apabila terjadi gas nyasar tidak langsung disambar api.&lt;br /&gt;4. Ventilasi dapur diusahakan sebaik mungkin.  Udara bersih setelah menggunakan kompor gas seiring dengan tingkat bahaya yang tingg apabila ventilasi diabaikan.  Bila masih ada bau gas di ruangan, jangan sekali-sekali menyalakan api, termasuk kompor gas.&lt;br /&gt; Demikian beberapa pengalaman yang kiranya dapat menjadi pelajaran berharga bagi para pemakai tabung gas.  Tentu saja masih banyak persoalan lain yang akan dihadapi masyarakat pengguna kompor gas program konversi, misalnya ketersediaan gas yang suka tiba-tiba lenyap dari pasaran.  Jangan disangka, kami yang tinggal 5 km saja dari pengolahan minyak dan gas tidak lepas dari permasalahan ini.  &lt;br /&gt; Selain itu, dengan adanya pembagian tabung gas, kompor dan regulator gratis dari pemerintah ternyata menyebabkan beberapa perusahaan yang selama ini menjadi penyedia perlengkapan itu sedikit gerah.  Sehingga, kebijakan yang seharusnya dipandang sebagai potensi (masyarakat menjadi terbiasa dengan kompor gas) dianggap sebagai ancaman.  &lt;br /&gt; Oknum pemasar yang demikian, dengan otak liciknya mendatangi pengguna dengan berbagai motif, mulai dari sebagai petugas pertamina atau lainnya.  Mereka mencoba mengotak-atik regulator yang terpasang, sampai akhirnya dicobakan regulator yang dibawanya dan pengguna dipaksa membeli regulator tersebut dengan harga yang relatif tinggi.&lt;br /&gt; Sungguh banyak tantangan masyarakat obyek konversi minyak tanah ke gas ini dan menjadi tugas kita semua untuk tidak membiarkan masyarakat menjadi korban secara terus-terusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-7484514266968245923?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/7484514266968245923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/tuhan-setengah-senti-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/7484514266968245923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/7484514266968245923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/tuhan-setengah-senti-saja.html' title='TUHAN SETENGAH SENTI SAJA'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-7851391387696556371</id><published>2010-05-27T12:56:00.002+07:00</published><updated>2010-06-26T21:12:20.664+07:00</updated><title type='text'>MANGGA GEDONG GINCU</title><content type='html'>Gedong Incu, eh, sekarang mah Gedong Gincu kali ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indramayu identik dengan mangga.  Itulah sebabnya Mangga Cengkir yang sangat khas pulen-nya di masuarakat luas terkenal dengan nama Mangga Indramayu.  Namun budidaya Mangga Gedong Gincu (MGG) dengan dana milyaran rupiah di daerah ini akan mengancam citra Mangga Cengkir menjadi Mangga Cengir (silakan tersenyum). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MGG memang mudah tumbuh, cocok sekali dikembangkan di Indramayu dan Cirebon.  Sesuai dengan namanya, pada bagian atas buahnya terdapat bercak merah merata seperti gincu.  Baunya harum melebihi Mangga Kweni, seratnya yang sangat lembut menambah kenikmatan waktu disantap.  Itulah sebabnya harga MGG relatif tinggi, 3 sampai 5 kali lipat daripada Mangga Cengkir.  Namun sayang, populasinya masih sangat sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Proyek Pengembangan Agribisnis Hortikultura Mangga Gedong Gincu (P2AH-MGG) yang bekerjasama dengan Pemerintah Jepang, selama 3 tahun terakhir tepatnya sejak tahun  1997/1998 di Kabupaten Indramayu ditanam 100 ribu bibit MGG hasil okulasi pada lahan seribu hektar.  Kabupaten Cirebon pun mendapat jatah yang sama.  Seorang pejabat Dinas Perkebunan Kabupaten Cirebon membanggakan keberadaan MGG di kedua daerah ini sebagai komoditi unggulan di Kawasan Ciayu Majakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan atau Wilayah III Cirebon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menjelang tanaman tahun pertama harus belajar berbuah masalah seperti berdatangan, kematian mendadak tak terhindarkan.  Sejak Januari 2001 Laju Tingkat Kematian rata-rata MGG di Indramayu mencapai 3,26 prosen yang berarti 6.260 pohon mati tiap bulannya.  Nasib MGG di Cirebon lebih memprihatinkan, dengan tambahan sulaman 24 ribu ternyata sekarang hanya tersisa 84 ribu saja.  Walaupun 40 ribu tanamannya mati, Pimbagpronya tetap optimis akan keberhasilan proyek mercusuarnya dan memaksakan kehendak untuk segera membangun 2 buah gedung sortir di tahun 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tahun depan mangga yang ditanam tahun pertama akan mulai belajar berbuah, musim buah berikutnya yang lain mengikuti, setahun kemudian tambahan produksi terus meningkat.  Itulah harapan sesuai dengan perjanjian dalam proposal.  MGG pun akan tercatat sebagai komoditi unggulan jikalau tanaman itu tidak keduluan tercacat dan ditunggulkan (dibiarkan mati dan menjadi monumen ).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada akhirnya, nama MGG dipertaruhkan.  Apakah tetap Mangga Gedong Gincu sebagai bahasa Indonesia atau beralih asal menjadi bahasa Sunda dengan sedikit meleset, “Mangga, Gedong Incu” (Silakan, rumah untuk cucu)  !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-7851391387696556371?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/7851391387696556371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/mangga-gedong-gincu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/7851391387696556371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/7851391387696556371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/mangga-gedong-gincu.html' title='MANGGA GEDONG GINCU'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-4166592995596465486</id><published>2010-05-27T12:54:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:12:47.053+07:00</updated><title type='text'>MIRASGATEL-MIRASGAET-MIRASGATE</title><content type='html'>Anomali kehidupan ini dulu pernah terjadi ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang terhadap minuman keras juga terjadi di Indramayu seperti halnya daerah lain.   Di wilayah paling barat, ribuan miras sitaan Polsek Haurgeulis dihancurkan.  Demikian juga di tingkatan polsek kecamatan yang lain, aksi serupa bukan hal yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ceritanya menjadi lain ketika dua bak truk besar miras sitaan diamankan di ingkungan Kantor Bupati, tepatnya di gudang bekas kantor Bagian Perlengkapan.  Pada kawasan yang 24 jam dijaga ketat Satpol PP ini, sekitar 5.000 dus berisi 50.000 botol miras lenyap tanpa krana.  Padahal upacara pemusnahan tumpukan botol miras itu rencananya akan dilaksanakan oktober lalu, langsung dipimpin Bupati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selidik punya selidik, ternyata timbunan botol itu membuat gatel oknum yang mesti menjaganya akibat alergi Mirasgatel.  Satu dua kali garukan belum terasa dampaknya.  Dengan dukungan seorang oknum pejabat, bakat Mirasgaet-nya pun tumbuh dan berkembang, satu demi satu dus digaet sampai ludes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media lokal membombardir kasus ini dengan berbagai pemberitaanya sehingga masyarakat Indramayu menjadi akrab dengan kata Mirasgate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya tidak sia-sia, Bupati Indramayu H. Irianto M. S. menepati janjinya.  Setelah melalui proses yang cukup lama, palu diketuk.  Oknum Satpol PP yang berstatus sukwan dipecat, Kasubag Ratel yang menggoda mereka dicopot jabatannya, ada juga yang ditunda kenaikan pangkatnya satu tahun dan teguran tertulis disampaikan kepada pejabat yang berkaitan sampai dengan level Asisten I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyitaan miras memang selalu identik dengan menghilangnya botol itu dari peredaran yang berbanding terbalik dengan membludaknya permintaan sering menyebabkan alergi Mirasgatel.  Kalau sudah terkena penyakit ini orang-baik-baik pun akan kejangkitan Mirasgaet.  Masih akan ada hasilnya kalau akhirnya berkembang menjadi Mirasgate.  Kalau tidak, nasibnya akan lama terkatung-katung seperti Bulogate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-4166592995596465486?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/4166592995596465486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/mirasgatel-mirasgaet-mirasgate.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/4166592995596465486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/4166592995596465486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/mirasgatel-mirasgaet-mirasgate.html' title='MIRASGATEL-MIRASGAET-MIRASGATE'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-6772299202388118607</id><published>2010-05-27T12:53:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:13:11.876+07:00</updated><title type='text'>BAHASA ASING :  BASA SUNDA</title><content type='html'>Amit-amit, jabang bayi, yang seperti ini tak boleh terulang lagi ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Indramayu secara administratif berada di wilayah Jawa Barat yang selalu identik dengan budaya Sunda, namun sebagian terbesar masyarakatnya berbahasa Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berlakunya Perda Propinsi Jawa Barat No. 6 Tahun 1996 yang menjadikan Basa Sunda sebagai pelajaran wajib muatan lokal maka jadilah anak-anak SD di Indramayu mengenal bahasa asing sejak dini.  Palajar SLTP dan SLTA harus melahapnya bersamaan Bahasa Inggeris atau Bahasa Arab sekaligus.  Bahasa asing dimaksud tidak lain adalah bahasa yang paling dekat dengan masyarakat Jawa Barat, yaitu Basa Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya Basa Sunda bukan hanya asing bagi siswa yang lahir dan besar dalam budaya Jawa totok tetapi juga para guru yang kebanyakan berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta atau bahkan guru senior dari daerah Pasundan sendiri seperti Ciamis, Bandung, Majalengka dan Kuningan.  Apalagi bagi masyarakat yang jadi tumpuan bertanya anak-anaknya.  Jadilah Basa Sunda bahasa asing untuk semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran kalau pembelajaran Basa Sunda di Indramayu gagal total, kecuali berhasil membentuk image bahwa Bahasa Jawa Indramayu sangat kasar !  Anak-anak Indramayu sekarang hanya bisa Jawa Ngoko, tidak bisa mengerti ketika mendengar orang-orang tua Bebasan (bertegur sapa dengan Jawa Krama).  Padahal dulu, bahasa jenis ini yang dibekalkan kepada para siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking asingnya Basa Sunda bagi masyarakat Indramayu, pengamat budaya Hendro pernah menulis pada Dwimingguan lokal Dermayon, “Salah satu peristiwa cukup menggelikan di sebuah SD ketika diselenggarakan TPB akhir caturwulan.  Murid-murid kelas VI SD tersebut menerima lembar naskah soal Bahasa Daerah Sunda dengan perintah, “Eusian titik-titik dihadapan ieu !”  yang jumlahnya 10 soal.  Tetapi yang terjadi kemudian membuat guru bersangkutan kebingungan, pasalnya bagaimana guru akan memberikan nilai atas pekerjaan siswanya, apabila dari kesepuluh soal tersebut hanya diisi dengan titik-titik ( … ) belaka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-6772299202388118607?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/6772299202388118607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/bahasa-asing-basa-sunda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6772299202388118607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6772299202388118607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/bahasa-asing-basa-sunda.html' title='BAHASA ASING :  BASA SUNDA'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-3407887061218702602</id><published>2010-05-27T12:48:00.002+07:00</published><updated>2010-06-26T21:13:42.161+07:00</updated><title type='text'>HP = HANJAKAL PISAN</title><content type='html'>Sungguh luar biasa perkembangan teknologi handphone sekaran ini.  Teknologinya yang makin canggih dan lengkap dihadirkan dalam bentuk yang makin praktis dan manis dipandang.  Sementara itu, daya beli penduduk Indonesia sangat bisa mengimbanginya.&lt;br /&gt;Soal daya beli, ada yang meragukan karena berdasarkan hasil survey lembaga berwenang.  Di banyak daerah, salah satu komponen IPM (Indeks Pembangunan Manusia) ini ternyata relatif rendah.  Ironisnya di daerah tersebut sebagian besar masyarakat sudah berkomunikasi dengan HP dan tentu saja perlu pulsa yang tidak ssedikit.&lt;br /&gt;Sekalipun harga  alat komunikasi yang satu ini semakin murah menyentuh tanah, bahkan ada yang “gratis” sehingga hanya dengan membeli pulsa dapat HP.  Namun tidak pernah ada penelitian resmi yang mencoba meneliti besarnya biaya ikutan yang didapatkan setelah memiliki handphone.&lt;br /&gt;Biaya yang paling dekat adalah pembelian pulsa.  Sekalipun ada operator seluler yang tidak memberikan batas waktu pemberlakuan kartu yang dijualnya, masih banyak yang membatasi sehingga jika tidak diisi ulang pada jangka waktu tertentu akan tidak berlaku lagi.&lt;br /&gt;Untuk permasalahan di atas, mudah saja pemecahannya.  Cukup dengan uang sedikit bisa dapat kartu perdana lagi.  Biaya yang jauh lebih besar adalah pembelian pulsa yang dilakukan untuk berkomunikasi, baik SMS, MMS ataupun bicara serta keperluan lainnya seperti ber-internet-an.  &lt;br /&gt;Sekalipun besarnya biaya pembelian pulsa ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan, setelah sekian kali isi ulang maka nominalnya bisa melebihi harga perangkat HP itu sendiri.  Sesungguhnya kebutuhan pulsa sering tidak dapat menyesuaikan, baik kebutuhan ataupun keadaan isi saku sekalipun.&lt;br /&gt;Sering dijumpai, masyarakat dengan ekonomi pas-pasan asyik-masyuk tenggelam dalam pembicaraan dengan perangkat canggih ini.  Mungkin gratis, tetapi banyak waktu yangdimilikinya tersita untuk ngobrol berkepanjangan sehingga lupa bahwa ada keluarga yang mesti dihidupi.  Keadaan tentu akan menjadi parah ketika untuk berkomunikasi itu diperlukan biaya tambahan.&lt;br /&gt;Banyak orang yang selalu mengaku serba kurang dan harus kerja keras untuk sesuap nasi anak dan isteri, ternyata untuk memanggil anaknya yang hanya beberapa meter saja melalui SMS.  Mungkin gratis, tetapi tidak akan selamanya gratis dan yng paling tidak gratis adalah bahwa orangtua itu telah mendidik anaknya untuk konsumtif.  Disamping itu, tentu tidak ada operator seluler yang selamanya mau merugi.  Promosi terus sampai bangkrut !&lt;br /&gt;Tidak sedikit anak-anak menderita gizi buruk harus masuk ke rumah sakit dengan biaya dari pemerintah daerah setempat.  Sementara ibunya selalu berhubungan baik dengan para tetangga menggunakan handphone.  Mereka tidak mampu membelikan anaknya makanan bergizi karena sangat tidak tahan tidak unjuk gigi.   Orangtua itu tidak sempat mencari bahan pangan bergizi buat anaknya tetapi banyak kesempatan menerima telepon dan menjawab SMS.  &lt;br /&gt;Budaya berkomunkasi dengan barang kecil ini sudah semakin merajalela.  Berhubungan dengan sesama menjadi sangat mudah, sambil duduk, berdiri, berjalan, berlari sampai bermobil dan berkendaraan motor lainnya.  &lt;br /&gt;Biaya tidak sedikit harus dibayar akibat kebiasaan berkendara sambil ber-HP. Pencopetan perangkat komunikasi yang sedang digunakan sudah hal yang lumrah, termasuk relatif beruntung karena kerugiannya hanya seharga HP.  Tidak sedikit mereka yang terjebak dalam keasyikan berkomunikasi dan mengalami kecelakaan.  &lt;br /&gt;Awal tahun 2009, seorang pelajar tewas di Indramayu setelah handphone-nya digasak pencopet.  Tentu bukan karena kaget dan jantungan, tetapi gadis itu mengejar pencopet yang menkabret HP-nya.  Kejar-kejaran terjadi di jalan sepanjang pinggir Sungai Cimanuk, dari jalan hotmix ke jalan berbatu dan bertanah.  Ketika jalan menyempit maka penjambret menggunakan tendangan ampuh sehingga pengejarnya terpelanting.  Masyarkat yang ada segera menolong korban, mengangkatnya dari sisi sungai.  Alhamdulillah, siuman.  &lt;br /&gt;“Pak, mana teman saya ?”  Sebuah pertanyaan yang membuat kaget semua keluarga besar yang sedang berkumpul.  &lt;br /&gt;Mayat seorang gadis itu terbujur kaku di sungai yang tidak mengalir lagi setelah semalam harus meregang nyawa dalam hampa.  Tanpa teman dan saudara.  Sebuah pengorbanan yang tidak sedikit sebagai dampak dari penggunaan teknologi yang tidak pada tempatnya. &lt;br /&gt;Dua Orang Tewas Disambar Truk !  Judul suatu berita.  Alhamdulillah salah.  Isi berita mengingkari judul. Astagfirullah !  Justeru motornya yang menyambar truk.  Pengendara berhelm itu terpecah perhatiannya, menjawab SMS dalam keadaan laju kendaraan yang kencang.  Oleng dan menyambar truk yang ada di posisi tengah jalan.&lt;br /&gt;Kemudahan berkomunikasi juga telah sedemikian mudah merasuk ke dalam keluarga.  Suami tidak lagi harus tahu dengan siapa isterinya berkomunikasi, apalagi teman anak-anak dan pembicaraan diantara mereka.  Keakraban seperti dulu seakan punah dengan adanya teknologi yang bukan hanya bisa menyambungkan tetapi juga menyembunyikan ini.&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri, bahwa banyak keluarga yang bisa berhubungan dengan sanak keluarga yang jauh di sana seakan menjadi sangat dekan cuma sedikit pulsa.  Sahabat dan kawan lama atau yang tidak pernah dikenal sama sekalipun dengan mudah bisa  mudah tersambung menjadi dekat dan bersaudara.  Manfaat handphone sangat banyak dalam menjalin komunikasi lebih baik dan efektif.&lt;br /&gt;Tetapi, banyak juga keluarga yang hancur berantakan setelah benda kecil ini menjadi bagian penting dari seisi rumah.  Ketidaksalingtahuan komunikasi yang berlangsung telah mengubah makna SMS menjadi Sangat Mudah Selingkuh.  Tidak sedikit pengaduan dari tetangga, “Suami Mu Selingkuh !”  Banyak juga permintaan maaf dan penyesalan, “Sayang, Mamah Selingkuh.”&lt;br /&gt;Tanpa perlu biaya pulsa tambahan, gambar mati dan bergerak pun dapat bertukar.  MMS, Memperindah Makna Selingkuh.  Fasilitas blue-tooth pun menjadi sarana pertukaran blue-film dan sebangsanya.&lt;br /&gt;Mungkin tidak ada kerugian finansial sedikitpun bagi masyarakat kalau melihat di layar televisi, para anggota Dewan yang terhormat sedang asyik masyuk dalam tawa di ruang sidang.  Bahkan ketika berlangsung acara pun, banyak yang masih tenggelam dalam komunikasi, bicara dan SMS.&lt;br /&gt;Tetapi sesungguhnya, kerugian yang tidak tampak itulah yang sesungguhnya sangat besar.  Produk gedung setengah telur itu merupakan acuan yang menentukan maju mundurnya bangsa ini.  Bisa dibayangkan, kualitas produknya akan seperti apa kalau dihasilkan oleh mereka yang konsentrasinya terpecah belah seperti itu.&lt;br /&gt;Pajak dan pendapatan lain yang digunakan untuk menggaji dan memenuhi berbagai fasilitas mereka sangatlah tidak seberapa dibandingkan dengan banyaknya biaya dan dampak yang ditimbulkan dari pelaksanaan berbagai produk aturan yang dihasilkan dengan setengah konsentrasi.  &lt;br /&gt;Tidak sedikit perilaku mereka dijadikan pijakan, menjadi alasan pembenaran perilaku berkomunikasi dengan HP yang tidak terkendali di masyarakat.  &lt;br /&gt;“Anggota Dewan saja begitu !”    &lt;br /&gt;Handphone memang sangat dibutuhkan, sangat banyak manfaatnya, tidak sedikit membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah.  Operator seluler pun telah sangat kreatif bercipta, sesuatu yang tidak mungkin dapat dengan mudah menjadi mungkin.  Semuanya membawa manusia ke kehidupan baru penuh kemudahan mencapai keindahan.&lt;br /&gt;Satu hal yang harus dibatasi adalah mencegah agar budaya konsumerisme tercipta untuk kebutuhan yang satu ini dengan mengabaikan kebutuhan lain yang lebih pokok.  Bukan semata-mata kebutuhan yang berkaitan dengan perut tetapi juga kebutuhan hidup yang utuh, bersama anak-anak dan keluarga.  Keluarga besar bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Jika hal ini terus berlangsung, maka bangsa ini hanya akan tenggelam dalam teknologi yang tidak pernah dipahami masyarakat dengan sebenarnya.  Ketidaktahuan akan arti dan makna kehadirannya, akan membawa masyarakat Indonesia suatu saat dalam penyesalan mendalam.  Penyesalan yang terlambat, teramat dalam, menyesal sekali, Hanjakal Pisan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-3407887061218702602?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/3407887061218702602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/hp-hanjakal-pisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/3407887061218702602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/3407887061218702602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/hp-hanjakal-pisan.html' title='HP = HANJAKAL PISAN'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-756440103203132680</id><published>2010-05-27T12:47:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:14:11.913+07:00</updated><title type='text'>HP = HAMPA PEKERTI</title><content type='html'>Anekdot yang sudah sangat mahfum di Zaman Orde Baru adalah bahwa para anggota Dewan yang terhormat sering terkantuk-kantuk saat bersidang sehingga ketika Ketua Dewan mengetuk palu semua serentak berseru, “Setuju !”.  &lt;br /&gt;Di Era Reformasi ini ternyata ada kemajuan, khususnya di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Indramayu tanggal 9 Juni 2003.  Pada saat Wakil Bupati membacakan Nota Penjelasan Rencana Perubahan APBD Tahun 2003 itu tidak ada satupun anggota Dewan yang sampai pulas.  Ruang Sidang yang menjadi penentu masa depan pembangunan Kabupaten Indramayu itu tetap meriah dan sangat ramai, dering ringtone HP ataupun tit-tit-tuit SMS yang masuk silih berganti.&lt;br /&gt;Sungguh suatu kemajuan, dari era tidak sopan menjadi sangat tidak berbudi-pekerti alias HP (Hampa Pekerti).&lt;br /&gt;Hampir dua tahun lalu kami mengkritisi (pada Mingguan DERMAYON) seorang kepala unit kerja yang ongkang-ongkang di meja depan memainkan HP tanpa peduli pentingnya acara tersebut bagi pembangunan Kabupaten Indramayu, apalagi sedikit menghargai rekan-rekan di depannya yang mencoba menghargai posisi Sang Kepala.&lt;br /&gt;Mungkin Sang Kepala masih sangat bangga akan barang kecil di tangannya, mengingat saat itu HP masih baru dimiliki segelintir orang saja.  Para pejabat eselon II dan III yang hadir saat itu pun baru beberapa gelintir yang ber-HP dan satu-dua diantaranya sempat berdering meramaikan ruang rapat.&lt;br /&gt;Saat ini, dalam waktu yang sangat singkat HP merebak bak kacang goreng.  Bukan lagi pejabat yang sanggup mententengnya.  Harganya yang relatif terjun payung menyebabkan semua karyawan sanggup memilikinya, terlepas dari PNS, honorer sampai sukwan sekalipun.  Bahkan jangan heran kalau ada pelajar SLTP apalagi SMU/SMK bahkan SD dan TK sekalipun yang mejeng mempertontonkan benda kecil itu di saku jeans ketatnya.  Sungguh luar biasa.&lt;br /&gt; Kembali ke Ruang Sidang DPRD tanggal 9 Juni 2003, ring-tone berganti-ganti di sudut belakang tempat hadir.  Ada yang tanpa risih langsung menjawabnya di saat hadirin lain berkonsentrasi memikirkan nasib rakyat se-Kabupaten.  Sebagian menjawabnya setelah meninggalkan ruang.&lt;br /&gt; Ironisnya, di pojok kiri belakang dua orang anggota yang terhormat justeru ber-SMS dan saling menunjukkan hasilnya satu sama lain.   &lt;br /&gt;Pertanyaan yang sampai saat ini belum terjawab adalah adanya kehampaan pekerti dengan memasyarakatnya hand-phone ?   Tanpa adanya batas-batas yang menjadi etika maka para pemiliknya bisa menjadi budak dari benda kecil itu, terlepas dari harkat dan derajat yang disandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-756440103203132680?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/756440103203132680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/hp-hampa-pekerti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/756440103203132680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/756440103203132680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/hp-hampa-pekerti.html' title='HP = HAMPA PEKERTI'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-3090233872118773704</id><published>2010-05-27T12:13:00.002+07:00</published><updated>2010-06-26T21:14:44.011+07:00</updated><title type='text'>NIKMATNYA PETAI</title><content type='html'>Bau hangseur petai memang sudah dari sononya.  Bahkan begitu baunya melintas di ujung hidung, nikmat petai sudah terasa di sudut bibir.  Bau khas ini sudah ada sebelum nenek moyang manusia menjadi penggemarnya.&lt;br /&gt;Bau tajam petai memang bukan hanya sebatas urusan mulut.  Sisa terakhirnya pun harus dibuang dengan hati-hati.  Apalagi kalau di tempat umum atau sedang bertandang di rumah orang.  Bisa membuat repot tuan rumah.&lt;br /&gt;“Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.”  Adegium lama yang sangat dipatuhi penggemar petai.  Walaupun sikap seperti itu kadang-kadang menjadi bumerang yang dapat memalukan diri sendiri.&lt;br /&gt;Namun demikian penggemar petai tidak berkurang karena termakan zaman,  malah terus berkembang.  Padahal pergaulan sekarang berbanding terbalik dengan bau  pesing itu.  Oleh karena itu berbagai upaya dilakukan untuk meredam bom bau yang ditimbulkan sementara kenikmatan petai tetap dirasakan.&lt;br /&gt;Dengan rekayasa genetika mungkin suatu saat bisa tercipta petai dengan bau yang lebih dikehendaki.  Tapi akan sangat mahal dan masih perlu menunggu waktu.  Atau mungkin juga akan mengurangi cita rasa yang menjadi makna dasar petai itu sendiri.  Petai tanpa bau adalah bukan petai, hanya serupa.&lt;br /&gt;Sambil menunggu teknologi terapan itu mencapai sasaran, maka untuk menikmati petai dengan bau yang agak berkurang dapat ditempuh dengan berbagai cara, baik sebelum petai dikonsumsi maupun sesudah remah di dalam perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurangi ketajaman bau petai  dengan sedikit mungkin mengurangi daya tarik selera maka dapat dilakukan beberapa cara seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Petai Bakar&lt;br /&gt;Petai segar dibakar secara langsung di perapian sampai timbul gelembung kecil bagian luar kulitnya dan terbakar.  Bau tajamnya semakin berkurang dengan menghitamnya kulit petai.  Hati-hati saja, kalau kelewat hitam bisa menjadi arang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Petai Panggang&lt;br /&gt;Untuk menghindari terlalu matangnya petai maka dapat dilakukan dengan memanggang baik dengan cara seperti membakar sate ataupun mmenaruhnya di atas seng tanpa diberi minyak seperti mensangrai.  Selain menghindarkan hangusnya petai, cara sederhana dengan cara kedua ini menghasilkan petai yang lebih renyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Petai Goreng&lt;br /&gt;Masyarakat Sumatera Barat biasa menggoreng petai berkulit yang telah dipotong-potong dan menuanginya dengan tumbukan cabai keriting.  Jadilah sambal bumbu petai yang sangat lezat.  Apalagi bila ditaburi dengan ikan bilih yang sudah dikeringkan, atau setidaknya ikan teri yang tidak asin.&lt;br /&gt;Untuk menjadikannya sebagai teman sambal maka sebelum digoreng dikupas dulu kulitnya.  Selain tidak terlalu mengubah cita rasa, baunya pun relatif berkurang dengan sedikit resiko kegosongan.  Kematangan petainya pun dapat disesuaikan dengan selera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Petai Kukus&lt;br /&gt;Cara ini merupakan metode pengurangan bau petai yang paling sering dilakukan di Pulau Jawa, termasuk di Jawa Barat yang dikenal doyan mentahan.  Pengukusan bukan hanya mengurangi bau hangseur tetapi juga menghilangkan rasa renyah.  Petai kukusan melepes.  Tapi kalau anda suka, apa salahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, keempat perlakuan seperti di atas akan dapat mengganggu selera.  Petai segar memang sangat menggoda walalupun baunya sering tidak dapat dihindarkan.  Bahkan setelah petai dikukus, dibakar ataupun digoreng maka problema belumlah berakhir, bahkan merupakan awal dari permasalahan bau selanjutnya.&lt;br /&gt;Ada beberapa cara agar problema bau ini dapat dikurangi, baik efeknya yang langsung terasa sebagai bau mulut ataupun kelanjutannya yang berhubungan dengan kamar kecil, yaitu dengan mengkonsumsi atau hanya mengunyah bahan makanan lain yang sudah akrab di sekitar kita seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Teh&lt;br /&gt;Teh dapat mengurangi bau yang ditinggalkan petai.  Dapat sebagai seduhan kental setelah mengkonsumsi petai atau hanya menguyahnya mentah-mentah seperti sirih.  Rasa pahit yang ditimbulkan sebanding dengan bau mulut yang kembali segar dan berkurangnya bau yang mengganggu kamar kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kopi&lt;br /&gt;Selain teh maka kopi pun dapat digunakan dengan cara yang sama bila anda menyukainya dan tidak ada masalah kesehatan.  Bahkan masyarakat telah terbiasa menggunakan kopi untuk menumpas bau yang tidak sedap, bukan hanya urusan petai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mentimun&lt;br /&gt;Sambil menyelam minum susui, begitulah kalau kita memadu lalapan petai dengan mentimun.  Bukan hanya keduanya menimbulkan cita rasa baru tetapi juga bau yang biasanya timbul setelah makan petai sirna.  Bau mulut tidak lagi menjadi masalah, demikian juga problema kamar kecil.&lt;br /&gt;Bila tidak suka dengan paduan keduanya, mentimun pun dapat dilalap secara tunggal di akhir hidangan.  Bahkan walaupun dikonsumsi beberapa jam setelah petai bersarang di perut, pengaruh mentimun menumpas bau masih sangat kuat.  &lt;br /&gt;Kalau tidak suka mentimun segar bisa juga dibuat acar ataupun mengukusnya.  Namun kalau ada permasalahan kesehatan, hati-hati sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kacang panjang&lt;br /&gt;Kalau tak ada rotan, akar pun berguna.  Bila tidak ada mentimun atau karena alasan lain maka kacang panjang akan sangat membantu menghilangkan bau petai.  Sama seperti mentimun, kacang panjang tidak harus dikonsumsi bersamaan dengan petai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa cara sederhana di atas terbukti dapat mengurangi bau petai baik sebelum dikonsumsi ataupun bila sudah terlanjur masuk perut.  Jangan ragu untuk mencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-3090233872118773704?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/3090233872118773704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/nikmatnya-petai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/3090233872118773704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/3090233872118773704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/nikmatnya-petai.html' title='NIKMATNYA PETAI'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-4052467593302106103</id><published>2010-05-11T10:21:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:15:27.438+07:00</updated><title type='text'>PERWUJUDAN INDRAMAYU MULIH HARJA  MELALUI POLA PEMBANGUNAN PARTISIPATIF</title><content type='html'>Tulisan ini dibuat akhir 2001, saya kirim juga konsepnya ke BAPPENAS.  Walau awalnya sangat menyakitkan, karena di-plagiat seorang pejabat.  Namun saya bersyukur, karena pemikiran seperti ini akhirnya menjadi program nasional. (Maaf saya tidak mengaku ADD adalah pemikiran saya lho !)  &lt;br /&gt;Satu kegundahan yang sejak awal saya sampaikan untuk dipertajam, soal monitoring dan evaluasi.  Kenyataan di lapangan, banyak Kuwu/Kepala Desa yang menjadikan alokasi dana ini -sebutan sekarang Alokasi Dana Desa(ADD)- sebagai jaminan hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Indramayu yang dilaksanakan selama ini masih jauh dari adil dan merata seperti yang diharapkan.  Keterbatasan dana menyebabkan program pembangunan baik fisik maupun sosial, ekonomi dan kebudayaan tidak dapat dinikmati oleh masyarakat desa/kelurahan secara merata dan menyeluruh.  Di sisi lain, diberlakukannya otonomi daerah sebagaimana diatur dalam UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah telah menjadikan masyarakat makin sadar akan potensi dan kekayaan alam yang dimiliki serta hak-haknya sehingga menaruh harapan yang tinggi terhadap pemerintah daerah untuk terwujudnya suatu masyarakat yang adil dan makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat mewujudkan harapan masyarakat tersebut maka perlu dilakukan perubahan pola pembangunan dari kondisi sekarang yang masih cenderung condong kepada sentralistik ke arah pola pembangunan yang dirancang sesuai dengan prinsip desentralisasi dan partisipasi sesuai dengan nafas otonomi daerah.  Oleh karena itu pemerintahan Desa/Kelurahan sebagai bagian terkecil dari sistem pemerintahan di daerah yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat juga harus makin diberdayakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Indramayu Mulih Harja merupakan bahasa Jawa Kuno yang berarti Indramayu Kembali Sejahtera, selain menjadi semboyan yang tercantum pada lambang kabupaten Indramayu dan tertulis pada prasasti Wiralodra.  Suatu tujuan mulia yang kan dicapai kembali ketika tanda-tanda zaman berbicara, seperti adanya api yang tak kunjung padan, ada ular meyeberang sungai Cimanuk dan lain-lain pertanda sebagaimana diucapkan pendiri Indramayu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwujudan Indramayu Mulih Harja Melalui Pola Pembangunan Partisipatif merupakan suatu pola pembangunan dengan memberdayakan masyarakat desa/kelurahan dalam perencanaan dan pelaksanaan serta pengawasan sehingga pembangunan yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.   Selain itu, dana yang dialokasikan kepada setiap desa/kelurahan pada dasarnya merupakan perangsang untuk tumbuhnya swadaya murni masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.  TUJUAN DAN SASARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama dari program ini meliputi :&lt;br /&gt;a. Memberdayakan Pemerintahan Desa/Kelurahan sebagai bagian terkecil dari pemerintahan di daerah yang langsung menyentuh masyarakat.&lt;br /&gt;b. Melaksanakan pembangunan daerah secara partisipatif sehingga masyarakat terlibat secara langsung baik pada perencanaan, palaksanaan maupun pengawasannya.&lt;br /&gt;c. Meningkatkan peranserta masyarakat dalam pembangunan terutama dalam hal pendanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sasarannya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sasaran Lokasi&lt;br /&gt;Sasaran lokasi adalah 310 desa/kelurahan yang berada dalam wilayah Kabupaten Indramayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sasaran Kegiatan&lt;br /&gt;Kegiatan yang dapat dilaksanakan pada hakekatnya fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi setempat berupa kegiatan pembangunan fisik yang dapat mendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat ataupun bantuan modal untuk usaha ekonomi produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain berupa :&lt;br /&gt;a. Perbaikan dan pembuatan jalan desa&lt;br /&gt;b. Perbaikan sarana pendidikan&lt;br /&gt;c. Perbaikan sarana kesehatan&lt;br /&gt;d. Perbaikan dan pembuatan sarana usaha ekonomi produktif&lt;br /&gt;e. Bantuan modal usaha ekonomi produktif seperti di bidang pertanian, industri kecil dan perdagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.  PENGELOLAAN PROGRAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Prinsip Pengelolaan Program&lt;br /&gt;Pengelolaan Program Perwujudan Indramayu Mulih Harja menganut beberapa prinsip dasar yang meliputi ;&lt;br /&gt;a. Transparancy, semua kegiatan dapat diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat dengan mudah dan terbuka.&lt;br /&gt;b. Participation, seluruh anggota masyarakat harus berperan aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan dengan berpegang teguh bahwa musyawarah desa/kelurahan sebagai forum pengambil keputusan tertinggi.&lt;br /&gt;c. Accountability, seluruh kegiatan harus dapat dipertanggungjawabkan baik secara teknis maupun administrasi.&lt;br /&gt;d. Sustainability, hasil kegiatan dapat dilestarikan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Organisasi Pengelolaan Program&lt;br /&gt;Dalam rangka pengelolaan kegiatan dan perwujudan prinsip-prinsip utama pengelolaan dibentuk suatu organisasi manajemen pengelolaan yang terdiri dari Tim Pelaksana Tingkat Kabupaten (TPTKab), Tim Pelaksana Tingkat Kecamatan (TPTKec) dan Tim Pelaksana Tingkat Desa/Kelurahan (TPTD/K).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tim Pelaksana Tingkat Kabupaten&lt;br /&gt;Dalam rangka mengendalikan dan membina pelaksanaan dibentuk Tim Pelaksana Tingkat Kabupaten yang ditetapkan oleh Bupati yang terdiri dari unsur Bapeda serta dinas terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tim Pelaksana Tingkat Kecamatan&lt;br /&gt;Di tingkat kecamatan dibentuk Tim Pelaksana Tingkat Kecamatan yang ditetapkan oleh Bupati.  Tim Pelaksana Tingkat Kecamatan bertugas menyebarkan informasi, mengkoordinasikan, mengendalikan, memperlancar pelaksanaan program dan memantau pelaksanaan kegiatan program di seluruh desa/kelurahan di wilayah kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tim Pelaksana Tingkat Desa/Kelurahan&lt;br /&gt;Tim Pelaksana Tingkat Desa/Kelurahan berfungsi untuk melaksanakan seluruh Program Perwujudan Indramayu Mulih Harja di tingkat desa/kelurahan, yang meliputi tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pelestarian.  TPTD/K dibentuk dalam musyawarah dan pengurusnya dipilih oleh masyarakat secara terbuka dan demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.  ALOKASI DAN PENYALURAN DANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alokasi Dana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dana Bantuan Langsung ke Desa/Kelurahan&lt;br /&gt;Alokasi dana ditetapkan di tingkat kabupaten dengan mempertimbangkan besarnya Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima.  Terdapat 3 (tiga) alternatif pengalokasian dana per desa/kelurahan, yaitu :&lt;br /&gt;i. Setiap desa/kelurahan mendapatkan alokasi dana yang sama, misalnya   Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) per desa/kelurahan, sehingga untuk 310 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Indramayu dibutuhkan dana sebesar Rp. 31.000.000.000,- (tiga puluh satu milyar rupiah) per tahun.&lt;br /&gt;ii. Terlebih dahulu ditetapkan biaya tetap minimal per desa/kelurahan (fixed-cost, misalnya Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) per desa/kelurahan.  Sedangkan dana tambahan untuk tiap desa/kelurahan yang dihitung berdasarkan kriteria luas wilayah dan jumlah penduduk.  Makin luas wilayah dan banyak jumlah penduduk maka alokasi dananya makin tinggi.  &lt;br /&gt;Apabila dana langsung untuk desa/kelurahan seluruh Kabupaten Indramayu sebesar Z rupiah, dengan minimal dana langsung per-desa/kelurahan (fixed cost) ditentukan Rp. 100.000.000,- per desa/kelurahan yang berarti dana minimal yang harus dialokasikan untuk 310 desa/kelurahan di Indramayu sebanyak Rp. 31.000.000.000,- maka Alokasi Dana Langsung per  Desa/Kelurahan A mengikuti formula :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rp. 100.000.000,-  +   &lt;br /&gt;( Luas A / Luas Kab  +  ∑ Penduduk A / ∑ Penduduk Kab ) x ( Z – Rp. 31.000.000.000,- )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iii. Alokasi dana per desa/kelurahan ditetapkan berdasarkan perhitungan luas wilayah dan jumlah penduduk, tanpa ada batas minimal.&lt;br /&gt;Apabila yang ditentukan hanya plafon dana untuk seluruh Desa/Kelurahan sebesar Z rupiah, maka Alokasi Dana Langsung Desa/Kelurahan A adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Luas A / Luas Kab  +  ∑ Penduduk A / ∑ Penduduk Kab )  x   Z&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dana Operasional Pelaksanaan&lt;br /&gt;Dalam rangka pembinaan dan pengendalian disediakan Dana Operasional Kegiatan untuk Tim Pelaksana Tingkat Kabupaten, Tim Pelaksana Tingkat Kecamatan dan Tim Pelaksana Tingkat Desa/Kelurahan yang ditetapkan oleh Bupati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana langsung untuk desa/kelurahan dan Dana Operasional Kegiatan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyaluran Dana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaluran dana dilaksanakan setelah Tim Pelaksana Tingkat Desa/Kelurahan menyerahkan Daftar Rencana Kegiatan kepada Tim Pelaksana Tingkat Kabupaten.  Dana disetorkan langsung kepada rekening Ketua Tim Pelaksana Tingkat Desa/Kelurahan melalui lembaga keuangan terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Dana Operasional disalurkan langsung kepada Tim Pelaksana Tingkat Kabupaten, Tim Pelaksana Tingkat Kecamatan dan Tim Pelaksana Tingkat Desa/Kelurahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.  PELAKSANAAN KEGIATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kegiatan yang harus dilaksananakan untuk tercapainya Program Perwujudan Indramayu Mulih Harja sesuai dengan yang diharapkan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembentukan Pengelola Program&lt;br /&gt;Pembentukan Tim Pelaksana Tingkat Desa/Kelurahan (TPTD/K) diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat melalui musyawarah desa/kelurahan secara terbuka dengan memberdayakan kelembagaan yang sudah ada.  Tim pelaksana kegiatan tersebut harus bersedia mencurahkan waktu untuk pelaksanaan program di desa/kelurahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Identifikasi dan Penetapan Jenis Kegiatan&lt;br /&gt;Identifikasi jenis kegiatan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat melalui musyawarah desa/kelurahan.  Masyarakat diberi kesempatan untuk mengajukan berbagai usulan kegiatan yang dianggap penting sesuai dengan tujuan pelaksanaan program.  Dalam proses identifikasi ini juga dilaksanakan penilaian kelayakan teknis oleh dinas teknis terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan jenis kegiatan dilakukan melalui musyawarah desa/kelurahan secara terbuka.  Penetapan jenis kegiatan harus didasarkan pada kriteria-kriteria yang jelas dan diketahui oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pola Pelaksanaan Kegiatan&lt;br /&gt;Untuk pelaksanaan kegiatan berupa pembangunan dan rehabilitasi fisik dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu :&lt;br /&gt;a. Swakelola, dimana pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh masyarakat lokal dalam wadah organisasi masyarakat setempat.&lt;br /&gt;b. Jika masyarakat melalui wadah organisasi lokal tidak mampu, dapat ditempuh Kerjasama Operasional (KSO) antara organisasi masyarakat lokal dengan kontraktor berspesifikasi C2-GEL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan besaran dana bantuan dan jenis usaha ekonomi produktif disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat yang diputuskan melalui jalur musyawarah untuk mufakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pemantauan, Pelaporan dan Evaluasi&lt;br /&gt;Pemantauan dilaksanakan secara internal maupun eksternal terhadap seluruh proses pelaksanaan program, agar pencapaian kinerja dapat berjalan dengan efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemantauan internal dapat dilakukan secara berkala maupun insidentil yang selanjutnya dilakukan pelaporan.  Tim Pelaksana Tingkat Desa/Kelurahan bertanggungjawab untuk melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan secara periodik kepada Bupati c/q Tim Pelaksana Kegiatan Tingkat Kabupaten melalui Camat.  Disamping laporan tersebut juga dilakukan pelaporan penggunaan keuangan Dana Operasional Kegiatan.  Berlandaskan pelaporan selanjutnya dilakukan langkah tindakan guna memperlancar pelaksanaan kegiatan dan pencapaian sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilakukan pula pemantauan dan evaluasi kinerja program selama proses pelaksanaan dengan kriteria : &lt;br /&gt;(i) tingkat pencairan dana&lt;br /&gt;(ii) proporsi kegiatan fisik dengan upah&lt;br /&gt;(iii) tingkat partisipasi masyarakat&lt;br /&gt;(iv) tingkat penyelesaian pengaduan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses evaluasi dilakukan melalui forum-forum rapat koordinasi, musywarah antar desa atau forum-forum lain yang relevan di masing-masing tingkatan lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengawasan dan Pengendalian&lt;br /&gt;Pengawasan dilakukan secara periodik, insidentil dan terbuka oleh masyarakat, aparat pengawasan fungsional pemerintah dan lembaga-lembaga independen terhadap pengelolaan program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Pelaksana Tingkat Kabupaten melakukan pengawasan secara periodik terhadap tugas aparat desa/kelurahan dan kecamatan yang mencakup pelaksanaan program dan administrasi penyaluran dana.  Sedangkan pengawasan pelaksanaan di tingkat desa/kelurahan dilakukan oleh masyarakat sendiri (kontrol sosial).  Transparansi pelaksanaan serta penyebaran informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang dibiayai program ini harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Saran dan Pengaduan&lt;br /&gt;Untuk menampung saran dan pengaduan dibentuk Unit Pengaduan Masyarakat di tingkat Kabupaten yang berfungsi untuk mengetahui, menanggapi dan menyelesaikan permasalahan secara cepat, dengan menyediakan Alamat Surat, Kotak Pos, Nomor Telepon, Nomor Faximilie dan Alamat e-mail.  Di tingkat desa/kelurahan tidak dibentuk unit pengaduan tersendiri melainkan tim pelakasana kegiatan berfungsi sebagai tim penanganan pengaduan dengan tugas yang sama dengan Unit Pengaduan Masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Unit Pengaduan Masyarakat ini harus disosialisasikan secara luas agar seluruh masyarakat mengetahuinya.  Dengan demikian seluruh komponen dan potensi masyarakat, baik LSM, swasta, pemerintah, lembaga dan masyarakat sendiri, baik secara kelompok maupun sendiri dapat memberikan saran dan pengaduan dengan mudah dan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saran dan pengaduan yang jelas asal dan tujuannya harus ditanggapi secara serius.  Saran dan pengaduan yang membutuhkan penjelasan program diberikan jawaban tertulis.  Sedangkan saran dan pengaduan yang membutuhkan penyelidikan, dilakukan analisis dan penyelidikan awal serta pembahasan dan penilaian status permasalahannya sesuai dengan tingkatan permasalahan untuk kemudian ditindaklanjuti guna mencapai penyelesaian masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindak korektif akan diberikan terhadap setiap pelanggaran yang terjadi sesuai dengan tingkatan dan kadarnya.  Tindak korektif terhadap pelanggaran prosedur pencairan dana dan kesalahan pelaksanaan program dilakukan sesuai kesepakatan bersama di tingkat desa/kelurahan dan kabupaten dengan dilakukan secara tertulis dan disahkan oleh instansi berwenang serta diumumkan secara terbuka.  Tindak korektif terhadap pelanggaran penyalahgunaan dana dapat berupa pengembalian dana, pernyataan dan permintaan maaf, sanksi administratif, dan pelimpahan kasus kepada tindak penyidikan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanksi hukum diberikan kepada siapapun yang melakukan pelanggaran yang menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk dalam kategori pelanggaran hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi desa/kelurahan yang kinerjanya buruk pada pelaksanaan tahun pertama, seperti bangunan sarana/prasarana yang berkualitas rendah, tidak dipelihara dan tidak bermanfaat atau masalah-masalah lainnya maka pendanaan tahun berikutnya ditunda sampai dengan permasalahan-permasalahan tersebut terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Penyebarluasan Informasi&lt;br /&gt;Penyebarluasan informasi mengenai seluruh aspek dan proses program merupakan tanggungjawab seluruh jajaran aparat pemerintah dan masyarakat yang dilakukan baik secara formal maupun informal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara formal, penyebarluasan informasi merupakan tanggungjawab Tim Pelaksana Tingkat Kabupaten, Tim Pelaksana Tingkat Kecamatan dan Tim Pelaksana Tingkat Desa/Kelurahan.  Penyebarluasan informasi ini dilakukan melalui berbagai media cetak, brosur, buletin, radio, spanduk, poster dan papan pengumuman.  Media penyebarluasan informasi harus memuat materi-materi informasi yang meliputi tahap persiapan, perencanaan dan pelaksanaan Perwujudan Indramayu Mulih Harja Melalui Pola Pembangunan Partisipatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna menunjang penyebarluasan dan keterbukaan informasi maka di TPTKab akan disediakan data dan informasi yang dapat diminta oleh siapa saja, tanpa ditunda-tunda dan tanpa dipungut biaya.  Informasi yang tersedia meliputi seluruh data mengenai Perwujudan Indramayu Mulih Harja Melalui Pola Pembangunan Parisipatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara informal pelaksanaan penyebaran informasi dilakukan melaui pengumuman di tempat-tempat ibadah, gedung pertemuan dan lain-lain serta pada kesempatan-kesempatan lainnya seperti arisan, perayaan, pertemuan-pertemuan warga dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.  PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Perwujudan Indramayu Mulih Harja Melalui Pola Pembangunan Partisipatif dapat terlaksana sebagaimana diharapkan perlu disusun Pedoman Umum yang kemudian ditindaklanjuti dengan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis oleh Tim Pelaksana Tingkat Kabupaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman Umum, Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis desebarkan ke seluruh aparat dan masyarakat untuk diketahui secara luas.  Penyampaiannya agar dilakukan dalam format dan bahasa yang mudah difahami oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi berbagai kegiatan dari program ini disebarluaskan kepada masyarakat secara terbuka untuk mendorong partisipasi dan kontrol oleh masyarakat terhadap pelaksanaan program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-4052467593302106103?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/4052467593302106103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/perwujudan-indramayu-mulih-harja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/4052467593302106103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/4052467593302106103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/perwujudan-indramayu-mulih-harja.html' title='PERWUJUDAN INDRAMAYU MULIH HARJA  MELALUI POLA PEMBANGUNAN PARTISIPATIF'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-6172153977314232137</id><published>2010-05-11T10:20:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:16:04.144+07:00</updated><title type='text'>KADO DARI PENYAMUN</title><content type='html'>Sampai sekarang masih banyak yang tertipu oleh orang-orang kreatif seperti ini.  Maaf bukan kreatif lagi ya, cara seperti ini sudah saya kenal seperempat abad yang lalu kok ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah surat kilat khusus datang dari PT Global Promotion, memberitahukan tentang sebuah pengumuman undian yang pernah anda ikuti.  Hadiah yang diraih tidak tanggung-tanggung, sebuah mobil Hyundai Atoz !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti dan data yang dilampirkan semuanya asli, termasuk identitas diri yang pernah anda  ditulis sewaktu mengikuti undian Baygon beberapa tahun lalu yang di-setempel Notaris.  Dokumen lainnya adalah Faktur pembelian dari PT Hyundai Atoz, Surat Izin Undian dari Direktur Pemberdayaan Sumber Dana Sosial Depsos, Surat Keterangan dari Kepala Dinas Penerangan Polda Metro Jaya dan Ketentuan Pembayaran Pajak Undian 25 % dari Kakanwil Pelayanan Pajak IV Jakarta Raya 1.  Sekali lagi kesemua dokumen itu asli baik kop surat maupun tandatangan dan setempelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat tentu anda akan terhenyak atas besarnya hadiah yang sudah lama dinanti, apalagi menyaksikan bahwa dokumen yang semuanya asli.  Sehingga dengan serta merta ingin segera menyambar pesawat telepon untuk menghubungi nama yang ditunjuk (Ir. Arif Rahman Hakim) di hand phone-nya 081 74805227.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Besok siang, kami dan pejabat dari PT Bayer Indonesia produsen Baygon serta peliput dari SCTV akan mendatangi rumah anda.  Anda akan dijadikan bintang iklan Baygon pada saat penyerahan Hyundai Atoz.”  Suara di seberang begitu menjanjikan.  “Atas nama siapa BPKB Hyundai Atoz-nya ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pucuk dicinta, ulam tiba !  Pajak 25 % seperti yang ditetapkan tentu bukan hambatan dan dengan segera diusahakan untuk mengirimkannya via rekening di BNI atau BCA yang diberitahukan, yaitu :&lt;br /&gt;1) 198.187.68.28&lt;br /&gt;Bank BCA Cabang Jakarta Barat&lt;br /&gt;a.n. MULYADI S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) 547.10.136.990&lt;br /&gt;Bank Lippo Cabang Jakarta Barat&lt;br /&gt;a.n. MULYADI S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai catatan, PT Bayer Indonesia akan membantu anda Rp. 15 juta untuk pajak tersebut apabila anda termasuk ekonomi lemah ke bawah.  Sementara pihak SCTV wanti-wanti tidak mau kalau nanti terlalu banyak orang, “Jangan diberitahukan dulu kepada tetangga kiri-kanan.”  Suara HP itu lagi-lagi mengamanatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok paginya, segala persiapan dilakukan.  Terutama dandanan dan dekorasi diri sebagai bintang iklan.  Namun hingga panas terik matahari pupus menjadi kegelapan senja, ternyata tamu tak diundang itu tak pernah kunjung datang.  Apalagi Hyundai Atoz seperti yang sudah dijanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu anda baru berpikir gamang, “Apakah saya tertipu ?”  Tetapi malam itu dapat dipastikan anda tak akan bisa tidur akibat dua godaan, menunggu hadiah datang atau menyesali kecerobohan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya lagi anda tak akan sabar mengangkat pesawat dan menghubunginya lagi.  Namun sudah tidak lagi aktif.  Saat itu anda sangat yakin, tertipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sudah tertipu.  Surat-surat itupun merupakan produk mafia penyamun yang sangat terencana.  Aksi yang dilakukan PT Global Promotion di atas adalah salah satu dari sekian banyak tindak kejahatan intelektual sejenis yang sekarang dilakukan para penyamun dengan menjual nama besar perusahaan disertai pemalusuan dokumen-dokumen dari instansi pemerintah/TNI/Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya segala kehati-hatian harus selalu dipasang dalam menerima segala bentuk pemberitahuan perolehan kado, hadiah atau sejenisnya, jangan-jangan justeru malah tertipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa cara yang bisa dilakukan apabila tiba-tiba mendapat emas jatuh dari langit itu adalah :&lt;br /&gt;a. Tetap tenang, kuasai emosi yang sangat mudah tergoda oleh iming-iming.  Sampai di sini, kalau bisa anda boleh melupakan segala macam hadiah itu begitu saja.&lt;br /&gt;b. Jangan sekali-sekali tergoda untuk segera menghubungi nomor telepon yang ditunjuk atau alamat-alamat lainnya yang ada di surat itu.  Namun siapkan diri anda dengan nomor telepon perusahaan penyelenggara (untuk kasus di atas PT Bayer Indonesia) yang diperoleh dari Buku Telepon atau Penerangan PT Telkom 108, hubungi sumber asli dari perusahaan tersebut untuk konfirmasi kebenaran informasinya.&lt;br /&gt;c. Kesalahan yang sangat fatal akan terjadi kalau anda dengan senang hati menyetorkan sejumlah dana (untuk pajak atau lainnya) melalui nomor rekening yang telah ditentukan.  Namun anda akan menyelematkan banyak orang lain apabila melaporkan aksi yang dilakukan pemilik nomor rekening tersebut kepada pihak kepolisian (misalnya Polda Metro Jaya di telepon (021) 5234000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelektual dalam menjalankan aksinya itu tidak lepas dari keteledoran penyelenggara, PT Bayer Indonesia misalnya, yang seharusnya memusnahkan seluruh dokumen sisa undian Baygon.  Ada kemungkinan hal ini juga melibatkan orang dalam, baik pada saat pengumpulan dan pengambilan surat ataupun pemusnahannya dan sudah sepatutnya pihak berwajib menyelidikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman yang makin susah ini ternyata kejahatan kerah putih makin menjadi-jadi, sikap tenang dalam menghadapi segala sesuatu adalah kunci utamanya.  Yakinlah bahwa pihak berwajib bisa melakukan tindakan hukum dengan baik sekalipun “Kalau polisi punya 5 strategi melawan kejahatan maka penyamun minimal memiliki 7 taktik.  5 startegi yang sama dimiliki polisi, satu langkah untuk menembus titik lemah dan satu taktik lagi untuk menghindar dari jeratan 5 strategi jajaran kepolisian itu !.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-6172153977314232137?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/6172153977314232137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/kado-dari-penyamun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6172153977314232137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6172153977314232137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/kado-dari-penyamun.html' title='KADO DARI PENYAMUN'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-5893328924316054174</id><published>2010-05-11T10:19:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:16:37.037+07:00</updated><title type='text'>SULIT AIR</title><content type='html'>Sumatera Barat adalah tempat untuk belajar.  Saya bangga pernah menjadi bagian dari mereka.  Lebih dari 4 tahun hidup bersama dan menjadi bagian orang-orang yang haus untuk selalu belajar ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suli Aie !”  Orang Minang melafalkan dua kata di atas.  Kata-kata pedas itu merupakan nama sebuah Nagari yang tersuruk di perbukitan Danau Singkarak Kabupaten Solok – Sumatera Barat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar namanya saja, bullu kuduk segera berdiri.  Membayangkan sebuah perkampungan kumuh di perbukitan batu cadas yang tandus dengan sawah-sawah dikotori rumput-rumput liar yang juga tak sanggup hidup lagi.  Masyarakat penghuninya tinggal di gubug-gubug reot berlantai tanah.  Perkampungan hanya dihuni laki-laki tua dan wanita renta serta anak-anak caludih berkulit legam terpanggang matahari.  Anak-anak kecil bermain dalam simbahan debu tanpa alas, mereka yang lebih besar membawa tempayan di kepala, menuruni perbukitan terjal menuju sumber air, Danau Singkarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dulu lain sekarang, kata pepatah.  Demikian juga dengan Nagari Sulit Air, tidak ada lagi kelangkaan benda cair sekalipun kemarau melanda teramat panjang.  Sawah dan huma dapat menghasilkan padi serta tanaman khas seprti kulit manis (sebutan untuk kayu manis, karena memang yang dijual di pasar dan rasanya manis adalah kulitna bukan kayunya) dan tanaman kebun lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit Air bukanlah tanah yang gersang seperti namanya melainkan perbukitan yang subur makmur.  Pembangunannya melebihi nagari-nagari lain di Sumatera Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbaliknya rupa wajah dengan nama yang melekat sampai sekarang itu ternyata tidak lepas dari peran perantau asal Nagari Sulit Air yang tersebar di seantero tanah air dan juga luar negeri.  Sulit Air Sepakat (SAS) adalah organisasi yang mempunyai cabang seratusan di seluruh Indonesia dan beberapa di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh-jauh hari sebelum krismon, aset orang rantau itu mencapai Rp. 12 milyar (data tahun 1995).  Bisa dihitung sendiri sekarang, kalau kurs dollar saat itu belum lebih dari Rp. 2.000,-/US dollar.  Bila sampai sekarang Nagari Sulit Air dihuni 80.000 orang maka setiap bayi yang lahir sudah punya tabungan hampir mencapai Rp. 1 juta.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, sulit air yang sebenarnya sedang melanda Kabupaten Indramayu.  Di sebelah barat, para petani gagal panen atau bahkan tanam winih sekalipun gara-gara irigasi kering.  Tanah pun tidak ramah lagi untuk disedot, selain airnya kelicir kecil juga berakibat langsung terhadap krisis air di perkampungan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang pengetahuan penulis, baru saat ini sumur bor di Desa Sumbon Kecamatan Kroya hampir tidak mengeluarkan air.  Padahal rata-rata sumur bor dibuat dengan menancapkan 18 pipa.  Tahun 70-an, sumur bor sedalam itu sudah bisa mengeluarkan air tanpa disedot pompa Dragon, apalagi jet-pump.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani yang sudah pasrah dengan kegagalan panen pun harus menyerah pasrah kalau biang kerok kesulitan air itu dituduhkan kepada mereka.  Sebagian berpendapat lain, kesulitan air di Indramayu Bagian Barat yang dampaknya langsung dirasakan penduduk pengguna sumur bor di Kroya, Gabuswetan, Bongas, Anjatan dan Haurgeulis itu tidak lain akibat ribuan liter air yang terus mengucur dari sumur artesis Pesantren Al-Zaitun.  Krisis air bersih mereka alami beberapa bulan lebih dulu sebelum masyarakat Indramayu Bagian Timur berteriak, “PDAM macet !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit Air tetap ada di Ranah Minang sementara masyarakat Kabupaten Indramayu saat ini benar-benar lagi sulit air.  Kata media, merupakan yang terparah diseantero Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari Sulit Air di Ranah Minang, maka kebersamaan akan kuat mengatasi  permasalahan sesulit apapun.  Termasuk kesulitan yang sudah melekat erat dan menjadi prototype nama daerah sekalipun.  Dengan kekompakan warganya, baik di rantau maupun yang tetap tinggal di Kampuang, Sulit Air berubah menjadi daerah yang sama sekali lain dari arti kata nama daerah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir bulan agustus tahun ini, 60-an pejabat Kabupaten Indramayu, termasuk Bupati Indramayu, akan menunaikan umroh ke Tanah Suci.  Kata sebagaian orang, do’a di Tanah Haram itu akan sangat dekat dengan Yang Maha Kuasa sehingga, selalu terkabul.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat ditebak kalau berbagai macam permintaan sudah ada di benak masing-masing peserta.  Permintaan-permintaan pribadi sampai sangat privacy sehingga tidak boleh diketahui siapapun, tak terkecuali sang isteri.  Bagaimana dengan do’a untuk kemaslahatan bersama ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdo’a di Tanah Haram bagi masyarakat Indramayu khususnya, yang sama sekali tidak punya sumber air baku sendiri kecuali bergantung kepada daerah sekitarnya.  Posisinya mirip Nagari Sulit Air yang keberadaannya dikelilingi sumber air berlimpah namun selama bertahun-tahun terus kesulitan air.  Mudah-mudahan do’a bersama di Tanah Suci akan memberi jalan keluar bagi Indramayu yang selama secara terus menerus bergantung kepada sumber-sumber air daerah sekitarnya untuk dikaruniai mata air yang berlimpah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di tengah padang pasir bisa keluar air yang deras seperti halnya Zam Zam, mengapa di daerah yang dikelilingi sumber air ini dianggap mustahil ?  Semua adalah karunia Yang Maha Kuasa yang harus diiringi dengan ikhtiar kita bersama.  Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-5893328924316054174?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/5893328924316054174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/sulit-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/5893328924316054174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/5893328924316054174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/sulit-air.html' title='SULIT AIR'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-2853757646570048762</id><published>2010-05-11T10:18:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:17:24.334+07:00</updated><title type='text'>URANG AYU</title><content type='html'>Sepuluh tahun lalu kejadian ini sangat nyata terjadi, sekarang tidak.  Tidak jauh, hanya bergeser.  Di beberapa area pertambakan udang yang tenang, banyak Urang Ayu asyik masyuk bersama pasangannya.  Tanpa malu, bahkan bergiming sedikit ketika ada yang lewat.  Tidak sedikit diantara mereka masih berseragam sekolah.  &lt;br /&gt;Sebuah peluang usaha baru, Beternak Urang Ayu ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masyarakat dihebohkan oleh goyangan Inul Daratista yang sekali geol honornya setara dengan kilau berlian di giginya, maka Warna (nama sembarang, 37 tahun) berujar dengan ringannya, “Yang lebih wah dari Inul, banyak.  Murah-meriah, paling-paling cuma 3 kilo !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Warna memang neko-neko, sepintas jauh dari permasalahan yang dibicarakan.  Tapi begitulah kenyataan yang dialami petambak udang itu awal krisis sekitar lima tahun lalu.  Udang di Indramayu benar-benar boom, hasil perhektarnya tinggi dengan kualitas bagus, sedangkan harganya menembus Rp. 100.000,-/kg.  Dan, yang dibicarakan Warna adalah kesetaraan antara harga udang itu dengan service full body contact Urang Ayu di Warung 5 Watt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna adalah pribadi sukses yang polos, sukses ketika masih sangat muda dan mau mengutarakan pengalaman makmurnya yang bergelimang banyak godaan.  Tentu hal ini menjadi rahasia tersendiri bagi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Allah murka dengan perilaku insan pertambakan rekan se-hobby Warna, harga menjulang itu hanya dapat dinikmati sesaat.  Sedangkan kutukan-Nya tidak berhenti sampai disitu, white spot menyerang habis-habisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benur yang baru disebar banyak yang tidak pernah muncul lagi, yang umur satu-dua bulan mati drastis dalam waktu sangat singkat, udang yang selamat harganya sangat rendah dan rentan permainan tengkulak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petambak udang mati klesek !  Keadaan ini bukan baru satu dua kali, tetapi sudah mencapai 4 tahunan.  Tambak udang di Indramayu selalu mengorot keuangan masyarakat milyaran rupiah setiap tahun, hanyut bersama air payau menuju laut.  Kebangkrutan ini pula yang mengakibatkan munculnya lahan-lahan kritis baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita sedikit merenung, maka budidaya udang di Indramayu selama ini identik dengan budidaya nafsu !  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaya mendadak para petambak telah membuat mereka lupa sehingga harus merambah sawah-sawah produktif secara membabi-buta.  Nafsu untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak lagi juga menyebabkan mereka terus menambah jumlah benur dalam petakannya, dari dua puluh ribuan sampai sangat padat di atas enam puluh ribu !  Dalam kerugian yang beruntun pun mereka masih dipenuhi dengan nafsu, selalu setia pada prinsip, “Sekali udang tetap udang !” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu, nafsu, nafsu yang lain banyak mengikuti kisah sukses mereka sampai akhirnya kebangkrutan beruntun dialami setiap periode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah mereka sedikit meredam nafsu, terutama yang mengelola tambak milik pribadi, maka kerugian beruntun tidak perlu dialami.  Tambak bukanlah lahan hidup monopoli udang.  Spesies lain pun bisa hidup di sana.  Bandeng, misalnya.  Keuntungan bandeng memang tidak akan sanggup menjadi pelipur, sangat rendah.  Namun pasti !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pula yang mengakibatkan para petambak tidak melirik Si Sisik Perak itu.  Banyak anekdot lahir, misalnya, “Daripada panen 3 ton bandeng lebih baik panen se-kuintal udang !”, “Lebih baik udang terus, soalnya, biar tujuh kali gagal sekali sukses juga tetap untung !”, “Lebih baik kosong daripada bendeng !”  Dan banyak alagi anekdot yang menyepelekan bandeng sebagai makhluk Allah yang bisa memberi manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anekdot ini terus dianut sekalipun kejatuhan beruntun udang terus dialami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah kita tengok ke belakang, maka kalau menanam nafsu maka yang akan ditunai pun pastilah nafsu atawa nothing kecuali kerugian yang makin beruntun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit petambak berlapang dada mencoba mengahragai bandeng, ribuan benih ditebar dalam hamparan.  Dibiarkan hidup dengan pakan alami, ada juga yang melengkapinya dengan pakan pabrik dan juga sumber pakan alami bauatan.  Beda keuntungan keduanya lebih condong ke arah waktu, alternatif kedua tentu lebih unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang justeru menjadikan udang sebagai pelengkap.  Bandeng ditebar sebagai penghuni utama yang sudah tentu diberi pakan pabrik, dua puluh ribu benur dibiarkan meratap atau terpaksa menyantap pakan bandeng yang tersisa.  Hasilnya ..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petambak yang mempraktekan cara di atas tidak lain tetangga Warna, sama-sama warga Luwunggeusik Kecamatan Krangkeng, ditemui ketika menjual hasil panennya di rumah H. Kamsudi Desa Bungko Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon.  Dengan rasa bangga dia mengungkapkan bahwa perolehannya hanya 3 ton bendeng dan beberapa blong penuh udang size 27.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dihitung-hitung nilai rupiahnya, maka tetangga Warna memperoleh Rp. 16.500.000,- dari bandeng (3.000 kg X Rp. 5.500,0/kg) dan dari penjualan udang yang dijadikan usaha sampingan sungguh luar biasa, Rp. 25.000.000,-.  Dengan budidaya bandeng berseling udang yang diusahakannya maka tetangga Warna itu mengantongi hasil lebih dari Rp. 40 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu hasil sebesar itu belum bisa menembus keuntungan fantastis bila diisi udang secara keseluruhan, bila sukses atau setidaknya dalam perhitungan.  Namun ada sesuatu yang secara sederhana bisa diambil dari cara budidaya tetangga Warna, ternyata ada semacam simbiosa mutualisme antara bandeng dan udang yang akhirnya menguntungkan petambak itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini senada dengan saran para pakar budidaya air payau dari Balai Besar Air Payau Jepara yang menyarankan agar petani tambak Kabupaten Indramayu memutuskan siklus white spot, dengan cara secara bersama-sama mebudidayakan bandeng.  Dengan demikian siklus hidup virus tersebut terputus dan budidaya udang selanjutnya mudah-mudahan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutusan siklus bibit penyakit sudah lama dilakukan oleh petani sayur Pangalengan Kabupaten Bandung.  Setelah panen kubis mereka tanam kentang dan berikutnya tidak akan ditanami tomat atau jenis tanaman sayuran lainnya tetapi dapat dipastikan jagung jadi pilihan.  Pola yang sudah tercipta adalah sayur-sayur-jagung.  Kalau dihitung secara ekonomis maka jagung ibarat bandeng di tambak, secara langsung sungguh relatif tak menguntungkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya setelah manja benih jagung, para juragan sayur itu tidak pernah menengok tanamannya lagi.  Bahkan sampai panen pada umum 100 – 115 hari pun seringkali tidak tahu menahu wujud jagungnya, hanya tengkulak yang memanen dan membawa jagung mudanya ke pasar serta daun dan batang jagungnya diikat untuk dijual kepada bandar rumput yang menyediakan pakan hijau untuk sapi perah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, secara langsung jagung sungguh tidak berarti secara ekonomis.  Namun berdasarkan pengalaman mereka selama puluhan tahun, justeru manfaat tidak langsungnya yang menyembulkan keuntungan luar biasa.  Tanaman sayur seperti kubis, tomat, wortel dan lain-lain yang dibudidayakan aman setelah siklus bibit penyakitnya terputus oleh jagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada persamaan dua makhluk yang dianggap tidak berharga (karena nilai langsung ekonomisnya) itu, bandeng dan jagung.  Peran penting jagung sudah terbukti lama dipraktekan petani sayur sedangkan bandeng baru saran Balai Besar Air Payau Jepara dan sedikit bukti praktek budidaya kombinasi yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti real di lapangan kadang berbeda, beberapa orang petani tambak di Karanganyar Ilir Kecamatan Sindang juga mencoba mengkombinasikan bandeng dengan selingan udang.  Nmun ketika dipanen udangnya entah kemana.  Mati dalam perjalanan menuju dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang masih belum terjawab adalah, apakah kita akan terus menjadikan udang sebagai suatu usaha penuh nafsu atau mau membudidayakan udang untuk memperoleh manfaat secara ekonomi  yang rasional ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan pertama seperti dikemukakan terdahulu hanya akan menghasilkan nafsu-nafsu baru, seperti halnya pepatah “Siapa menabur angin maka akan menuai badai !”  Sebaliknya apabila pilihan kedua digunakan disepakati, maka pola budidaya pun perlu disusun secara realistis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya mengembalikan udang ditambak sebagai usaha yang sangat menguntungkan tentu perlu waktu dan kekonsistenan para petambak.  Arahan Dinas Perikanan dan Kelautan sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Daerah tentu sangat diperlukan agar petambak tidak terus menggali sumur kerugian yang makin dalam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kesalahan luar biasa menjadikan derita dan kerugian beruntun petambak ini sebagai bahan anekdot dan debat publik yang tiada ujung.  Kecuali mereka mengharapkan olok-olok dari masyarakat petambak udang yang makin merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-2853757646570048762?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/2853757646570048762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/urang-ayu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/2853757646570048762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/2853757646570048762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/urang-ayu.html' title='URANG AYU'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-2449454233758401335</id><published>2010-05-11T10:17:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:18:10.577+07:00</updated><title type='text'>MANGGA INDRAMAYU MENANTI KEPUNAHAN</title><content type='html'>Dulu, nenek moyang kita menamainya Cengkir.  Sekarang, nama ini lebih tepat untuk kontrasepsi, kalau …ceng, nyingkir, tidak aka nada kelahiran anak baru !  Sementara Mangga Cengkir kebanggaan masyarakat Indramayu ini sampai sekarang hanya bisa cengar-cengir … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mendengar kata Indramayu maka yang terbayang di benak pendengarnya adalah mangga, Mangga Indramayu.  Mangga berukuran besar, bulat-bentet dengan rasa manis dan penuh dengan tekkstur empuk hampir tak berserat ini di Indramayu sendiri dikenal dengan nama Mangga Cengkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun zaman kemegahan Mangga Cengkir rupanya sudah di ambang batas kejayaan, Mangga Gedong Gincu secara tiba-tiba menjadi pesaing utama di kebun petani.  Melalui Proyek Pengembangan Agribisnis Hortikultura Mangga Gedong Gincu (P2AH-MGG) maka selama 4 tahun berturut-turut sejak tahun 1997/1998 – 2000 telah ditaman 100.000 (seratus ribu) batang Mangga Gedong Gincu pada lahan sawah seluas 1.000 Ha.  Menurut prediksi sebelumnya maka pada tahun 2003 sebanyak 3.000 pohon yang ditanam 6 tahun sebelumnya akan mulai menghasilkan buah sebanyak 25 kg/pohon.  Tahun berikutnya akan meningkat terus sampai usia produktifnya selesai (umur 30 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangga Gedong Gincu merupakan mangga yang sebelumnya dipandang sebelah mata.  Sekalipun rasanya sangat manis dan berbau harum, mangga yang berpoles merah di kulitnya ini (bergincu) kurang menarik masyarakat untuk membudidayakannya.  Selain produksinya relatif sedikit juga tidak laku di pasaran sebagaimana Mangga Cengkir.  Namun sekarang yang terjadi adalah sebaliknya, harga Mangga Gedong Gincu mencapai Rp. 15.000,-/kg sedangkan Mangga Cengkir hanya sepertiganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang nian nasib Mangga Indranayu atau Mangga Cengkir, bukan kalah akibat kucuran dana Rp. 10 milyar yang ada di balik gencarnya penyebaran Mangga Gedong Gincu tetapi akibat kerusakan yang terjadi dalam dirinya sendiri.  Sudah lebih dari sepuluh tahun lalu, upaya budidaya Mangga Cengkir menggunakan okulasi untuk mempercepat kematangan.  Sebagai akibat langsungnya adalah rasa khas tepung dan lembeknya serat tergantikan oleh aroma Mangga Bapang dengan tekstur serat relatif kasar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan Mangga Cengkir yang ada sekarang berbentuk lonjong dan indah seperti Mangga Harummanis atau Mangga Golek.  Tanaman yang lebih muda lagi keadaannya lebih parah, banyak petani kecewa karena Mangga Cengkir yang ditanamnya setelah berbuah hanya sebesar kemiri, persis Mangga Kemiri.  Para pedagang asongan pun menyebut jajaannya dengan “Mangga Indramayu” sekalipun bentuknya sudah beraneka rupa.  Karena bentuk asli Mangga Cengkir sekarang sudah jarang sekali nampak di pasaran, sudah berubah mirip berbagai jenis mangga yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih parahnya, bahkan masyarakat yang membutuhkan bibit Mangga Cengkir pun harus membeli hasil okulasinya di Kabupaten Majalengka.  Alasannya mudah ditebak, hasil pembibitan di Kabupaten Indramayu tidak mencukupi atau bahkan tidak ada.  Satu sisi kegiatan tersebut membudayakan Mangga Cengkir, di sisi lain adalah peniadaan kekhasan mangga itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penyelamatan plasma nutfah Mangga Cengkir sebagai ciri khas Indramayu sampai saat ini tidak pernah dilakukan.  Sementara pohon Mangga Cengkir asli saat ini sudah banyak yang tidak lagi produktif kecuali kayunya beralih mengaktifkan nyala api dapur dan perapian.  Kalau hal ini terus berlanjut maka bukan tidak mungkin generasi muda Kabupaten Indramayu di masa datang tidak pernah merasakan nikmatnya cita rasa irisan Mangga Indramayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-2449454233758401335?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/2449454233758401335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/mangga-indramayu-menanti-kepunahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/2449454233758401335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/2449454233758401335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/mangga-indramayu-menanti-kepunahan.html' title='MANGGA INDRAMAYU MENANTI KEPUNAHAN'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-2253019201524495387</id><published>2010-05-11T10:06:00.003+07:00</published><updated>2010-06-26T21:18:40.743+07:00</updated><title type='text'>SAPI POTONG &amp; POTONG SAPI</title><content type='html'>Peternakan memang sangat potensial untuk mensejahterakan anak bangsa ini, namun lembaga yang mengurusinya semakin diper-kerdil, 10 tahun pasca otonomi daerah berlaku penuh, hanya sedikit Kabupaten/Kota yang mempunyai Dinas Peternakan.  &lt;br /&gt;Maka, wajar saja kalau Depsos segera turun tangan.  Membantu ternak kepada masyarakat yang membutuhkan.  Soal sapi-nya segede domba atau masalah non-teknis lainnya, toch mereka tidak pernah kuliah peternakan kok ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Manager Pemasaran produsen benih jagung hibrida pernah berpesan kepada para field-force-nya yang dengan senang menunjukkan kehebatan demplotnya, “Jangan bandingkan benih kita dengan jagung lokal.  Itu sama dengan membandingkan jeruk dengan semangka !”  Satu kalimat singkat yang bisa menggantikan perumpamaan Sang Manager adalah, “yang wajar-wajar saja !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapi potong memang bukan jagung hibrida, kegiatan penggemukan sapi potong pun berbeda dengan bercocoktanam jagung hibrida.  Tetapi keduanya punya kesamaan, yaitu kalau mau diperbandingkan harus “yang wajar-wajar saja !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian teknologi tepatguna untuk penggemukan sapi potong bagi peternak di Kabupaten Indramayu menjadi tidak wajar ketika harus dengan berbondong-bondang ke suatu tempat dimana penggemukan sapi potong dikelola dengan sistem pemeliharaan dan manajemen pengelolaan sumberdaya dan sumberdananya yang sama sekali berbeda.  Pemborosan luar biasa besar itu bertambah tidak wajar ketika ingin diulangi untuk yang kedua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi penggemukan sapi potong sapi lokal seperti PO (Peranakan Ongole) ataupun anak-cucu Brahman atau bahkan jantan FH dan akfiran FH tua yang tidak produktif lagi (FH = Friesen Holland, salah satu jenis ternak perah) bukanlah barang asing bagi masyarakat Kabupaten Indramayu.  Selain praktis juga sangat mudah diserap dengan sedikit sentuhan penyuluh dan praktek petani lain sebagai teladan.  Pada tahun 1995 masyarakat Truwali-Karangampel membuktikan hal ini.  Beberapa peternak di Gabuswetan dan Kandanghaur kemudian mengikuti kisah suksesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggemukan sapi potong impor pun sangat tidak terlalu berbeda, sedikit kendalanya adalah kemampuan penanganan sapi yang biasa hidup di ranch itu.  Keganasan dan kekuatan tenaga liarnya memerlukan tenaga ekstra dan perkandangan permanen yang lebih kuat daripada pemeliharaan sapi lokal yang berbanding lurus dengan pendanaan.  Sedangkan pakan dan manajemen lainnya sudah tidak perlu jauh-jauh belajar dari daerah lain.  Peternak yang pernah memelihara jantan FH tentu pernah membuktikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga untuk menggemukan sapi potong baik lokal maupun impor tidak perlu jauh-jauh studi banding.  Cukup menggali potensi yang ada dan pengalaman yang sudah menumpuk di daerah sendiri, baik keberhasilan maupun kegagalan yang dijadikan tantangan untuk perbaikan.  Toch semuanya sudah jelas, ilmunya sudah ada, “dosen dan praktisi ahli” berpengalaman sangat banyak.  Yang tidak pernah ada adalah kemauan untuk belajarnya, kecuali belajar ke luar daerah.  Apalagi menindaklanjuti hasil belajar itu sesuai dengan TOR yang disepakati sebelum berangkat belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teori usaha penggemukan sapi potong memang sangat menguntungkan, praktek yang telah lama dilakukan masyarakat juga membuktikan kebenarannya.  Petani yang menggunakan modal sendiri, hanya dengan memelihara satu ekor setiap bulannya bisa mengantongi Rp. 300.000,-.  Mereka yang menggunakan jasa perbankan, bukan hanya dapat membayar cicilan hutang tepat waktu tetapi juga kelebihan yang relatif cukup dibanding usaha pertanian yang lain.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali dalam keadaan sangat gawat, peternak tidak perlu harus didampingi dokter hewan dalam penanganan kesehatan ternaknya.  Cukup pemberian obat cacing, vitamin dan antibiotika dengan tablet yang bebas beredar di pasaran seperti halnya orang-orang mencegah cacingan, ingin tambah stamina atau menghilangkan sedikit gangguan flu.  Makanan pun tidak pernah ada kendala baik untuk sapi lokal maupun impor, rumput sebagai sumber serat kasar dan penguatnya dengan konsentrat.  Dedak halus saja sudah merupakan makanan penguat yang baik, apalagi ditambah sedikit bungkil kedelai atau bahkan konsentrat buatan pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah gambaran sekilas usaha penggemukan sapi potong yang pernah diterapkan masyarakat, di Kabupaten Indramayu, di mana pun tidak jauh berbeda karena usaha ini sangat menguntungkan dengan resiko yang relatif rendah.  Kemungkinan sakit sangat kecil, kematian pun Insya Allah hanya datang ketika sapi sampai di RPH (Rumah Potong Hewan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani di Truwali yang tumbuh berkembang dengan modal sendiri membuktikannya.  Sapi bakalan didatangkan dari Jawa Timur dan dipelihara 3 – 6 bulan dulu sebelum akhirnya dijual kepada jagal.  Memelihara satu ekor sudah untung, memelihara 2 ekor tambah beruntung, memelihara 6 bisa mengeluarkan satu ekor setiap bulan secara periodik.  Pakan yang diberikan tidak lain dari rumput secukupnya dan 3 kg dedak halus setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keadaan menjadi lain kalau urusan penggemukan sapi potong ini dicampuri bumbu masak bermerek birokrasi.  Budidaya sapi potong penggemukan sering berubah menjadi upaya potong sapi penggemukan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peternak di Truwali adalah saksi dari campur tangan yang sangat merugikan itu.  Kelompok Sapi Potong Penggemukan terbaik kedua tingkat nasional itu kini tinggal kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan halnya kejadian yang sekarang ramai sampai di kursi Dewan adalah ulangan kegagalan yang hampir sama dengan PPWT hampir sewindu yang lalu.  Peternak di Haurkolot-Haurgeulis yang dengan tekun dan telaten selama 6 – 9 bulan memelihara sapi potong bagiannya, pada saat penjualan harus gigit jari.  Harga jual tidak bergiming dari nilai beli bakalan yang ditetapkan petugas.  Jadilah kerja keras mereka kerja paksa yang dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haurkolot bukanlah Truwali, peternak Truwali membeli sendiri bakalan yang umurnya berkisar 2 tahun.  Kondisinya yang memelas, ceking namun jangkung sangat tepat untuk diisi kasih sayang dan makanan sederhana yang akhirnya berubah menjadi daging dengan marbling yang seimbang.  Berbeda dengan peternak Haurkolot yang tinggal mengantri untuk mendapatkan bagian sapi tanpa tahu asal-usul dan ukuran besar, apalagi umurnya.  Mereka mendapatkan pedet namun harga mati telah dipatok sebagai bakalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peternak Truwali benar-benar berusaha menggemukan sapi potong sesuai dengan sebutannya, sedangkan yang di Haurkolot hanya tertera di plang nama.  Mereka melakukan pembesaran.  Pedet-pedet itu masih perlu waktu satu setengah tahunan untuk membentuk kerangka.  Proses pembuatan tulang ini terus berjalan ketika sampai pada waktunya untuk dijual.  Wajar saja kalau harganya lebih rendah daripada harga yang ditetapkan sebelumnya, karena sapi yang dijual pun statusnya masih pedet-pedet juga.  Belum seharga bakalan seperti yang ada di dokumen !  Karena sapinya pun sama sekali belum pantas disebut bakalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Bank Mandiri yang pernah menjalin kerjasama dengan peternak secara langsung sudah menyatakan ketidakpercayaannya pada usaha ternak yang sangat menguntungkan ini.  Dalam dunia peternakan, usaha penggemukan sapi potong adalah yang paling menguntungkan selain budidaya babi pedaging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara perbankan di Indramayu sama sekali tidak melirik usaha yang sangat menggiurkan ini, maka secara tiba-tiba Departemen Sosial akan mengucurkan dana Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar) untuk memberdayakan para fakir miskin di Kabupaten Indramayu dengan bakalan impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya ini benar-benar luar biasa, bukan hanya dananya yang sangat besar tetapi juga manfaatnya akan benar-benar bisa mengentaskan para fakir miskin untuk menuju kesengsaraan yang baru akibat kebijakan yang diterapkan tanpa ilmu.  Soal kemiskinan, Departemen Sosial adalah pakarnya tetapi mereka keliru ketika menyamakan biaya pakan sapi impor penggemukan dengan biaya hidup fakir miskin yang bisa bertahan nafas hanya dengan Rp. 1.000,- (seribu rupiah) per-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ketidakwajaran dalam menganggarkan jatah pakan, pihak Departemen Sosial pun ternyata tidak tahu kalau yang namanya fakir miskin di Kabupaten itu benar-benar miskin, bukan mereka yang ngotot mendapatkan jatah berobat gratis JPSBK padahal nyetir mobil pribadi.  Menggemukan sapi potong, apapun jenisnya, seperti diuraikan di atas sangat mudah.  Tetapi ada catatan untuk sapi impor yang biasanya digembalakan di padang rumput, tenaganya luar biasa besar dan juga liar.  Oleh karena itu perlu perkandangan yang relatif kuat dan permanen.  Bagaimana mereka bisa menyiapkan kandang yang representatif ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua faktor itu adalah sisi lemah analisis Departemen Sosial yang mudah terlihat.  Bila dana ini dipaksakan untuk diterima Kabupaten Indramayu maka beberapa gelintir orang akan sangat diuntungkan atas insentif yang terselip sementara para fakir miskin makin merana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peternak Truwali dan Haurkolot adalah sekolahan khusus penggemukan sapi potong.  Selama ini mereka terlupakan atau sengaja dilupakan.  Belajar sukses sapi potong tidak harus pergi jauh-jauh dengan hamburan dana yang tidak sedikit, ilmu itu sudah di tangan.  Tinggal pilihan pertanyaan yang harus dijawab, “Apakah kita mau berbuat dengan ilmu itu ?” atau “Apakah kita terus berbuat tanpa ilmu ?”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pertanyaan pertama yang dipilih, Yahudilah jadinya.  Tidak berbeda dengan Nasrani pula bila alternatif kedua dilakukan tanpa koreksi sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-2253019201524495387?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/2253019201524495387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/sapi-potong-potong-sapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/2253019201524495387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/2253019201524495387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/sapi-potong-potong-sapi.html' title='SAPI POTONG &amp; POTONG SAPI'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-1102738644431614532</id><published>2010-05-11T10:03:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:19:15.956+07:00</updated><title type='text'>POSISI TAWAR PEMDA  DALAM USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG  POLA KEMITRAAN</title><content type='html'>Tulisan tua ini (ditulis 2001) menyebabkan saya dianggap sebagai “orang asing dengan sejuta cela” oleh seorang Kepala Dinas dimana saya bertugas.  Soalnya, pertengahan tahun 2005 saya bertugas di Dinas Pertanian dan Peternakan, beliau masih memimpin lembaga yang mengajukan proposal spektakuler itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era otonomi daerah ini maka berbagai upaya harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk meningkatkan PAD.  Bagi Indramayu, potensi penggemukan sapi potong merupakan usaha yang patut dilirik.  Bagi masyarakat pelakunya usaha ini bukan hanya dalam waktu yang relatif singkat dapat menghasilkan uang yang relatif banyak tetapi juga hampir tanpa resiko.  Sedangkan bagi pemerintah daerah secara langsung maupun tidak akan mendorong peningkatan PAD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teori usaha ini sangat menguntungkan, praktek yang telah lama dilakukan masyarakat juga membuktikan kebenarannya.  Petani yang menggunakan modal sendiri, hanya dengan memelihara satu ekor setiap bulannya bisa mengantongi Rp. 300.000,-.  Mereka yang menggunakan jasa perbankan, bukan hanya dapat membayar cicilan hutang tepat waktu tetapi juga kelebihan yang relatif cukup dibanding usaha pertanian yang lain.  Oleh karena itu maka tidak mengherankan apabila usaha ini dikembangkan di Kabupaten Indramayu maka bisa menyumbang PAD minimal 600.000.000,- (enam ratus juta rupiah) seperti diekspose Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu.  Namun keikutsertaan pemerintah daerah langsung sebagai mitra keuangan ini perlu dikaji ulang dan diwaspadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola seleksi yang ketat seperti dilakukan perbankan akan sangat banyak membantu kesuksesan program ini namun menjadi tidak lagi aman apabila kita menyadari bahwa sudut pandang masyarakat akan dana pemerintah sangat berbeda dengan pemikiran mereka bila berhutang murni pada bank.  Sekalipun mekanismenya sudah diatur sedemikian rupa sehingga seolah-olah hanya terdapat peran masyarakat dan perbankan, namun kemungkinan besar masyarakat akan terprovokasi oleh pihak tertentu sehingga sikap mereka akan memandang sebelah mata tanggungjawab pengembaliannya.  Pandangan mereka tidak akan bergiming bahwa modal yang dipinjamkan sama dengan KUT, yang tanpa dikembalikan pun akan hangus tertelan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau semata-mata untuk menyumbang PAD, dengan perhitungan sederhana apabila dana yang harus ditanamkan pemerintah daerah sejumlah Rp. 5 milyar maka dengan bunga bank 1 % perbulan saja maka dalam satu tahun jumlah Rp. 600.000.000,-/tahun untuk PAD akan mudah didapat tanpa harus kerja keras dan menanggung resiko.  Oleh karena itu usaha ini menjadi sangat rentan dan penuh resiko.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif bandingan untuk menge-bank-an dana itu tentu saja menyalahi aturan yang berlaku, dikemukakan hanya sebagai pembanding.  Hasilnya cuma Rp. 600.000.000,-/tahun, mungkin paling tinggi.  Namun uang rakyat yang Rp. 5.000.000.000,- tetap utuh, tanpa merugikan siapapun.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, mengingat berbagai kegiatan sub bidang peternakan selama ini, khususnya dalam pengelolaan dana yang dibantukan kepada masyarakat maka proposal Kepala Dinas Pertanian jika dilaksanakan sesungguhnya bukan hanya menghasilkan Rp. 600.000.000,-/tahun.  Bisa lebih, bahkan sangat lebih banyak.  Resikonya cuma satu, uang yang di tangan masyarakat itu sangat repot kembali.  Hanya sedikit, paling besar sama seperti semula, Rp. 5.000.000.000,- saja !  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, untuk sementara waktu sebaiknya pemerintah daerah cukup berperan sebagai pembina saja.  Baik dalam perencanaan usaha, pembinaan kelompoktani, penerapan paket teknologi dan juga pengawasan baik terhadap keamanan modal yang digunakan maupun kesehatan ternak dan kelanjutan usahataninya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan nilai mati, sebab apabila pola pikir masyarakat sudah berubah positif terhadap dana pemerintah maka hal ini menjadi sumber dana yang sangat potensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Pendapat  ini merupakan uraian dari Telaahan Staf  yang saya buat untuk Kepala Bapeda menanggapi proposal Kepala Dinas Pertanian.  Alhamdulillah, dukungan terhadap proposal itu sangat kuat dan segera dilaksanakan.  Hasilnya sangat fantastis, puluhan atau bahkan sertifikat tanah anggota kelompok sampai saat ini (tahun 2010) masih disimpankan Bank Jabar karena mereka tidak mampu melunasi hutang-hutangnya !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-1102738644431614532?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/1102738644431614532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/posisi-tawar-pemda-dalam-usaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1102738644431614532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1102738644431614532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/posisi-tawar-pemda-dalam-usaha.html' title='POSISI TAWAR PEMDA  DALAM USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG  POLA KEMITRAAN'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-6134717722786971674</id><published>2010-05-10T11:05:00.002+07:00</published><updated>2010-06-26T21:20:00.180+07:00</updated><title type='text'>NYAMAN</title><content type='html'>Belasan tahun lalu, penumpang mencari kenyamanan perjalanan.  Ekarang pun sama.  Toch, dari dulunya juga sebenarnya seperti itu kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”LORENA memang sedang naik daun !” Ujar juru parkir tak resmi di halaman rumah makan Umega Gunung  Medan ketika menyaksikan jubelan di pintu bus yang berbanding terbalik dengan penumpang yang baru turun dari Super Executive-nya ANS. &lt;br /&gt;Angkutan umum yang bermarkas di Tajur dekat Kota Hujan itu sebenarnya baru seumur jagung menjelajahi Ranah Minang, tetapi karena keberadaannya dengan AKAP yang selama ini merajai jalan Lintas Andalas maka dalam waktu yang relatif  singkat telah menjadi legenda tersendiri. Makin tenar berkat promosi dari mulut ke mulut para konsumen yang menikmati pelayanannya ataupun para pendengar cerita yang tidak pernah mau kalah untuk dapat lebih banyak lagi bercerita.&lt;br /&gt;Tidak mengherankan kalau kepopuleranya mampu menembus ruang dan waktu. Bahkan dalam sebuah rumah tua di Piliang Labuah – Lima Kaum – Tanah datar, para ibu setengah abad-an tak mau ketinggalan membicarakan kenyamanan yang didapat bila ke Jakarta dalam pelukan LORENA. Padahal di Batusangkar sama sekali tidak terdapat billboard perusahaan bus tersebut, bahkan di terminal antar kotanya sekalipun. Untuk mendapatkan tiketnya harus ke Padang atau terminal Solok yang jaraknya tidak dapat dibilang dekat.&lt;br /&gt;Pelayanan AKAP dengan motto Sabar-Sopan-Senyum ini telah mengikis anggapan awam, seperti obrolan para awak bus Sumatera Barat yang sangat yakin dan terpercaya bahwa para pelanggan fanatiknya tidak akan kepincut ke ain hati.&lt;br /&gt;Bila dititik lebih jauh, maka keberhasilan bus bergaya interior Italia ini terletak pada trik-trik pelangganya yang dapat mengubah perjalanan panjang menyusuri kepadatan labar jalan bebas hambatan sampai ke pelabuhan dan liku-liku Bakauheni – Padang yang membosankan menjadi terasa nyaman.&lt;br /&gt;Akankah AKAP urang awak terancam? Tidak  perlu merasa demikian, bahkan kedatangan competitor dari tanah seberang ini hendaknya menjadi pemicu untuk terus berbenah diri, mungkin selama ini ada yang terlupakan diri sebagai raja lapangan. Bahkan tergodanya urang awak kepada warga baru itu hendaknya menjadi bahan koreksi yang selama ini mereka selalu dapati.&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa selama ini bus-bus lokal memang sudah berusah menyesuaikan diri dengan kehendak konsumen yang semakin menyadari arti sebuah kenyamanan dalam perjalanan. Untuk dapat nyaman dalam bus ekonomi tersedia jumbo 2-2 dengan recleaning seat dan sedikit longgar daripada berdasarkan dalam kepadatan kursi 2-3. demikian juga sarana penunjang seperti televisi, cassete bahkan VCD sebagaian perusahaan neenjadikannya sebagai bahan pemikat, sekalipun lebih sering dalam perjalanan mereka tetap membisu tak pernah menjumpai penumpang kecuali tampangnya yang sudah tak pantas sebagai panajngan.&lt;br /&gt;Tetapi apakah dalam perjalanan panjangnya mereka mendapatkan kenyamanan yang sangat diharapkan? Banyak yang menyatakan setuju dan berkata dengan semangat 45, ”Ya !” Tetapi tidak sedikit pengalaman menggeliti yang sangat menarik untuk diotak-atik.&lt;br /&gt;Penumpang bus biasa memang harus terbiasa kalau tumpangannya bejalan dut-dutan dan awak bus belepotan akibat buka bengkel sepanjang jalan. Demikian juga harus maklum kalau banyak berhenti ditengah jalan karena kondektur menjajangkan kursi dan bangku cadangan. Soal kenyamanan, tak perlu dibayangkan hanya bisa dirasakan.&lt;br /&gt;Naik bus yang jelas-jelas memajang EXECUTIVE CLASS di kaca depannya, tidak jarang harus terasa dieksekusi. Bahkan sakit hati dengan banyaknya penumpang jalanan yang hanya merogoh kocek setengah harga, karena yang demikian sudah membudaya. Kondisi armada yang tak lagi prima sering kali menjadi kendala tambahan.&lt;br /&gt;Perjalanan dengan bus SE pun sering diluar harapan, Susah Enak. Bengkel jalan tetap kerap mewarnai. Bisa dimaklumi kalau sekedar ganti ban yang memang tak dapat dihindarkan, tapi kalau awak bus jadi juru mesin yang belepotan? Lebih menyedihkan kalau deru mesinya empot-empotan sehingga dijalan datar sangat mudah ditilap bus ekonomi atau bahkan sangat menyakitkan ketika di tanjakan dapat gilas truk tua penuh muatan. Mana tahan ....&lt;br /&gt;Disamping itu keramahan awak bus yang seharusanya ditunjukan sering dilupakan. Sehingga penumpang merupakan orang asing selama perjalanan dan harus menyadari dengan sepenuh hati bahwa mereka hanyalah berkedudukan sebagi orang yang menumapang pada tempat duduk yang di miliki awak bus. Wajar dong kalau mereka sangat angkuh. Namanya juga penumpang, ya ... cuma numpang sekalipun bayar uang! Hubunga diantra keduanya terjadi semata-mata hanya karena selembar uang.&lt;br /&gt;Sedemikian remeh arti penumpang, sehingga merekapun harus menahan hati ketika awak bus dengan seenaknya berhenti di tengah toang yang jauh dari perkampungan dan bongkar membongkar sepeda motor agar bisa dikemas dan masuk dalam bagasi. Dan sekali lagi harus berbesar hati ketika mereka merakitnya kembali di terminal tujuan sampai sepeda motor di kemudikan. Kesabaran luar biasa, termasuk didalamnya tidak melaporkan kepada pihak berwajib tentang semua yang disaksikan. Tanpa sadar bahwa kesabaran mereka yang berlebihan pun sebenarnya kesabaran semu yang merupakan bagian dari tindak kriminal.&lt;br /&gt;Kejadian-kejadian tak mengenakkan yang akan cepat tersebar tanpa diiklankan ini terjawab dengan kehadiran bus dari Jawa. Awak bus berseragam yang ramah pada setiap penumpang tanpa disertai alih profesi jadi juru bengkel jalanan. Selain laju kendaraan dengan kondisi prima yang dapat diandalkan juga pemberhentian hanya ditempat tertentu yang telah ditentukan. Yang paling menentukan adalah kekonsekuenan manajemen dalam mengiklankan kelas busnya sehinggayang dinikmati penumpang sesuai dengan yang dibayarkan.&lt;br /&gt;Adegium lama mengingatkan, semut diseberang lautan jelas kelihatan sedangkan gajah di pelupuk mata tak kentara. Demikian juga kesenyapan Terminal Bareh yang merupakan pintu gerbang awal penyebrangan penumpang keberbagai tujuan di Ranah Minang dan kelenggangan Terminal Lintas Andalas ketika melam menjelang (tentu akan jauh lebih mati lagi keadaan Terminal Aie Pacah bila nanti difungsikan lagi). Yang terbaca justru gemerlap Rawamangun sekalipun malam telah gelap ataupun senandung malam sekitar Pulo Gadung.&lt;br /&gt;Bertahun-tahun bus AKAP urang awak mencapai tujuan dalam gelap. Tidak akan menjadi masalah kalau tujuannya Jakarta, tetapi kalau sebaliknya? Tidak ada jalan lain kecuali harus menunggu matahari muncul kembali di lorong sepi dengan segala resikonya atau merogoh kocek tambahan untuk menumpang tidur atau mencarter omprengan yang bisa lebih mahal daripada ongkos ribuan kilometer perjalanan. Padahal Jakarta – Padang dalam keadaan normal dapat ditempuh dalam 24 jam.&lt;br /&gt;Kehadiran bus yang menjamin sampai ke terminal antara yang masih melayani berbagai tujuan tentu sangat didambakan, sekalipun harus membayar di atas harga rataan. Ironisnya, justeru pengusaha Jakarta yang terlebih dahulu membaca peluang pasar yang demikian.&lt;br /&gt;Kenymanan yang didapakan selama dalam perjalanan sampai ke tempat tujuan adalah dambaan setiap penumpang.  Mau tak mau AKAP urang awak pun harus berbenah bila tidak ingin ditinggalkan para langganan.  Apalagi di masa yang aan adatang, buka hanya LORANA yang akan hadir diantara kita.  Pasti akan menyusul AKAP profesional lain, seperti KRAMATDJATI yang sudah mengintai dari Jambi dan Pekanbaru.&lt;br /&gt;Tak ada salahnya belajar dari cara berbenah JUSUF SEKELUARGA yang selamat dari kehancuran usaha AKAP JS Cirebon- Bandung-nya setelah berusaha ati-matian untuk tampil beda dalam melayani enumpangnya.  Demikian juga SINAR JAYA yang hampir saja kejayaannya tidak bisa lagi bersinar kalau saja manajemennya tidak merubah hauan sehingga kenyamanannya dikenal bukan hanya diberikan keada para langganan tetapi juga menjadi milik para awaknya.&lt;br /&gt;Pengalaman lain adalah runtunya SETIA NEGARA yang sempat menjadi raja jalanan akibat ditinggalkan para langganan setelah mereka harus berdiam diri dalam bus yang selalu dipotong SAHABAT dari kanan dan kiri jalur tengkorak menuju Jakarta.  Demikian juga tenggelamnya legenda SARI BUKIT MULYA dalam lenggok-gontai Cadas Pangeran yang juga dibabat SAHABAT yang tidak mau bersahabat.&lt;br /&gt;Keberhasilan manajemen SINAR JAYA, kesuksesan JUSUF SEKELUARGA menunjukkan bahwa masih banyak cara untuk bangkit sekalipun terasa sulit dan dalam keadaan serba terjepit.  Kondisi mereka saat itu nyarir tenggelam dari peredaran, JS hanyalah besi tua yang merayap di jalan sangat perlahan. Para penumpangnya hanya bisa mengurut dada ketika deru SARI BUKIT MULYA mengejek dengan kepulan asapnya.  SINAR JAA pun tidak lain dari pelengkap pembuat derita para penumpangnya yang tidak tahu sampai tertipu atau kecewa berat tidak termuat dalam badan WARGA BARU yang selalu menderu dan terus melaju. &lt;br /&gt;Tarian lincah manajemen pulalah yag akhirnya membawa SAHABAT yag semula jagoan merambat dan merayap sangat lambat serta tersendat-sendat menjadi raja jalanan seanteri Jawa Barat.&lt;br /&gt;Bukan berarti manajemen yang naik daun boleh lupa diri, beajar dari sua-duka AKAP urang awak selama ini tidak dapat dihindari.  Mulai dari otak-atik mesin di perjalanan sampai angkut-mengangkut para diplomat jalanan sehingga harus menyediakan kursi cadangan.  Bahkan pemanfaatan agen-agen perjalanan yang banyak berperan sebagi calo.  Hal terakhir sanat sulit dihindari kaena berhubungan erat dengan nasib kocek para awak bus yang sulit tergoda untuk badoncek.&lt;br /&gt;Penyakit yang menyerang kenyamanan penumpang selama dalam perjalanan ii akan terus berupaya menggerogti, sehingga AKAP profesional bukan hanya harus tetap melayani dengan armada yang selalu prima tetapi juga dalam penempanan para awaknya.  Dalam menebar agen pun harus super hati-hati kecuali mau ikut-iktan membuat penumpang sakit hati.&lt;br /&gt;Kalau tidak demikian, kemashuran akan segera meninggalkan.  Nama besar LORENA bisa loreng dan jadi bahan pertanyaan baru, ”LO, RE-butan NA-ikin penumpang di jalanan ?”  Kalu sudah demiian, maka kenyamanan tinggalah impian.  Seperti yang terjadi pada ANS yang didamba pelanggan agar dapat Aman Nyaman dan Sampai tujuan sesuai dengan namanya tetapi malah tergores selalu dalam ingatan dan tidak dapat terlupakan karena perjalanan ribuan kilometer terasa Amat Nelangsa dan Sakit hati sampai tujuan.&lt;br /&gt;Bukan berarti AKAP urang awak tidak ada yang bisa bersaing.  Armada prima sebagian TRANSPORT EXPRESS yang bisa menembus Ranah Minang ketika senja belum menjelang adalah sebuah contoh nyata.  Hadirnya PALAPA TRANSPORT pun patut dapat acungan jempol.  Bagaimana dengan yang lain ?&lt;br /&gt;Hanya bersaing dengan cara yag baiklah yang akan membuahkan hasil terbaik.  Hendaknya gaya sebuah AKAP yang mengklain kata ”TRANSPORT” sebagai milik pribadinya seperti ermuat dalam berita picisan tidaklah perlu terulang.  Bisa-bisa malah terkena gugatan warga Union Jack.  Demikian juga pemanfaatan kolom koran untuk menjatuhkan saingan bukanlah cara terpuji, sebaliknya merupakan tindakan yang mat keji.  &lt;br /&gt;Pelaku persaingan tak terpuji tak lain adalah mereka yang tega berbuat keji dan perlakuan mereka terhadap penumpang tidak akan berbeda.  Pelaku terbaik sesungguhnya hanya akan bersaing dengan cara yang baik pua.&lt;br /&gt;Selamat bersaing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-6134717722786971674?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/6134717722786971674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/nyaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6134717722786971674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6134717722786971674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/nyaman.html' title='NYAMAN'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-1441038908038710854</id><published>2010-05-10T11:04:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:20:30.686+07:00</updated><title type='text'>DEMO</title><content type='html'>Demo, demo, semua harus diselesaikan dengan aksi massa.  Benarkah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aksi mahasiswa dengan aksi demo-demonya yang tanpa diduga sebelumnya dapat menggulingkan pemerintah Orde Baru yang bercokol begitu lama dan tertata secara profesional maka seperti biasa kita jadi latah, seakan-akan segala sesuatu harus diselesaikan dengan yang namanya aksi masa, demo. Demonstrasi menjadi kunci sukses dari segala upaya.&lt;br /&gt;Tidak ketinggalan para sopir AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) jurusan Padang Batusangkar yang beberapa minggu yang lalu juga menggelar unjuk gigi. Mulai dari mogok mengangkut penumpang yang notabene menjadi sumber hidup dari mereka sendiri, aksi yang agak seram (Menjadi lebih ngeri karena dibesar-besarkan oleh yang mengucapkan) terhadap partner bisnis yang untuk sementara dianggap musuh sampai pamer poster yang isinya tidak pantas sama sekali dibaca siapapun apalagi bapak-bapak yang notabene sedang diminta fungsi perlindungan oleh mereka.&lt;br /&gt;Semua pembaca pasti tahu, masalah yang jadi momok adalah adanya bus ANS yang melayani trayek Padang-Batusangkar. Padahal bagi sebagian pembaca, yang sebagian besar tidak lain adalah konsumen AKDP tersebut, kehadiran ANS justru bak Dewa Penolong dari segala kelebihan yang selama ini ada dalam pelayanan YANTI, APB dan SOVIA. Yaitu kelebihan penumpang sehingga berjejal-jejal bak pindah hidup karena masih berkeringat, kelebihan waktu untuk menempuh dua kota yang jaraknya cuma 110 km, kelebihan perlakuan, mulai dari para calo yang merajai terminal sampai oknum awak bus yang kadang-kadang lupa mengontrol ucapan saat meminta ongkos ataupun dengan penuh kuasa menurunkan penumpang yang tiba-tiba harus menjadi tidak berdaya ditengah jalan karena cuma numpang sampai Padangpanjang karena banyak penumpang ke Padang banyak yang belum terangkut misalnya, dan beberapa kelebihan lain yang selama ini menjadi rahasia antara penumpang saja karena tidak ada alternatif lain kecuali tetap menjadi penumpang!&lt;br /&gt;Kelebihan-kelebihan inilah menjadi bahan-bahan celotehan yang banyak dibicarakan sekalipun ada juga yang mendukung aksi mereka karena katanya Batusangkar belum siap menerima oto gadang. Supir-supir jurusan lain, Bukitinggi-Batusangkar misalnya tidak semua setuju aksi mereka. Ada yang menganggap merugikan diri sendiri karena dengan mogok otomastis pemasukan uang untuk dapur juga macet, ada yang menuduh mereka sebagai biang keladi perpecahan persahabatan atau bahkan persahabatan antar awak angkutan disamping ada juga menganggap aksi mereka sangat positif untuk kehidupan di kota Batusangkar yang mereka anggap terlalu dini memasuki perusahaan bus bonafide.&lt;br /&gt;Adapun tanggapan yang ada dan dari siapapun datangnya serta bagaimanapun akibatnya baik terhadap penumpang langganan ataupun  pengusaha beserta awak busnya, yang jelas, penikmat untung besardari seminggu mogoknya AKDP Batusangkar – Padang adalah siapa lagi kalau bukan pengusaha travel yang kebanjiran pemesan.&lt;br /&gt;Dari poster yang masih pantas dibaca, misalnya KAMI BELUM SIAP BERSAING, sesungguhnya harus dibaca lagi oleh para demonstrasi itu sendiri. Terus bertanya lahi-lagi bertanya pada diri sendiri,”Kapan bis a bersaing?” Tetapi sebelum menjawab coba berfikir dulu. ”Sejak kapan sich kamu belum siap bersaing?” Tentu saja sudah terlalu lama dan masih sangat lama untuk bisa bersaing serta tidak akan mampu untuk berival. Karena selama ini tidak ada upaya untuk berbenah diri. Dari hari ke hari, dari minggu ke minggu bahkan dari tahun ketahun pelayanan seperti itu-itu juga. Penumpang itu, penumpang yang sekedar menumpang, penguasanya adalah yang menjalankan bus, para awak bus yang tentu saja dibawah kendali pemiliknya.&lt;br /&gt;Jadi, penumpang sebagai orang yang cuma nebeng harus pasrah dan tunduk pada aturan mereka. Suatu konsep pemasaran yang sangat lama sudah harus ditinggalkan karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. Konsumen adalah Raja, pepatah yang belaku sekarang. Bukan pengusaha yang raja. Sekaya-kayanya seorang pengusaha dia adalah seorang hamba, yang mengumpulkan sekeping demi sekeping pemberian dari sng majikannya bukan pengusaha itu sendiri tetapi Sang Raja, sedangkan Sang Raja itu adalah konsumen dalam konteks ini adalah penumpang yang sudah seharusnyalah mendapat pelayanan layaknya sebagai seorang raja setidaknya pelayanan yang patut bagi orang yang turut memberikan kehidupan bagi nyala api dapur pemilik angkutan.&lt;br /&gt;Terlalu lamanya bercokol menguasi pelayanan penumpang Batusangkar-Padang menyebabkan pengusaha dan awak bus terlena, lalai mendudukkan penumpang sebagai orang yang penting bagi mereka. Sehingga pelayanan jadi sangat memprihatinkan YANTI menjadi angkutan YA N TIdak (baca: Ya end Tidak) alias ya klo mau numpang dan tidak perlu naik kalau tidak mau alias tidak ada pilihan lain di APB penumpangpun sikut kanan sikut kiri, berjejel-jejel mencari celah dibawah ketiak tetengga seperti dalam Angkutan Petai dan Bengkuang dan perjalanan seratus kilo meter lebih menjadi perjalanan yang memakan waktu lama, jauh dari janji-janji calo dan awak bus akan secepatnya pergi dan cepat mencapai tujuan SOVIA (Baca: SOk VIA (lewat) tol.&lt;br /&gt;Nah, kalau sudah demikian parah pelayanan yang diberikan apa tidak salah mengapa mereka berdemo yang katanya menuntut keadilan? Sebab yang seharusnya berdemonstrasi adalah para penumpang yang selama ini manut terus dengan perlakuan awak bus. Apakah para pengusaha dan awak bus tidak pernah berfikir bakal didemo penumpang yang merasa tidak mendapat pelayanan yang layak senilai dengan uang yang mereka bayarkan?.&lt;br /&gt;Di akhir tulisan ini, tak ada salahnya kita petik beberapa hikmah dari masuknya ANS ke kota Budaya, antara lain membangun para pengusaha dan awak bus yang telah terlalu lama terlelap dalam tidur panajng dalam melayani penumpang serta membuka mata penumpang itu sendiri akan pentingnya nilai uang yang harus dibayar awak bus dengan waktu tempuh dan kenyamanan sekalipun uang tidak selalu dapat membeli semu itu. Yang lebih penting adalah membuka jalinan promosi kota kita ke luar daerah yang akan sangat mudah di lakukan ANS via cetak karcis misalnya, bahwa Sumatera ada kota Batusangkar. Karena sekalipun pusat Kerajaan Minangkabau berpusat disini, jarang yang tahu kecuali pusat Kerajaan Minangkabau ya....di Pagaruyung yang ada di Ranah Minang di Provinsi Sumatra Barat sekarang. &lt;br /&gt;Tidak lupa ada ajakan untuk para pengusaha dan awaknya mari berbenah diri. Kapan lagi, sebab bila tidak akan mengahadapi tantangan zaman yang makin menggelebu jangankan bersaing dengan yang lebih dahulu memasuki pasar luas seperti ANS misalnya, bila terus menerus jalan ditemapat akan sangat beruntung kalau cuma ditinggalkan teman tanpa terinjak-injak. Dan demo bukanlah selalu menjadi cara yang baik untuk mencapai tujuan. Apalagi disrtai dengan poster-poster yang nadanya menjatuhkan martabat orang yang mau diminta bantuannya coba kita renungkan bersama, bagaimana kalau anak kita minta dibelikan speaker tapi dia maki-maki kita dulu sebelumnya. Kira-kira kita mau kasih uang? Jangan-jangan malah dengan speaker itu ia makin galak mencaci maki.&lt;br /&gt;Lantas bagaimana caranya? Layani penumang dengan sebaik-baiknya. Manfaatkan potensi yang ada, jalan Padang-Batusangkar yang berkelok dan sempit misalnya. Bukankah jalan yang demikian menguntungkan AKDP untuk berlenggak-lenggok memamerkan kelincahan tubuh mungilnya? Dengan demikian waktu tempuhpun akan menjadi lebih pendek. Suatu keunggulan tersendiri. Bukankah masyarakat sekarang makin menyadari pentingnya ketepatan waktu? Asalkan jangan sampai keunggulan ini dinodai sendiri dengan menambah waktu untuk ngatem dan maju mundur di terminal misalnya.&lt;br /&gt;Kehadiran ANS bukanlah monster yang siap menerkap AKDP tetapi mitra berusaha yang sangat baik. ANS memang datang dengan banyak keunggulan tetapi bukan berarti tanpa kelemahan, sama seperti AKDP yang tidak selalu penuh kekurangan. AKDP dan ANS bisa saling melengkapi. Penumpang yang ingin santai diperjalanan bisa pilih ANS namun kalau memburu waktu AKDP bisa jadi pilihan untuk mengejarnya.&lt;br /&gt;Semua tergantung kepada pengusaha dan awak bus AKDP sendiri. Yang jelas, sebagai penumpang, kami tidak akan meninggalkan kamu kalau kamu tidak meningalkan kami. Selamat berbenah dan semoga sukses!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dibuat sebagai bukti rasa persaudaraan penulis terhadap saudara-saudara kami pengusaha awak bus di Ranah Minang, dimana kita harus saling mengingatkan karena pada dasarnya kita saling membutuhkan. Kalau ada saran dan sumbang yang menyengat mohon maaf dengan penuh rasa hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-1441038908038710854?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/1441038908038710854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/demo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1441038908038710854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1441038908038710854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/demo.html' title='DEMO'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-8825115960455463814</id><published>2010-05-10T11:03:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:21:12.936+07:00</updated><title type='text'>PRIT</title><content type='html'>Temanku bilang, sekarang semua sudah berubah.  Syukurlah, awal reformasi, ”Prit Ceban” sekarang ”Prit Goban !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prit adalah mahluk unik dengan gelar yang selalu berkembang, tumbuh seirama kesejahteraan masyarakat dan goyang dollar Amerika Serikat. Sebelum krismon, nama lengkap prit goceng. Dulu sempat bergelar seceng setelah sebelumnya menyelesaikan program gope. Dulu-dulunya, bisa cepe atau gope ataupun jigo atau malah masih berakhiran tun-tun-an yang sama sekali tidak bisa dipakai sebagai pedoman. &lt;br /&gt;Beberapa tahun lalu namanya hampir berubah menjadi prit goban  atau bahkan prit cape-ceng atau bahkan prit cetiau berkat restu Undang-Undang lalu lintas yang lebih sering ditayangkan sekilas dan hanya dimengerti kalangan terbatas sehingga sangat ampuh sebagai sarana penindas.&lt;br /&gt;Prit ceban, jangan mencoba mencari padanan kata di kamus lengkap Hasan Sadely atau Kamus Besar Bahasa Indonesia Lukman Ali ataupun Jus Badudu yang kelewat tebal. Tidak akan ketemu, sekalipun keduanya sudah sangat akrab dengan telinga masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;Prit adalah prit, bunyi tetap peluit yang biasa jadi senjata polisi untuk mematahkan niat lawan. Mengendor urat gas yang lebih sering tegang sekalipun tidak pernah dikasih warga, mengingat wajah seram untuk tidak asal tabrak rambu mati, awal dari proses lanjutan yang sering harus berakhir dengan campur tangan Srikandi Tjut Nyak Dien, lembaran ceban.&lt;br /&gt;Prit ceban seperti banyak dilakukan sungguh beralasan, seperti yang dituturkan seorang pengeprit di jalanan. Soalnya, untuk bisa prit-mengeprit itu orang tua mereka sempat rela nggak makan makanan tambahan, sawah digadaikan dan bebagai tindakan dilakukan demi masa depan anak dan kemenakan. Kalau sudah demikian, bagaimana lagi, kecuali ambil tindakan pengamanan untuk merintis jalan pengembalian. Ironisnya, prit ceban dengan terpaksa dilakukan karena harus mengejar sinkron.&lt;br /&gt;Prit ceban boleh saja dianggap sebagai hujatan yang menyakitkan bagi keluarga besar polisi negeri ini, tetapi itulah kenyataan yang sudah terjadi dan sudah bukan rahasia lagi dalam suatu razia di jalan raya. Resmi atau tanpa surat perintah komandan, pengendara tidak perlu bertanya karena yang resmi bisa jadi langkah kunci untuk menang remis dan surat perintah komandan bisa diplesetkan menjadi surat perintah komandan... soal pengisih titik-titik, sangat beraneka, tergantung kebutuhan. Bisa juga kebutuhan akan sembako atau se-hisap rokok karena saku berkokok.&lt;br /&gt;Prit sudah sangat melekat dengan kehidupan kepolisian yang sudah lebih dari lima puluh tahunan. Tumbuh berkembang sesuai perkembangan zaman seperti halnya polisi negeri ini yang sering mempraktekkan teori demokrasi sebagai sing gede diemek, sing cilik dikerasi (yang besar dipegeng, yang kecil digencet).&lt;br /&gt;Prit ceban juga jadi alasan untuk tidak mensyukuri gaji bulanan yang rutin didapatkan. Padahal kalau dihitung-hitung sudah cukup lumayan. Apalgi kalau ditambah bergagai tunjangan yang dapat melengkapi kebutuhan keuangan.&lt;br /&gt;Prit bukan hanya mahluk yang berganti gelar dan wajah samaran, tetapi juga selekif sehingga terkesan sering pilih pandang bulu.  Teman instruktur P-4 pernah mengalaminya, ketika di-prit dari kedai rokok (rupanya sumber kerindangan adalah bayangan dinding seng). Tunjukin salah sana salah sini, akhirnya UUD juga. Ujung-ujungnya damai dan mungkin akhirnya akan mengarah kepada kepanjangan yang lain. Untungnya, instruktur itu baru saja memberikan materi almamater yang mengasuh mereka dengan banyak teori yang kini sudah banyak berceceran sepanjang jalan atau bahkan telah dilupakan. Ditunjukan surat resmi bercoret-coret komandan. Sekali lagi berlaku UUD, ujung-ujungnya dibebaskan.&lt;br /&gt;Prit ! Itu zaman dahulu, paradigma lama, sebelum reformasi bergulir. Sebelum polisi memisahkan diri dari ABRI. Sebelum mereka memproklamirkan diri untuk lebih mandiri.&lt;br /&gt;Prit mulai ditiup keras, mulai 10 April lalu memang polisi keluar dari ABRI. Kembali bertekad jadi pelindung, pengayom masyarakat tanpa mengenal pendekatan kekuasaan. Back to basic, sesuai dengan fungsinya dulu. Sebelum di paksakan menjadi angkatan yang kehabisan kekuasaan. Sampai ada anekdot, bukankah darat sudah dibooking Angkatan Darat, demikian juga Angkatan Laut menguasai ombak samudra dan juga udara bebas dicarter Angkatan Udara? Dimana kekuasaan polisi? Di ketiga wilayah kekuasaan angkatan. Sesuai dengan namanya, polisi..... si Darat, si Laut, dan si Udara.&lt;br /&gt;Prit juga untuk penghargaan kepada jago tembak jantung hati yang bikin lawan tersungkur mati. Karena itulah yang membedakan para angkatan dengan polisi, menembak bukanlah selalu untuk membunuh tetapi membikin lumpuh, hanya melukai sehingga sasaran yang tepat adalah tangan dan kaki.&lt;br /&gt;Prit terhadap pembuatan yang selalu menunjukan organisasi sebagai bagian dari korps kepolisian.  Sebab polisi lahir dari rakyat, hidup dengan uang rakyat dan pada akhirnya harus kembali lagi merakyat. &lt;br /&gt;Tamtama, bintara ataupun perwira kepolisian adalah bagian dari masyarakat yang harus menyadari arti penting bahwa di negeri demokrasi ini rakyat adalah sumber segalanya, seperti kata orang Singapura, ”Our people are, and always  will be, our most precous reources.” ( Rakyat kita adalah, sumberdaya kita yang paling berharga ).&lt;br /&gt;Prit! Citra jelek polisi dimata masyarakat harus segera diakhiri. Stop perkembangan noda hitam kepolisian yang sering menjadi kebanggaan sekaligus pembatas dengan lingkungan. Loyal keatas, dibawah tindas. Target dan upeti adalah peti mati yang dipersiapkan sendiri, kecuali tanpa tekad untuk makin mandiri karena masyarakat sudah semakin mengerti dan berani, berkat reformasi disana-sini.&lt;br /&gt;Prit keras untuk polisi didekatkan dengan kolusi, yang harus dimulai dari koreksi diri. Hilangkan watak kolu ngepusi (tega menipu) terutama terhadap diri sendiri. Muaranya adalah pada mentality yang berjalan dalam rel public morality (etika sosial). Tanpa itu, polisi hanya akan jadi biang polusi.&lt;br /&gt;Prit, minggir. Minggirnya AKPOL dan AKABRI misalnya, hendaknya bukan  mengurangi jumlah mata pelajaran yang menurut mantan Gubernur Akpol Kusparmono Irsan tidak dibutuhkan oleh polisi, tetapi juga menuntas habiskan calon sisiwa yang masuk melalui jalur kiri. Kalau saja masih terus terjadi, maka setelah hengkang dari kawah candradimuka juga akan tega ngapusi. &lt;br /&gt;Demikian juga penanaman public morality harus lebih ditekankan sehingga para lulusannya sadar bahwa segala jenis penyimpangan selalu diiringi dengan biaya sosial tidak murah, dan yang menanggungnya adalah rakyat yang tidak lain ibu kandung dari polisi itu sendiri. Hal ini bukan hanya sangat diperlukan para siswa, tetapi juga pelajar yang menempuh karir kepolisian via tamtama ataupun bintara. Toh mereka semuanya pada akhirnya kembali kemuara sama merakyat,&lt;br /&gt;Prit! Hentikan organ kekuasaan sebagai senjata, jangan jadikan kokang sebagai senjata panglima. Tetapi polisi harus menjunjung tinggi moralitas dan etika kalau mau sejalan dengan petuah Jendral Douglas Mc Atur ”Old soldier never die, they just fade away”. Kecuali sudah bertekad untuk tidak akan kembali kepada masyarakat setelah habis masa tugas nanti akibat rakyat tidak menghendaki. &lt;br /&gt;Prit! Bersiaplah kini untuk di-prit pihak lain. Terbuka menerima saran dan pendapat untuk kemajuan dan kemandirian kepolisian yang dicita-citakan.&lt;br /&gt;Dengan membuka lebar-lebar pintu kritik, telah mengajak masyarakat turut menjadi pemilik.&lt;br /&gt;Prit!. Viva Polri dan selamat hari Bhayangkara.&lt;br /&gt;Prit, Prit, Prit !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-8825115960455463814?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/8825115960455463814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/prit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/8825115960455463814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/8825115960455463814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/prit.html' title='PRIT'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-5952080682445642873</id><published>2010-05-10T11:02:00.002+07:00</published><updated>2010-06-26T21:22:28.201+07:00</updated><title type='text'>KAMBING HITAM</title><content type='html'>Kambing, kambing, kambing, setiap saat negeri ini selalu perlu an memerlukan yang namanya kambing hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang kenal kambing, sekalipun sering keliru dengan saudara dekatnya domba. Namun mereka yang sudah pernah belajar sedikit tentang peternakan akan tahu perbedaanya, punya jenggot bagi yang jantan dan ekornya mencungak keatas yang tampak jelas apabila dilihat dari belakang, tertutup bulu licin tersram minyak alami dengan bau khas menyengat yang selalu mengkilatkannya.&lt;br /&gt;Seperti halnya domba, ada yang berbulu coklat, putih ataupun hitam. Bahkan yang terakhir memegang rekor karena jumlahnya dibantu dengan antrian kambing jadi-jadian.&lt;br /&gt;Kambing termasuk makhluk yang suka beramal. Selalu mengikhlaskan namanya dicatut pihak manapun, mulai sesama hewan sampai manusia yang sering mengaku makhluk ciptaan Tuhan sebagi makluk paling sempurna sekalipun paling doyan menurunkan derajat, atau mungkin hanya menunjukan jiwa sosial mereka dengan merndahkan diri sebagai rasa toleransi terhadap makhluk lain?&lt;br /&gt;Keistimewaan kambing memang patut dicatut. Serat kenyalnya patut dipuji sekalipun banyak yang harus menghindari anjuran Bu Dokter, kelincahan dan kelihaiannya panjat-memanjat patut di acungi jempol untuk kaki empat sebesar ukuran badannya, demikian juga kemampuan si jenggot nongkrong di pundak lawan jenis sering membuat manusia risih tapi iri dan kepincut ingin juga nyatut dan menirunya, sekalipun belum pernah di beritakan bahwa pria mampu menyaingi kehandalan bandot yang sanggup main 32 babak sehari semalam.&lt;br /&gt;Kadang ada untungnya dicatut, terutama oleh pengipas bara. Sate kambing yang banyak dijual di seantero Jakarta misalnya, sekalipun di etalase disertai karkas bergantung plus kepala kambing lengkap dengan jenggotnya, bagi yang mengerti akan segera tahu kalo yang dimakan tidak mengandung minyak sengak khas kambing. Memang tidak semua begitu, namun banyak karkas yang bergantung dan daging cacah yang ditusuk-tusuk itu memiliki domba yang tentu berbeda dengan judul cerita.&lt;br /&gt;Manusia Indonesia lebih sering lagi mencatut karena propesi sebagai plagiat masih cukup terbuka lebar. Apalagi kambing tidak pernah mendaftarkan hak kehitamannya di Biro Hak Paten swasta yang mulai bermunculan. Tidak heran yang pencatut kambing lebih banyak yang bukan mamaliasekalipun jagoannya sama berjenggot, namun jari kaki demapnnya lebih sempurna sekalipun yang sebelah kiri kebahagian menyetuh ampas buangan. Tetapi sering merasa beberapa tingkat lebih tinggi sekalipun tidak hanya insting, lebih suka nyate walaupun sekali-kali juga disate sesamanya dan berbagai keutamaan lain yang lebih sering hanya dikumandangkan ayat suci dari pada diamalkan sehingga tidak sedikit martabat mereka yang terlaknat daripada mahluk yang bernama kambing.&lt;br /&gt;Sebagimana yang dibanggakan, mahluk yang sempurna tentu tidak sembarang catut. Tidak mengherankan kalau dalam aliran masa kehidupan sering bermunculan kambing-kambing pilihan. Bukan kambing sembarang kambing, hanya kambing hitamlah yang sering jadi obyekan. Tidak jarang mereka juga terpaksa ditangkap basah pada saat malam gulita kecebur lumpur kolam kelam penuh polutan di tengah hutan nan tanpa kebutuhan.&lt;br /&gt;Kambing-kambing dalam berbagai warna banyak bermunculan, sedari zaman nabi Adam masih sendiran. Istimewahnya yang hitam lebih dominan dari hari ke hari.&lt;br /&gt;Sengkon dan Karta adalah dua makhluk mulia yang sempat menderita setelah lelah melewai lika liku laki-laki perjalanan panjang yang harus dilalui dan akhirnya terpaksa pasrah disihir menjadi kambing hitam. Makan, minum dan tidur gratisdi hotel prodeo. Mereka berdua adalah bandot jadi-jadian yang sengaja dibikin untuk menyelamatkan yang mau selamat sekalipun mesti salah alamat, meratap di balik terali besi yang sama sekali bukan atraksi ilusi David Copperfield.&lt;br /&gt;Manusia memang suka kambing, terutama yang hitam. Tidak mengherankan kalau masyarakat pun banyak yang rela dan tidak sedikit yang suka bila gadis cantik pujaannya disulap menjadi kambing hitam. Yurike Prastika yang sedang praktek sempat berubah kulit sebagai tumbal produsr film tanpa teks yang sudah kehabisan ide cerita sampai-sampai kualat gara-gara berani nyerempet kehidupan sangat pribadi Nyi Roro Kidul, senyum ceria Ria Irawan juga sempat tak lagi menawan ketika sempat diberitakan akan tega meninggalkan pengemar karena ingin hidup di bulan namun pesawatnya tersangkur.  Beruntung masih nyangkut di bulan-bulanan sebagai imbas seorang kawan.  Banyak lagi cewek lain yang telanjur di jerat sesama dalam kandang embek, termasuk Zarimah yang jari-jemari gemulainya lengkap lima. Bahkan yang disebut terakhir ini, sekalipun banyak yang mengelarinya Sang Ratu tetap saja harus menikmati hari-hari berjubah biru di luar shooting sinetron atau ... akibat sulap Mr. Robin yang salah sasaran?&lt;br /&gt;Namun karena kelamnya malam, tidak semua kambing hitam yang terjerat harus sekarat seperi Karta ataupun mendekam lama di kandang situmbin seperi Zarima. Edy Tanzil adalah contoh kambing yang sangat lihai melumuri tubuhnya dengan berbagai jenis dan merek minyak-minyakan sehingga bukan hanya baunya yang sudah tidak karuan tetapi juga licin bulu alaminya bukan main dan dengan mudah aji belut putih warisan titisan Dewa Korup diterapkannya.&lt;br /&gt;Kepopulerannya pun lenyap dan senyap bersama sirnahnya harta negara kaya raya ini dan cukup dengan kalimat sim salabim berubah wujudlah semuanya itu menjadi beban hutang rakyatnya.&lt;br /&gt;Kambing hitam kadang bikin repot pandangan, Tan Hok Ling yang sekarang berjubah putih dianggap sebagai biang dari massa yang mengamuk, menjarah dan membakar hangus griya Oom Liem, kelihatan hitam. Apalagi dunia yang dulu diguleti Anton Medan itu memang hitam.&lt;br /&gt;Kambing-kambing hitam berkeliaran. Kambing hitam pun bukan hanya hak milik para madani, apalagi belum dipatenkan di paramadina. Kasus penculikan aktivis meluluh lantakkan karir sang kambing hitam yang berbintang-bintang. Demikian juga penembakan mahasiswa Trisakti diawal gejolak reformasi juga tidak mau ketinggalan kereta. Sate kambing bukan hanya idola orang sipil, kelezatannya bisa dinikmati semua orang. Kecuali bagi yang sudah di-warning si jantung-mati.&lt;br /&gt;Sejak dulu kambing tidak pernah pandang bulu, kalau sudah saatnya tiba pasti bandot akan memenuhi kewajibanya tanpa pilih-pilih. Kambing hitam pun demikian, lebih-lebih karena memang bulunya jarang ditampakkan. Sehingga orang nomor satupun bisa dibidiknya. Kegagalan Orde Lama misalnya sempat menghitamkan jasa Bung Besar sekian lama, demikian juga keruntuhan masa berikutnya melegamkan kulit Anak Desa. Bagaimana seterusnya? Mudah-mudahan tidak demikian, sebab yang berbuat bukan kambing hitam tetapi oknum manusia yang paling demen mengatasnamakan kambing kepada sesama, patut di curigai.&lt;br /&gt;Kambing-kambing yang sebagian berbulu hitam, damai di kandang peternak, dijual dipasar dalam tangan taoke dan menjatuhkan leher di mata pisau jagal, sebagian sempat teriak minta tolong dengan dengan jawaban mantap echo dinding slaughter house.&lt;br /&gt;Kambing-kambing hitam jadi-jadian pun demikian, akankah terus berkembang atau bahkan makin jadi? Sebab paling mudah mendapatkannya sekalipun cahaya matahari telah surup mirip lampu 5 watt, bahkan saat sudah terlalu gelap untuk disebut kelam. Suatu peluang bisnis yang sangat menantang bagi yang suka melanggar pantangan dan ingin berekspresi dengan pentungan.&lt;br /&gt;Sekarang, di saat rumah Allah terbesar di Asia Tenggara porak-poranda seperti judul sebuah berita sebuah harian yang terbit di Barat Sumatra, basar harapan agar yang ditangkap bukanlah kambing hitam.  Mereka hanya tahu rumput yang telah disabit dan tidak tahu rakit-merakit dinamit apalagi sekolah BOMB yang tentunya jauh lebih rumit.&lt;br /&gt;Sudah waktunya manusia  menunjukan jati diri, tanpa harus malu-malu sehingga tega menutupinya dengan atas nama kambing hitam yang terhormat sekalipun perilakunya kadang kelewat jahat. Tidak perlu merendahkan diri sampai mengibaratkan badan hina bak bintang apalagi direndahkan,  dengan berbagai amcaman pula!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-5952080682445642873?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/5952080682445642873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/kambing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/5952080682445642873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/5952080682445642873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/kambing.html' title='KAMBING HITAM'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-6585432665026089878</id><published>2010-05-10T11:01:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:23:06.443+07:00</updated><title type='text'>ASPIRASI POLITIK BOLAK BALIK</title><content type='html'>Seorang Kepala Dinas pernah menggelari saya sebagai Pengamat Politik setelah membaca tulisan ini.  ”Lulusan dari mana ?”  Tanya beliau.  ”Institut Politik Bogor, Pak!”  Sebuah jawaban yang ringan itu membuat kami berdua tergakak-galak, sangat bebas.  Sebuah kenangan lebih dari dua-belas tahun yang lalu ....  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamati perkembangan politik negara kita akhir-akhir ini tidak bisa dilepaskan dari krisis ekonomi yang berkepanjangan yang akhirnya melibas juga kepercayaan terhadap Pemerintah, dan mencpai puncaknya saat presiden kedua yang bercokol teramat lama di singgasananya, tergilas arus reformasi yang dipelopori mahasiswa.&lt;br /&gt;Kejadian yang seperti ini bukanlah yang pertama di republik yang kita cintai, tetapi seperti merupakan ualangan dari masa lalu yang terjadi secara periodik, seiring berputarnya roda kehidupan. Akankah ini merupakn yang terakhir dan dijamin tidak terjadi ualangan yang sama di masa-masa yang akan datang?&lt;br /&gt;MMasa Lalu 1&lt;br /&gt;Melengok ke masa lalu, mulai dari merdeka sampai saat-saat terakhir pemerintahan Bung Besar. Presiden pertama republik ini namun meletakan jabatannya karena atas nama ketidak percayaan pemilik negeri tehadap kepemimpinannya, diikuti sikap pelucutan sikap politik, ajaran dan pemikiran sebangsanya yang tiba-tiba berubah menjadi barang najis yang harus dijauhi. Bung Karno dan segala berbau Penyambung Lidah Rakyat dikubur dalam-dalam di tanah air yang diproklamirkannya.&lt;br /&gt;Nama dan jasa Pemimpin Besar Revormasi dalam membidani kelahiran Ibu Pertiwi dan menjalankan roda kehidupan berbangsa dan bernegara berakhir tragis di tangan bangsanya sendiri. Bahkan karena ualh segelintir orang memanipulasi sejarah dan memutarbalikkan fakta untuk kepentingan pribadi dan golongannya. &lt;br /&gt;Bapak Bangsa ini hanya dikenal sebagai generasi pewarisnya sebagai proklamator bersama Bung Hatta, dan tidak lain tidak bukan hanya seonggok makhluk tua penyakitan tidak beradaya tetapi penuh ambisi, tak tahu malu.  Semua terlihat jelas dalam film ”Penghianatan G 30 S/PKI” yang wajib diputar semua stasiun televisi dalam negeri, setahun sekali.&lt;br /&gt;Putera Fajar yang akhirnya diakui juga oleh penggantinya sebagai Penggali Pencasila dasar negara negeri yang diproklamirkannya, terpatri dengan kekuasaan yang penuh korupsi, kesewenang-wenangan, ambisi pribadi dan sgala kebobrokan yang lain.&lt;br /&gt;Adegium lama mengingatkan ”Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”. Namun akibat kesan yang serba salah dan negatif  itu maka mendengar namanya saja sudah sulit didapat sekarang ini, kecuali Soekarno sebagai bagian dari Dwi Tunggal bersama Proklamator Bung Hatta. Universitas Bung Karno berubah menjadi Universitas Pancasila dan banyak lagi usaha penghapusan yang dilakukan pada saat penguasaan baru memproklamasikan Orde Baru dan mengutuk habis-habisan masa lalu yang dinamakannya Orde Lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa Lalu II&lt;br /&gt;Pengalaman masa lalu yang dianggap salah dan negatif oleh Orde Baru. Orde Baru konsisten dengan ke-Baru-annya dan berusaha memberi pelajaran berharga dalam  menjalankan perputaran roda pemerintahan negeri ini ke arah yang lebih baik.  Segala yang berbau Orde Lama dihancurkan, kalau masih diperlukan maka diganti dengan yang baru. &lt;br /&gt;Begitulah kenyataannya, perbaikan dan kemajuan pembangunan seprti selalu digembar-gemborkan corong negara tercapai di segala bidang.  Kesetabilan politik dan keamanan tidak diragukan tercipta diseluruh penjuru plosok tanah air.  Masyarakat adil dan makmur tercapai sudah. Semua merupakan wujud nyata dari koreksi terhadap  kesalahan masa lalu, katanya.&lt;br /&gt;Disamping perubahan-perubahan kearah yang lebih baik, ada juga yang berubah wujud bak macan berbulu ayam, nyata-nyata tidak pas tetapi dipaskan. Presiden seumur hidup gaya MPRS diproklamirkan sebagai presiden seumur-umur, pembreidelan partai berubah menjadi fusi partai yang akhirnya disertai penyusupan calon jadi pemimpin baru. Belum lagi korupsi, kolusi dan nepotisme yang sedemikian rapih bak mahluk halus sehingga tak kasat mata. Tidak dapat dipungkiri kalau semua itu juga, merupakan manifestasi dari belajar kepada kegagalan Orde Lama.&lt;br /&gt;Jadi kesimpulan sementara, yang namanya orde baru itu sama saja atau setali tiga uang alias sami mawon dengan segala borok yang dituduhkannya kepada masa lalu. Seperti menelan ludah yang sudah dibuang.&lt;br /&gt;Dilihat dari kejatuhannya pun tidak berbeda nyata, sama-sama berasal dari krisis perut naik ke kepala menghasilkan ketidakpercayaan. Seakan ada memandang keruntuhan Bung Karno lebih terhormat, karena sebelum meletakkan jabatan sudah mempertanggungjawabkannya kepada mandat dengan Jasmerah yang akhirnya menjadi lampu merah bagi dua windu kekuasaannya. Lebih parah lagi, lengsernya Pak Harto diikuti penjarahan dan gugatan harta pribadi dan keluarga yang semua orang tahu tidak semuanya berasal dari gaji dan penghasilan seorang presiden.&lt;br /&gt;Yang menarik, hal kedua ini tidak terjadi di masa lalu.  Padahal kekayaan Sang Arsitek bercecer disepanjang jalan. Tidak ada masa yang menjarah huruf alif raksaksa di Masjid Istiqlal, memboyong patung pemuda ke rumah atau mimindahkan air mancur menari-nari ke halaman tempat tinggal pribadi, bahkan puluhan kilogram emas di Monumen Nasional tidak dilirik.&lt;br /&gt;Kepergian Pak Harto dari singgasana juga diusir oleh kadernya sendiri, orang-orang yang sebelumnya matur dan nutur untuk dapat duduk dikursi dewan yang terhormat. Puncak pimpinan yang secara resmi memaklumatkan ketidakpercayaan masyarakat atas kepemimpinannya juga tidak lain dari orang yang semula dimomong dan ditimang-timangnya.&lt;br /&gt;Barisan strategis yang telah disusun sedemikian rupa porak-poranda pada akhir kekuasaannya. Berubah haluan, berbalik menyerang. Tidak sedikit yang tanpa malu-malu menjadi Pahlawan Kesiangan menyalamatkan diri dan berkoar, mencaci-maki.  Padahal saat beliau berkuasa, mereka bertekuk lutut jadi penurut yang selalu manggur-manggut dan rajin berdzikir, ”Inggih, Inggih, Inggih !”&lt;br /&gt;Senasib dengan orator ulang yang digantikannya, kepergian Anak Desa dengan diikuti pengikis habisan segala bentuk dari yang berbau Soeharto. Semua dikubur dalam tumpukan jutaan lembar kertas-kertas pidato yang pernah dibacakannya.&lt;br /&gt; Masa Kini&lt;br /&gt;Reformasi total, mengoreksi segala yang diwariskan Bapak Pembangunan. KKN yang sudah membudaya dari tingkat pusat sampai ke RT, bahkan mencemari organisasi kecil sekalipun baik yang berhubungan dengan pemerintah maupun tidak, kebebasan yang terkekang atas nama demi kestabilan politik dan keamanan negara dengan penciptaan Undang Undang dan peraturan dan masih banyak lagi PR-PR lain yang harus dikerjakan Pemegang Tampuk  Pimpinan Masa Reformasi kalau tidak mau didepak karena krisis kepercayaan berikutnya.&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri banyak yang berubah pasca puncak aksi reformasi, angin kebebasan mulai berhembus. Partai-partai baru tumbuh subur bak cendawan di musim hujan. Mulai organisasi tua seperti Kosgoro, NU, Muhammadiyah dan saudara-saudara se-jaman-nya sampai kepada partai yang tidak bisa dilepaskan dari munculnya koreksi terhadap Orde Baru seperti PUDI.&lt;br /&gt; Yang sangat memprihatinkan justru mulnculnya partai-parti yang diproklamirkan oleh para Pahlawan Kesiangan yang sebenarnya hanya mendomleng momentuk reformasi padahal, sama sekali tidak ikut andil dan bisa jadi anti reformasi itu sendiri. Bahkan ditengah kebutaan generasi muda tentang Proklamator bangsanya, muncul pula partai-partai yang berusaha memunculkan ajaran-ajaran beliau......Sang Marhaen.&lt;br /&gt;Kegamangan generasi muda akan politik yang merupakan wujud nyata keberhasilan kurikulum sekolah ciptaan Orde Lama.  Ironisnya dimanfaatkan menjadi ajang pesta partai yang lebih banyak menyorti keadaan politik yang sangat menarik sebab di sanalah tersebunyi harapan dan ambisi.  Sementara krisis ekonomi tetap dibiarkan menjadi tontonan, sekali-sekali menjadi materi pidato yang enak untuk diucapkan. Padahal, akan jadi seperti apa bangsa ini kalau dikendalikan oleh orang-orang yang terus menari-nari di atas penderitaan rakyat, dengan dalih atas nama reformasi.  Tidak mengherankan kalau keadaan yang dihasilkan hanyalah repot-nasi.&lt;br /&gt;Retrospeksi kedua masa sebelumnya, tanpa belajar yang sebenar-benarnya dan mengambil pelajaran dari masa lalu maka Ibu Pertiwi akan kembali menangis karena putra bangsa yang sangat sedikit wawasan politiknya dan rakyat jelata yang merupakan kebanyakan anak-anak yang dilahirkannya hanya akan menjadi benteng nyawa bagi kenyamanan cita-cita para Pahlawan Kesiangan yang penuh semboyan. NATO, No Action Talk Only. Keadaan masa lalu yang dulu dikutuk. kembali terbentuk.&lt;br /&gt;Clifford Ceertz tahun tujuh puluhan mengungkapakan pendapatnya tentang Orde Lama dimana dikatakanya bahwa Indonesia selalu tersandung dari satu sisitem ke sistem yang lainnya. Tetapi raun-raun tanpa ujung kejelasan ujungnya atau dikatakannya sebagai ”A State Manque” yang berarti suatu keadaan negara dimana aspirasi politiknya hanya bolak-balik dari satu sistem kesistem yang lain tetapi semuannya tak kunjung tercapai.&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, kenangan Orde Lama yang selama empat windu dikubur sekarang dibangkitkan lagi dengan segala pujian kefair-annya dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Akankah itu benar-benar terjadi? Hal ini tidak dapat dilepaskan dari kebiasaan untuk yang selalu mengutuk Si Terpuruk, memuja penguasa atau akan berkuasa dan mengenang masa lalu yang tidak pernah dialami langsung, sebagai sesuatu yang lebih indah indah dari segalanya.&lt;br /&gt;Tidak menutup kemungkinan Orde Baru yang sekarang dihajat habis-habisan pada saat ini juga akan menjadi barang berharga penuh pujaan disuatusaat nanti, dipasca reformasi? Akankah terus bolak-balik seperti ini? Tanpa ujung pangkal yang jelas dan mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-6585432665026089878?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/6585432665026089878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/aspirasi-politik-bolak-balik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6585432665026089878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6585432665026089878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/aspirasi-politik-bolak-balik.html' title='ASPIRASI POLITIK BOLAK BALIK'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-8290272035423742786</id><published>2010-05-10T11:00:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:23:37.466+07:00</updated><title type='text'>IBU</title><content type='html'>Tidak ada manusia yang pernah meremehkan peran-mu, kecuali mereka yang termasuk golongan bukan manusia !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu. Begitu besar makna tiga huruf itu bagi kelangsungan perputaran roda bumi sehingga penghuninya sangat mengagumkannya.&lt;br /&gt;Dalam tangis, anak kecil memulai isaknya dengan, ”Ibu...!  Keselamatan disyukuri sebagai, ”Berkat doa Bunda,” Ketidaksengajaan dan keterkejutan pun diselingi, ”Duh, Biyung !” ”Akh, Ibu”. Juga menjadi awal kesalahan yang tetap dijalankan. Masih banyak kejadian lain yang menyentakkan hati nurani lebih sering membuat latah,”.....Ibu”.&lt;br /&gt;Ibu pun merupakan suatu gelar kehormatan yang disandang seorang istri. Orang rumah Pak Lurah otomatis dipanggil Bu Lurah. Istri Pak Guru tidak sedikit memanggilnya sebagai Bu Guru.  Tidak ada pembawa acara yang berani menolak bila harus menyebut pendamping setia Pak Gubernur sebagai ”Ibu Gubernur yang kami hormati”. &lt;br /&gt;Namun sebaliknya kepada pendamping hidup Ratu Britania Raya di singgasana, tentu tidak akan ada wartawan yang menulisnya sebagai ”Raja Inggeris” karena artinya bertolak belakang. Demikian juga suami Bu Desa tidaklah patut disebut Pak Desa karena sekalipun setiap hari beliau hadir di Kantor Kepala Desa bukan untuk ngantor tapi untuk ngantar isteri ngantor.&lt;br /&gt;Penghargaan untuk ibu bukan hanya sampai di situ, hubungan personal semata, tetapi terkait dengan hal lain sehingga melahirkan berbagai pesonifikasi. Penduduk negeri nan indah permai bak hamparan zamrud di katulistwa ini denan bangga menyebut tanah leluhurnya sebagai Ibu Pertiwi. Penghuni Batavia juga lebih senang menyebut dirinya tinggal di Ibukota, sama sekali bukan Ibukota Kecamatan ataupun Ibukota Kabupaten atau bahkan Ibukota Provinsi DKI Jakarta.&lt;br /&gt;Dunia sana punya The Mother’s Day. Selain itu, negeri permai ini punya hari khusus untuk kaum ibu, yang diperingati setiap tanggal 22 Desember seperti yang baru saja kita peringati bersama yang belum lama ini. Terlepas dari anggapan bahwa hari yang lain adalah milik bapak-bapak toch sampai sekarang tetap tanpa peringatan hari Bapak.  Pencetusan Hari Ibu merupakan pengejawantahan dari penghargaan yang sangat tinggi terhadap ketulusan seorang ibu.&lt;br /&gt;Makna ibu sedemikian agung, tetapi berbeda nasib dengan ciri, sifat serta fungsi ibu sendiri. Di KTP ibu-ibu di tulis jenis kelaminya wanita, ada juga yang menuliskannya sebagai perempuan. Biodata yang dibagikan kepada peserta penataran-penataran sering mencantumkan status kawin/janda tetapi jarang yang menyertainya dengan kata duda buat pilihan janda jantan.&lt;br /&gt;Konotasi negatif diarahkan orang bila kata ”wanita” disebut. Ada Wanita Tuna Susila (WTS), buat penghibur pria hidung belang yang lebih favorit daripada PTS, Pria Tuna Susila yang boleh jadi jumlahnya lebih banyak lagi bahkan bisa jadi pabrik WTS. Padahal kata WTS tidak selalu miring, bisa jadi sebutan yang pas untuk istri-istri yang ditinggal merantau oleh suami tercinta Wanita Tinggal Suami, demikian juga pas untuk gadis tetangga yang wajib dilirik Wanita Tetangga Sebelah. &lt;br /&gt;Wanita sering dipanjangkan sebagai ”wani ditata” yang artinya bisa diatur alias bisa dibentuk sesuai keinginan, sehingga banyak ibu-ibu yang tidak mau menulis jenis kelaminnya dengan wanita. Banyak yang lupa, ada Polisi Wanita yang dikenal lebih konsisten dalam menjalankan tugasnya daripada yang tanpa embel-embel wanita.&lt;br /&gt;Denikian juga kata ”perempuan” tidak lebih baik nasibnya daripada kata wanita. Per-empu-an, dapat di-empu-kan persembahan, dapat dipersembahkan. Tidak sedikit yang terpengaruh oleh pandangan sinis Motinggo Busye dalam romannya ”Perempuan” yang menceritakan perempuan pendamping hidup Maeda sebagai mahluk misterius yang dengan bangga dapat menari-nari lemah gemulai di balik kelambu perih dan derita suami yang sebenarnya sangat tahu apa yang selalu dilakukannya. &lt;br /&gt;Sekarang dikalangan jet set populer istilah PIL yang lebih diartikan sebagai Perempuan Idaman Lain daripada Pria Idaman Lain yang menjadi penyebabnya. Tidak kalah negatifnya istilah perek (permpuan eksperimen) untuk menggantikan sebutan WTS. Bagi yang cuma sekedar bisa dipandang disebut sebagai perek juga, perempuan eksotis. Demikian juga kalau tingkatnya dianggap sedikit ganjil yang bisa dijadikan pengamatnya kelewat usil, permpuan eksentrik. &lt;br /&gt;Banyak yang lupa perek-perek yang lain, yang sangat berjasa memanjakan sesama mahluknya dengan barang-barang elektronik yang tercipta dari kepiawaian tangan trampil mereka, perempuan elektro yang banyak bekeja di berbagai perusahaan elektronika.&lt;br /&gt;Status janda, terutama yang cantik dan kaya akan segera diarahkan ke makna yang sangat buruk  terutama oleh mereka yang merasa tersaingi, sebagai penggoda suami-suami daripada bahan koreksi para ibu dalam melayani para suami yang tanpa di goda sekalipun sudah lebih dulu menggoda karena sangat tergoda. Padahal status demikian tentu bukanlah harapan seorang istri, bahkan mungkin tidak terbayang tentunyakan sebelumnya. Apalagi dulu, saat-saat indah merangkai kata berencana untuk membentuk sebuah bahtera rumahtangga. Dia adalah tamu tak diundang yang datang dan memaksakan diri untuk disandang. Apapun sebabnya. &lt;br /&gt;Ironisnya ejekan kepada para janda yang lanjut usiapun tidak kalah menyiksa. Tidak banyak yang berfikir, bahwa tanpa ibu yang merelakan suaminya berlaga di medan juang, tanpa ke ikhlasan mereka bila memikul gelar yang sering menjadi bahan cemoohan itu, maka Taman Makam Pahlawan yang sampai sekarang masih banyak lowongan itu akan lebih kekurangan penghuni lagi.&lt;br /&gt;Istri-istri yang jelas-jelas punya suami sekarang dapat juga diartikan menyimpang. Istri simpanan makin jadi sorotan tetapi kameramen lupa atau pura-pura tidak tahu, siapa orang yang menyimpan istri bahkan digambarkan sebagai monster yang menakutkan.  Sementara suami-suami yang penuh pengertian akan kebersamaan dalam mengarungi lautan kehidupan berumahtangga dianggap sebagai angota ISTI, Ikatan Suami Takut Isteri. Tauladan dari Siti Khodijah, istri Nabi Muhammad SAW sering dilupakna. &lt;br /&gt;Dalam lajang awalpun, sebelum menjadi seorang istri, calon ibu yang disebut sebagai perawan sering menjadi bahkan gunjingan. Bukan terpengaruh ”Perawan di Sarang Penyamun” atau pun keberhasilan detektif swasta dalam ”Mencari Pencuri Anak Perawan”.   Mereka yang baru tumbuh dewasa itu disebut juga ABG, Anak Baru Gede, suatu sebutan yang seharusnya juga diberi kepada anak laki-laki yang baru minginjak akil baligh. Demikian juga ada yang mengolok-olok dengan kepangkatan militer, Prada dan Pratu. Jarang yang melirik kilas balik perjuangan perawan suci Maryam yang melahirkan Utusan Allah, Nabi Isa a.s.&lt;br /&gt;Kembali ke soal ibu-ibu yang begitu berat fungsi dan tugasnya  sekalipun sekarang bisa tidak berkurang karena tidak langsung menjadi ketua Organisai ini-itu dan sebagainya. Seorang ibu mantan walikota mengungkapkan bahwa tugas yang paling membebaninya adalah tugas sehari-hari di rumah. Kewajiban sebagai ibu rumah tangga.&lt;br /&gt;Ibu tersebut memang sarat dengan pengalaman bertahun-tahun menjadi ibu nomor satu di puluhan organisasi. Beliau sangat menyadari tugasnya sebagai seorang istri. &lt;br /&gt;””Rumah tangga adalah nomor satu !” Begitu beliau selalu mengingatkan kami,” kata Bu RT yang pernah dicatat penghulu sebagai seorang istri mantan Ketua RT kami almarhum menimpali. &lt;br /&gt;”Tugas-tugas yang lain, sesulit apapun akan dapat diatasi dengan otak ataupun tangan. Sendiri, berkelompok atau bisa juga minta bantuan orang lain. Namun soal beban membebani, itu bukan sembarang masalah, Nak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-8290272035423742786?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/8290272035423742786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/8290272035423742786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/8290272035423742786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/ibu.html' title='IBU'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-7376292299098297712</id><published>2010-05-10T10:58:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:24:11.557+07:00</updated><title type='text'>MINYAK</title><content type='html'>Suatu saat, negeri kaya raya dengan hasil alam melimpah ini pernah harus mengimpor minyak goreng untuk masyarakatnya yang sebagian besar harus hidup di bawah garis kemiskinan ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dibaca seorang sarjana baru pertama kali yang baru lulus dari almamater tercintanya koran atau tabloid atau majalah setebal apapun tidak lain kecuali salah satu kata kunci ”lowongan”.&lt;br /&gt;Entah makna apa yang lebih jauh menusuk nurani dan menjadi sangat berarti dari makna literlijk yang dikandungnya sehingga rangkaian delapan huruf tersebut sangat menentukan masa depan seorang intelektual muda. Sehingga berbingar-bingarlah hati ketika saat disibukkan membolak-balik halaman mencari judul iklan tersebut, ada yang menawarkan lowongan sebuah pekerjaan yang sangat menantang. Di pertamina pula.&lt;br /&gt;Namun apa daya, tidak semua sarjana dapat diterima di perusahaan BUMN itu. Tetapi tawaran kali itu ternyata lain dari biasanya, semua jurusan bisa diterima. Akan ditraining sebagai tenaga pemasaran. Marketing executive, sebuah posisi ujung tombak bagi setiap perusahaan yang sangat menggelitik semua insan muda yang menyukai tantangan.&lt;br /&gt;Tenaga marketing memang sangat menjanjikan. Bukan hanya penghasilan lebih yang dapat dicapai (tentu saja tergantung prestasi) tetapi juga sarana yang diberikan perusahaan biasanya maksimal. Anak emas perusahaan. Apalagi produk pertamina adalah kebutuhan yang sangat diperlukan masyarakat secara keseluruhan, tentu akan sangat mudah memasarkannya. Soal fasilitas, tentu saja lebih baik dari pada perusahaan BUMN lain yang bila dikalkulasikan dari tahun ke tahun hanya menggerogoti uang negara yang sudah kelewat baik.&lt;br /&gt;Ternyata bukan hanya sarjana, bahkan yang tidak pernah menginjak bangku sekolahan pun dapat ikut meperebutkan tantangan itu. Bukan hanya yang pandai berdiplomasi dalam meyakinkan konsumen, karena produk perusahaan ini dapat dipasarkan siapa saja. Sampai yang gagap atau bisu sekalipun, sebab yang diperlukan hanya meneriakkan satu kata atau menuliskannya besar-besaran, ’Minyak !’.&lt;br /&gt;Terlepas dari rumor yang menggelitik tentang sarjana baru di atas, kehidupan manusia memang tidak bisa lepas dari benda bernama ’minyak’.&lt;br /&gt;Plastik tipis yang digunakan sehari-hari untuk membunkus ikan asin sekalipun berasal dari minyak bumi yang diolah dengan teknologi modern, demikian juga aspal yang menguatkan ataupun hanya mengotori jalan adalah bagian dari minyak bumi yang telah lama digali dan diolah di negeri kita. Sekarang bahkan minyak bumi dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga residunya pun dapat digunakan untuk memperindah wajah yang sudah cantik, padahal selama ini terbuang atau bahkan mengotori produk yang dihasilkan.&lt;br /&gt;Melirik masa lalu, nenek moyang kita pun sudah telah mewariskan berbagai macam minyak. Minyak kelapa yang diolah dari kopra dengan cara yang sangat sederhana tetapi sangat besar manfaatnya sampai minyak untuk kepentingan tertentu seperti minyak nyong-nyong untuk mendekatkan satu hati ke hati lain yang menghendaki. Ada juga minyak landak untuk mengobati luka dan borok yang tidak dapat disembuhkan dokter karena jaman mereka memang belum ada dokter. Selain itu ada lagi minyak binatang yang lain seperti minyak lintah dan minyak kecoa untuk kepentingan calon ibu dan bapak.&lt;br /&gt;Sesuai dengan perkembangan teknologi, maka minyak yang dikenal masyarakat pun sudah dalam berbagai bentuk dan dari berbagai negara. Sejak bayi merah baru lahir paraji yang menanganinya sudah mengenalkan mereka dengan minyak bayi atau yang lebih populer dengan baby oil. Anak kecil pun sekarang bisa menikmati ekstrak penghuni laut raksaksa yang ganas cukup dengan menelan butiran bening minyak ikan. Yang dewasa lagi dapat memperindah rambutnya dengan minyak rambut. &lt;br /&gt;Bau khas yang menjadi ciri manusia hidup warisan leluhur yang melekat dengan keringat pun dapat berubah setelah hidung menciumnya, dikelabui minyak wangi ekstra melekat dan sebangsanya. Ketika ada yang tidak sadarkan diri untuk sementara maka minyak kolonyo mengambil peranan. Bahkan saat jasad melepas dari alam kehidupan untu selama-lamanya pun kepergiannya masih di iringi dengan minyak wangi air mata duyung.&lt;br /&gt;Ternyata manusia semenjak hadir ke permukaan dunia menjemput hayat sambai akhirnya disholatkan sebelum ditinggalkan sendirian di liang lahat tidak pernah terlepas dari benda ajaib bernama ’minyak’.&lt;br /&gt;Berbicara tentang minyak dan teknologi, maka entah hanya sekedar rumor atau ejekan bahwa negara kita ternyata beberapa langkah lebih maju. Bukan hanya mengolah minyak bumi yang makin maksimal ataupun pemanfaatan sumber daya hayati sebagai bahan ekstarak yang makin meluas tetapi juga penggunaan bahan baku non hayati yang sudah dari dulu ada. &lt;br /&gt;Minyak angin adalah bagian kehidupan penghuni pertiwi.  Menurut sumber yang dapat dipercaya, selama perjalanan keliling dunia, seorang pejabat mendapat kesulitan bahkan tertawaan ketika berusaha membeli untuk bahan yang namanya air oil di apotik.  Tidak pernah ada. Apalgi tejual bebas di warung-warung kecil seperti disini.&lt;br /&gt;Di tengah kencangnya promosi untuk mencintai produk dalam negeri ternyata justru makin banyak beredar minyak import. Setidak-tidaknya import numpang nama semata.  Minyak lintah dan minyak kecoa misalnya, keduanya lebih dikenal para bapak dan ibu sebagai minyak Cina.  Padahal sama sekali bukan produk asal impor dari negeri Ho Chi  Min tetapi hanya buatan lokal.  Seratus prosen produk lokal, karena di Indonesiapun banyak kampung Cina, bahkan tidak jauh dari Batusangkar ada juga Guguak Cino yang dilafalkan dengan bahasa Indonesia sebagai Guguk Cina.&lt;br /&gt;Sampai sekarang, kehidupan manusia tidak dapat terlepas dari minyak.  Mungkin karena menurut perhitungan yang menuturkan bahwa keberadaan manusia itu sendiri tidak pernah lepas dari minyak! Itu  hanya cerita, entah siapa narasumber utama cerita itu, mungkin dari si Parni Hastjuti atau pun Parno Gentolet bin Porno Amat.&lt;br /&gt;Oleh karena itu betapa keras jeritan ketika harga minyak naik, sebagai dampak hukum pasar ataupun karena standar harga disesuaikan oleh pemerintah. Tak sedikit mengundang protes. Tentu saja teriaknya akan lebih garang dan lantang lagi.  Apalagi minyak sempat menghilang di pasaran.&lt;br /&gt;Dari sekian banyak yang menjadi jalan hidup ataupun melengkapi kehidupan manusia, maka minyak goreng merupakan minyak yang paling dibutuhkan sekaligus paling gampang naik.  Sebagaimana minyak lainnya, minyak goreng pun selalu mendapat kesulitan menurunkan harga dirinya.&lt;br /&gt;Minyak goreng atau orang Batusangkar dan masyarakat Minangkabau menyebutnya sebagai minyak makan, sekitar dua atau tiga tahun lalu menjadi pembicaraan yang sangat hangat karena harganya yang semakin menanjak.  Bahkan beberapa waktu yang lalu saat krismon menjadi bagian latah lidah nenek-nenek sekalipun.  Cairan pengisi penggorengan ini sempat sembunyi dari bisingnya teriakkan ibu-ibu di pasar, kalau tidak dibilang lenyap dari pasar dan disertai harga yang melambung tinggi, kalaupun ada.&lt;br /&gt;Problematika kenaikan harga minyak goreng sebenarnya dari tahun ke tahun sama saja alias sama mawon. Harga bahan baku Crude Palm Oil atawa minyak kelapa sawit yang merupakan bahan baku minyak goreng sangat banyak diproduksi di Indonesia, mencapai 4,5 juta ton per tahun. Kemudian kapasitas produksi pabrik minyak goreng juga tidak sedikit, mencapai 4,0 juta ton per-tahun.  Belum lagi minyak goreng yang diimpor atau berbahan lain selain CPO itu, seperti minyak jagung, minyak zaitu, minyak kedelai dan sebagainya.&lt;br /&gt;CPO yang dihasilkan perkebunan tanah negeri ini, 1,9 juta ton diantaranya diizinkan untuk diekspor yang berarti kebutuhan untuk dalam negeri berkurang.  Jangan harap kapasitas produksi pabrik minyak goreng yang kekurangan bahan baku itu dimaksimalkan dengan CPO impor.  Soalnya harga CPO di pasar internasional jauh lebih tinggi daripada minyak goreng yang dihasilkan dalam negeri sekalipun.&lt;br /&gt;Sebagai bandingan, sekalipun pada dua tahun terakhir sempat dikenakan pajak ekspor sebesar 40 hingga 70 prosen, pengusaha tetap meraih keuntungan yang menggiurkan dengan mengalirkan CPO ke negeri seberang.  Nah, kalau demikian, tentu bisa saja bukan hanya 1,9 juta ton jatah ekspor itu saja yang keluar.  Maklum, namanya minyak, daya kohesinya cukup tinggi.  Apalagi ditambah gaya tarik yang membengkakkan kocek.&lt;br /&gt;Kalau dipikir balik, dua tahun lalu, dimana uang mata uang Monica baru beberapa ribu lebih sedikit saja pengusaha lebih memilih mengekspor CPO-nya yang notabene disubsidi dengan pajak rakyat.  Apalagi saat sekarang, ketika reformasi bergulir dan kurs dollar setinggi Monica dan berbanding terbalik dengan Ateng yang makin jungkir balik.  Tidakmengherankan apabila minyak goreng makin hengkang dari pasaran dalam negeri.  Sekalipun ada, harganya susah direm seperti halnya ibu-ibu yang sangat sulit mengurangi laju keinginannya menggunakan minyak goreng diantara kepul dapurnya.&lt;br /&gt;Minyak goreng bersama saudara lain pabriknya, mentega, merupakan salah satu bahan pokok yang sangat diperlukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.  Bahkan ditetapkan dengan keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan nomor 115/MPP/Kep/2/1998 tanggal 27 Februari 1998, minyak gorang dan mentega sebagai salah dua bahan pokok dari sembilan bahan pokok setelah beras dan gula pasir.  Kemudian baru disusul daging sapi dan ayam, telur ayam, susu, jagung, minyak tanah dan garam beryodium.&lt;br /&gt;Di tengah krisis yang terus membuntuti, harga minyak goreng juga bervariasi menyesuaikan dengan keadaan.  Sungguh bertolak-belakang dengan penghasilan masyarakat yang relatif tetap atau bahkan makin berkurang, kecuali bagi sebagian petani yang disaat seperti ini justeru sedang menikmati harga produk perkebunannya yang sangat melambung.  Tidak ada kata yang lebih tepat kecuali berhemat !&lt;br /&gt;Menghemat minyak goreng berarti menghemat dalam banyak hal.  Bukan hanya minnyak goreng cair yang dapat dibeli saat pasar murah dan disimpan lamadalam drum sampai tengik.  Tetapi juga harus memikirkan masa depan, menghemat biaya kesehatan akibat mengkonsumsi lemak tak jenuh.  Mulai dari obesitas yang membuat badan semakin gembul dan berat, jerawat yang ringan sehingga dengan mudahnya menempel di hidung remaja, sampai beberapa gangguan kesehatan lainnya yang berhubungan langsung dan tak langsung dengan konsumsi minyak goreng.&lt;br /&gt;Mengurangi pemakaian minyak goreng tanpa mengurangi nikmat masakan memang tidak mudah tetapi akan sangat banyak manfaatnya untuk meningkatkan nikmat sehat.  Menggunakan minyak goreng secara berulang-ulang juga bukan bukan cara penghematan yang tepat.  Bahaya kanker mengincar konsumen yang umumnya tidak tahu pasti kalau minyak goreng yang digunakan adalah jelantah.&lt;br /&gt;Kalau upaya yang ditempuh untuk menghemat tidak tepat dan menjadi rawan kanker maka buka lagi menghemat namanya.  Apalagi kalau tidak ada usaha untuk melakukan penghematan, apalagi disaat sulit seperti sekarang ini.  Kanker ganas yang lebih ganas dari yang paling ganas siap mengintai.&lt;br /&gt;Bisa-bisa kantong kering atau kata Dewi Sukarno, ”Saku rata !” alias indak bapitih ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-7376292299098297712?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/7376292299098297712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/minyak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/7376292299098297712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/7376292299098297712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/minyak.html' title='MINYAK'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-3715562846481384545</id><published>2010-05-09T12:22:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:24:41.846+07:00</updated><title type='text'>K K N</title><content type='html'>Banyak sekali kepanjangan KKN, dirangkai menjadi kalimat atau sekedar dipantas-pantaskan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karuhun Kenegerian Ngastina mungkin satu-satunya dialami ini yang dulunya tgak berdiri dengan sponsor para mahasiswa yang hampir mengakhri masa kuliahnya, dengan mengabdikan kepada masyarakat atawa kuliah kerja nyata. Selain jelas berbeda dengan Negeri Astina yang ada dalam alam pewayangan juga sebenarnya Ngastina hanya merupakan bagian dari Negeri Khayal yang tidak ada di alam nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai negeri yang didirikan oeleh para idealis dari pusat penggodongan intelek, tentu saja Ngastina sustu negeri republik yang menanut sistem demokrasi.  Ada Kongres Kenegrian Ngastina yang tidak kalah majemuknya daripada Kongres di Negeri Paman Sam. Demikian juga ada Kabinet Kekayaan Ngastina merupakan susunan dewan menetri  yang berada dibawah Kepala Kabinet Ngastina setingkat Perdana Mentri di Buckinghum. Tetapi sebagai bagian dari Negeri Khayal tentu pucak tertinggi kekuasaan dijalankan oleh seorang raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah merupakan salah stu kisahkasih kalau dalm kekuasaan raja yang telah turun temurun juga sedikit imbas negatifyang juga ikut-ikutan turunmenurun plus senggol sana senggol sini sehingga kedamaian demokrasi Ngastina yang dirintis para pelopor makin lama makin jauh dari harapan., makin melenceng dari tujuan negara seperi halnya yang tertuang dalam undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian yang berlebihan terhadap golongan tertentu  misalnya, yang jelas-jelas melanggar aturan main yang telah digariskan bukan hanya menyebabkan kelompok yang lain merasa tersingkirkan tetapi benar-benar dibuang jauh-jauh dari kekuasaan atau bahkan terpuruk ke dalam kandang sitimbin. Keadaan demikian merupakan salah satu warisan kecil-kecil numpuk, mungkin lama ngastina mengarungi kedemokrasianya ternyata makin ada kecenderungan ke arah sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh saja kalau kantong-kantong nasi yang dikambinghitamkan, boleh jadi dialah sebab utamanya yang akhirnya mendorong untuk menghalalkan segala cara termasuk kasak-kusuk nyebeng. Hal inilah yang akhirnya terwujud dalam bentuk personil Karena Korupsi Nyangkut, Kenal Kolusi Nempel dan tidak boleh dilupakan Kong Kalingkong Nepotisme pun ada disegala bidang kehidupan bangsa dan bernegeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan panjang yang di alami ngastina dalam mengarungi peredaran galaksinya yang sudah demikian mengakar atu bahkan boleh disebut mendarah daging atu tidak bisa lagi menolak kalau dikatakan sudah membudaya, tentu hal yang demikian yang berlangsung dari waktu ke waktu menjadi bahan kajian para intelek. Kaum Kerja Negeri ngastina tidak lepas menjadi sorotan, karena memang mereka adalah salah satu penikmat semacam upeti yang disetor masyarakat kepada bangsanya tercinta. Sementara para pembayar sendiri sebenarnya kebanyakan termasuk pelaku kerja ngelangsa alias menderita. Sehingga tak mengherankan, begitu gelombang kehidupan ekonomi negeri terguncang menyulut terbakarnya kumpulan krisis nyusup atau tersembunyi termasuk Krisis Kepercayaan Negeriawan yang dianggap sebagai bagian yang terlibat dalam menodai nilai perjuangan para pendahulu.&lt;br /&gt;Sorotan utama tentu saja diarahkan kepada para wakil masyarakat yang duduk di Kursi Kerja Ngantuk, yang mestinya mereka menyerahkan jeritan hati nurani rakyat dengan kekhasan gayanya, kritis-kritis ngomongnya. Bukan hanya Keluh Kesah Nangis seperti merasa ketakutan Kehilangan Kursi Nantinya, pada periode pemilihan umum kedua setengah tahun berikutnya. Sehingga mereka tidak berbeda dengan Kumpulan Kepala Nunduk karena asik merasakan kontak kantuk nikmat dan kalau ada ketukan palu ketua sidang jadilah suara mereka alunan Koar Kepala Ngangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal anggota Kongres Kenegrian Ngastina jelas-jelas dipilih melalui prosedur yang sangat lama dan mahal serta melibatkan segenap isi negeri Ngastina tetapi ternyata tidak lepas dari intaian inyiak balang untuk Kedap-Kedip Numpang, sehingga muncullah orang-orang yang kadang tak tentu rimbonya tapi bisa dikenal dari empal-empal di belakang nama kecilnya ada hubungan dengan si anu plus dan ada gesekan dari si Ani dan tidak lupa salam tempel untuk si Ana. Jadilah pemilihan umum menjadi pemilihan orang-orang tak dikenal orang partainnya seklipun tetap harus jadi karena memang Kecil-Kecil Nomornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal betapa sulitnya untuk dapat sepuluh besar sekalipun kontestan pada setiap pemilu tidak pernah kurang kurang dari oleh 123 partai. Berberapa ketua partai malah harus hilang dari peredaran, namanya sekalipun tidak dalam daftar yang di umumkan kepanitiaan pemilu, ngastina atawa tidak kebahagiaan nomor. Nama-nama meraka hanya ada di Kepanitiaannya Kepiluan Ngastina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu cendiak pandai membuktikan kekonsistenan dan kecendekiawanan mereka dengan menyeruhkan suara hati rakayat yang makin menderita dalam berbagai krisis dan tiba-tiba ditambah dengan kebijakan baru yang justeru makin menindih kehidupan Keluarga Kecil Ngisor (dibawah) sehingga mereka bak jatuh dari tangga kejebur sumur, eh dinding sumurnya runtuh! Reformasi total! Mau tidak mau harus dilakukan sehingga roda kenegerian tidak jadi kenegerian, jalan normal seperti harapan seluruh rakyat dan cita-cita pendiri negeri di alam kelanggengan. Tentu saja sorotan tajam reformasi pada keadaan sumber daya manifulasi eh manusia di Ngastina yang sudah begitu melekat dengan korupis, kolusi dan nepotisme yang merupakan sumber musibah bagi rakyat tetapi menjadi ladang berkah bagi para pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurung Koruptor Negeri! Kikis Kolutor Nyinyir! Dan juga singkirkan sistem Kerabat Keluarga Nepotis! Dan berbagai jargon lain bermunculan memenuhi semua sudut jalan di Negeri Ngastina yang memang cuma sedikit. Inti dari semuanya tidak jauh berbeda memerangi jajaran kenegerian dari para koluptro, kolutor, dan nepotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian karena ketebatasan news, entah bagaimana kelanjutan perjuangan para intelek itu sekarang. Tetapi berita terakhir yang sempat tersiar melalui media elektronik yang makin dekatdan berpihak kepada para reformis, mereka tidak sikucapang sikuacapeh sikua tabang sikua lapeh yang akhirnya malah dapat mngakibatkan iklim kehidupan bernegeri makin ngeri dan tidak menentu  tetapi akan selalu mehasilkam produk reformasi yang dapat membangkit batang tarandam karena sadar akan nasib negeri Ngastina yang makin terpuruk dimata negeri ngeri khayal tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-3715562846481384545?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/3715562846481384545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/k-k-n.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/3715562846481384545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/3715562846481384545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/k-k-n.html' title='K K N'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-4767973317433178083</id><published>2010-05-09T12:21:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:25:13.207+07:00</updated><title type='text'>DEMONSTRASI INTELEK DAN DEMONSTRASI IN TELEK</title><content type='html'>Demo, demo dan demo.  Setiap ari ada demo, itulah keadaan kita saat menuju orde impian, repot-nasi, eh ... reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelek dan in Telek adalah dua buah kata yang boleh saja dibilang ’bagai pinang dibelah dua’ dengan mandau karatan, tumpul pula. Jadilah kedua belahannya tidak saling sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus umum bahasa Indonesia (KUBI) yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, tertulis, bahwa intelek dapat diartikan sebagai daya atau proses pikiran yang lebih tinggi yang berkenaan dengan pengetahuan, daya akal budi, dapat juga diartikan sebagai terpelajar atau cendekia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan in Telek adalah dua kata yang tidak hanya mengandung kesatuan arti tetapi juga asal muasalnya dari dua negeri yang saling berjauhan. In sendiri berasal dari negeri Tante Elizabeth dan Telek adalah salah satu kata yang ada dalam bahasa sehari-harinya Si Mas yang beratnya tidak pernah dinyatakan dalam gram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In artinya di dalam dan Telek kira-kira analog dengan ransum bermutu tinggi yang di patuk ayam, selanjunya mengalami proses biologis yang sedemikian rumit dalam tubuh dan setelah zat-zat yang berguna untuk hajat hidupnya sebagian besar terserap, ya.....dikeluarkan! Kira-kira begtulah telek dan jadilah telet untuk sebutan jelek-jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa hubungannya dengan demonstrasi? Sekali lagi, kata KUBI yang sama, demonstrasi adalah pernyataan proses yang dikemukakan secara massal atau unjuk rasa. Suatu kegiatan yang sedang marak akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak boleh dilupakan bahwa sangat besar peran demonstrasi dalam perjuangan berdiri dan tegaknya Orde Baru yang penuh liku-liku. Kalau diumpamakan Orde Baru adalah suatu mahluk dengan sejuta nyawa, maka tidak kurang dari puluhan atau ratusan bahkan ribuan nyawa cadangannya adalah demonstrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demonstrasi-demonstrasi intelek yang dilakukan para cendekia yang digodog dalam Kawah Candradhimuka, penuh pemikiran murni dan jernih menyebulkan inspirasi suci dalam menjalankan roda kehidupan berbangsa dan bernegara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian tidak boleh dilupakan atau diabaikan, bahwa demonstrasi intelek pun bisa tiba-tiba berubah menjadi demonstrasi in Telek. Karena dalam ketertiban unjuk massal cendekia muda dengan misi sucinya sering menyusup oknum-oknum yang sengaja ataupun tidak sengaja tetapi dapat merusak keluhuran perjuangan mahasiswa, memanfaatkan situasi untuk perut yang perlu diisi dengan sedikit aksi atau cuma sensasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demonstrasi intelek mempunyai misi yang berbeda dengan para demontrasi in Telek yang sering tiba-tiba  ada di tengah-tengah dan tidak bisa dibedakan lagi  (sekilas) dengan para cendekia. Warga kampus membawa pemikiran idealis yang realistis, sedang golongan penyusup berpola pikir kolonialis yang kapitalis, sehingga tidak jarang merampas hak-hak orang lain seperti halnya penjajah dan tidak segan-segan menjadi penjara dan tempat yang paling tepat buat mereka sebenarnya bukan ikut dalam barisan demonstrasi intelek tetapi membuat aksi sendiri berbondong-bondong masuk penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusupan pendatang gelap dan akibat-akibat yang ditimbulkannya dalam unjuk rasa  bukanlah masalah baru. Sejarah negeri ini mencatat suatu kejadian yang tidak boleh dilupakan, Malari. Peristiwa yang hampir membumihanguskan Ibukota tercinta dan seluruh negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malapetaka 15 Januari, tepatnya terjadi tahun 1974. Yang semula hanya aksi mahasiswa di lingkungan Kampus Kuning. Kemudian turun ke jalan penuh yel-yel tapi akhirnya masuklah para intelek diantara gegap gumita langkah intelek dan suasana menjadi huru-hara yang brutal. Perusakan pembakaran dan penjarahan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Hariman Siregar, Sang Singa Dewan Mahasiswa The Yellow Jaclet (DM-UI), jadilah Bung kita ini bak singa ompong yang tidak lagi dapat mengendalikan massa yang semula digerakkannya. Karena memang sebagian bukan lagi massanya, para singa kampus. Fatalnya gigi palsu buat sing belum ada atau tidak ada yang mau ambil resiko untuk memesangkannya? Sudah bisa ditebak, tak lama kemudian perintah penahanan terhadapnya turun langsung dari Pangkopkamtib Jendral Soemitro. Jadilah Bung gagah kita Penghuni Hotel Prodeo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu arsitek Orde Baru yang baru saja meninggalkan kesemua fana ini menghadap Sang Kholiq, Jendral Soemitro mewariskan Kepada kita catatan kejadian yang sangat memprihatinkan dan tejadi hampir 2 windu yang lalu itu scara rinci, gambalng dan jelas dalam ”Pengkopkamtib Jendral Soemitro dan Peristiwa 15 Januari 1974” yang diterbitkan sebuah penerbit di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari sejarah maka par cendekiawan muda dalam menyampaikan aspirasi sucinya bukan bukan hanya harus tetap lurus dalam jalur ke-intelekkannya tetapi juga harus membentengi barisannya dari para intelek yang punya niat jelek. Pagar betis lengan dan pikiran!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lalu biarlah berlalu sekarang tinggal penghuni kawah candradimuka wujudkan suatu penyampaian aspirasi yang intelek dalam situasi yang intelek pula, sehingga semuanya benar-benar menunjukan ke-Intelekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-4767973317433178083?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/4767973317433178083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/demonstrasi-intelek-dan-demonstrasi-in.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/4767973317433178083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/4767973317433178083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/demonstrasi-intelek-dan-demonstrasi-in.html' title='DEMONSTRASI INTELEK DAN DEMONSTRASI IN TELEK'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-7035384131419732046</id><published>2010-05-09T12:20:00.002+07:00</published><updated>2010-06-26T21:25:44.274+07:00</updated><title type='text'>KRISIS MONETER</title><content type='html'>Krisis Moneter, sebuah kenangan ....   Saat yang menyedihkan, lebih sedih lagi kalau saja Tuhan tidak memperkenankan saya menjadi saksi kenyataan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Menikah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              CHRIST (Ish) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              MONT (Ether)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin baru kali ini judul sebuah tulisan merupakan bagian dari sebuah undangan atau pemberitahuan tentang pernikahan sepasang merpati. Boleh jadi untuk pertama kali pula ada pernikahan yang lebih sepektakuler dari pada pernikahan Charles-Diana yang super dahsyat itu. Dan tidak akan pernah terjadi bagi Raja-Ratu Sehari yang lain adalah nikmat pernikahannya bukan hanya diperbolehkan menjadi buah bibir yang suka mencibir tetapi juga kenikmatannya boleh dinikmati kalau tidak dibilang harus dirasakan oleh semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mahalnya harga sebuah pesta pernikahan, sampai-sampai menimbulkan efek yang menyebabkan harga barang berpindah. Sabun colek yang sebenarnya tercolek sedikit dalam pesta itu karena dibutuhkan untuk cuci piring hijrah memakai ke tangga Rinso yang entah akhirnya harus melejit ke barisan yang lebih tinggi. Kiwi pindah lokasi ternyata bukan hanya terjadi di Chilie sebagai peristiwa tahunan tetapi harus tiba-tiba mengepakan sayapnya yang tidak pernah untuk terbang karena mungkin sudah sangat tidak betah harus memoles-moles alas kaki, tanpa balas kasih seorang ibu maka kaleng yang tidak jarang menjadi ”ibu-ibu” bagi tangis rengek balita pun berdenteng-denteng melantunkan irama turut meramaikan pesta pernikahan Christ dan Month. Barang-barang Pramuniaga berinisiatif bertanya, ” Nyari apa sich, Bang?” Bukankah menjadikan orang kreatif suatu hal yang baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang awam, bisa saja terima alasan kalau semua ini terjadi disebabkan oleh pernikahan keduanya yang keberat-beratan sehingga kurs dollarnya The Six Million Dollar Man naik daun. Terutama untuk barang-barang import atau bahan bakunya harus didatangkan dari manca negara yang notebennya harus dibayar dengan mata uang Oom Clinton. Tetapi juga ada yang tidak bisa diterima akal sehatnya Bimoli sekalipun, harga seikat bayam saja tiba-tiba menjadi seiris paha ayam, harga kangkung tiba-tiba bergelayutan di leher kaya kalung. Atau kita tiba-tiba jadi linglung demi untung memenfaatkan suasana yang seharusnya kita tidak bingung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga produk lokal yang jelas-jelas tumbuh berkembang di tanah warisan leluhur ini, dipelihara oleh tenaga ahli yang sama sekali tidak pernah tahu bau sabun import sekalipun, disuburkan oleh pupuk yang bukan hanya produk dalam negeri tetapi juga berasal dari diri sendiri, eh dengan alasan krismon ikut-ikutan pindah harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara lidah masyarakat semakin fasih mengucapkan ”krismon”, terbentuknya kabinet pembangunan VII yang dimotori oleh Presiden dan BJ Habibie sebagai wakilnya merupakan titik cerah yang sepenuhnya haus didukung oleh segala lapisan masyarakat. Tidak ikut-ikutan mencari ikan di limbah pabrik kimia kecuali kalau ingin mati karena kalau makan ikan yang keracunan ataupun mampus sebelum dapat ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat aksi-aksi mahasiswa di ”dunianya” yang semakin semarak, karena dalam dunia mereka semua bisa dengan mudah dapat diatur seperti membalikkan telapak tangan. Hanya satu hal yang sangat sulit dilakukan mahasiswa dalam menjelajahi kehidupannya, yaitu memikirkan studi dan masa depannya sendiri! Padahal itulah perasan keringat orang tuamereka, mereka memasukkan mereka ke bangku perkuliahan yan tidak murah. Fatalnya pemikiran seperti itu mukin belum ada di dunianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegaran dan ketenangan masyarakat dalam menghadapi cobaan dari Yang Maha Kuasa ini akan melapangkan setiap jalan dari segala usaha yang dilakukan Pemerintah. Semua kita percayakan kepada mereka membidani dampak pernikahan Christ dan Month ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan Pemerintah untuk menikan suku bunga Sertifikasi Bank Indonesia (SBI) hingga 45 persen untuk waktu satu bulan yang mau tak mau mencongkel bunga deposito bank-bank hingga melambung tinggi mencapai 67.5 persen merupakan usaha untuk menyiasati pernikahan sejoli yang tidak dikehendaki di atas, yang seharusnya mendapat dukungan plus memanfaatkannya (kalau punya rupia berlebih tentunya). Setidak-tidaknya tidak iktan sikap Kurt Schuler dengan pengalaman Schulernya bersama CBS alias Dewan Mata Uang untuk menjadi Dewan Penyelamat Uang bagi beberapa negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian akhir dari tulisan ini tidak da salahnya kalau penulis berpesan agar Christ dan Month yang memaksakan diri menikah untuk segera berpisah setidaknya pisah ranjang yang akhirnya cepat bercerai atau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Month dan Christ&lt;br /&gt;Kalian bikin kami harus makin irit&lt;br /&gt;Padahal kehidupan sudah sedemikian pahit &lt;br /&gt;Atau kalian puas melihat kami semakin pelit&lt;br /&gt;Jangan bikin kami semakin sulit &lt;br /&gt;Berpisahlah walau sakit &lt;br /&gt;Segeralah pergi walau ke lanit &lt;br /&gt;Atau....Kami usir kau hingga terbelit-belit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-7035384131419732046?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/7035384131419732046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/krisis-moneter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/7035384131419732046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/7035384131419732046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/krisis-moneter.html' title='KRISIS MONETER'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-5588407116287106016</id><published>2010-05-09T12:17:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:26:28.899+07:00</updated><title type='text'>PERUT UNTUK PARIWISATA ATAU PARIWISATA UNTUK PERUT</title><content type='html'>Tulisan 1997-an nich, mengomentari tentag iklan film seronok yang terpampang setiap hari di koran-koran lokal.  Dimuat di KABA LUHAK NAN TUO kebanggaan kami ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAMADHAN kemarin yang baru saja berlalu meninggalkan kesan tersendiri, betapa kita sangat mudah menilai pihak lain sementara pula menilai perilaku sendiri. Dikaitkan dengan hari  Pers Nasional yang juga diperingati beberapa hari setelah lebaran, maka pers yang kita cintai (Alhamdulillah tidak termasuk KABA LUHAK NAN TUO) kebanyakan adalah pemasang iklan film yang melakukan hal yang sangat di sayangkan tersebut. Oleh karena itu ulasan ini hanyalah merupakan media pengingat yang mudah-mudahan bisa mengingatkan yang masih ingat kalau saat itu memang benar-benar tidak ingat dan tentu saja perlu diingatkan tetapi tidak ada yang mengingatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandra Bulloc tersenyum manis dalam peluk Chirs O’Donnel.  Ia mencuri pandang dengan kedipan matanya yang menantang, in the war they found each other… in each other they found love…. Jodie Foster pun tak mau ketinggalan, dalam Nell-nya dia berpose seronok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu ’orang-orang kita’ yang mengaku selalu lebih bersih, benar-benar bersih tubuhnya dari pakaian yang layak-untuk gembel di kolong langit sekalipun. Dan sebagaimana biasa, sebagai daya tarik film-film tanpa teks (terjemahan resmi) judulnya selalu mengajak yang shaum, ”Batalin yo, Da!”  Mulai dari bisikan nafsu yang membangkitkan keliaran tak pelak lagi bisa menimbulkan gairah terlarang.  Kalau sudah begitu selingkuh jadi jalan keluar. Tidak heran kalau akhirnya menjamur Jaringan Terlarang yang memproduksi para Gigolo...!   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perut. Masih sekitar perlut dan poster-poster itupun di buat demi perut-perut pengolah kanvas, produser plus yang perutnya digambar dan banyak lagi perut  perut lain, termasuk orang orang koran yang mengemas poster-poster dalam bentuk kecil sehingga dapat makin menerobos masuk melanglangbuana kemana perut sesukahati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sucinya ramadhan sekarang kemarin pun diwarnai panasnya dapur KFC dan CFC disiang bolong.  Memang, survey membuktikan... secara akal sehat, memang harus panas kalau ayam goreng yang dihasilkan ingin renyah! Lagi-lagi ajakan, ”Batalin dong Nii”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perut, terus-terusan nich bilang perut... Dan maaf, banyak kata kata ’perut’tertulis disini karena tulisan ini juga dibuat demi perut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua nasib perut boleh berbeda. Perut cewek cantik yang sebagaimana terjadi sekarang sepertinya aman-aman saja, sekalipun tempatnya lebih memohok dan menyolok mata seperti di tempat keramaian umum plus embel-embel agar menimbulkan rasa iba bintangnya dijadikan melarat dengan bagian tertutup koran bekas yang sudah koyak. Dan batal puasa Ramadhan karena perut yang satu ini sangat berat sanksinya, sekalipun harus menggantinya dengan 60 hari puasa atau memberi makan 60 rang miskin !  Tidak perlu dibahas kalau dengan yang nggak sah.....sementara penggoda batal yang lain, yang kalau dilanggar setiap hari sekalipun,sanksinya maksimal 50% dari sekali pelanggaran diatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran-koran lokal saat ini ramai memberitakan bahwa dengan dalih pariwisata bersih maka dengan wibawanya Pak Wako Padang memojokkan tempat-temat yang enak untuk mojok ini. Rupanya keliru, ”Pariwisata bukan untuk perut...!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perut yang ditarik oleh para pengusaha waralaba pun sebenarnya tidak sembarang perut, hanya perut-perut tertentu. Misalnya perut yang selalu senang sembunyi dibalik kemudi mobil pribadi pada Ramadhan.  Awas yang plat merah jangan coba-coba!  Nol koma sekian permilnya pangsa pasar perut liarnya Kiki Fatmala dan manusiawat-nmanusiawati seprofensinya yang lain.yang bisa dinikmati oleh semua orang berbola mata, dari anak balita sampai kakek-kakek balita juga (baik,lincah,tampan,jujur dan gagah), dan ya.. menggoda! Seolah olah menimbukan tanya, ”Perut ko, untuk pariwisata?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slogan atau mungkin jargon atau bahkan semboyan untuk menghormati yang berpuasa dan sejenisnya yang sampai ada terpasang didepan sebuah gereja (Maaf lho, kalau boleh berbagi pengalaman anak asrama, yang paling doyan mengabungin kita dipagi yang dingin untuk shalat shubuh juga saudara kita yang katolik/protestan!) dan lain-lain termasuk himbauan, peraturan dan program pemerintah seolah-olah hanya disentuhkan keperut ayamnya KFC dan CFC, yang sekali lagi amat terbatasi! Mungkin sudah saatnya Chintami yang gak doyan mi juga dikasih tahu tentang semua itu, kalau bisa sementara puasa ini, gimana kalau rapih-rapih sebelum keluar. Soalnya yang melihat haruus tutup mata dengan lima jari...yang terbuka! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak keliru kalau ditengok juga tinggalan Pujangga Lama, ”Semut diseberang lautan tampak sedangkan gajah dipelupuk mata tidak terlihat. ”  Itu saja sebabnya maka berkaitan dengan kedua perut diatas untuk insan pers dapat diplesetkan menjadi, ” Perut ayam tercincang tenggelam dalam minyak kelam dibalik kaca hitam tampak, perut para bintang nempel di halaman koran gak kelihatan.”  Yang lain lain tinggal menyesuaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaagai akhir dari tulisan ini, tidak salah kalau sma sama kita interopeksi. Apakah nasib dua perut diatas yang begitu bertolak belakang diperlukan media masa sudah merupakan indikasi pola pikir masyarakat kita yang sudah cenderung maklum kalau perut untuk pariwisata?  Tetapi tidak pariwisata untuk perut.  Mungkin sudah saatnya perut perut tersebut  - karena sama sama perut diperlakukan sebagaimana perut layaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akhir yang paling akhir, ada sebait puisi karya pujangga yang tidak mau disebut sebagai Pujangga karena tidak ada alasan untuk menjadi sebagai Pujangga’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau perut ayam dilarang &lt;br /&gt;Gimana perut para bintang&lt;br /&gt;Yang sering taruh pakaian tempat sembarang&lt;br /&gt;Padahal suka lupa kalau sudah asyik di kolam renang &lt;br /&gt;Akhirnya tak tahu diambil orang &lt;br /&gt;Biasanya kegemaran para bujang&lt;br /&gt;Jadinya ya gitu dech, ditelan......jang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-5588407116287106016?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/5588407116287106016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/perut-untuk-pariwisata-atau-pariwisata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/5588407116287106016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/5588407116287106016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/perut-untuk-pariwisata-atau-pariwisata.html' title='PERUT UNTUK PARIWISATA ATAU PARIWISATA UNTUK PERUT'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-7738477155728537738</id><published>2010-05-04T09:49:00.004+07:00</published><updated>2010-06-26T21:27:14.200+07:00</updated><title type='text'>COMMUNITY EMPOWERMENT SEMINAR</title><content type='html'>Abstrak ini sesungguhnya adalah barang baru tetapi menjadi bagian dari cerita lama karena yang saya akan ungkap dalam makalah nanti adalah sebuah perjalanan yang cukup lama dalam waktu relatif lama.&lt;br /&gt;Sama seperti waktu seminar 50 Tahun Planologi di ITB beberapa bulan lalu, masih seputar cerita tentang pengalaman bergelut dengan masyarakat dalam kegiatan Lokakarya Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Flu Burung.  Namun dikaloborasikan dengan industri peternakan secara umum dengan satu harapan bahwa dengan memberdayakan masyarakat sekitarnya maka industri peternakan akan langgeng, berkelanjutan, tanpa permasalahan non-teknis dengan masyarakat sekitarnya.  maju bersama masyarakat.&lt;br /&gt;Abstraknya saya tulis dalam Bahasa Indonesia yang kemudian diterjemahkan oleh anak saya Jasmine Kusumawardani (13 tahun, tahun ini mohon do'anya bisa masuk SMAN 2 Kota Cirebon)ke dalam Bahasa Inggeris.  Soalnya seminar ini merupakan internasional dan disampaikan nantinya dalam bahasa tersebut.&lt;br /&gt;Jika abstrak ini terpilih untuk disajikan maka seminar bertajuk The 5th INTERNATIONAL SEMINAR ON TROPICAL ANIMAL PRODUCTION (ISTAP)akan dilaksanakan beberapa bulan lagi di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.  Mohon do'anya.  Terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENUJU INDUSTRI PETERNAKAN YANG BERKELANJUTAN&lt;br /&gt;Belajar dari Lokakarya Pencegahan dan Penanganan Flu Burung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;Dalam pengertian masyarakat umum, industry peternakan identik dengan gangguan terhadap lingkungan.  Bukan hanya limbah padat, cair dan gas tetapi juga tetapi juga gangguan suara yang ditimbulkan sering menjadi permasalahan tersendiri.&lt;br /&gt;Sekalipun pada akhirnya industry peternakan sering menjadi pihak yang salah dan kalah, namun sebenarnya tidaklah selalu demikian.  Banyak peternakan yang terlebih dahulu berdiri, kemudian masyarakat datang berduyun menghuni di sekitarnya.  Semakin lama semakin padat, dan peternakan yang terlebih dahulu ada pun menjadi factor pengganggu lingkungan.  &lt;br /&gt;Permasalahan yang timbul diantara keduanya ternyata tidak selalu kesalahan teknis peternakan tetapi cenderung ke arah permasalahan social.  Industri peternakan dengan kemapanannya sering menjadi menara gading diantara kehidupan lingkungan masyarakat sekitar yang berkembang secara dinamis.&lt;br /&gt;Industry peternakan merupakan investasi jangka panjang, memerlukan lahan yang relative luas, usaha padat modal, kegiatan yang melibatkan banyak orang dan keahlian yang beraneka.  Penutupan sebuah industry peternakan merupakan kerugian yang sangat besar baik bagi pemilik ataupun orang-orang yang terlibat di dalamnya. &lt;br /&gt;Oleh karena itu diperlukan sebuah jalan tengah agar terjadi perpaduan yang serasi antara industry peternakan dan masyarakat sekitarnya, yaitu melalui pemberdayaan masyarakat.  Hal ini dapat dilakukan pada industry peternakan yang baru direncanakan ataupun yang sudah berjalan, atau bahkan industry peternakan yang saat ini sedang bermasalah dengan masyarakat sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode&lt;br /&gt;Kegiatan yang dapat dijadikan sarana menuju keserasian industry peternakan dengan masyarakat sekitar adalah lokakarya.  Pelajaran ini kami ambil dari melaksanakan Lokakarya Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Flu Burung di Kabupeten Indramayu.&lt;br /&gt;Dalam lokakarya ini masyarakat diberdayakan untuk mengetahui permasalahan yang ada di lingkungannya, diajak bicara dan berani mengemukakan pendapat tentang permasalahan yang ada, mencoba mencari akar permasalahan dan berupaya mencari jalan keluar untuk mengatasinya.  Masyarakat diarahkan untuk bisa membuat perencanaan sederhana dalam mengatasi segala permasalahan yang ada dengan segala potensi dan kemampuan yang tersedia secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Lokakarya yang berlangsung lebih dari setahun itu telah dilaksanakan di 31 desa dan menghasilkan 31 Rencana Aksi Desa yang dilaksanakan masyarakat secara mandiri.  Beberapa desa bahkan menindaklanjutinya dengan Rencana Aksi Desa baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran&lt;br /&gt;Kegiatan Lokakarya Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Flu Burung dapat dijadikan model untuk menghasilkan perencanaan menuju keserasian antara industry peternakan dan masyarakat sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRACT&lt;br /&gt;COMMUNITY EMPOWERMENT FOR SUSTAINABLE ANIMAL INDUSTRY&lt;br /&gt;A Learn from Prevention and Handling of Avian Influenza Workshop&lt;br /&gt;D I N O T O&lt;br /&gt;Bappeda Kabupaten Indramayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purpose&lt;br /&gt;In the definition of society, livestock industry is identical with the disturbance of environment. Not only solid waste, liquid and gas but also voice disturbance which is effected often becomes an own problem.&lt;br /&gt;Although finally animal industry often becomes the wrong and loses side, yet actually it is not always like that. Many animal industries which stand first and the society around come to live around it. Longer more crowded, and animal industry which stands first becomes environment disturbance factor.&lt;br /&gt;Problems which appear between them are actually not always technical missing of the animal industry, but mostly to social problems. Animal industry with its richness often becomes a gap between the environmental livings of the society around that grows dynamically.&lt;br /&gt;Animal industry is a long time infestation, needs relative wide area, full of modal, activity which involves many people and various abilities. Closing of them, are very big lose for the owner or people who are involved in it.&lt;br /&gt;Therefore, is needed a middle way so happen a balance combination between livestock industry and society around by society empowerment. This can be done to livestock industry which is just planned or has been undergone or even livestock which is having problem with the society around.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Method&lt;br /&gt;Activity which can be made as equipments toward harmony between livestock industry and society around is workshop. We took this lesson from doing workshop of society empowerment in prevention effort and handling of avian influenza in Indramayu Regency.&lt;br /&gt;In this workshop, society is empowered to know problems in their environment, persuaded to talk and brave to tell opinion about problems which exists, try to look for root problem and try to find ways out to handle it. Society is directed in order to they can make simple planning in overcoming all problems which exists with all potency and ability which is available independently.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Results&lt;br /&gt;Workshop which is held for about one year has been held in 31 villages and produced Village Action Planning which is done independently by society. Some villages even follow up it with new Village Action Planning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Conclusions &lt;br /&gt;Activity of workshop of society empowerment in prevention effort and handling of avian influenza can be model to create planning toward harmony between animal industry and society around.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-7738477155728537738?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/7738477155728537738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/community-empowerment-seminar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/7738477155728537738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/7738477155728537738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/community-empowerment-seminar.html' title='COMMUNITY EMPOWERMENT SEMINAR'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-6052112859981913911</id><published>2010-05-04T09:46:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:27:59.429+07:00</updated><title type='text'>TRIK TEMBUS TES PTN (3) BELAJAR ENAM JAM SEHARI</title><content type='html'>Dua tulisan terdahulu hanya menggambarkan kesuksesan yang sangat indah, sedikit sekali pengulas kerja keras untuk mendapatkan semua itu.  Belajar, belajar dan belajar!  Kuasai soal-soal UMPTN sejak dini dan disiplin belajar yang sangat ketat. Disiplin, kata yang sangat mudah diucapkan tetapi teramat mudah di terapkan, maksudnya diterapkan untuk dilanggar !&lt;br /&gt;Dibalik disiplin dan mengenal soal Tes PTN sejak dini ternyata ada faktor yang sangat penting, yaitu penerapannya. Penggunaan waktu harus sedemikian rupa pengaturannya, termasuk watu main ataupun kegiatan lainnya. &lt;br /&gt;Bagaimana tidak ?  Belajar selama 6 jam sehari !   Suatu pekerjaan yang tidak mudah.  Sangat gampang kalau semuanya dihitung.  Bukankah di sekolah saja sudah lebih dari 6 jam?  Masuk 6.45 dan pulang 13.30.&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada aturan yang mewajibkan kami belajar 6 jam sehari.  Sama sekali tidak ada.  Kebiasaan menjalankannya adalah datang dari diri kami sendiri.  Namun harus diakui, hal ini tidak terwujud begitu saja, harus ada yang membakarnya !&lt;br /&gt;Bapak guru yang amat kami cintai, Drs. Mardikun (almarhum) adalah pengobar semangat belajar yang amat kami patuhi itu.  Ketika itu kami masih bercelana pendek plus lambang SLTP asal kami masing-masing, komplit dengan topi kuncung dari koran bekas.  Berkumpul di lapangan basket di tengah gedung baru yang mengitarinya. &lt;br /&gt;Dari atas podium, beliau berpesan, ”Kalian sebagai siswa SLTA harus menyesuaikan kebiasaan baru.  Tidak lagi sekedar belajar seperti waktu di SLTP.”  Suaranya berapi-api,  ”Belajar 6 jam sehari,  di luar jam sekolah!” &lt;br /&gt;Bisa dibayangkan, betapa wajah kami tampak putih memucat walaupun sudah beberapa hari disengat ganasnya panas matahari pantai utara Jawa Barat.  Belajar 6 jam sehari, sama sekali tidak terbayangkan sebelumnya. &lt;br /&gt;Sebagai langkah awal tentu saja terasa amat berat. Tetapi bukan halangan bagi yang mau. Oleh karena itu penulis mencoba menguraikan langah-langah yang sudah jadi kenangan dan lebih dari seperempat abad terpendam, yaitu:&lt;br /&gt;1. Yakinlah bahwa Allah itu maha adil. Semua mahluk-Nya dari yang gaib, nyata dan sebagainya diberi waktu yang sama, yaitu 24 jam saja sehari.&lt;br /&gt;2. Catat kegiatan harian yang sudah menjadi rutinitas dan tidak boleh tidak harus dijalankan plus waktunya. Misal jam-jam sekolah (JJS) sudah termasuk persiapan dan perjalanannya (8 jam), tidur (8 jam) tidak lupa belajar dirumah 6 jam. Waktu untuk kegiatan rutin itu sudah 8 + 8 + 6 = 22 jam, jadi tinggal 2 jam lagi yang dapat dipakai untuk kegiatan lainnya. Bagi yang dapat mengurangi jam tidur tentu akan lebih banyak waktu lagi yang bisa dimainkan. &lt;br /&gt;3.  Dari data di atas dapat dibuat jadwal harian seperti yang pernah penulis terapkan selama 3 tahun kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         JAM    KEGIATAN&lt;br /&gt;            0                                        Tidur&lt;br /&gt;            1                                        Tidur&lt;br /&gt;            2                                        Belajar &lt;br /&gt;            3                                        Tidur&lt;br /&gt;            4                                        Tidur &lt;br /&gt;            5                                        Lain-Lain&lt;br /&gt;            6                                        JJS&lt;br /&gt;            7                                        JJS &lt;br /&gt;            8                                        JJS&lt;br /&gt;            9                                        JJS&lt;br /&gt;          10                                        JJS &lt;br /&gt;          11                                        JJS&lt;br /&gt;          12                                        JJS&lt;br /&gt;          13                                        JJS&lt;br /&gt;          14                                        JJS&lt;br /&gt;          15                                        Belajar&lt;br /&gt;          16                                        Tidur&lt;br /&gt;          17                                        Belajar&lt;br /&gt;          18                                        Lain-Lain&lt;br /&gt;          19                                        Belajar&lt;br /&gt;          20                                        Belajar&lt;br /&gt;          21                                        Belajar&lt;br /&gt;          22                                        Tidur&lt;br /&gt;          23                                        Tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau cuma ada tidur, belajar, JJS dan lain-lain bukan berarti tidak ada shalat dan kegiatan keagamaan lainnya. Tinggal diatur sedemikian rupa, tokh tidak memakan waktu lama. Soal sabtu sore dan minggu ?  Tinggal diatur, yang jelas waktu tidur tidak boleh menggerogoti jadwal hari berikutnya. &lt;br /&gt;Tidak semua beruntung, sebagai anak kost kami lebih mudah dalam mengatur waktu.  Banyak teman seangkatan penulis yang harus membantu orang tuanya mencari nafkah. Demikianlah juga ada yang harus mengantarkan kue di pagi hari dan harus menagih uang pada sore harinya selain harus mencurahkan banyak waktu dan tenaga untuk membantu membakar dapur supaya tetap ngebul. &lt;br /&gt;Tetapi tidak ada yang terganggu pelajarannya. Terbukti dari prestasi mereka yang tidak pernah di jajaran bawah.  Sebuah bukti bahwa mereka adalah pembelajar dan pekerja keras.&lt;br /&gt;Cara mengatur waktu juga beraneka ragam. Tidak semua sama, kalau tidak di bilang tidak ada yang sama. Seperti ada jagoan kelas yang kalau pulang sekolah terus nonton film (tentu saja sudah lepas seragam plus atribut, soalnya bisa kena hukuman berat kalau ketahuan pakai seragam di tempat seperti ini).  Ada juga yang pulang sekolah langsung ke main sepakbola di terik matahari.  Kalau sore, ba’da magrib, jangan harap akan ada yang masih berkeliaran.&lt;br /&gt;Tidak selalu mereka pada jam itu sedang belajar serius, ada juga yang asyik tertidur pulas.  Teman kami itu memang unik, ternyata dia punya jam belajar yang pasti yaitu dari 22.00 sampai subuh datang.  Ternyata menjadi kalong pun harus disiplin kalau mau sukses.&lt;br /&gt;Perlu dibeberkan disini, kebiasaan belajar teman-teman baru terungkap ketika diadakan reuni. Bongkar-bonkaran rahasia sukses, termasuk rahasia belajar di SMA kami yang super competitive itu!&lt;br /&gt;Sebagai akhir dari tiga tulisan Trik Tes PTN, penulis berpesan kepada semua siswa SLTA semua :&lt;br /&gt;a. Disiplin: Atur dan gunakan waktu semaksimal dan seefisien mungkin.&lt;br /&gt;b. Belajar, belajar dan belajar: di luar materi pelajaran sekolah sekalipun termasuk soal-soal test masuk PTN.&lt;br /&gt;c. Baca, baca dan baca: nongkrong di perpustakaan jauh lebih terhormat daripada sikap sempurna di cafe.&lt;br /&gt;Selamat berusaha dan semoga sukses menyertai kerja keras kita semua.  Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-6052112859981913911?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/6052112859981913911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/trik-tembus-tes-ptn-3-belajar-enam-jam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6052112859981913911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/6052112859981913911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/trik-tembus-tes-ptn-3-belajar-enam-jam.html' title='TRIK TEMBUS TES PTN (3) BELAJAR ENAM JAM SEHARI'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-1704544988746161887</id><published>2010-05-04T09:45:00.002+07:00</published><updated>2010-06-26T21:28:39.963+07:00</updated><title type='text'>TRIK LULUS TES PTN (2) KUASA SOAL TES PTN SEJAK DINI</title><content type='html'>PTN tetap menjadi impian utama sebagian besar alumni SLTA sekalipun telah banyak PTS yang statusnya disamakan. Dari data yang ada memang kadang terjadi peserta seleksi PTN menurun dibadingkan dengan tahun sebelumnya sekalipun jumlah lulusan SLTA sebenarnya relatif meningkat. &lt;br /&gt;Tidak mengherankan karena sekarang banyak PTN menjaring calon mahasiswa sedini mungkin, berebut siswa SLTA berprestasi dengan iming-iming yang sangat menarik, tanpa tes.  PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan) bukan lagi milik IPB, hampir semua PTN menerapkannya.  Bahkan beberapa PTS pun menerapkan cara tersebut, diiringi dengan kesempatan meraih beasiswa dan sebangsanya.&lt;br /&gt;Mungkin juga karena sekarang telah banyak berdiri lembaga-lembaga pendidikan keahlaian praktis (maaf kalau penulis tidak menyebukan sebagai lembaga pendidikan  siap pakai). &lt;br /&gt;Tetapi apakah gejala ini bukan tidak mungkin tejadi karena ketidaksiapan siswa dalam dalam menghadapi pesta tahunan itu?&lt;br /&gt;Itulah sebabnya penulis ingin mencoba berbagi pengalaman, walaupun hal ini telah begitu lama terjadi, sebab kalau belum terjadi tentu saja bukan pengalaman namanya. Dari lima kelas IPA di sekolah kami seangkatan lebih dari 30  orang tersebar  di berbagai PTN lewat jalur kiri alias PMDK dan sukses ini kemudian disusul oleh sebagian besar rekan kami yang lolos via jalur kanan alias Tes Masuk PTN yang saat itu bernama SIPENMARU (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru).  &lt;br /&gt;Beberapa orang diantaranya bahkan bisa mulus studi keluar negeri setelah lewat beasiswa BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) yang saat itu dimotori BJ Habibie.  Tidak sedikit juga diterima di perguruan tinggi kedinasan seperti STAN, APDN (sekarang STPDN) dan lain-lain. Bahkan ada satu kelas yang cuma satu orang yang harus kuliah di PTS, tapi malah bikin yang lain berigidik, soalnya sohib yang satu ini diterima di FE sebuah PTS papan atas di negeri ini ?&lt;br /&gt; Keberhasilan mengentaskan alumni yang mau tak mau harus ke PT ini teryata telah dirintis sejak kami duduk dibangku kelas I. Soal-soal test masuk perguruan tinggi negeri menjadi kosumsi harian. Demikian juga soal-soal tes masuk ITB tahun 60 sampai 70-an juga menu yang lezat. Apalagi daun-daun muda (soal-soal Sipenmaru terbaru) merupakan lalapan yang enak untuk dakaredok (dibikin pecel) bersama pelajaran yang sesuai dengan kurikulum (waktu itu Kurikulum 1975).&lt;br /&gt; Jangan beranggapan siswa di sekolah kami menjadi korban ulah oknum guru yang selingkuh dengan penerbit XYZ apabila semuanya mempunyai buku kumpulan soal tes masuk PTN atau buku lainnya yang sama, terbitan XYZ. Tidak sama sekali.  &lt;br /&gt;Dipintu masuk jelas-jelas terpampang ”Dilarang Jual Beli Buku Jenis Apapun” pada sehelai kertas seperempat folio tetapi konsekuensinya yang dikandungnya mungkin bisa seperempat dunia !  Bahkan buku-buku terbitan swasta itu hampir tidak pernah disuruh dibuka di kelas, kami sudah lebih dari kenyang kalau pun hanya menyantap terbitan Balai Pustaka yang dapat diperoleh dari perpustakaan sekolah.  &lt;br /&gt;Kalau kami beli terbitan swasta hanyalah sebagai pelengkap yang banyak membantu untuk belajar dirumah dan kalau pembaca baca Trik Lulus Tes PTN (3) nanti pasti tahu betapa kami sangat perlu buku begitu banyak.  Yang harus dipahami adalah bahwa membeli buku dan memilikinya bukanlah suatu tujuan akhir, tetapi merupakan langkah awal dari suatu pekerjaan yang sangat berat, belajar!&lt;br /&gt;Penguasaan soal tes masuk PTN sejak dini yang diterapkan di sekolah kami telah membawa kegelimangan, sebagian besar lulusnya memasuki jenjang pendidikan tinggi sesuai dengan hasrat masing-masing.  Tentu tidak semua dapat diterapkan, bahkan sebagian besar sekolah akan menolaknya.  &lt;br /&gt;Oleh karena itu, siswalah yang menentukan.  Kalau sekolah tidak menerapkan, maka menerapkannya di rumah adalah alternatif terbaik.  Penolakan guru tentu beralasan, mulai dari tidak sesuai dengan kurikulum sampai masalah klasik yang selalu disembunyikan, ”Saya tidak siap !”  &lt;br /&gt;Rentetan langkah-langkah yang dapat ditempuh agar dapat menguasai soal Tes PTN sejak dini secara mandiri adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Memiliki buku-buku soal test masuk PTN atau perguruan tinggi swasta favorite ataupun perguruan tinggi kedinasan.  Jangan pedulikan tahunnya, walaupun sudah tua sekalipun.  Buku-buku ringkasan materi untuk persiapan UMPTN yang banyak beredar di pasaran akan sangat bermanfaat.  Apakah sejak kelas I SLTA harus sudah memiliki?  Akan lebih afdol lagi.&lt;br /&gt;2. Cari tahu segera materi pelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku (setiap tingkatan, kelas I, II dan III).  Dibuat coretan ringkasan kisi-kisi untuk setaip pelajaran, terutama yang biasa menjadi bahan untuk Tes PTN.  Dapat diambil dari Daftar Isi buku pelajaran yang menjadi buku wajib di sekolah.&lt;br /&gt;3. Kalau buku yang dimiliki hanya kumpulan test masuk PTN tahunan atau bahkan tahunnya sudah tidak di ketahui lagi, ya... pelajari satu per satu soal dan tandai dengan tanda yang mudah diingat. Misalnya ”II/3” bila soal tersebut sesuai dengan materi pelajaran kelas II semester ke-2 dan seterusnya. Bagi siswa yang masih kelas I, soal yang sesuai dengan materi kelas I itu saja yang ditandai, yang lain tetap dikosongkan untuk mengfindari kekeliruan nantinya.&lt;br /&gt;4. Lebih mudah kalau bukuknya merupakan ringkasan materi plus contoh-contoh soal test UMPTN yang pernah keluar atau soal-soal yang telah di kumpulkan atau di kelompokkan oleh editornya sesuai dengan materi pelajaran. Tinggal menyesuaikan daftar isinya dengan cara seperti di atas.&lt;br /&gt;5. Kalau sudah begitu, mau apa lagi? Belajar dan belajar. Belajarlah sebelum ada aturan ”dilarang belajar !” &lt;br /&gt;Pengenalan sejak dini soal-soal test masuk PTN sangat membantu siswa dalam memperdalam materi pelajaran yang sesuai dengan kurikulum.  Yang paling penting tentu menjadikan siswa siap menghadapi soal-soal test yang diadakan oleh pihak manapun, termasuk tentunya soal Tes Masuk PTN itu lho ! Alhasil sekolah kami pernah rangking 1 tingkat propinsi dengan nilai rata-rata 7,2.  Suatu prestasi yang bukan hanya di banggakan tetapi juga harus dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;Tentu tidak hanya sampai disitu, anekdot ”Angkatan terakhir kurikulum 1975 mau tidak mau harus dinaikan!" sungguh tidak berlaku.  Karena memang tidak ada yang memenuhi syarat untuk tidak naik kelas !  &lt;br /&gt;Penguasaan materi tingkat tinggi ini sering juga merepotkan guru praktek PT tetangga yang tidak jarang kelimpungan dan memeras otak.  Apalagi jika mahasiswa praktek itu sok menonjolkan diri, sering dibuat uring-uringan dengan soal-soal yang jauh lebih dari sekedar sulit.&lt;br /&gt;Sebagai akhir tulisan bagian kedua ini penulis ingin berbagi pendapat dengan para guru untuk memperkenalkan soal test masuk PTN atau soal-soal yang berbobot lain kepada siswanya sejak dini, baru kelas I sekalipun. &lt;br /&gt;Bagi para siswa, hendaknya mempunyai tekad dan tujauan yang disertai disiplin belajar untuk mencapainya. Karena sebenarnya yang dituntut adalah kreativitas siswa itu sendiri.  Sekalipun terkadang kreativitas tidak berkembang tanpa disulut dulu oleh guru. &lt;br /&gt;Mulailah dari sekarang, tidak ada kata ”terlalu cepat” seperti halnya tidak ada kata ”terlalu lambat” untuk memulai.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-1704544988746161887?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/1704544988746161887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/trik-lulus-tes-ptn-2-kuasa-soal-tes-ptn.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1704544988746161887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1704544988746161887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/trik-lulus-tes-ptn-2-kuasa-soal-tes-ptn.html' title='TRIK LULUS TES PTN (2) KUASA SOAL TES PTN SEJAK DINI'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-2903498800919494968</id><published>2010-05-04T09:44:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T21:29:19.717+07:00</updated><title type='text'>TRIK TEMBUS UMPTN (1) DISIPLIN</title><content type='html'>”Karena banyak kegiatan di sekolah, waktu itu gue tidak sempat mengerjakan PR. Sebenarnya tidak banyak seperti biasanya, cuma 75 soal !”  Seorang teman kuliah menceritakan tentang Bimbingan Tes yang diikutinya, ”Gue disuruh berdiri dengan kedua tangan di atas meja.”&lt;br /&gt;”Plok!” Dengan keras sebatang rotan yang diayunkan pengajar tunggal itu mendarat di pantat.   ”Gue cuma bisa meringis kesakitan.”&lt;br /&gt;Para sesepuh kita yang menjalani pendidikan masa kolonial tentu tidak akan asing dengan kejadian seperti itu. Demikian juga para senior yang sempat mengenyam pendidikan pada awal kemerdekaan akan menganggap hal itu biasa di zamannya. Pendidik dengan rotan di tangan ! &lt;br /&gt;Namun jangan kaget, cerita di atas ternukil dari pengalaman teman kost.  Seorang alumni sekolah favorit yang lulus SMA tahun 1986.   Terjadi di kota Megapolitan, Jakarta ! Apakah Anda termasuk orang yang menganggap hal semacam itu sebagai sesuatu yang luar biasa -untuk memperhalus kalimat ”Pelanggaran HAM” ?&lt;br /&gt;Bimbingan belajar atau lebih dikenal saat itu sebagai Bimbingan Test tempat kejadian feodal itu berlangsung adalah tempat yang paling disegani di Jakarta.  Sudah puluhan tahun Sang Guru mengantarkan lebih dari 90 persen siswa bimbingannya berhasil memasuki perguruan tinggi yang diidamkan.  Secara sportifnya beliau tidak lupa dengan bangga mengucapkan selamat kepada mereka dengan memasang iklan besar-besar di media massa nasional atas keberhasilan mereka yang ’dihajarnya’ itu.  &lt;br /&gt;Disiplin. Semata-mata hanya disiplin.  Itulah yang sangat ketat diterapkan di bimbingan belajar yang sangat mahal itu.  Itulah sebabnya muridnya pun selalu berjubel. Tidak adakah protes dari orang tua siswa?  Kalau boleh penulis bilang, teman yang satu itu juga ayahnya seorang perwira di Disbintal TNI-AD.   Dan peserta lain pun tentunya tidak akan dapat ikut belajar di tempat yang keras itu kalau tidak punya uang jutaan rupiah (dengan kurs sekarang sekarang sudah mencapai puluhan juta rupiah !).&lt;br /&gt;Kalau bimbingan belajar semacam itu dibuka di Batusangkar atau kota kecil lainnya, penulis kira tidak akan ada siswanya. Bukan hanya karena ngeri, tetapi biaya yang sangat tinggi. Bahkan bisa diserbu masa yang tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu. Atau malah pegajarnya yang tidak ada, karena dikeroyok murid.&lt;br /&gt;Generasi sekarang kurang disiplin ? Semangat belajarnya kendor ?  Ya, namanya juga murid.  Bukankah sejak di sekolah dasar kita kenal pepatah, ”Guru kencing berdiri, murid kencing lari.’  Jadi kalau guru masih suka merokok di luar rumah maka murid pun akan dengan bangga dapat membuang puntung rokok di halaman sekolah.  Bermakna juga kalau guru tidak mau belajar, jangan salahkan kalau siswanya malas.  Demikian juga jangan berharap siswa menguasai materi pelajaran kalau gurunya saja tidak memahami dengan baik.  Kembali ke pokok persoalan, jika mengharapkan murid berdisiplin sementara gurunya hare-hare maka hanya keajaiban yang menyebabkan harapan itu tercapai.&lt;br /&gt;Pengajar datang tepat waktu dan siap untuk mengajar.  Semua itu akan membawa siswa ke arah ”kedisiplinan” yang rumit sekalipun.  Seperti contoh di atas, soal-soal yang jumlahnya sekitar 100 buah pada setiap pertemuan yang 5 kali dalam seminggu.  Karena diimbangi dengan kesiapan dan kedisiplinan serta kekonsekuenan pengajar menimbulkan kepuasan tersendiri bagi siswanya.  Tanpa penolakan siswa, apalagi ancaman dari orangtua.&lt;br /&gt; Mungkin bisa saja mengelak dengan mengatakan bahwa disiplin mereka terwujud karena animo untuk memasuki perguruan tinggi idaman yang sangat tinggi dan kemauan belajar yang luar biasa.  Atau terpaksa harus belajar karena orangtuanya telah membayar sedemikian mahal ?  &lt;br /&gt;Sedisiplin inikah mereka yang les di guru kelas yang notabene selalu diiringi dengan perbaikan nilai rapor ?  Bukan rahasia kalau bagi mereka adegium yang berlaku adalah ”Nilai rapor yang ikut les minimal 7, sementara hanya maksimal 7 bagi yang tidak ikut les.”  Namun jangan harapkan hasil bimbingan ini menjamin siswa bernilai cemerlang itu untuk bisa menembus Tes PTN.&lt;br /&gt;Pemberian sanksi yang teramat berat seperti di atas sebenarnya tidak mudah diterapkan.  Hal ini menuntut konsekuensi, bukan sekedar penolakan, protes ataupun pelaporan pelanggaran HAM tetapi yang paling penting adalah keteladanan dari pemberi sanksi itu sendiri.  &lt;br /&gt;”Yang mahal kan, upah algojonya!”  Tukas rekan yang juga alumni dari Bimbingan Belajar yang sama itu menimpali.&lt;br /&gt;Tetapi kami punya pengalaman tersendiri, membawa adik-adik siswa SLTA ke PTN jempolan dengan cara tersendiri. Semboyannya sederhana bahkan terkesan prokem, ”Ga’ mau belajar, tak perlu bayar, silakan keluar.”  Salah satu cara yang diterapkan adalah memberikan PR yang cuma 20 sampai 30 soal saja setiap pertemuan. Kalau pada waktunya tidak di kerjakan, ya...silakan keluar. Untungnya tidak ada yang berani melanggar sampai 3 kali pertemuan, karena sesuai konsensus awalnya adalah 3 kali melanggar adalah tanda minta keluar.  Berarti good bye.&lt;br /&gt;Itu suasana di Bimbing Belajar, dimana mungkin pengajar dapat menerapkan peraturan tersendiri, bagaimana dengan di sekolah ?   Sebenarnya adegium ”Tidak siap silakan keluar!” bisa diterapkan.  Bukan hanya murid yang harus mengerjakan PR dan mempelajari materi yang akan diajarkan tetapi juga pengajar tidak perlu memaksakan diri kalau memang tidak siap. Itu prinsip yang pernah penulis terapkan ketika dalam waktu yang sangat terbatas (hanya 5 kali pertemuan) harus membekali siswa kelas III-IPS yang tidak pernah belajar matematika di kelas akhir tersebut, padahal EBTANAS 1996/1997 saat itu sudah di depan mata.  Alhasil, kerja keras itu mengantarkan mereka meraih NEM matematika terbaik di tingkat kabupaten.&lt;br /&gt;Pengajar siap mengajar membawa murid ke arah kedisiplinan terpenting, siap untuk belajar.  Bukankah dengan disiplin semua persoalan bisa diatasi ?  Termasuk keinginan tembus UMPTN.  &lt;br /&gt;Sampai sekarang Anda tidak bisa berdisiplin diri dalam belajar ?  Sudah sangat Terlambat ?  Sama sekali tidak !  Mulailah dari sekarang.  Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-2903498800919494968?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/2903498800919494968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/trik-tembus-umptn-1-disiplin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/2903498800919494968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/2903498800919494968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/trik-tembus-umptn-1-disiplin.html' title='TRIK TEMBUS UMPTN (1) DISIPLIN'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-4878547815399942010</id><published>2010-05-04T09:35:00.004+07:00</published><updated>2010-06-26T21:30:07.421+07:00</updated><title type='text'>TRIK TEMBUS TES MASUK PTN SEBUAH PENGANTAR</title><content type='html'>Tes Masuk PTN dengan berbagai nama yang pernah disandangnya seperti SKALU, Proyek Perintis I, SIPENMARU, UMPTN dan sebagainya adalah sebuah agenda rutin tahunan yang pada dasarnya sama.  Dia selalu datang tepat pada waktunya, dan untuk tahun ini akan datang beberapa bulan lagi.    Moment itu akan datang sangat dekat bila dilihat dari persiapan untuk menghadapinya yang benar-benar harus sudemikian matang dan siap.&lt;br /&gt;Tes Masuk PTN adalah pesta tahunan yang menjadi ajang adu prestasi dan gengsi serta senggol-senggolan dalam memperebutkan kursi di Perguruan Tinggi Negeri yang didamkan dan sesuai dengan jurusan yang diinginkan.&lt;br /&gt;Tanpa mengabaikan siswa-siswa yang terpilih masuk Perguruan Tinggi harapan lewat jalur PMDK yang tentu saja perintisannya sudah diawali sejak nilai rapor semester pertama, penulis mencoba menguraikan pengalaman pribadi yang juga di mulai dari memasuki bangku SLTA.  Kemudian menjalani pendidikan ekstra ketat yang akhirnya dapat mengantar sebagahian besar siswanya memasuki PTN.  &lt;br /&gt;Pengalaman menjadi siswa ini dipadu dengan sedikit pengalaman mengajar bidang-bidang studi eksakta di beberapa SLTA dan juga Bimbingan Belajar.  Kesemuanya terangkum dalam 3 buah tulisan, yaitu:&lt;br /&gt;a. Trik tembus Tes PTN 1. Disiplin&lt;br /&gt;b. Trik tembus Tes PTN 2. Kenali Soal-soal Tes PTN Sejak Dini&lt;br /&gt;c. Trik tembus Tes PTN 3. Belajar 6 Jam Sehari&lt;br /&gt;Ketiganya bisa diakses di :&lt;br /&gt;a. http://www.ziddu.com/download/9522896/Trik Lulus Tes Masuk PTN 1.doc.html &lt;br /&gt;b. http://www.ziddu.com/download/9522897/Trik Lulus Tes Masuk PTN 2.doc.html&lt;br /&gt;c. http://www.ziddu.com/download/9522898/Trik Lulus Tes Masuk PTN 3.doc.html &lt;br /&gt;Semoga tulisan yang tidak lebih dari sekedar obrolan santai ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukan. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-4878547815399942010?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/4878547815399942010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/trik-tembus-tes-masuk-ptn-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/4878547815399942010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/4878547815399942010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/05/trik-tembus-tes-masuk-ptn-sebuah.html' title='TRIK TEMBUS TES MASUK PTN SEBUAH PENGANTAR'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-1826665058870953444</id><published>2010-04-13T11:24:00.002+07:00</published><updated>2010-06-26T21:30:46.918+07:00</updated><title type='text'>ULANGTAHUN</title><content type='html'>Lebih dari 10 tahun lalu saya menulis untuk KABA LUHAK NAN TUO, tabloid milik Pemda Kabupaten Tanah Datar – Sumatera Barat.  Aktivitas itu, saya bawa ketika pindah ke Indramayu.  Sekalipun proposal yang saya ajukan dapat penolakan dan tantangan, akhirnya saya bangga ketika beberapa tahun kemudian “melihat dan dapat menjadi saksi” bahwa Pemda Kabupaten Indramayu berhasil menerbitkan tabloid yang secara fisik persis sama dengan tabloid kesayangan kami dulu …. Kaba Luhak nan Tuo !&lt;br /&gt;Sebagian tulisan penuh kenangan itu saya coba nukil di sini, mohon maaf kalau masih banyak menggunakan koso-kata urang awak alias dialek Minang.  Selamat turut mengenang ….&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ULANGTAHUN&lt;br /&gt;Sebahagian orang mengatakan bahwa ulangtahun merupakan hal yang menakutkan, karena kedatangannya identik dengan berkurangnya jatah menikmati keindahan ala mini.  Namun, tidak sedikit yang menyambutnya dengan penuh kemeriahan. &lt;br /&gt;“Selamat ulangtahun” atau “Happy birthday to you” telah menjadi lagi wajib balita jauh sebelum mereka bisa mengeja apalagi membaca atau bahkan mengerti makna yang tersirat dalam dendang yang dilantunkan.&lt;br /&gt;Belum lama berselang, ketika kemerdekaan Indonesia menjelang setengah abad.  Kemeriahan menghiasi seantero negeri.  Ulangtahun emas, kita sepakat menyebutnya.  Tidak mengherankan kalau pada saat itu emas di puncak monas pun turut berbinar dalam gemerlap tarian kembang api sumbangan dari luar negeri.   (catatan :  betapa tulisan ini sudah berulangkali berulangtahun ya ….).&lt;br /&gt;Ulangtahun emas yang sebenarnya telah mengurangi jatah mengarungi kehidupan selama setengah abad menghadirkan kebahagiaan tersendiri, mungkin karena jarang yang dapat mencapainya.  Apalagi ulangtahun emas dari saat yang datang ketika usia mulai larut, pernikahan misalnya.&lt;br /&gt;Tetapi, kebahagiaan kakek-nenek menyambut ulangtahun emas pernikahan sering membuat ahli matematika bingung, mungkin karena ketularan mereka yang punya hajat.  Pada 25 tahun sebelumnya pasangan tersebut hidup dengan penu gairah menyambut ulangtahun perak, memeriahkan seperempat abad baralek gadang-nya.  Bukankah kalau 25 tahun pertama adalah perak maka 25 tahun berikutnya juga perak lagi sehingga menjadi 2 perak, sama sekali tidak berubah menjadi emas !&lt;br /&gt;Kaba Luhak Nan Tuo yang kita cintai bulan ini kehadiran tamu bernama ulangtahun.  Ketiga, masih balita yang manja kalau manusia.  Tetapi untuk sebuah penerbitan yang di saat kelahirannya harus melewati saat krisis dengan eksis adalah hal yang luar biasa.  Saat itu, semua media massa di negeri ini memilih mengurangi ketebalannya atau merubah warna tampilannya daripada harus gulung tikar untk sementara atau sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.&lt;br /&gt;Ulangtahun akan berlalu begitu saja dan akan pergi sia-sia tak berbekas tanpa introspeksi terhadap perjalanan panjang yang telah dilalui.  Romantika kehidupan yang tidak selalu nyaman, jalan lurus yang tidak selalu dapat dilalui dengan mulus.&lt;br /&gt;Kaba Luhak Nan Tuo pun demikian, koreksi terhadap segala yang terjadi di masa lalu untuk perbaikan di masa yang akan datang sangat diperlukan.  Menengok balik ke tahun 1998/1999 dari September 1998 sampai Agustus 1999 yang lengkap 12 bulan ini, Kaba Luhak nan Tuo beberapa kali tidak menjumpai pembaca.  Di usia ketiga ini hendaknya tidak perlu lagi terjadi gerhana bulan.  Untuk mencapai itu semua tentu perlu penjadwalan terbit yang ketat, deadline yang jelas dan tidak lupa peran dari semua pengisi dan pembaca.  Tidak lupa kerja keras dan tekad untuk menjadi media yang layak dibaca !&lt;br /&gt;Kalau begitu bagaimana dengan honornya ?  Memang untuk mengatasi permasalahan kurangnya bahan tulisan yang berkualits diperlukan  perangsang yang wajar bagi karya seorang penulis.  Sebenarnya bukan hanya Kaba Luhak Nan Tuo tetapi hampir semua media cetak di Sumatera barat belum melakukannya.  Bahkan ada koran yang mengaku sebagai harian nasional, tidak menghargai sebuah artikel politik di kolom Opini-nya.  Sekedar kata terimakasih pun tidak terucap.&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya Kaba Luhak Nan Tuo tampil beda untuk yang satu ini, tidak perlu meniru gaya orang lain, menjadi lebih menghargai gemulai ajojing sebelas jari dalam irama mesin tik.  Bukankah kalau dibandingkan dengan tampilan media cetak lain, kaba Luhak Nan Tuo adalah yang terbaik di Sumatera Barat ?  Dengan kata lain, mengutip gaya seorang pejabat, “Imbalan yang diberlakukan saat ini perlu ditinjau kembali.”&lt;br /&gt;Masalah imbalan pula yang menyebabkan adanya berita tanpa sedikit perbedaan dalam redaksi kalimatnya dengan media cetak lain masih suka menghiasi Kaba Luhak Nan Tuo.  Padahal sebagai media bulanan, hal ini tidak perlu terjadi kecuali mau menghidangkan santapan basi kepada pembaca.  Kalau masalah ini masih terus terjadi maka bukan tidak mungkin kaba Luhak nan Tuo yang terbit dengan anggaran yang tidak sedikit ini hanya menjadi rebutan karyawan hanya sebatas sebagai pembungkus pakaian.  &lt;br /&gt;Memang tulisan copy-paste itu berangsur berkurang dan saat ini menjadi sangat sedikit.  Tetapi jauh-jauh hari nenek-moyang telah mengingatkan, “karena nila setitik, rusak susu sebelanga.”&lt;br /&gt;Jeda yang relative lama antar penerbitan juga memungkinkan Kaba Luhak Nan Tuo tampil lebih sempurna.  Selain bisa menyeleksi berita dan artikel yang memenuhi syarat juga penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar lebih mungkin diterapkan.  Bukan berarti bahasa daerah tidak boleh dipakai, tetapi dengan dicetak miring seprti halnya istilah asing.  &lt;br /&gt;Kalau ditilik kepada media local yang lain, harus diakui bahwa penggunaan bahasa Indonesia memang sangat rendah kualitasnya.  Susunan kata yang sering membingungkan pembaca masih kelewat banyak, apalagi pemenggalan kata yang asal potong.  Kaba luhak Nan Tuo pun karena masih sangat tergantung kepada tim dari percetakan melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;Padahal sebagai media dengan ongkos cetak sangat tinggi, redaktur Kaba Luhak Nan Tuo bisa saj mendapatkan out-line dari setiap penerbitannya untuk dikoreksi ulang, baru kemudian dicetak dalam jumlah banyak.  Atau dengan sedikit anggaran tambahan untuk membeli perangkat keras,sehingga semua kegiatan pra-cetak dapat dilakukan sendiri.  Bukan hanay bisa menghemat bias cetak tetapi juga kualitas bahasa yang lebih baik.&lt;br /&gt;Penggunaan bahasa yang benar akan sangat baik untuk bacaan anak sekolah.  Tetapi selama bahasanya masih belang-bentong, cukuplah menjadi pajangandaripada turut berperan merendahan nilai Bahasa Indonesia mereka.&lt;br /&gt;Terbit bulanan pula yang menyebabkan tampilan Kaba Luhak Nan Tuo harus berbeda dari yang lain.  Berita-berita yang selama ini mendominasi akan sangat terasa basi kalau penyajiannya seperti suratkabar harian.  Diperlukan cara penyajian yang dapat membuat berita menjadi menarik untuk dibaca, sekalipun sesungguhnya pembaca sudah terlebih dahulu tahu dari media lain.  Menyajikan sebuah berita dalam rangkaian cerita akan membuat ke-basi-an berita terbias dalam buaian kata.  (catatan :  hal ini mengingatkan saya, betapa tingginya daya-baca masyarakat Kabupaten Tanah Datar khususnya dan Provinsi Sumatera Barat pada umunya).  &lt;br /&gt;Untuk mewujudkan semua itu tidaklah mudah, tetapi akan dapat dilakukan apabila terus berusaha.  Salah satu yang teramat penting adalah peningkatan kemampuan sumberdaya manusia yang ada.  Tidak dapat dipungkiri kalau sebagian besar pengelola Kaba Luhak Nan Tuo adalah pemegang Kartu PWI, tetapi apakah itu menjamin untuk membidangi media bulanan yang jelas-jelas sangat berbeda dengan media harian ?&lt;br /&gt;Oleh karena itu diperlukan tambahan pengetahuan, misalnya dengan mengikuti kursus jurnalistik yang salah satu materinya mengupas manajemen terbitan berkala.  Selain itu, pengadaan seperangkat computer lengkap sudah sangat mendesak karena sangat dibutuhkan saat ini.&lt;br /&gt;Dalam setiap kelahiran bayi pertama dan kedua seorang PNS, segeralah orangtuanya mengurus Akta Kelahiran agar bisa diurus untuk mendapat tunjangan keluarga.  Namun balita bernama Kaba Luhak Nan Tuo seakan dilupakan orangtuanya yang notabene PNS.  Sekalipun sudah menginjak 3 tahun, belum juga memiliki identitas diri, sampai sekarang SIUPP-nya belum nongol.  &lt;br /&gt;Padahal di era kran kebebasan pers dibuka lebar-lebar seperti sekarang ini, banyak sekali media cetak yang SIUPP-nya sudah ada sekalipun ayah dan ibunya masih dalam tahap rencana melahirkan media cetak.&lt;br /&gt;Terlepas dari anggapan bahwa terbitnya SIUPP akan mengurangi tunjangan (berkebalikan dengan Akta Kelahiran anak seorang PNS), dengan adanya SIUPP berarti pembaca yang dapat menikmati Kaba Luhak Nan Tuo makin terbuka lebar.  Bisa dipasarkan berjejer dengan berbagai terbitan nasional.  Masyarakat Luhak Nan Tuo pun akan mendapatkan informasi yang seimbang diantara maraknya serbuan berita nasional dari media terbitan Ibukota.  Pembaca lokal butuh pegangan diantara saling-silang yang tidak jarang mendiskreditkan.  &lt;br /&gt;Masih banyak hal lain yang perlu dikoreksi tanpa melupakan karunia-Nya, beberapa kelebihkan telah dilimpahkan.  Semua bukanlah untuk dibanggakan, apalagi jika keunggulan di tangan itu bisa membuat lupa daratan.&lt;br /&gt;Korek dan koreksi diri sangatlah terus diperlukan selama hayat dikandung badan ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN SPONSOR======================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet, &lt;br /&gt;gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang&lt;br /&gt;mereka jualan barang atau jasa.&lt;br /&gt;Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung. &lt;br /&gt;Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================================TERIMAKASIH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8894966853062998819-1826665058870953444?l=segudang-cerita-tua.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/feeds/1826665058870953444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/04/ulangtahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1826665058870953444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8894966853062998819/posts/default/1826665058870953444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://segudang-cerita-tua.blogspot.com/2010/04/ulangtahun.html' title='ULANGTAHUN'/><author><name>Segudang Cerita Kehidupan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15825758673613030259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-BLMlsUeq-Lw/TvXiW2DXxQI/AAAAAAAAACI/sXtLSzCYATQ/s220/Foto%252BDinoto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8894966853062998819.post-5688648300917854800</id><published>2010-02-13T20:11:00.005+07:00</published><updated>2010-06-26T21:31:51.290+07:00</updated><title type='text'>MEMBUMIKAN PERENCANAAN UNTUK PERENCANAAN YANG MEMBUMI</title><content type='html'>... belum terlalu tua, makalah yang saya sampaikan dalam Seminar Nasional 50 Tahun Planologi di ITB beberapa bulan lalu .... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstrak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otonomi daerah ibarat pisau bermata dua, satu sisi adalah kemurahan pemerintah pusat memberikan kesempatan kepada daerah untuk berkreasi dalam mensejahterakan masyarakatnya, sementara di sisi lain daerah menghadapi permasalahan kualitas sumber daya manusia pedesaan yang terlalu lama dinina-bobokan oleh perjalanan pembangunan bangsa ini.&lt;br /&gt;Kabupaten Indramayu merupakan juru kunci IPM Provinsi Jawa Barat, salah satu faktor penentunya adalah pendidikan rata-rata masyarakat yang relatif rendah.  Rata-rata pendidikan generasi dewasa hanya setara kelas IV SD.  Untuk bisa membawa masyarakat seperti ini ke ranah perencanaan diperlukan pola tersendiri.  Salah satu caranya adalah membumikan pemikiran intelektualisme perencanaan ke dalam lautan pola pikir masyarakat dengan tanpa mengurangi subtansi perencanaan itu sendiri.&lt;br /&gt;Pengalaman melaksanakan Lokakarya Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Flu Burung di 31 Desa dalam 30 Kecamatan di Kabupaten Indramayu Tahun 2006-2008 menunjukkan bahwa anggapan selama ini tentang keterbelakangan masyarakat ternyata keliru.  Lokakarya dihadiri 45 orang dari berbagai unsur masyarakat, status sosial-ekonomi yang beraneka serta latar belakang pendidikan dari yang tinggi sampai buta huruf.  &lt;br /&gt;Pada kegiatan yang dibiayai UNICEF ini peserta dibagi dalam 5 kelompok.  Metode andragogi mengantar mereka untuk menyadari persamaan harkat dan martabat diantara sesama.  Masing-masing mempunyai kelebihan dan juga kekurangan.  Peserta dibekali pengetahuan dasar tentang flu burung pada unggas, flu burung pada manusia dan pemberdayaan mayarakat.  Dengan 3 format sederhana mereka dibawa untuk mengenali lebih jauh diri dan lingkungannya, menggali permasalahan yang ada dan mencari penyelesaian sesuai dengan potensi diri dan lingkungan dengan kegiatan yang realistik.  Setiap format diakhiri dengan ekspose dan diskusi kelompok untuk mempertahankan pendapat dan saling mengisi.  Pada sesi terakhir, tim kecil yang dipercaya mereka menyusun Rencana Aksi Desa dalam rangka pencegahan dan penanganan flu burung.  &lt;br /&gt;Perencanaan “dari, oleh dan untuk” masyarakat desa; dihasilkan, dilaksanakan, dievaluasi dan dipertanggungjawabkan serta dibiayai sendiri.  Ketika praktek penyusunan perencanaan dibawa membumi maka akan dihasilkan perencanaan yang juga membumi, sesuai dengan kebutuhan serta potensi diri dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata kunci : perencanaan, partisipatif, pemberdayaan, masyarakat, membumi, UNICEF, Kabupaten Indramayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar Belakang&lt;br /&gt;Otonomi daerah ibarat pisau bermata dua, satu sisi adalah ketegasan dan kejelasan Pemerintah dalam memberikan kesempatan kepada daerah untuk berkreasi mensejahterakan masyarakatnya, sementara di sisi lain Pemerintah Daerah menghadapi kualitas sumber daya manusia masyarakatnya.&lt;br /&gt;Dalam penilaian keberhasilan yang saat ini sering diukur dengan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) maka Kabupaten Indramayu yang merupakan juru kunci IPM di Provinsi Jawa Barat.  Sekalipun saat ini terdapat perkembanganan yang menggembirakan, pendidikan masyarakat masih memprihatinkan.  Rata-rata lama sekolah (RLS) telah meninggalkan 6 tahun (tahun 2005 sebesar 6,28 tahun atau setera kelas 1 SMP), namun generasi yang lebih tua umumnya tidak pernah lebih dari setara kelas IV Sekolah Dasar.&lt;br /&gt;Berbicara tentang masyarakat sesungguhnya adalah kumpulan individu yang kompleks.  Pendidikan yang relatif rendah dan suasana kehidupan pedesaaan yang penuh kesahajaan bukan berarti keseragaman dalam berpola pikir.  Ketika angka RLS menunjukkan angka 6,28 bukanlah berarti semua penduduk Kabupaten Indramayu semuanya telah menamatkan Sekolah Dasar.  Angka tersebut merupakan rata-rata pendidikan yang ditempuh masyarakat secara keseluruhan.  Tidak sedikit yang mencapai tingkat kesarjanaan, banyak yang putus di tengah jalan dan terdapat anggota masyarakat yang belum bisa baca-tulis.  Keadaan semakin kompleks dengan beraneka-ragamnya pengalaman hidup yang juga berpengaruh terhadap pola pikir mereka.&lt;br /&gt;Berbeda dengan para birokrat yang cenderung hidup dalam suasana keseragaman.  Sekalipun terdapat beraneka jenjang pendidikan yang ditamatkan tetapi iklim kehidupan yang dijalani relatif sama.  Dalam penyusunan perencanaan pembangunan misalnya, birokrat yang terdiri dari masyarakat lebih terdidik itu dikejar target untuk menghasilkan perencanaan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan dan selesai tepat pada waktunya.  Keadaan ini terulang setiap tahunnya tanpa perubahan yang berarti.&lt;br /&gt;Kompleksitas masyarakat sesungguhnya merupakan potensi besar yang selama ini belum tergali.  Bahkan keadaan ini cenderung dipandang sebagai potensi yang dapat menimbulkan berbagai konflik.  Oleh karena itu, sudah bukan rahasia lagi kalau pada penyusunan perencanaan pembangunan masyarakat sering tidak dilibatkan.  Sekalipun sesuai dengan berbagi pedoman yang diterbitkan, partisipasi masyarakat selalu disebut dan dijadikan kunci keberhasilan pembangunan.  &lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun dan berbagai perubahan pemerintahan, partisipasi masyarakat tetap menjadi jargon politis, sementara masyarakat terus menerus menjadi obyek pembangunan.  Tidak mengherankan apabila banyak kegiatan pembangunan ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat karena masyarakat yang tahu potensi dan kebutuhan di wilayahnya tidak dilibatkan dalam penyusunan rencananya.  &lt;br /&gt;Musyawarah Pembangunan Desa/Kelurahan yang dikenal sebagai Jaring Asmara (Penjaringan Aspirasi Masyarakat) berjalan tidak sebagaimana mestinya.  Sementara Musyawarah Perencanaan Pembangungan (Musrenbang) yang dilaksanakan di Kabupaten Indramayu pun tidak menjadi pemadu-serasi antara kebutuhan masyarakat dengan tugas pokok dan fungsi institusi terkait.  Usulan dinas/instansi yang sudah dilengkapi dengan berbagai dokumen pendukung mendominasi berbagai kegiatan yang direncanakan selanjutnya.  Hasil Jaring Asmara yang tidak lain sesungguhnya merupakan hasil kerja Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat di tingkat kecamatan menjadi arsip di lembaga perencanaan daerah.&lt;br /&gt;Terdapat kebuntuan untuk menjembatani keanekaragaman potensi masyarakat yang terkemas dalam pola pikir sederhana dengan kaidah keilmiahan yang diterapkan dalam praktek penyusunan perencanaan.  Di sisi lain teori perencanaan pembangunan yang diterbitkan Pemerintah pun tidak selalu mudah untuk dipelajari, apalagi diterapkan jajaran birokrasi.&lt;br /&gt;Pada beberapa program masalah ini diatasi dengan kehadiran konsultan manajemen dan sejenisnya.  Mereka menjadi jembatan yang bisa mengatasi kebuntuan selama ini.  Perannya tidak sedikit, bukan semata-mata menyusun rencana kegiatan secara partisipatif untuk kepentingan masyarakat setempat tetapi juga berperan penting dalam pemberdayaan masyarakat.&lt;br /&gt;Namun demikian, kesenjangan antara konsultan manajemen dan masyarakat tidak dapat dihindari.  Masyarakat dengan pola pikir praktis dan sederhana berhadapan dengan kelompok berpendidikan tinggi.  Sebagai bagian dari masyarakat profesional mereka dituntut untuk menghasilkan konsep yang teruji secara ilmiah.  Berbagai format dan perangkat lainnya yang sangat mudah dipahami dan dijalankan oleh konsultan manajemen, tidak demikian halnya dengan masyarakat.  Konsekuensi dari terjadinya gap ini dapat dilihat ketika konsultan manajemen telah meninggalkan masyarakat.  Kegiatan menjadi stagnan tanpa pendampingan. &lt;br /&gt;Pengalaman melaksanakan Lokakarya Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Flu Burung di 31 Desa dalam 30 Kecamatan di Kabupaten Indramayu Tahun 2006-2008 memberikan pelajaran yang sangat berarti.  Metode andragogi mengantar 45 orang anggota masyarakat dari berbagai unsur untuk menyadari persamaan harkat dan martabat diantara sesama.  Masing-masing mempunyai kelebihan dan juga kekurangan.  Keanekaraman latar belakang masyarakat berpadu menjadi menjadi sebuah kekuatan yang sangat besar.&lt;br /&gt;Melalui pendekatan yang merakyat, pemikiran peserta dituangkan dalam 3 buah format yang sederhana dan pada akhirnya menghasilkan sebuah rencana kerja yang disebut sebagai Rencana Aksi Desa dalam rangka pencegahan dan penanganan flu burung.  Sebuah perencanaan “dari, oleh dan untuk” masyarakat.  Dihasilkankan, dilaksanakan, dievaluasi dan dipertanggungjawabkan serta dibiayai secara mandiri.  &lt;br /&gt;Pelajaran yang dapat dipetik dari kegiatan tersebut adalah bahwa untuk bisa membawa mayarakat dengan segala kesederhanaannya ke ranah perencanaan diperlukan pola tersendiri.  Salah satunya adalah membumikan pemikiran intelektualisme perencanaan ke dalam lautan pola pikir masyarakat, tentu saja dengan tanpa mengurangi substansi perencanaan itu sendiri.  Ketika praktek penyusunan perencanaan dibawa membumi maka akan dihasilkan perencanaan yang juga membumi, sesuai dengan kebutuhan serta potensi diri dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran Umum Kabupaten Indramayu&lt;br /&gt;Kabupaten Indramayu merupakan salah satu wilayah di Propinsi Jawa Barat yang letaknya di pesisir pantai utara Pulau Jawa.  Berbatasan langsung dengan Laut Jawa dalam bentangan garis pantai sepanjang 114 km, menjadikan sebagian masyarakatnya hidup bergantung pada keramahan laut.  Selain itu, di bagian selatan terdapat kekayaan hutan dan lahan pertanian yang menghampar.  Tidak mengherankan kalau kabupaten ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara administrasi Kabupaten Indramayu terbagai dalam 31 kecamatan yang terdiri dari 302 desa dan 8 kelurahan.  Batas wilayahnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Sebelah Selatan  :  Kabupaten Majalengka, Sumedang dan Cirebon&lt;br /&gt;Sebelah Barat  :  Kabupaten Subang&lt;br /&gt;Sebelah Utara  :  Laut Jawa&lt;br /&gt;Sebelah Timur   :  Kabupaten Cirebon dan Laut Jawa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Lahan di Kabupaten Indramayu berkontur landai dengan ketinggian antara 0 - 100 meter di atas permukaan laut.  Dari wilayah seluas 204.011 Ha sebagian besar merupakan lahan sawah (118.513 Ha).  Keberadaan hamparan sawah ini didukung oleh adanya potensi 14 sungai yang berhulu di wilayah Kabupaten Indramayu.&lt;br /&gt;Populasi penduduk Kabupaten Indramayu saat ini mencapai 1.717.793 jiwa  yang terdiri dari laki-laki 875.126 jiwa dan 842.667 jiwa perempuan.   Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan.  Sebagian lagi berprofesi sebagai pegawai pemerintah dan swasta serta pedagang.&lt;br /&gt;Dari segi pendidikan, masyarakat Kabupaten Indramayu relatif tertinggal dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya di Propinsi Jawa Barat.  Rata-rata Lama Sekolah (RLS) baru mencapai 6,28 (data tahun 2005).  RLS merupakan salah satu bagian dari indikator pendidikan dalam pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Padahal Indeks Pendidikan merupakan andalan dalam capaian angka IPM Kabupaten Indramayu dalam beberapa tahun ini.&lt;br /&gt;RLS sebesar 6,28 tidaklah menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Indramayu tamat Sekolah Dasar secara keseluruhan.  Saat ini masih banyak anak-anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan ke SMP atau bahkan masih terdapat angka drop-out Sekolah Dasar.  Penduduk yang lebih dewasa lebih banyak lagi yang tidak tamat Sekolah Dasar dan tidak sedikit generasi tua yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal. &lt;br /&gt;Dengan tingkat pendidikan masyarakat yang relatif rendah maka tidak mengherankan apabila dalam berbagai kegiatan pembangunan masyarakat Kabupaten Indramayu hanya menjadi penonton., tetap menjadi obyek pembangunan sebagaimana biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flu Burung di Kabupaten Indramayu&lt;br /&gt;Banyaknya pesawahan yang ditunjang dengan aliran 14 sungai yang mengairi hampir sepanjang tahun sesungguhnya bukan hanya merupakan lahan subur bagi budidaya pertanian tetapi juga sangat berarti dalam pengembangan potensi peternakan.  Jenis ternak yang sangat berkembang di wilayah ini adalah itik.  Dengan populasi melebihi 1 juta ekor menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai daerah penghasil itik terbesar di Provinsi Jawa Barat.  Selain itu berkembang juga berbagai jenis ternak lainnya seperti terlihat pada Tabel 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1. Populasi Ternak di Kabupaten Indramayu  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO. JENIS TERNAK POPULASI (EKOR) KETERANGAN&lt;br /&gt;1. Sapi potong 7.311  &lt;br /&gt;2. Sapi perah 1.981  &lt;br /&gt;3. Kerbau 2.033  &lt;br /&gt;4. Kambung 55.685  &lt;br /&gt;5. Domba 178.883  &lt;br /&gt;6. Ayam Buras (Ayam Kampung) 1.927.710  &lt;br /&gt;7. Ayam Ras Pedaging (Broiler) 1.274.863  &lt;br /&gt;8. Itik 1.373.579  &lt;br /&gt;Sumber :  Dinas Pertanian dan Peternakan (Laporan Bulanan Bulan September 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Secara umum semua ternak dipelihara secara tradisional, ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) digembalakan kecuali beberapa usaha peternakan intensif skala keluarga dan ternak milik pesantren Mahd Al-Zaitun.  Pemeliharaan unggas (ayam, itik) pun umumnya diliarkan, pengandangan sering diabaikan.  Sebagian itik digembalakan agar bisa mencari pakan sendiri, mengejar panenan padi sampai keluar Kabupaten atau bahkan ke Propinsi Banten sekalipun.  Ternak unggas yang dipelihara secara intensif hanyalah ayam ras (broiler dan petelur) serta sedikit itik.  Cara pemeliharaan yang sangat sederhana pada mulanya tidak terlalu dipermasalahkan, masyarakat sekitar memakluminya.  Sebagian besar memelihara ternak hanyalah sebagai usaha sampingan, sebuah tabungan yang dapat segera dijual apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.&lt;br /&gt; Tetapi permasalahan mulai muncul ketika wabah flu burung mulai melanda dunia dan memasuki setiap jengkal wilayah negara.  Ternak unggas dianggap sebagai penular penyakit yang mematikan ini.  Pemeliharaan ayam bukan ras (ayam buras) di perkampungan yang menyatu dengan penduduk yang padat menjadi permasalahan tersendiri.  Sebagian ayam menghabiskan malam di atas pohon, tidak sedikit yang hidup bersatu dalam rumah pemiliknya (dikarungi dan disimpan di kolong ranjang), atau sebagian kecil lebih beruntung mempunyai kandang sendiri.  Demikian halnya penggembalaan itik yang tidak pernah mengenal batas wilayah menjadi trade-mark bahwa Kabupaten Indramayu menjadi penghasil itik dan telurnya tetapi juga akan menjadi “pengekspor” virus flu burung.&lt;br /&gt; Dengan kehidupan masyarakat yang jauh dari pertimbangan nilai-nilai kesehatan, apalagi kebiasaan hidup bersih dan sehat, yang berpadu dengan pemeliharaan unggas yang sama sekali memperhatikan aspek kebersihan dan kesehatan baik bagi unggas ataupun pemeliharannya, tidak mengherankan apabila perkembangan virus Flu Burung di Kabupaten Indramayu sedemikian cepat dan sangat sulit ditanggulangi.  Penyebaran virus H5N1 pada unggas terus menyebar sekalipun beberapa program dilaksanakan secara intensif, seperti vaksinasi unggas dan penyemprotan kandang misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 2. Penyebaran Desa dan Kecamatan Positif Flu Burung di Kabupaten Indramayu Tahun 2005 – 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHUN JUMLAH DESA JUMLAH KECAMATAN UNGGAS YANG MATI KETERANGAN&lt;br /&gt;2005 5 4 150  &lt;br /&gt;2006 35 18 1.271  &lt;br /&gt;2007 48 23 41.431  &lt;br /&gt;2008 13 10 986  &lt;br /&gt;2009 15 24 993  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perlu diketahui bahwa kejadian unggas terkena flu burung di Kabupaten Indramayu sebenarnya terjadi beberapa tahun sebelum Pemerintah mengumumkan secara resmi bahwa wabah flu burung telah masuk ke Indonesia.  Laporan Tahunan Desa Sumbon Kecamatan Kroya mencatat bahwa pada akhir tahun 2003 telah terjadi kematian mendadak ribuan ayam ras petelur milik warga masyarakatnya dengan gejala yang mendekati flu burung, mati mendadak dan dada berwarna biru kehitaman.  Dugaan aparat desa ini ternyata dibenarkan oleh petugas kesehatan hewan yang menangani kemitraan peternakan broiler, bahwa pada tahun 2003 perusahaannya mengalami kerugian yang tidak sedikit akibat kematian unggas dalam jumlah besar yang setelah diuji ternyata positif flu burung.  Wabah ini terus berlanjut namun tetap menjadi rahasia perusahaan (informasi lisan diperoleh tahun 2008).&lt;br /&gt; Program vaksinasi unggas milik masyarakat yang dilakukan mulai tahun 2005 ternyata bukan mengurangi penyebaran penyakit flu burung tetapi malah memperbanyak desa tertular.  Hal ini bisa disebabkan oleh kurang terlatihnya petugas dalam penyuntikan dan penanganan vaksin yang digunakan.  Latar belakang para vaksinator tersebut sebagian besar bukan dari peternakan, hanya mendapat pelatihan vaksinasi selama sehari dan langsung diterjunkan.&lt;br /&gt; Tidak mengherankan kalau pada saat vaksinasi unggas masal ini terjadi kematian unggas yang mencapai ribuan ekor setelah divaksin.  Umumnya diakibatkan oleh penanganan ternak setelah vaksinasi dan cara penyuntikan yang salah.  Hanya sebagian kecil permasalahan ini yang berbuntut tuntutan ganti rugi, misalnya peternak itik yang kematian 527 ekor itik siap telurnya.  Sementara yang lain dapat diberi pengertian oleh petugas yang bersangkutan, bahwa apabila kematian unggas terjadi maka hal itu berarti unggas yang bersangkutan telah terinfeksi virus flu burung sebelum dilakukan vaksinasi.&lt;br /&gt; Program vaksinasi tahun 2006 yang diiringi dengan penyemprotan kandang yang dilaksanakan pada triwulan kedua dan ketiga dampaknya sangat terasa dalam meredam penyebaran virus flu burung pada tahun tersebut.  Namun efektifitas vaksin tidak dapat mengurangi kematian pada triwulan pertama tahun berikutnya.  Demikian juga vaksinasi unggas tahun 2007 dirasakan sangat kecil manfaatnya dalam mengurangi penyebaran virus pada tahun yang bersangkutan karena sudah terlambat.&lt;br /&gt; Penyebaran virus Flu Burung juga ternyata sangat dekat dengan situasi alam, perubahan cuaca yang drastis di musim hujan menyebabkan daya tahan tubuh unggas berkurang dan air hujan menjadi media penyebaran virus yang sangat efektif.  Hal ini diperparah dengan suasana mendung tanpa sinar matahari yang secara teori mampu mematikan virus H5N1.  Tidak mengherankan apabila kematian unggas yang relatif banyak terjadi pada awal dan akhir tahun (Desember, Januari dan Februari).  Pada akhir tahun tersebut efektifitas vaksin sudah tidak ada lagi dalam tubuh ayam sementara anggaran belum ada pada awal tahun.&lt;br /&gt; Seperti diketahui, semesatinya vaksinasi unggas dilaksanakan sebanyak 4 kali.  Efektifitas vaksin dalam tubuh unggas hanyalah 3 bulan saja.  Namun keterbatasan anggaran, waktu dan tenaga serta ketersediaan vaksin sangat menjadi kendala.  Sebagaimana aturan yang dikeluarkan Menteri Pertanian maka vaksinasi unggas hanya dilaksanakan terhadap peternakan rakyat atau yang lebih dikenal sebagai Sektor IV.  Padahal pengalaman menunjukkan banyak ayam broiler milik perusahaan kemitraan dengan peternak lokal yang mati mendadak di kandangnya dalam jumlah yang sangat besar.&lt;br /&gt; Pengakuan dari Petugas Kesehatan Hewan peternakan kemitraan sesungguhnya tidak akan keluar apabila kami tidak menemukan sendiri kejadian yang selama 5 tahun ditutupi dengan rapat tersebut.  Jika saja tidak ada kejadian yang menggemparkan tentang adanya pasar ayam murah meriah di Desa Sukaslamet Kecamatan Kroya rahasia perusahaan ini tentu akan tetap tertutup rapat.  Hal ini membuktikan bahwa anggapan Pemerintah yang menganggap peternakan intensif aman dari virus Flu Burung sangatlah keliru.  Temuan selanjutnya menguatkan dugaan awal tersebut, beberapa kandang broiler yang diperiksa ternyata positif Flu Burung.  Bahkan kejadian penjualan unggas yang ternyata positif Flu Burung secara diam-diam oleh peternak mitra yang tidak mau rugi ternyata  terulang lagi di Desa Margamulya Kecamatan Bongas.&lt;br /&gt; Pengakuan dari Pemerintah akan tidak amannya peternakan Sektor I, II dan III dari virus Flu Burung pada akhirnya muncul juga.  Program penanggulangan flu burung pun berubah drastis, lebih diarahkan kepada perusahaan yang mengelola ternak dalam jumlah yang sangat besar dengan tenaga ahli yang cukup tersedia tersebut.  Namun hal ini tidak akan mengobati luka yang diderita sebelumnya, akibat kebijakan yang salah banyak ternak milik masyarakat yang tak berdosa menjadi korban.  &lt;br /&gt;Akibat kebijakan yang mengkambinghitamkan unggas milik masyarakat sebagai penyebab penularan virus Flu Burung maka ketika 2 orang anak kakak-beradik warga Kampung Kapitu Desa Cipedang Kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu meninggal dan posititif flu burung maka dunia mendesak dilakukan stamping-out (pemusnahan masal) terhadap unggas yang ada di kampung tersebut.   Lingkungan pedesaan kumuh yang menyatukan antara unggas dan manusia menjadi saksi bisu dikuburnya ribuan unggas milik masyarakat. &lt;br /&gt;Instruksi dari Direktur Jenderal Peternakan yang mengharuskan dilakukannya stamping-out jika terdapat unggas yang positif flu burung.  Selang seminggu, pemusnahan unggas secara masal dilakukan di Desa Karangsong Kecamatan/Kabupaten Indramayu setelah terjadi kematian mendadak pada burung puyuh yang ternyata positif flu burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 3.  Stamping-out Unggas di Kabupaten Indramayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DESA/KECAMATAN AYAM ITIK BURUNG JUMLAH KET.&lt;br /&gt;Cipedang, Bongas 3.511 4.613 655 8.779 &lt;br /&gt;Karangsong, Indramayu 848 236 1.824 2.908 &lt;br /&gt;JUMLAH 4.359 4.849 2.479 11.687 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap unggas, apapun jenis dan berapa pun umurnya, menurut perjanjian dengan Direktur Kesehatan Hewan yang ditegaskan dengan Keputusan Direktur Jenderal Peternakan diterima pertama kali, akan diganti dengan nilai Rp. 10.000,-/ekor.  Namun ketika biaya untuk menanggulangi pemusnahan unggas masal ini sudah ditalangi oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu, muncul peraturan baru yang mengatur biaya kompensasi dirubah berdasarkan jenis unggas, nilainya bervariasi, paling tinggi Rp. 10.000,-/ekor.  Hal ini tentu sangat menyulitkan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu sebagai pelaksana stamping-out.  Setelah 3 kali perubahan, akhirnya terbit aturan baru yang sesuai dengan kesepakatan semula.&lt;br /&gt; Peraturan yang menjadi pedoman dengan mudah berubah seiring berjalannya waktu, keputusan stamping-out dirubah menjadi pemusnahan terbatas.  Namun penyebaran virus flu burung semakin meluas, sebagian besar kecamatan di Kabupaten Indramayu pun dengan cepat terjadi kematian unggas secara mendadak dan positif flu burung.&lt;br /&gt; Flu burung kembali menelan korban manusia di Kabupaten Indramayu.  Pada pertengahan tahun 2007 seorang pelajar SMP meninggal dunia setelah melakukan praktek Pelajaran Biologi, melihat anatomi itik.  Sesuai dengan aturan baru maka kejadian ini tidak lagi mendapat respon “segera stamping-out”  seperti sebelumnya.  Penyelidikan perjalanan penyakit ditelusuri sampai akhirnya diperoleh kesimpulan bahwa ternyata itik yang digunakan praktek dibeli dari pedagang yang letaknya jauh dari tempat tinggal korban.  Unggas di perkampungan nelayan pun selamat untuk meneruskan hidupnya.&lt;br /&gt; Penanggulangan Flu Burung di Indonesia umumnya dan khususnya di Kabupaten Indramayu sesungguhnya tidak dapat mengandalkan kepada Pemerintah.  Dua departemen yang berkaitan erat dengan urusan ini, Departemen Kesehatan dan Departemen Pertanian, sibuk dengan ego-sektoral yang sering ditampakkan di muka umum.  Perang terbuk ini sungguh tidak terpuji, hanya menunjukkan bahwa keduanya sama sekali tidak peduli dengan penderitaan masyarakat secara keseluruhan, masyarakat unggas dan masyarakat manusia.&lt;br /&gt; Ketidaksingkronan keduanya dapat dilihat dari berbagai peraturan yang dikeluarkan, masing-masing hanya mementingkan departemen yang diuruusnya tanpa memperhatikan bahwa jika bekerja dengan pihak yang lain hasilnya tentu akan maksimal.  Beruntunglah bahwa pertempuran di pusat tidak menjadi teladan bagi Kabupaten Indramayu.  Ketidaksinkronan dua departemen itu menjadi contoh bahwa ketika koordinasi tidak dijalankan maka yang timbul adalah kehancuran.  Dinas Kesehatan, tetap bahu Dinas Pertanian dan Peternakan di Kabupaten Indramayu, berbagi informasi tentang kejadian Flu Burung baik pada unggas atau pun manusia serta berbagai kegiatan bersama menjadi kunci keberhasilan membawa masyarakat untuk berdaya mencegah dan menangani Flu Burung secara mandiri.  &lt;br /&gt;Jika ditarik garis merah maka terdapat hubungan yang signifikan antara sistem pemeliharaan unggas dan masyarakat pemeliharanya.  Ketika unggas dipelihara dengan baik, dikandangkan dan diberi makan secukupnya tentu akan memberi imbalan keuntungan lain bagi pemiliknya, termasuk menyehatkan.  Jika sebaliknya terjadi maka akan menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat yang bersih dan sehat.  Ketika masyarakat membiasakan pola hidup bersih dan sehat serta unggas dipelihara secara baik dan benar maka akan terjadi jalinan kehidupan harmonis antara unggas dan manusia.  Kuncinya tentu saja ada dalam diri masyarakat itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokakarya Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Flu Burung&lt;br /&gt;Sebagaimana telah terjadi di beberapa negara lain, sejak tahun 2005 di Indonesia pun penyakit flu burung bukan lagi hanya menelan korban jutaan ekor unggas tetapi telah menelan korban manusia.  Dari beberapa korban manusia ternyata sebagian adalah anak-anak.  Tiga diantaranya adalah anak-anak usia sekolah di Kabupaten Indramayu.&lt;br /&gt;Anak-anak lebih beresiko tertular flu burung mengingat daya tahan tubuhnya yang masih  relatif lemah, sementara kebiasaan hidup bersih dan sehat masih belum bisa mereka lakukan secara mandiri.  Di sisi lain, lingkungan relatif tidak bersahabat, pemeliharaan unggas tidak memperhatikan kebersihan dan kesehatan baik bagi manusia pemeliharanya ataupun unggas itu sendiri.  &lt;br /&gt;Itulah sebabnya UNICEF Kantor Cabang Bandung berinisiatif untuk membantu masyarakat dalam mencegah dan menangani flu burung, baik pada unggas ataupun manusia sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat itu sendiri.  Wwabah flu burung dapat dicegah dan diatasi oleh masyarakat setempat, karena yang paling tehu tentang masyarakat (ternak dan manusia) serta potensi untuk mengatasinya adalah mereka sendiri.&lt;br /&gt;Kegiatan bertajuk “Lokakarya Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Flu Burung” pertama kali dilaksanakan di Indramayu untuk 2 (dua) desa.  Satu di pedesaan dan satu lagi di sekitar perkotaan.  Desa Cipedang Kecamatan Bongas dipilih mewakili daerah pedesaan karena di desa tersebut bukan hanya terjadi kasus positif flu burung pada unggas tetapi juga terdapat korban manusia 13 dan 14 Januari 2006).  Sementara untuk mewakili perkotaan dipilih Desa Pekandanganjaya Kecamatan Indramayu yang jaraknya sekitar 5 km dari ibukota kabupaten.&lt;br /&gt; “Lokakarya Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Flu Burung” dimaksudkan untuk mencari model yang tepat dalam upaya mencegah dan menangani flu burung sesuai dengan potensi dan kemampuan masyarakat desa setempat.  Model yang dilaksanakan diharapkan bukan hanya bisa diterapkan di desa setempat tetapi juga dapat berkelanjutan serta diikuti oleh masyarakat desa sekitarnya.&lt;br /&gt;Kegiatan di dua desa sebelumnya dianggap berhasil memberdayakan masyarakat setempat sesuai dengan tujuan semula.  Oleh karena itu, kegiatan yang sama dilanjutkan untuk seluruh kecamatan.  Kriteria utama desa tempat lokakarya adalah pernah terjadi positif flu burung pada unggas atau manusia. &lt;br /&gt;Lokakarya dilaksanakan di Balai Desa, tempat berkumpul yang biasa digunakan oleh masyarakat setempat.  Peserta terdiri dari 45 (empat puluh lima) yang seluruhnya harus merupakan orang yang tinggal di desa setempat.  Peserta mewakili berbagai unsur yang ada di masyarakat, seperti Badan Perwakilan Desa (BPD), LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat), Ketua RT, Ketua RW, Pamong Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Pendidik, Bidan Desa (Bides), Kelompoktani dan unsur lainnya, termasuk kelompok minoritas jika ada.  Kepala Desa (Kuwu) tidak diikutkan sebagai peserta agar tidak terjadi bias yang disebabkan oleh perasaan “segan” dan “ewuh pakewuh” kepada beliau.  &lt;br /&gt;Pemilihan peserta dilakukan oleh aparat desa setempat yang ditetapkan dengan surat dari Kepala Desa (Kuwu).  Hal ini menjadi penting karena peserta harus bisa hadir secara terus-menerus dan tidak diwakilkan selama 4 (empat) hari pelaksanaan lokakarya.  Jika berhalangan dan tidak sanggup hadir secara kontinyu maka sejak awal Kepala Desa melakukan penggantian dengan calon peserta lainnya.  Calon peserta terpilih membuat pernyataan tertulis tentang kesanggupannya hadir sesuai aturan yang berlaku.&lt;br /&gt;Selain 45 orang peserta tersebut 4 (empat) anggota masyarakat lainnya dilibatkan sebagai panitia.  Mereka membantu Panitia Kabupaten dalam melaksanakan tugasnya yang berkaitan langsung dengan keperluan sehari-hari, mulai dari konsumsi sampai kebersihan tempat lokakarya.  Panitia Kabupaten terdiri dari unsur-unsur Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kesehatan dan Badan Perencanaan Daerah (Bapeda), bertugas mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan pada saat lokakarya berlangsung.&lt;br /&gt;Untuk memberi bekal pengetahuan dasar kepada masyarakat maka diperlukan narasumber yang bukan hanya menguasai keilmuan materi yang disampaikan tetapi juga mampu menyampaikannya dengan gaya dan cara yang bisa diterima masyarakat.  Materi tentang Flu Burung pada Unggas disampaikan naraumber dari Dinas Pertanian dan Peternakan, sedangkan narasumber dari Dinas Kesehatan (dokter Puskesmas setempat) menyampaikan materi tentang Flu Burung pada Manusia.  Camat setempat menyampaikan tentang Pemberdayaan Masyarakat dengan titik berat bahwa untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada khususnya wabah flu burung, maka hanya masyarakat setempatlah yang akan mampu mencegah dan menanggulanginya karena pada dasarnya mereka adalah orang yang paling tahu permasalahan pokok yang ada dan berbagai potensi untuk menyelesaikannya. &lt;br /&gt;Lokakarya dilaksanakan dengan metode pembelajaran orang dewasa (andragogi), dilaksanakan dua arah dan diskusi.  Dengan cara yang sederhana setiap peserta dituntun untuk berani mengemukakan pendapat dan mempertahankannya apabila diperlukan.  Kegiatan yang dilaksanakan dari pagi hari sampai sore menjelang ini akan menjadi acara yang membosankan apabila dilaksanakan secara monoton, oleh karena itu berbagai permainan dan kegiatan selingan yang bermakna dilaksanakan baik berasal dari inisiatif peserta ataupun fasilitator.&lt;br /&gt;Untuk bisa menjalankan kegiatan ini secara baik diperlukan tenaga yang mampu menjadi fasilitator.  Fasilitator bukan hanya harus mampu menyelami kesadaran peserta akan pentingnya peran diri dan masyarakat lainnya tetapi juga bisa menjadi penghubung berbagai pendapat dan argumen yang satu dengan yang lain sering bertentangan sehingga diperoleh solusi yang dapat diterima semua pihak.&lt;br /&gt;Fasilitator dalam kegiatan ini sebanyak 4 (empat) orang yang berasal dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Petugas Kabupaten dan petugas dinas yang bertugas di kecamatan setempat), Badan Perencanaan Daerah serta Dinas Kesehatan (Petugas Penyuluh Kesehatan di Puskesmas setempat).  Fasilitator yang berasal dari kecamatan merupakan tenaga yang telah dibekali training pemberdayaan masyarakat sebelumnya sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi dengan fasilitator dari kabupaten.&lt;br /&gt;Alat bantu yang digunakan dalam lokakarya ini berupa 3 macam format sederhana yang mudah dimengerti dan dikerjakan oleh masyarakat.  Ketiganya bukan hanya berhubungan langsung dengan keseharian peserta tetapi juga saling kait-mengkait sehingga menuju pada satu sasaran, yaitu Rencana Aksi Desa.  Sebuah rencana “dari, oleh dan untuk” masyarakat setempat dalam mencegah dan menanggulangi Flu Burung di desanya.  &lt;br /&gt;Biaya yang digunakan dalam acara yang berlangsung selama 4 (empat) hari penuh itu berasal dari donatur yang difasilitasi UNICEF Cabang Bandung.  Pembiayaan diguanakan untuk berbagai keperluan, mulai dari uang pengganti transport bagi peserta, panitia, fasilitator dan narasumber, serta biaya konsumsi dan alat tulis kantor.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Lokakarya &lt;br /&gt;Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, lokakarya dilaksanakan selama 4 (empat) hari penuh tanpa diselingi jeda libur dan peserta harus dapat hadir sesuai dengan kesepakatan yang dibuat dengan Kepala Desa.&lt;br /&gt;Pada hari pertama dilakukan acara pembukaan untuk menunjukkan bahwa acara tersebut merupakan acara resmi yang dilaksanakan oleh pihak kabupaten dengan dukungan penuh dari pemerintahan kecamatan dan desa setempat.  Acara seremonial ini dilaksanakan singkat dan padat dengan tetap mengedepankan bahwa lokakarya yang dilaksanakan adalah acara milik masyarakat yang didukung penuh semua tingkatan pemerintahan yang ada serta tidak lupa terlaksana atas dukungan sebuah pihak yang sama sekali tidak mengenal mereka tetapi sangat peduli dengan masyarakat setempat, yaitu UNICEF.  Penekanan yang terakhir adalah untuk menunjukkan bahwa apabila pihak luar yang tidak mengenal mereka saja begitu peduli, apalagi mereka sebagai masyarakat desa setempat.&lt;br /&gt;Setelah dibuka secara resmi, acara dilanjutkan dengan dinamika kelompok yang mengajak semua peserta menuliskan 5 (lima) buah keunggulan yang dimiliki masing-masing.  Setelah selesai dan dikumpulkan, fasilitator menyampaikan bahwa terdapat 5 X 45  atau 225 keunggulan yang bisa dijadikan kekuatan luar biasa untuk mencegah dan menangani flu burung di desa yang bersangkutan.  Segala kekuatan itu bukan datang dari luar, tetapi ada di diri semua peserta.&lt;br /&gt;Dengan berbagai kemampuan yang luar biasa itu maka peserta pun diberi keleluasaan untuk mengatur waktu kegiatan.  Jadwal kegiatan yang dibuat panitia tetap menjadi acuan namun peserta berkewenangan mengubah kapan saat mulai, istirahat dan pulang.  Juga cara menyiasati coffee-break agar penggunaan waktu lebih efektif dan efisien.  Tata tertib yang akan diberlakukan selama lokakarya pun didiskusikan disertai dengan sanksi bagi yang melanggarnya, aturan ini berlaku untuk peserta maupun fasilitator.  Pada umumnya peserta menghendaki kegiatan dimulai pukul 8.00 dan pulang pukul 17.00.  Tetapi pada prakteknya, sekalipun jam mulai sesuai kesepakatan tetapi mereka pulang menjelang maghrib (pukul 18.00) karena terlibat diskusi dan berbagai kegiatan lainnya yang menyita perhatian mereka.&lt;br /&gt;Materi narasumber dimaksudkan untuk menyamakan pengetahuan dasar bagi keseluruhan peserta, menyamakan pola pikir awal dan persepsi.  Peserta dibekali materi tentang Flu Burung pada Unggas, Flu Burung pada Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat oleh para narasumber yang ditunjuk.  Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat.  Bahasa ilmiah yang sangat dekat dengan kesehatan dan kesehatan hewan diganti dengan kata-kata yang mudah dipahami tanpa meninggalkan makna yang aslinya.  Materi disampaikan dua arah diiringi dengan dialog interaktif yang memberi kesempatan peserta untuk mengemukakan pendapat dan mengekspresikan jati dirinya.  &lt;br /&gt;Acara dilanjutkan dengan dinamika kelompok yang mengajak peserta lebih saling mengenal.  Peserta dan fasilitator menuliskan nama panggilan di kertas manila dan ditempelkan di dada.  Mereka pun terlibat dalam perkenalan diri yang dirancang sedemikian rupa sehingga tidak ada kesan dipaksa ataupun terpaksa.  Acara ini menjadikan satu anggota masyarakat dengan yang lainnya semakin saling kenal lebih dekat.  &lt;br /&gt;Secara acak, peserta dibagi menjadi 5 (lima) kelompok.  Dengan menghitung diri dengan angka 1 sampai 5 maka terdapat 9 orang yang menyebut angka 1 dan juga angka lainnya.  Kelompok dibentuk berdasarkan angka yang disebut peserta, masing-masing kelompok terdiri dari 9 orang anggota.  Tugas fasilitator adalah mengamati latar belakang dari masing-masing peserta, jika terdapat ketimpangan yang besar maka atas persetujuan anggota kelompok menukar anggota dengan kelompok lainnya. &lt;br /&gt;Ketidaksengajaan yang terjadi adalah bahwa ternyata beberapa peserta masih tidak bisa menulis, nama sendiri sekalipun.  Hal ini bukan merupakan kendala tetapi suatu potensi yang dapat diramu menjadi kekuatan ketika mereka beradu argumen dengan peserta yang berpendidikan jalur formal.  Hal lain yang terjadi adalah bahwa kebanyakan peserta tidak pernah memegang mikrofon sebelumnya, apalagi berbicara di depan forum.  Disamping berbagai kekurangan yang dimiliki peserta terdapat kelebihan yang tersimpan, sementara di samping kelebihan para peserta pun terdapat bergagai kelemahan yang tidak disadari oleh dirinya sendiri sekalipun.  &lt;br /&gt;Pada akhir sesi peserta menuliskan kesan mereka selama mengikuti acara pada hari pertama dengan mencontreng salah satu gambar wajah denan ekspresi Sangat Senang, Senang, Biasa atau wajah cemberut yang menunjukkan rasa Bosan.  Sementara panitia dan fasilitator mengakhiri pertemuan hari pertama dengan diskusi tentang jalannya lokakarya, berbagai pendapat dan saran untuk perbaikan serta strategi yang akan dilakukan besok harinya.&lt;br /&gt;Pada hari kedua acara dibuka dengan memberi kesempatan kepada peserta menyampaikan ulasan tentang materi yang disampaikan oleh para narasumber sebelumnya.  Pengetahuan mereka sangat berarti bagi pelaksanaan kegiatan selanjutnya, dan materi yang disampaikan oleh peserta ternyata lebih mudah dicerna oleh peserta lainnya.  &lt;br /&gt;Kemudian dilanjutkan dengan sebuah permainan yang menggugah masyarakat akan pentingnya berpikir dan berbuat sesuatu di luar kebiasaan.  Kebiasaan yang dimaksud adalah jarangnya mereka berbuat sesuatu untuk kepentingan bersama, apalagi merencanakan sesuatu.  Selain itu, kebebasan berpendapat yang sangat jarang terjadi.  Pada kesempatan ini segala kebiasaan itu ditembus, dirubah dengan kebiasaan baru, kebebasan berpikir dan berpendapat.  Terlepas dari benar atau salah pendapat tersebut, yang penting tidak melanggar norma yang berlaku di masyarakat.&lt;br /&gt;.                            .                 .&lt;br /&gt;.                            .                 .&lt;br /&gt;.                            .                  .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1.  Permainan Sembilan Titik&lt;br /&gt;Peserta diminta menghubungkan sembilan titik yang digambar fasilitator dengan tiga buah garis lurus tanpa terputus.  Pada setiap lokakarya, selalu ada peserta yang sanggup menyelesaikan tugas ini.  Pada beberapa kasus menghabiskan waktu yang cukup lama dan diskusi yang sangat serius.  Kemudian peserta diminta pendapatnya tentang makna yang dapat diambil dari permainan sederhana tersebut.  Banyak pendapat dikemukakan namun dua hal yang digaris-besarkan adalah dalam lokakarya ini peserta bebas berpendapat namun harus selalu patuh pada koridor yang berlaku di masyarakat.  &lt;br /&gt;Dalam kaitan dengan pencegahan dan penanganan flu burung maka permainan ini memberi makna bahwa peserta boleh mengkritisi berbagai kegiatan dan kebijakan yang diterapkan pemerintah sekalipun, namun harus tetap ingat akan rambu-rambu yang ditetapkan.  Paling tidak, kebebasan pengkritisan yang dilakukan adalah demi tercapainya tujuan bersama yang baik bagi keseluruhan masyarakat desa.  &lt;br /&gt;Setelah dibukanya pemikiran peserta untuk bebas mengemukakan pendapat maka fasilitator memberikan Format I tentang berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, sedang dilakukan dan yang akan dilakukan.  Masing-masing kegiatan disertai dengan pelakunya.  Peserta berdiskusi sesuai dengan kelompok dan menuangkan hasilnya pada kertas koran yang disediakan.  Setelah itu, masing-masing perwakilan peserta menyampaikan hasil diskusinya dan ditanggapi oleh peserta dari kelompok lain secara bergiliran.  Setiap anggota kelompok diberi kesempatan untuk menyampaikan jawaban atas pertanyaan yang masuk.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 4.   Format I :  Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Flu Burung&lt;br /&gt;KEGIATAN PEMERAN KEGIATAN PEMERAN KEGIATAN PEMERAN&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Format sederhana ini menjaring berbagai pendapat dari peserta tentang beberapa kegiatan yang mereka ketahui dilakukan baik oleh petugas pemerintahan atau masyarakat setempat dalam kaitan mencegah dan menangani flu burung.  Permainan sembilan titik memberi mereka kemampuan untuk merasa bebas mengemukakan pendapat sepanjang tidak melenceng dari koridor, kegiatan yang berkaitan dengan flu burung.  &lt;br /&gt;Setelah kelima kelompok menyampaikan hasil diskusinya dan ditanggapi semua peserta maka fasilitator mengantar peserta kepada permainan pokok yang kedua, sebuah teka-teki sederhana yang membawa mereka harus berpikir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PEDAGANG SIAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ani membeli kaos di kaki lima seharga Rp. 8.000,- dan membayarnya dengan dua lembar uang Rp. 5.000,-an.  Pedagang kaos tidak mempunyai uang receh untuk kembalian sehingga menukarkan satu lembar uang Rp. 5.000,-annya dengan lima pecahan Rp. 1.000,-an kepada tukang sate.  Setelah itu, pedagang kaos memberi kembalian kepada Ani.&lt;br /&gt;Tidak berapa lama, tukang sate datang dengan marah-marah dan mengembalikan uang Rp. 5.000,-an tadi, yang ternyata palsu.  Pedagang kaos pun menggantinya dengan uang                     Rp. 5.000,-an yang ada di tangannya.&lt;br /&gt;“Aduh, aku rugi !”  Kata pedagang kaos menyesali kebodohannya.&lt;br /&gt;Pertanyaan :  Berapa kerugian yang diderita pedagang kaos ?&lt;br /&gt;Gambar 2.  Teka-teki “Pedagang Sial”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertanyaan sederhana ini disampaikan kepada peserta maka berbagai pendapat bermunculan.  Mereka diberi kesempatan untuk mendiskusikannya dalam kelompok kemudian menyampaikan hasil diskusinya ke hadapan kelompok lain.  Umumnya hasil diskusi kelompok memberi jawaban yang berbeda satu dengan yang lainnya.  Ada yang berpikir sangat sederhana sehingga tidak bisa dijelaskan, ada juga yang sangat detail sehingga terlalu panjang untuk disampaikan.&lt;br /&gt;Untuk membuktikan kebenarannya maka fasilitator mengajak peserta untuk praktek langsung dengan bahan seadanya, bisa uang benar ataupun hanya kertas yang ditulis dengan angka nominal uang.  Dari peragaan sederhana dibuktikan bahwa sesungguhnya kerugian yang diderita pedagang kaos adalah Rp. 5.000,- yaitu uang palsu yang harus diterimanya itu.&lt;br /&gt;Sesungguhnya bukan benar atau salahnya jawaban peserta yang diharapkan dari permainan ini, tetapi makna yang terkandung di dalamnya yang menurut peserta antara lain “perlu jeli”, “harus teliti”, “harus kompak” dan sebagainya.  Makna permainan ini akan menjadi bekal kepada Format II yang lebih menghendaki pemikiran yang teliti dan kekompakan kelompok dalam berdiskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 5.   Format II :  Permasalah dalam Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Flu Burung&lt;br /&gt;NO. MASALAH SEBAB AKIBAT ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang diberikan melalui dua parmainan sebelumnya, sembilan titik dan pedagang sial mengajak peserta untuk berani mengemukakan pendapat, lebih teliti dan jeli namun tetap ingat pada koridor pembahasan yang membatasi.  Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan flu burung diidentifikasi, ditarik garis sebab dan akibatnya.  Kemudian dicarikan alternatif pemecahan masalah yang mungkin dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.   &lt;br /&gt;Diskusi kelompok yang dilakukan sering menyebabkan peserta lupa dengan jadwal yang disepakati bersama, fasilitator pun tidak berhak mengingatkan tentang waktu yang terus berjalan sepanjang peserta masih menghendakinya.  Adzan maghrib sering menjadi pengingat untuk segera mengakhiri diskusi dan mengumpulkan kertas koran yang ditulisnya kepada fasilitator.  &lt;br /&gt;Pada kesempatan ini muncul berbagai pendapat kritis masyarakat tentang kinera petugas pemerintahan.  Namun petugas yang telah mendapatkan peltihan pemberdayaan masyarakat ini justeru bangga dengan berbagai macam koreksi terhadap kinerja dirinya selama ini dan tetap bekerja dengan baik sebagai fasilitator dalam lokakarya tersebut. &lt;br /&gt;Seperti pada hari sebelumnya, sambil meninggalkan ruang diskusi para peserta menuliskan kesan yang dirasakannya sepanjang mengikuti lokakarya pada hari kedua ini.  Panitia dan fasilitator pun mengakhiri pertemuan dengan diskusi tentang jalannya lokakarya, berbagai pendapat dan saran untuk perbaikan serta strategi yang akan dilakukan besok harinya.&lt;br /&gt;Hari ketiga diawali dengan ulasan tentang hasil diskusi Format I, perwakilan peserta yang berani tampil menyampaikan ulasan diberi penghargaan berupa hadiah.  Acara dilanjutkan dengan pemaparan hasil diskusi kelompok oleh perwakilan peserta untuk mendapat tanggapan dari kelompok lain.  Wakil peserta yang menyampaikan Format II harus berbeda dengan sebelumnya.  Setiap satu kelompok selesai melakukan pemaparan maka kelompok lainnya diberi kesempatan untuk mengajukan saran, pendapat atau beberapa pertanyaan.  Jawaban terhadap pertanyaan dilakukan oleh anggota kelompok, diutamakan mereka yang sebelumnya belum berkesempatan bicara.&lt;br /&gt;Sebelum memasuki Format III tentang Rencana Aksi Kelompok, peserta dicerahkan dengan sebuah permainan yang mendorong mereka untuk bisa memanfaatkan segala potensi yang ada di dalam diri dan lingkungannya sendiri dalam mencegah dan menanggulangi flu burung.  Di lapangan terbuka, peserta berbaris rapi sesuai dengan kelompoknya.  Permainan “Berpanjang-panjangan” dengan aturan bahwa dalam waktu 2 (dua) menit, peserta harus menjadi bagian yang sambung-menyambung tak terputus.  Sepanjang-panjangnya dengan memanfaatkan segala potensi yang ada pada dirinya.  Kelompok yang dapat membuat barisan yang terpanjang adalah pemenangnya.&lt;br /&gt;Pada waktu yang sangat terbatas itulah anggota kelompok diberi kesempatan bertindak cepat dan cermat.  Fasilitator mengingatkan mereka untuk menggunakan semua potensi yang dimiliki.  Anggota kelompok yang cerdik akan segera melepas atribut yang menempel di badannya, mulai ikat pinggang, sepatu, kaos kaki, celana panjang, baju dan sebagainya.  Permainan ini selalu menjadi bagian paling menarik dan tidak pernah terulang sehingga tidak ada peserta yang dengan sengaja membawa tali atau bahan lainnya.&lt;br /&gt;Makna dari permainan dibahas dengan peserta, keberanekaragaman pendapat peserta menandakan permainan yang baru saja dilakukan sangat berarti.  Makna yang tersirat dari permainan ini adalah agar peserta dapat berpikir cepat dan bertindak cermat dalam menyelesaikan masalah dengan potensi yang ada dalam diri dan lingkungannya.  Tidak mengandalkan pihak manapun, termasuk aparat pemerintah sekalipun.&lt;br /&gt;Format III dibuat berdasarkan kepada dua hasil diskusi kelompok sebelumnya, Format I dan Format II yang telah dilengkapi dengan hasil diskusi dengan kelompok lain, terutama adalah kolom “Alternatif Pemecahan Masalah” pada Format II.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 6.  Format III :   Rencana Aksi Kelompok dalam Rangka Pencegahan dan Penanganan                 Flu  Burung&lt;br /&gt;  PEMERAN WAKTU (BULAN) &lt;br /&gt;NO. KEGIATAN RT/&lt;br /&gt;RW DE-&lt;br /&gt;SA KEC. KAB. I II III KET.&lt;br /&gt;      1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 &lt;br /&gt;                  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang direncanakan haruslah realistis, dapat dilaksanakan oleh masyarakat dengan memanfaatkan segala potensi yang ada di desanya.  Baik potensi sumber daya manusia, kemampuan pendanaan ataupun kekayaan lingkungan yang mendukungnya.  Hal ini tentu sesuai dengan pesan yang tersirat dalam permainan berpanjang-panjangan yang dilakukan sebelumnya.&lt;br /&gt;Pemeran utama kegiatan yang direncanakan adalah peserta lokakarya bersama masyarakat desa lainnya, apabila diperlukan pemeran tambahan dapat dilibatkan pihak RT dan RW, Aparat Desa, pemerintahan kecamatan dan petugas dari kabupaten baik institusi kesehatan maupun kesehatan hewan.  Waktu pelaksanaan rencana dibuat 3 (tiga) bulan yang dibagi detail dalam mingguan.&lt;br /&gt;Setiap kelompok membuat satu Rencana Aksi Kelompok dan dituangkannya dalam kertas koran.  Dipaparkan kepada keseluruhan peserta untuk mendapat tenggapan dari 4 (empat) anggota kelompok lainnya.   Rencana Aksi Kelompok dari masing-masing kelompok yang telah diperbaiki merupakan bahan dasar menyusun Rencana Aksi Desa dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Flu Burung.&lt;br /&gt;Seperti pada hari sebelumnya, setiap peserta mengakhiri pertemuan dengan mengisi kolom kesan yang telah disediakan.  Kemudian panitia dan fasilitator mendiskusikan beberapa materi yang dapat dijadikan bahan pelajaran untuk langkah perbaikan selanjutnya.&lt;br /&gt;Hari terakhir diawali dengan ulasan dari masing-masing kelompok tentang kandungan  Format III yang telah dilengkapi dengan hasil diskusi dengan kelompok lain sehari sebelumnya.  Setelah kelima kelompok selesai memaparkan ulasannya maka dari setiap kelompok dipilih 2 orang untuk menjadi wakil yang nantinya akan membahas Rencana Aksi Desa.  Keputusan tentang wakil dari masing-masing kelompok diserahkan kepada anggota kelompok.  &lt;br /&gt;Ke-sepuluh orang pilihan anggota kelompok tergabung dalam Tim Kecil berdikusi menyusun Rencana Aksi Desa berdasarkan hasil Format II dari ke-lima kelompok.  Tidak menutup kemungkinan muncul kegiatan yang sama sekali baru, yang terpikirkan oleh mereka pada saat diskusi Tim Kecil.&lt;br /&gt;Hasil diskusi Tim Kecil dipresentasikan kepada para peserta untuk mendapatkan tanggapan dan perbaikan yang kemudian menjadi Rencana Aksi Desa yang disepakati bersama.  Rencana Aksi Desa merupakan kumpulan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan bersama anggota masyarakat desa lainnya dalam mencegah dan menangai flu burung.  &lt;br /&gt;Rencana Aksi Desa adalah rencana “dari, oleh dan untuk” masyarakat desa secara keseluruhan.  Sebuah rencana yang digali dari berbagai permasalahan dan potensi yang ada di desa, dihasilkan oleh anggota masyarakat pilihan yang hadir dalam lokakarya serta dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan untuk kepentingan segala lapisan masyarakat desa itu sendiri (contoh tertera pada Lampiran 1).  &lt;br /&gt;Dengan hantaran tiga format sederhana sebelumnya maka dibalik kesederhanaan pola pikir masyarakat Kabupaten Indramayu ternyata dapat dihasilkan beberapa rencana kegiatan yang realistis, bisa dilaksanakan sesuai dengan potensi yang ada di desa setempat.  Bahken beberapa kegiatan yang direncanakan tidak pernah terpikirkan sebelumnya.  Sebagai contoh adalah sosialisasi flu burung di tempat hajatan, kutbah Jum’at dan sebagainya.&lt;br /&gt;Setelah Rencana Aksi Desa disepakati maka peserta dihadapkan kepada permasalahan, siapa yang bertanggungjawab akan terlaksananya rencana tersebut.  Dengan dipimpin oleh salah satu peserta maka disusunlah organisasi pelaksana kegiatan.  Nama organisasi pelaksana diserahkan kepada peserta, beberapa nama yang dipilih peserta diantaranta Tim Tanggap Flu Burung, Tim Pelaksana Pencegahan dan Penanganan Flu Burung, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi Rencana Aksi Desa&lt;br /&gt;Sampai akhir tahun 2008 telah dilaksanakan Lokakarya Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Flu Burung di 31 Desa dalam 30 Kecamatan di Kabupaten Indramayu.  Dengan demikian maka di setiap kecamatan telah ada satu desa yang menjadi lokasi lokakarya, kecuali di Kecamatan Kandanghaur sebanyak 2 (dua) desa serta Kecamatan Sukagumiwang sama sekali belum ada.&lt;br /&gt;Bila dilihat sepintas maka berbagai kegiatan yang direncanakan peserta lokakarya di setiap desa hampir serupa.  Kegiatan yang paling banyak direncanakan adalah sosialisasi flu burung.  Perbedaanya terletak pada lokasi dan cara sosialisasi yang akan dilakukan.  Beberapa desa melaksanakannya berdasarkan batas wilayah seperti RT dan RW, Blok, Kampung dan lain-lain.  Beberapa desa melaksanakan melalui
